29.Selasa:
= Hari biasa =
Ibr.10:1-10 ;
Mzm.40:2,4,7-8,10-11 ;
Mrk.3:31-35.
______________
Bacaan Pertama:
Ibr.10:1-10.
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.
Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.
Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.
Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata:
"Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."
Di atas Ia berkata:
"Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--.
Dan kemudian kata-Nya:
"Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
Mrk.3:31-35.
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus.
Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya:
"Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Jawab Yesus kepada mereka:
"Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata:
"Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
________________
Dalam surat Paulus kepada umat Ibrani, dia menekankan bahwa Yesus telah menyelamatkan mereka bila mereka mau bertobat dan melakukan kehendak Allah.
Keluarga Yesus (Maria dan kerabat Yesus) merasa perkataan Yesus di Bait Allah yang menyatakan diri-Nya adalah "Mesias" dan perkataan-Nya yang berani terhadap para ahli Taurat (Farisi) merupakan tindakan "yang sangat berani" dan berbahaya.
Maka mereka mau mengambil Yesus agar dapat "ditenangkan" dan terhindar dari kemarahan para ahli Taurat (Farisi).
Namun Yesus dengan tegas, menyatakan eksistensi-Nya, sikap-Nya.
"Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan."
Persembahan domba (dana/ sumbangan) adalah baik, tapi yang lebih baik adalah persembahan diri, melayani sesama dengan kasih (bukan 'pamer'), seperti yang selalu dilakukan para kudus, bunda Teresa dari Kalkuta.
________________
God Bless All of You.
= Hari biasa =
Ibr.10:1-10 ;
Mzm.40:2,4,7-8,10-11 ;
Mrk.3:31-35.
______________
Bacaan Pertama:
Ibr.10:1-10.
Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.
Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.
Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya.
Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa.
Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata:
"Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki--tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku--. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."
Di atas Ia berkata:
"Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat--.
Dan kemudian kata-Nya:
"Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
Mrk.3:31-35.
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus.
Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya:
"Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Jawab Yesus kepada mereka:
"Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata:
"Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
________________
Dalam surat Paulus kepada umat Ibrani, dia menekankan bahwa Yesus telah menyelamatkan mereka bila mereka mau bertobat dan melakukan kehendak Allah.
Keluarga Yesus (Maria dan kerabat Yesus) merasa perkataan Yesus di Bait Allah yang menyatakan diri-Nya adalah "Mesias" dan perkataan-Nya yang berani terhadap para ahli Taurat (Farisi) merupakan tindakan "yang sangat berani" dan berbahaya.
Maka mereka mau mengambil Yesus agar dapat "ditenangkan" dan terhindar dari kemarahan para ahli Taurat (Farisi).
Namun Yesus dengan tegas, menyatakan eksistensi-Nya, sikap-Nya.
"Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan."
Persembahan domba (dana/ sumbangan) adalah baik, tapi yang lebih baik adalah persembahan diri, melayani sesama dengan kasih (bukan 'pamer'), seperti yang selalu dilakukan para kudus, bunda Teresa dari Kalkuta.
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.