*Kamis Pekan Biasa XXVI, 01 Okt 2020*
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yes 66:10-14b
Mazmur Tanggapan: Mzm 131:1.2.3
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25
Bacaan Injil: Mat 18:1-5
_Yerusalem bersukacitalah bersama-sama_
Bersorak orang yang mencintainya
_Merendahkan diri seperti anak kecil_
Dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga
_Gantungkan cita-citamu setinggi bintang, adalah perkataan banyak orang hebat dan penting dalam dunia ini._
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yes 66:10-14b
Mazmur Tanggapan: Mzm 131:1.2.3
Bait Pengantar Injil: Mat 11:25
Bacaan Injil: Mat 18:1-5
_Yerusalem bersukacitalah bersama-sama_
Bersorak orang yang mencintainya
Bergiranglah bersama-sama dia
Yang pernah berkabung karenanya
Yang pernah berkabung karenanya
_Beginilah firman Tuhan kita_
Sungguh Aku mengalirkan kepadanya
Keselamatan dan kekayaan bangsa
Sungguh Aku mengalirkan kepadanya
Keselamatan dan kekayaan bangsa
Seperti batang air membanjirinya
_Yesus bertanya kepada muridNya_
Siapakah terbesar dalam Kerajaan Surga
Siapakah terbesar dalam Kerajaan Surga
Seorang anak kecil dipanggilNya
Dan menempatkannya di tengah mereka
Dan menempatkannya di tengah mereka
_Bertobatlah seperti anak kecil_
Akan masuk Kerajaan Surga
_Merendahkan diri seperti anak kecil_
Dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga
_Gantungkan cita-citamu setinggi bintang, adalah perkataan banyak orang hebat dan penting dalam dunia ini._
Lakukan yang terbaik, hasilnya percayakanlah kepada Tuhan, adalah perkataan orang bijak dan percaya kepada kekuasaan Tuhan._
Sejak kecil walau saya hidup pas-pasan _(kalau kata orang, hidup susah. Seperti makan satu apel dibagi enam)_ tapi saya merasa memiliki semangat yang tinggi karena peran ibu yang memotivasi. Jadilah yang terbaik, jadilah sarjana, walau sekolah sambil kerja, berusahalah tetap sekolah dan kuliah. Pengaruh ibu membuat kelima anaknya menjadi sarjana, walau masing-masing anaknya harus berusaha membayar kuliahnya sendiri dari hasil kerjanya sendiri. Seperti Kerja pagi, Sore kuliah.
Pengaruh ibu membuat anak-anaknya menghormatinya. Seperti juga saya menghormati bunda Maria yang telah melahirkan dan mendampingi Yesus. Seperti bunda Maria yang setia dan rendah hati, saya juga perlu belajar dari padanya. Karena tidak mudah menjadi tetap setia dan rendah hati dalam hidup ini karena seringkali perasaan 'lebih' menguasai hati dan pikiran sehingga dapat merasa sombong _(walau hidup pas-pasan, ternyata orang bisa sombong. Walau miskin tetap jaga gengsi)_
*DOA:*
_*Tuhan Jagalah aku dalam damaiMu_
Sejak kecil walau saya hidup pas-pasan _(kalau kata orang, hidup susah. Seperti makan satu apel dibagi enam)_ tapi saya merasa memiliki semangat yang tinggi karena peran ibu yang memotivasi. Jadilah yang terbaik, jadilah sarjana, walau sekolah sambil kerja, berusahalah tetap sekolah dan kuliah. Pengaruh ibu membuat kelima anaknya menjadi sarjana, walau masing-masing anaknya harus berusaha membayar kuliahnya sendiri dari hasil kerjanya sendiri. Seperti Kerja pagi, Sore kuliah.
Pengaruh ibu membuat anak-anaknya menghormatinya. Seperti juga saya menghormati bunda Maria yang telah melahirkan dan mendampingi Yesus. Seperti bunda Maria yang setia dan rendah hati, saya juga perlu belajar dari padanya. Karena tidak mudah menjadi tetap setia dan rendah hati dalam hidup ini karena seringkali perasaan 'lebih' menguasai hati dan pikiran sehingga dapat merasa sombong _(walau hidup pas-pasan, ternyata orang bisa sombong. Walau miskin tetap jaga gengsi)_
*DOA:*
_*Tuhan Jagalah aku dalam damaiMu_
Tidak tinggi hati harapanku
Tidak sombong dalam perkataanku
Tidak mengejar hal besar hidupku
_*Tuhan tenangkan diamkanlah jiwaku_
Tidak sombong dalam perkataanku
Tidak mengejar hal besar hidupku
_*Tuhan tenangkan diamkanlah jiwaku_
Seperti kuberbaring dekat ibu
Tuhan aku berharap kepadaMu
Tuhan aku berharap kepadaMu
Sekarang sampai seumur hidupku
_Amin._
_Amin._


No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.