Mat 25:31-46.
Pagi ini kita diingatkan bahwa kita semua kelak akan menghadap tahta pengadilan Allah.
Setiap saat adalah kesempatan bagi kita bersiap diri utk hari Pengadilan Terakhir.
Pengadilan Terakhir adalah tempat di mana semua org dihadapkan pada Sang Raja Semesta Alam yaitu Allah utk diadili sesuai dgn baik buruknya perbuatan kita selama kita hidup di dunia ini.
Sang Raja akan memisahkan org-org benar dan org-org jahat.
Sang Raja berpegang pada keadilan serta kebenaran.
Tuhan hadir dlm diri sesama, terutama mereka yg papa, miskin, menderita dan kekurangan.
Cinta kasih seseorang akan menjadi tiket utama utk masuk ke dlm kebahagiaan kekal di sorga.
"Pada malam kehidupan kita, kita akan diadili sesuai dgm cinta kita."
(St. Yohanes dari SaliB).
Apa yg telah atau tdk kita lakukan, yaitu perbuatan cinta kasih dan pelayanan kpd sesama yg menderita sesungguhnya akan menjadi ukuran saat penghakiman kelak.
Dlm masa prapaskah ini adalah kesempatan yg istimewa bagi kita sebagai org beriman utk beramal.
Memberi dr kekurangan apa yg kita miliki kpd mereka yg membutuhkan,tentulah tdk akan mengurangi berkat yg kita punya.
Justru sebaliknya akan menjadi kekayaan yg tak tergantikan.
YUK KITA ISI MASA TOBAT INI DGN PERBUATAN-PERBUATAN YG BERKENAN KPD TUHAN DAN SESAMA.
DLM MEMBERI TDK SELALU HRS DLM BENTUK MATERI, TETAPI JUGA CINTA, PERHATIAN SERTA KASIH SAYANG.
Gbu.
(C. Siu Chen)
______________
Bacaan dari kitab Imamat.
Im.19:1-2,11-18
TUHAN berfirman kepada Musa:
"Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka:
Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.
Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.
Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu;
Akulah TUHAN.
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia;
Akulah TUHAN.
Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri;
Akulah TUHAN.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Matius.
= Matius 25:31-36 =
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan;
ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum;
ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian;
ketika Aku sakit, kamu melawat Aku;
ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
________________
Pelatih Bo Ryan mengenalkan timnya ke sebuah bukit di dekat taman. Bukit itu cukup tinggi dan cukup curam, menyenangkan bagi anak-anak bermain dengan kereta luncurnya meluncur dengan cepat dan panjang. Juga cukup tinggi untuk didaki. Ryan menunjuk ke atas, dan timnya berlari ke bukit enam kali. Seorang pemuda berbaring terengah-engah, Ryan mengatakan, "Kita akan melakukannya sampai tanggal 22." Dia gila, mereka pikir. Namun dalam sebulan, mereka bisa melakukannya, dan saat melakukannya, kepercayaan mereka makin kuat satu sama lain juga kepada pelatih mereka.
Kepercayaan ini terbayar. Sebagai pemula, Wisconsin tidak diharapkan memenangkan banyak pertandingan. Akan tetapi berkat keterampilan dan latihan bersama, mereka meraih kesempatan masuk dalam sepuluh besar. Saat musim pertandingan babak kedua melawan Minnesota, saingan tangguh di posisi teratas. Sempat kalah 13 angka pada 13 menit permainan pertama. Tampak suram. Namun seorang pemain ingat, "Saya punya perasaan kita akan bekerja sama." Mereka melakukannya – dan menang.
Kemenangan ini berkat pendakian bersama menuju puncak kemenangan. Tim ini tidak pernah lupa pada bukit. Seorang pemain ingat, "Setiap kali kami menemui kesulitan, kami selalu berpikir kami akan mencapainya bersama-sama."
Pelatih Ryan mereview, "Hal apa yang penting mengenai ini? Bagaima para pemain merasakan diri mereka sendiri." Dan perasaan itu dimulai dengan berlari mendaki ke atas bukit. [Susanti Lim / Pontianak
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.