Wednesday, January 30, 2013

REN" Rabu, 30 Januari 2013. Ya Tuhan, kami datang.

Inilah kami, kami datang kepada-Mu,
sebab Engkaulah TUHAN, Allah kami.
______________

Mutiara Iman
BERBUAH BANYAK
30 Januari 2013
"Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat"
(Mrk 4:20)

Lectio:
Ibr 10:11-18;
Mzm 110:1,2,3,4;
Mrk 4:1-20

Maria dan Marta membeli beberapa ikan hias yang akan mereka pelihara di aquarium masing-masing.
Maria memberi makan ikan-ikannya setiap hari, tetapi setelah 1 minggu, iapun menjadi bosan dan mulai melupakan peliharaannya itu.
Di suatu pagi pembantunya mengabarkan bahwa ke 8 ikannya mati semua.

Berbeda dengan Maria, Marta sangat memperhatikan ikan-ikannya, dari hari ke hari, secara telaten ia memberi makan, bermain, membersihkan dan menata aquariumnya.
Setelah 3 bulan, ikan-ikannya tumbuh menjadi besar dan berkembang biak dengan subur.


Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan perumpamaan tentang benih yang ditabur di berbagai tanah.
Kepada para murid, Yesus berkata;
"Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat"

Kita pun sering mendengarkan Sabda Tuhan yang kita simpan dalam hati kita masing-masing. Seberapa banyak buah yang akan tumbuh? Semuanya tergantung bagaimana kita memelihara dan membagikan Sabda tersebut dalam perbuatan kita.

Oratio:
Ya Tuhan, tumbuhkanlah iman kami agar mampu berbuah banyak. Amin
Missio:
Marilah kita menjaga "tanah" kita agar selalu mampu berbuah bagi kemuliaan Allah dan kebaikan sesama.
Have a Blessed Wednesday.
_______________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Mrk.4:1-20 =

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau.

Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.

Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka.

Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:
"Dengarlah!
Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

Dan kata-Nya:
"Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.

Jawab-Nya:
"Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."

Lalu Ia berkata kepada mereka:
"Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?
Penabur itu menaburkan firman.
Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.
Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja.
Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.
Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah,
ada yang tiga puluh kali lipat,
ada yang enam puluh kali lipat,
dan ada yang seratus kali lipat."
________________

Pada jaman dulu kala, seorang herbalis tua di Tiongkok menerima murid untuk membantu menjalankan bisnisnya. Herbalis ini menginginkan seseorang untuk diwarisi ilmu pengetahuan ramuan obat, karena dia tidak memiliki anak.
Tetapi setelah belajar hanya beberapa bulan, muridnya mulai menunjukkan ketidaksabaran. Dia ingin membuka klinik usahanya sendiri. Herbalis tua tersebut sangatlah kecewa karena dia percaya bahwa muridnya masih belum siap untuk mengatasi pasiennya sendiri.
Herbalis tua tersebut kemudian mengingatkan muridnya: "Satu hal yang harus saya ingatkan kepada anda, yaitu tanaman yang daun dan akarnya memiliki efek yang berlawanan dapat menyebabkan kebingungan. Anda harus tetap mengingat hal ini ketika mengobati pasien anda. Ketika daunnya menyebabkan pasien mengeluarkan keringat yang banyak, akarnya dapat menguranginya. "
Tetapi muridnya tersebut sibuk dengan pikirannya sendiri dan hampir tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh gurunya.
Suatu hari, seorang hakim setempat membawa anaknya ke klinik baru murid herbalis tersebut. Anak hakim tersebut mengeluarkan keringat yang sangat banyak. Murid herbalis tersebut menggunakan daun tanaman untuk mengobati pasiennya. Dia ingin mendapatkan hasil yang cepat sehingga dia menggunakan banyak sekali tanaman. Tetapi pasiennya berkeringat semakin banyak sehingga tangan dan kakinya menjadi dingin seperti es.
Hakim itu dengan tergesa-gesa membawa anaknya ke herbalis tua, yang kemudian memberitahukan kepada hakim bahwa mantan muridnya telah menggunakan bagian tanaman yang salah, dimana dia seharusnya menggunakan akar tanaman bukannya daun tanaman.
Hakim tersebut sangatlah marah. Dia kemudian memanggil herbalis muda tersebut: "Mengobati pasien tanpa pengetahuan yang cukup, anda hanya mencari gara-gara."
________________


God Bless All of You.











































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.