Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
______________
RenHar
Jumat, 25/1/2013.
Kis 22:3-16 ;
Mrk 16:15-18.
Sadari bahwa Allah sungguh mengasihi umat-Nya dan menghendaki semuanya selamat. Di Pesta Bertobatnya St. Paulus hari ini kitapun diingatkan supaya mau bertobat dan diutus mewartakan Injil dalam sikap, tutur kata dan perbuatan baik kepada setiap orang.
Keutamaan hidup rendah hati modal pertobatan.
Selamat Pagi..
Berkah Dalem...
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Mrk.16:15-18 =
Lalu Ia (Yesus) berkata kepada mereka (para Rasul):
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:
mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,
mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
mereka akan memegang ular,
dan sekalipun mereka minum racun maut,
mereka tidak akan mendapat celaka;
mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
________________
Sebuah kisah nyata di Dinasti Ming. Dalam kondisi perang, seorang pria kaya dari Shanxi yang bernama Tuan Yuan terpaksa membawa anaknya pergi mengungsi. Tetapi anaknya hilang ketika mereka sedang terburu-buru mengungsi. Tuan Yuan mencari anaknya kesana kemari, tetapi tidak pernah berhasil menemukan anaknya. Tuan Yuan sangatlah putus asa hingga dia nyaris kehilangan semangat hidupnya.
Tuan Yuan kemudian berpindah ke selatan, dimana dia merenungkan sebuah ajaran Tiongkok kuno yang menyatakan bahwa seseorang perlu memiliki anak laki-laki untuk meneruskan garis keluarga.
Suatu hari, dia membeli seorang wanita muda cantik untuk dijadikan isteri. Tetapi wanita tersebut bukannya berbahagia menyambut kehidupan barunya, tetapi dia menangis diam-diam.
Tuan Yuan penasaran dan bertanya:
"Ini adalah hari pernikahan kita. Mengapa anda begitu tidak bahagia? Dapatkah anda memberitahukan kepada saya apa yang anda risaukan?"
Dengan menangis wanita tersebut menjawab:
"Maafkan saya, tetapi saya sangat sedih memikirkan masa lalu saya.
Tahukah anda bahwa saya pernah menikah sebelumnya dan memiliki seorang suami yang sangat baik, dan juga sangat saya cintai? Tetapi dia sakit. Akibat perang, kami tidak mampu membeli makanan. Suami saya sangat frustasi sehingga dia hampir bunuh diri. Demi untuk mendukung dan membantunya, saya memutuskan untuk menjual diri saya sehingga dia akan memiliki uang untuk membeli obat-obatan yang dia perlukan. Tetapi saat ini tidak ada seorangpun yang bersamanya meskipun saat ini dia sakit. Saya merasa sedih dan tidak mampu untuk menahan tangisan saya." Kata wanita tersebut sambil menangis tersedu-sedu.
Segera setelah mendengar cerita isteri barunya, Tuan Yuan merasa kasihan, dan memutuskan untuk mengirimkannya kembali ke suaminya malam itu juga.
Pria tersebut sangatlah sedih terbaring di ranjang sendirian. Namun dia sangat terkejut ketika melihat isteri barunya kembali sehingga matanya berbinar-binar penuh kegembiraan.
Tuan Yuan memberitahukan kepada pria tersebut:
"Anda sangatlah beruntung memiliki seorang isteri yang baik. Dia memberitahukan kepada saya tentang anda dan saya merasa prihatin. Saya memutuskan untuk mengembalikan dia kembali kepada anda sehingga anda kembali dapat bersama-sama. Anda tidak perlu mengembalikan uang yang anda terima dari menjual isteri anda. Sebaliknya, saya akan memberikan kepada anda tambahan uang. Di masa depan, anda dapat menjalankan bisnis bersama-sama sehingga mendapat pemasukan."
"Ingatlah," Tuan Yuan memperingatkan dia, "Anda tidak boleh berpikir untuk mati lagi. Anda harus bersemangat dan menghadapi segala tantangan dalam hidup anda karena anda memiliki isteri yang baik. Sepanjang anda bekerja keras, anda akan berbahagia."
Kata-kata tulus ini membuat pasangan tersebut menangis dan mereka berkali-kali berterima kasih kepada Tuan Yuan.
Pasangan tersebut bekerja keras dan kemudian memiliki kehidupan yang berkecukupan. Mereka sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh Tuan Yuan kepada mereka dan mereka ingin mencari seorang wanita muda baik dan belum pernah menikah untuk dijadikan istri bagi Tuan Yuan, tetapi mereka tidak dapat menemukan.
Suatu kali, mereka pergi ke Yangzhou untuk berbisnis dan mereka melihat seorang pria menjual seorang anak laki laki di pasar. Mereka memutuskan untuk membeli anak laki-laki tersebut untuk dijadikan teman bagi Tuan Yuan.
Ketika mereka membawa anak laki-laki tersebut kepada Tuan Yuan, dia tidak dapat mempercayai matanya. Di depannya adalah anak laki-lakinya yang telah hilang dalam kekacauan selama perang – anak laki-laki yang telah dicari kemana-mana, tetapi tidak dapat ditemukan. Akhirnya Tuan Yuan dapat memeluk anaknya dengan erat.
[Jimmy Zhang / Jakarta]
________________
God Bless All of You.
______________
RenHar
Jumat, 25/1/2013.
Kis 22:3-16 ;
Mrk 16:15-18.
Sadari bahwa Allah sungguh mengasihi umat-Nya dan menghendaki semuanya selamat. Di Pesta Bertobatnya St. Paulus hari ini kitapun diingatkan supaya mau bertobat dan diutus mewartakan Injil dalam sikap, tutur kata dan perbuatan baik kepada setiap orang.
Keutamaan hidup rendah hati modal pertobatan.
Selamat Pagi..
Berkah Dalem...
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Mrk.16:15-18 =
Lalu Ia (Yesus) berkata kepada mereka (para Rasul):
"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:
mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku,
mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
mereka akan memegang ular,
dan sekalipun mereka minum racun maut,
mereka tidak akan mendapat celaka;
mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
________________
Sebuah kisah nyata di Dinasti Ming. Dalam kondisi perang, seorang pria kaya dari Shanxi yang bernama Tuan Yuan terpaksa membawa anaknya pergi mengungsi. Tetapi anaknya hilang ketika mereka sedang terburu-buru mengungsi. Tuan Yuan mencari anaknya kesana kemari, tetapi tidak pernah berhasil menemukan anaknya. Tuan Yuan sangatlah putus asa hingga dia nyaris kehilangan semangat hidupnya.
Tuan Yuan kemudian berpindah ke selatan, dimana dia merenungkan sebuah ajaran Tiongkok kuno yang menyatakan bahwa seseorang perlu memiliki anak laki-laki untuk meneruskan garis keluarga.
Suatu hari, dia membeli seorang wanita muda cantik untuk dijadikan isteri. Tetapi wanita tersebut bukannya berbahagia menyambut kehidupan barunya, tetapi dia menangis diam-diam.
Tuan Yuan penasaran dan bertanya:
"Ini adalah hari pernikahan kita. Mengapa anda begitu tidak bahagia? Dapatkah anda memberitahukan kepada saya apa yang anda risaukan?"
Dengan menangis wanita tersebut menjawab:
"Maafkan saya, tetapi saya sangat sedih memikirkan masa lalu saya.
Tahukah anda bahwa saya pernah menikah sebelumnya dan memiliki seorang suami yang sangat baik, dan juga sangat saya cintai? Tetapi dia sakit. Akibat perang, kami tidak mampu membeli makanan. Suami saya sangat frustasi sehingga dia hampir bunuh diri. Demi untuk mendukung dan membantunya, saya memutuskan untuk menjual diri saya sehingga dia akan memiliki uang untuk membeli obat-obatan yang dia perlukan. Tetapi saat ini tidak ada seorangpun yang bersamanya meskipun saat ini dia sakit. Saya merasa sedih dan tidak mampu untuk menahan tangisan saya." Kata wanita tersebut sambil menangis tersedu-sedu.
Segera setelah mendengar cerita isteri barunya, Tuan Yuan merasa kasihan, dan memutuskan untuk mengirimkannya kembali ke suaminya malam itu juga.
Pria tersebut sangatlah sedih terbaring di ranjang sendirian. Namun dia sangat terkejut ketika melihat isteri barunya kembali sehingga matanya berbinar-binar penuh kegembiraan.
Tuan Yuan memberitahukan kepada pria tersebut:
"Anda sangatlah beruntung memiliki seorang isteri yang baik. Dia memberitahukan kepada saya tentang anda dan saya merasa prihatin. Saya memutuskan untuk mengembalikan dia kembali kepada anda sehingga anda kembali dapat bersama-sama. Anda tidak perlu mengembalikan uang yang anda terima dari menjual isteri anda. Sebaliknya, saya akan memberikan kepada anda tambahan uang. Di masa depan, anda dapat menjalankan bisnis bersama-sama sehingga mendapat pemasukan."
"Ingatlah," Tuan Yuan memperingatkan dia, "Anda tidak boleh berpikir untuk mati lagi. Anda harus bersemangat dan menghadapi segala tantangan dalam hidup anda karena anda memiliki isteri yang baik. Sepanjang anda bekerja keras, anda akan berbahagia."
Kata-kata tulus ini membuat pasangan tersebut menangis dan mereka berkali-kali berterima kasih kepada Tuan Yuan.
Pasangan tersebut bekerja keras dan kemudian memiliki kehidupan yang berkecukupan. Mereka sangat berterima kasih atas apa yang telah dilakukan oleh Tuan Yuan kepada mereka dan mereka ingin mencari seorang wanita muda baik dan belum pernah menikah untuk dijadikan istri bagi Tuan Yuan, tetapi mereka tidak dapat menemukan.
Suatu kali, mereka pergi ke Yangzhou untuk berbisnis dan mereka melihat seorang pria menjual seorang anak laki laki di pasar. Mereka memutuskan untuk membeli anak laki-laki tersebut untuk dijadikan teman bagi Tuan Yuan.
Ketika mereka membawa anak laki-laki tersebut kepada Tuan Yuan, dia tidak dapat mempercayai matanya. Di depannya adalah anak laki-lakinya yang telah hilang dalam kekacauan selama perang – anak laki-laki yang telah dicari kemana-mana, tetapi tidak dapat ditemukan. Akhirnya Tuan Yuan dapat memeluk anaknya dengan erat.
[Jimmy Zhang / Jakarta]
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.