Sunday, April 3, 2011

BUTA LAHIR ATAU BATIN


Seorang Aktivis bercerita :
Beberapa tahun lalu ketika saya berkarya sosial dalam lintas agama, seorang ibu petani berkata pada saya: “Dosa apa ya bu, kok putri saya buta sejak lahir?” Kala itu saya berusaha menghibur dan ketika ada kesempatan pengobatan ke Jakarta, kami pun membawa mereka serta. Saat itu putrinya berusia 10 tahun, dan tak pernah melihat dunia.

Ternyata dokter mendiagnosa bahwa putrinya menderita katarak sejak dalam kandungan. Dan bola matanya menjadi longgar akibat dia berusaha mencari terang dalam gelap. Setelah pemeriksaan syarat operasi, putrinya pun dinyatakan bisa mendapatkan operasi mata secara khusus.

Setelah tiga hari, kami menantikan waktu untuk membuka kain kasa matanya dengan hati berdebar. Kami sungguh berharap matanya bisa sembuh. Ketika kain kasanya dibuka, ia berteriak kaget. Tapi sesaat kemudian, ia berseru kegirangan karena untuk pertama kalinya ia melihat ibunya.
Ketika Kebaikan ‘Orang kecil’ Membuka Mati Batin Yang Buta (Chen Mei Ing).
Keadaan cuaca selalu bersalju. Suatu pagi, suami mengatakan akan pergi mereparasi mobil di bengkel. Dia meminta saya menunggu di rumah saja karena cuaca di luar dinginnya hingga menusuk tulang. Saya tidak mau. Akhirnya suami mengizinkan, dengan syarat harus memakai mantel tebal. Saya bersikeras, hanya berbekal sebuah baju luar putih bersih yang tak terlalu tebal. Begitu keluar dari pintu rumah, tubuh ini serasa terlempar ke dalam lautan kutub, secara refleks tubuh ini langsung mengerut. Cepat-cepat saya masuk ke dalam mobil dan segera menyalakan pemanas.
Tiba di bengkel mobil, suami langsung memasukkan mobil ke dalam bengkel yang terbuka lebar. Bengkel itu terlihat sangat kotor, tidak ada pintu maupun jendela, angin dingin bertiup masuk ke dalam bengkel dengan leluasa. Di sudut bengkel terdapat kantor pimpinan. Bangunan kantor tampak sangat indah, dengan jendela kaca dan lantai dari kayu, juga pemanas. Suami meminta saya menunggu di luar mobil, dia pergi mencari teknisi untuk memeriksa mobil. Saya menurut saja keluar dari mobil, berdiri di depan bengkel dengan tubuh menggigil, waktu terasa berlalu sangat lamban.
Kebetulan seorang teknisi lewat dan melihat saya berdiri di sana seorang diri. Dia kemudian berkata, "Silahkan Anda masuk ke dalam agar lebih hangat, di luar sini terlalu dingin." Saya hanya tersenyum padanya sambil mengucapkan terima kasih. Namun karena segan, saya tetap tidak beranjak. Dengan mengandalkan sedikit hawa hangat yang saya kumpulkan, setelah berdiri di sana sepuluh menit kemudian, sekujur tubuh serasa beku. Teknisi itu telah memberikan tawaran menarik pada saya, tetapi saya menampik kebaikannya. Kini saya merasa malu untuk masuk ke dalam kantor. Lagi pula jika teknisi itu melihat saya masih tetap di sini, mungkin dia tidak akan memberi perhatiannya lagi, karena saya sudah menolak kebaikannya.
Akhirnya saya bertahan di luar dengan menahan rasa dingin yang menusuk. Tak disangka, teknisi itu datang lagi, dan kali ini ia bersikeras agar saya masuk ke dalam. Saya jadi tertegun, teknisi itu tersenyum dan membukakan pintu kantor mempersilakan saya masuk ke dalam. Ketika kita merasa hangat, jika ada orang yang menawarkan sepuluh mantel akan tidak berarti apa-apa, tetapi jika kita dalam keadaan menggigil, sepatah kata, sebuah ekspresi dan isyarat tangan saja sudah bisa menimbulkan keharuan. Memang benar, karena pekerjaan mereka sehingga penampilan luarnya terkesan kurang bersih, tetapi kebaikan hati mereka siapa yang bisa menyangkal? 

Minggu, 03 April 2011 :  BUTA LAHIR ATAU BATIN
1.Sam.16:1b,6-7,10-13a   +   Mzm.23:1-6   +   Ef.5:8-14   +   Yoh.9:1,6-9,13-17,34-38
Yoh.9:1-41 = Orang yang buta sejak lahirnya
(Mat 14:22-33; Mr 6:45-52)





No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.