"Bertobatlah dan Percayalah pada Injil."
______________
Bacaan hari ini
Rabu, 13 Feb 2013
= Matius 6:1-6,16-18
Saudaraku,
kalau manusia takut kepada penyakit, mengapa manusia tidak takut kepada dosa? Padahal dosa merusak manusia dengan lebih dahsyat!
Dosa2 pribadi seperti iri hati, kebencian, ketidak mampuan menahan diri seperti tidak terbendung.
Hari ini kita memasuki masa tobat. Kita diajak oleh Gereja untuk membina sikap tobat.
Berpuasa bukanlah sikap lahir belaka, melainkan membina sikap hati yang mau berbalik kepada TUHAN.
Pertobatan adalah jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan.....
1 2 3.....yes........ Gbu
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Matius.
= Mat. 6:1-6,16-18 =
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
________________
Renungan Harian
- Rm Adi -
Rabu Abu, 9 Maret 2011
Yoel 2:12-18;
2Kor 5:20-6:2;
Mat 6:1-6.16-18
Rabu Abu menandai dimulainya masa Prapaskah, yaitu masa tobat, pantang dan puasa. Selama masa prapaskah kita diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut Tuhan yang bangkit dan membawa keselamatan bagi kita.
Kita mengawalinya dengan menerima abu di dahi. Dulu (sekarang juga?) abu seringkali digunakan untuk mencuci perlatan dapur, lebih-lebih untuk menghilangkan bau amis dan kerak.
Abu mempunyai manfaat membersihkan. Dengan menerima abu, kita diajak untuk membersihkan diri kita supaya siap dan pantas menerima kehadiran Tuhan. Bandingkan, saat kita hendak makan untuk mendapatkan energi jasmani, kita membutuhkan piring yang bersih.
Untuk menyambut dan merayakan Tuhan yang bangkit bagi kita, dibutuhkan pula hati yang bersih. Kita diajak memperbarui hidup kita, mengoyakkan hati kita – bukan pakaian kita – (Yl 2:13), dan berdamai kembali dengan Allah (1Kor 5:20) melalui amal, doa, dan puasa (bacaan Injil).
Maka, selama masa prapaskah ini, marilah kita meningkatkan ketiga hal tersebut: puasa (+ pantang) sebagai ungkapan lahir dari pengendalian diri kita; doa sebagai usaha kita untuk semakin mendekatkan diri dengan Tuhan; dan amal (APP) sebagai upaya kita untuk mendekatkan diri dengan sesama, bersolider, memberi pertolongan, dll.
Dengan demikian kita menjadi 'makin beriman, makin bersaudara, dan makin berbelarasa'.
Selamat pagi ..:)
Tuhan memberkati O:)
________________
God Bless All of You.
______________
Bacaan hari ini
Rabu, 13 Feb 2013
= Matius 6:1-6,16-18
Saudaraku,
kalau manusia takut kepada penyakit, mengapa manusia tidak takut kepada dosa? Padahal dosa merusak manusia dengan lebih dahsyat!
Dosa2 pribadi seperti iri hati, kebencian, ketidak mampuan menahan diri seperti tidak terbendung.
Hari ini kita memasuki masa tobat. Kita diajak oleh Gereja untuk membina sikap tobat.
Berpuasa bukanlah sikap lahir belaka, melainkan membina sikap hati yang mau berbalik kepada TUHAN.
Pertobatan adalah jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan.....
1 2 3.....yes........ Gbu
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Matius.
= Mat. 6:1-6,16-18 =
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
________________
Renungan Harian
- Rm Adi -
Rabu Abu, 9 Maret 2011
Yoel 2:12-18;
2Kor 5:20-6:2;
Mat 6:1-6.16-18
Rabu Abu menandai dimulainya masa Prapaskah, yaitu masa tobat, pantang dan puasa. Selama masa prapaskah kita diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut Tuhan yang bangkit dan membawa keselamatan bagi kita.
Kita mengawalinya dengan menerima abu di dahi. Dulu (sekarang juga?) abu seringkali digunakan untuk mencuci perlatan dapur, lebih-lebih untuk menghilangkan bau amis dan kerak.
Abu mempunyai manfaat membersihkan. Dengan menerima abu, kita diajak untuk membersihkan diri kita supaya siap dan pantas menerima kehadiran Tuhan. Bandingkan, saat kita hendak makan untuk mendapatkan energi jasmani, kita membutuhkan piring yang bersih.
Untuk menyambut dan merayakan Tuhan yang bangkit bagi kita, dibutuhkan pula hati yang bersih. Kita diajak memperbarui hidup kita, mengoyakkan hati kita – bukan pakaian kita – (Yl 2:13), dan berdamai kembali dengan Allah (1Kor 5:20) melalui amal, doa, dan puasa (bacaan Injil).
Maka, selama masa prapaskah ini, marilah kita meningkatkan ketiga hal tersebut: puasa (+ pantang) sebagai ungkapan lahir dari pengendalian diri kita; doa sebagai usaha kita untuk semakin mendekatkan diri dengan Tuhan; dan amal (APP) sebagai upaya kita untuk mendekatkan diri dengan sesama, bersolider, memberi pertolongan, dll.
Dengan demikian kita menjadi 'makin beriman, makin bersaudara, dan makin berbelarasa'.
Selamat pagi ..:)
Tuhan memberkati O:)
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.