Tuesday, February 12, 2013

REN" Selasa, 12 Februari 2013. Bapa Paus Benediktus XVI. Perbuatan kasih yang nyata Bentuk perwujudan Kerajaan Allah di dunia.

Para sahabat Kristus,
banyak di antara kita pasti telah mendengar kabar bahwa Bapa Paus Benediktus XVI akan mengundurkan diri sebagai Paus pada akhir Februari 2013 ini.
Beliau dengan rendah hati mengakui usianya telah lanjut dan kesehatannya telah menurun.
Bapa Paus Benediktus XVI telah banyak membawa ke-khidmat-an dan beberapa kedisiplinan kembali ke tengah-tengah Gereja selama masa pelayanan beliau sehingga perayaan Ekaristi semakin fokus pada Hadirat Tuhan yang nyata.
Selayaknyalah sebagai umat kita bersyukur pada Tuhan yang telah memberikan kita seorang Bapa Paus yang baik dan bertanggung-jawab.
Janganlah mengikuti prasangka buruk dan pergunjingan yang mengada-ada, sebaliknya, marilah kita berdoa agar Tuhan selalu beserta kita, dan segala yang terjadi ini biarlah sesuai dengan kehendak Tuhan.
Mari kita tetap mendoakan Bapa Paus Benediktus XVI, mendoakan Bapa Paus penggantinya kelak, dan marilah kita semua tetap bersatu, patuh, setia, di dalam iman Gereja Katholik yang kudus.
Kita telah mempunyai Bapa Paus yang baik dan pastilah akan diberikan penggantinya yang baik pula. Sebab janji Tuhan nyata bahwa IA akan selalu beserta kita.

______________
Mutiara Iman
HATINYA JAUH DARI PADAKU
12 Pebruari 2013
"Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik!
Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku"
(Mrk 7:6)

Lectio:
Kej 1:20-2:4a;
Mzm 8:4-5,6-7,8-9;
Mrk 7:1-13

Keluarga Susanto sangat taat pada tata aturan keagamaan seperti doa, misa, puasa dan pantang. Suatu saat dalam perjalanan menuju Gereja, Susanto melihat seorang bapak tua yang menjadi korban tabrak lari sepeda motor. Melihat orang tua yang tergeletak tak berdaya itu, Susanto pun memberhentikan mobilnya, membopong bapak itu ke dalam mobil dan mengantarnya ke Rumah Sakit terdekat, walaupun istri dan anaknya memperlihatkan raut muka yang seakan kurang setuju karena khawatir terlambat tiba di gereja. Ternyata benar saja, mereka tiba di gereja ketika misa sudah hampir selesai.

Dengan sedikit merajuk anaknya berseru pada Susanto :
"Lihat pa, kita jadi terlambat mengikuti misa!"

Susanto pun menjawab dengan tersenyum :
"Kita sudah melakukan perbuatan kasih yang nyata ketika kita membantu bapak yang malang tadi, nak. Kita kan masih bisa mengikuti misa berikutnya".

Dalam Injil hari ini, serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat datang menemui Yesus karena beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis. Yesus berkata kepada mereka :
"Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku"

Perbuatan kasih lebih utama dibandingkan dengan segala tradisi dan norma-norma.

Oratio:
Ya Tuhan, rajailah diri kami semua agar Kerajaan-Mu nyata di dunia ini. Amin

Missio:
Marilah kita melakukan perbuatan kasih yang nyata sebagai bentuk perwujudan Kerajaan Allah di dunia ini.
Have a Blessed Tuesday.
_______________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Mrk 7:1-13 =

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.

Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.

Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya:
"Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"

Jawab-Nya kepada mereka:
"Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."

Yesus berkata pula kepada mereka:
"Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban--yaitu persembahan kepada Allah--, maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
________________
J E N D E L A ,,,,,
Sepasang orang muda yg baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.
Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain....
"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.
"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."
Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tdk memberi komentar apapun.
Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang
istri memberikan komentar yg sama tentang kurang bersihnya si tetangga
mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian2 yang dijemur
tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:
"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar.
Siapa ya kira2 yang sudah mengajarinya? "

Sang suami berkata, "Saya bangun pagi2 sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."

Dan begitulah kehidupan. Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika hatimu bersih, maka bersih pula pikiranmu..
Jika pikiranmu bersih, maka bersih pula perkataanmu..
Jika perkataanmu bersih/baik, maka bersih/baik pula perbuatanmu..

Hati, pikiran dan perkataan kita mncerminkan hidup kita..
HATIMU menentukan PIKIRANMU..
PIKIRANMU menentukan PERKATAANMU..
PERKATAANMU menentukan MASA DEPANMU...
Selamat pagii,
selamat beraktifitas,
Tuhan Berkati.
________________


God Bless All of You.












































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.