"Kutukan Dari Pembicaraan Negatif"
Saya tahu banyak orang yang mengatakan secara berulang-ulang…
- “Saya tidak akan pernah berhasil.”
- “Saya akan selalu miskin.”
- “Nenek saya meninggal karena kanker.
Saya tahu banyak orang yang mengatakan secara berulang-ulang…
- “Saya tidak akan pernah berhasil.”
- “Saya akan selalu miskin.”
- “Nenek saya meninggal karena kanker.
Ibu saya meninggal karena kanker.
Mungkin saya akan meninggal karena kanker juga.”
- “Anak-anak saya tidak baik. Mereka tidak pernah berarti apa-apa.”
- “Oh celakalah saya.
Hidup saya bagaikan sebuah telenovela.
Hidup saya merupakan satu seri percobaan yang tiada habisnya.”
Ketika orang mengatakan hal-hal ini,
Ketika orang mengatakan hal-hal ini,
sebenarnya mereka sedang memesan hal-hal mengerikan ini dari alam semesta lebih banyak lagi.
Tidakkah Anda perhatikan?
Orang yang mengeluh mendapat lebih banyak dari apa yang mereka keluhkan.
Ketika Anda mengeluh tentang masalah Anda,
Anda sedang meminta “lebih banyak” dari masalah Anda.
Karena itulah kekuatan dari perkataan Anda.
"Ketika Saya Bertemu Seorang Skeptis"
Suatu hari, saya memberi kotbah ini
Karena itulah kekuatan dari perkataan Anda.
"Ketika Saya Bertemu Seorang Skeptis"
Suatu hari, saya memberi kotbah ini
dan seorang pria menghampiri saya dan berkata,
“Bo, dengan segala hormat, saya tidak setuju dengan Anda.
Saya tidak membeli sihir tentang kata-kata ini.
Kata-kata itu murah.
Kata-kata bukan apa-apa.
Perkataan saya tidak mempengaruhi saya sama sekali!”
Maka saya katakan padanya,
Maka saya katakan padanya,
“Kalau begitu Anda adalah seorang sukarelawan yang sempurna
untuk sebuah percobaan besar yang sedang saya lakukan.”
“Percobaan apa?” tanyanya.
“Saya akan membayar Anda dua juta Rupiah,
“Percobaan apa?” tanyanya.
“Saya akan membayar Anda dua juta Rupiah,
jika selama 10 hari ke depan,
Anda akan mengatakan, dengan emosi dan keyakinan,
‘Saya menderita kanker stadium akhir!
Saya menderita kanker stadium akhir!’”
Tiba-tiba,
Tiba-tiba,
mukanya berubah pucat dan berkata,
“Ah, saya sibuk.”
Percayalah,
Percayalah,
tak seorang pun akan menerima tawaran saya.
Karena jauh di dalam hati,
Karena jauh di dalam hati,
kita tahu bahwa perkataan kita sangat berkuasa.
Bersambung ..... (5/9)

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.