Monday, January 21, 2013

REN" Senin, 21 Januari 2013. ANGGUR BARU, KANTONG BARU. Raket rusak.

"Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang.
Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
(Markus 2:22).
______________

Mutiara Iman
ANGGUR BARU, KANTONG BARU
21 Januari 2013
"Anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula" (Mrk 2:22)
Lectio:
Ibr 5:1-10;
Mzm 110:1,2,3,4;
Mrk 2:18-22

Edward sudah begitu lama hidup dalam kegelapan. Hampir semua kejahatan internet telah dilakukan bersama teman-temannya. Begitu banyak uang yang ia dapatkan dari hasil kejahatannya. Sampai suatu saat, tanpa sengaja, yang menjadi korban adalah adiknya sendiri dan terkuraslah saldo tabungannya.

Melihat adiknya begitu sedih, Edward merasa terpukul dan ia berjanji tidak akan melakukannya lagi.

Tetapi selang 2 bulan kemudian, ia kembali jatuh lagi bersama teman-temannya, bahkan lebih dalam lagi. Edward tidak pernah pulang rumah, karena "keasyikan" dengan dunia mayanya yang menyeret hidupnya ke dalam kegelapan yang lebih dalam lagi.

Dalam Injil hari ini, Yesus ditanya oleh murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi, mengapa murid-murid Yesus tidak berpuasa, sedangkan murid-murid Yohanes berpuasa.


Yesus menjawab bahwa anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.

Kita yang telah berkomitmen untuk mengikuti Yesus sudah seharusnya terlihat dari sikap dan perbuatan yang menunjukkan sebagai pengikut Kristus.

Oratio:
Ya Tuhan, jadikanlah aku tempat penyimpanan anggur baru-Mu. Amin

Missio:
Marilah kita jadikan hati kita baru agar dapat menerima Sabda Tuhan dan melaksanakannya dengan semangat yang baru.
Have a Blessed Monday.
_______________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus
= Markus 2:18-22 =

Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus:
"Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"

Jawab Yesus kepada mereka:
"Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka?
Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
________________

Seorang anak laki-laki kecil tanpa sengaja merusakkan raket milik ayahnya. Karena takut, ia menyembunyikan raket itu di bawah tempat tidur dalam kamarnya.

Setiap kali ayahnya memasuki kamar, hatinya ketakutan. Ia sengaja duduk di atas tempat tidur, khawatir sang ayah mengangkat tempat tidur kemudian menemukan raket yang ia rusakkan.

Sejauh ini semuanya selalu bisa diatasi dengan baik. Kesalahannya tetap tertutup rapat-rapat di depan ayahnya. Namun, selama itu pula hatinya tidak tenang. Setiap saat rasa bersalah muncul dan menghakiminya.

Dalam ketertekanannya, akhirnya ia mengambil raket rusak itu, membawanya di tangan kanannya, kemudian mendatangi ayahnya dengan takut.

Setelah berada di depan ayahnya, ia pun berkata sambil menunjukkan raket rusaknya, "
Ayah, maafkan aku karena telah merusakkan raket Ayah. aku siap dihukum."

Mendengar pengakuan anaknya, sang ayah membungkuk dan berkata,
"Nak, ayah sudah tahu semua itu dari minggu lalu. Ayah hanya menunggu kamu mempunyai keberanian untuk mengakuinya. Sekarang ayah hendak berkata kepadamu bahwa ayah memaafkanmu."

Kalimat terakhir sang ayah benar-benar membuat sang anak lega dan merasa bebas. Mengakui kesalahan adalah awal dari sebuah perbuatan besar, dan mempertanggungjawabkan kesalahan adalah langkah menuju kebahagiaan.
[Edi Chang / Pontianak]
________________


God Bless All of You.
































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.