"Efata! artinya: Terbukalah!"
Lectio:
1Raj 11:29-32,12:19; Mzm 81:10-11ab,12-13,14-15; Mrk 7:31-37
MENDENGARKAN SUPAYA BISA BERKATA BAIK
Salah satu bab dari buku Seven Habits membahas "seek first to understand then to be understood" artinya cobalah untuk memahami dulu sebelum kita dipahami. Sesuatu bisa dimengerti apabila kita mau mendengarkan dan menyimak, bukan sekedar hanya mendengar saja.
Banyak dari kita yang mendengar bacaan pada misa tetapi tidak memahaminya. Ketidakmampuan mendengarkan akan mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengatakan sesuatu dengan baik.
Demikian yang terjadi dalam bacaan Injil ketika Yesus berada di daerah Dekapolis, suatu daerah orang asing, di mana Yesus menyembuhkan orang yang tuli dan yang gagap. Yesus tidak menyembuhkan kegagapannya, melainkan Ia membuka telinga mereka agar mampu mendengarkan, sehingga mereka juga mampu berkata-kata dengan baik (bdk Mrk 7:34-35).
Kitapun semua adalah orang yang tuli dan gagap, di mana kita tidak mampu atau tidak mau mendengarkan Sabda Allah, karena hanya mau mendengarkan kemauan pribadi. Sehingga setiap perkataan kita tidak bisa mengatakan suatu Kabar Baik.
"Efata!"..Yesus telah membukakan telinga kita supaya kita mau mendengar, membuka hati kita supaya kita mampu mengerti dan membuka mulut kita supaya kita bisa berkata-kata tentang kebaikan Allah.
Oratio:
Ya Tuhan Yesus, terima kasih atas penyembuhan-Mu kepada kami. Berilah kami Roh Kekuatan agar selalu mau dan mampu mendengarkan Sabda-Mu dan mewartakan-Nya. Amin
Missio:
Saya akan membaca Injil setiap hari.
Have a Blessed Friday!
Lectio:
1Raj 11:29-32,12:19; Mzm 81:10-11ab,12-13,14-15; Mrk 7:31-37
MENDENGARKAN SUPAYA BISA BERKATA BAIK
Salah satu bab dari buku Seven Habits membahas "seek first to understand then to be understood" artinya cobalah untuk memahami dulu sebelum kita dipahami. Sesuatu bisa dimengerti apabila kita mau mendengarkan dan menyimak, bukan sekedar hanya mendengar saja.
Banyak dari kita yang mendengar bacaan pada misa tetapi tidak memahaminya. Ketidakmampuan mendengarkan akan mengakibatkan ketidakmampuan untuk mengatakan sesuatu dengan baik.
Demikian yang terjadi dalam bacaan Injil ketika Yesus berada di daerah Dekapolis, suatu daerah orang asing, di mana Yesus menyembuhkan orang yang tuli dan yang gagap. Yesus tidak menyembuhkan kegagapannya, melainkan Ia membuka telinga mereka agar mampu mendengarkan, sehingga mereka juga mampu berkata-kata dengan baik (bdk Mrk 7:34-35).
Kitapun semua adalah orang yang tuli dan gagap, di mana kita tidak mampu atau tidak mau mendengarkan Sabda Allah, karena hanya mau mendengarkan kemauan pribadi. Sehingga setiap perkataan kita tidak bisa mengatakan suatu Kabar Baik.
"Efata!"..Yesus telah membukakan telinga kita supaya kita mau mendengar, membuka hati kita supaya kita mampu mengerti dan membuka mulut kita supaya kita bisa berkata-kata tentang kebaikan Allah.
Oratio:
Ya Tuhan Yesus, terima kasih atas penyembuhan-Mu kepada kami. Berilah kami Roh Kekuatan agar selalu mau dan mampu mendengarkan Sabda-Mu dan mewartakan-Nya. Amin
Missio:
Saya akan membaca Injil setiap hari.
Have a Blessed Friday!
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.