Monday, March 25, 2019

1903252. RenPri KH, 25-Mar-2019. Kisah Pertapa dan Pastur.

RenPri KH, 25-Mar-2019.
Kisah Pertapa dan Pastur.


Kata malaikat itu kepadanya, 
"Jangan takut, hai Maria, 
sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung 
dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, 
dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus... 

Kata Maria kepada malaikat itu, 
"Bagaimana hal itu mungkin terjadi, 
karena aku belum bersuami?"

Jawab malaikat itu kepadanya, 
"Roh Kudus akan turun atasmu, 
dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; 
sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu 
akan disebut kudus, Anak Allah.
... Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Maka kata Maria, 
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; 
terjadilah padaku menurut perkataanmu itu." 

#


Saya pas teringat dan membaca dua kisah yang menarik dan menginspirasi saya pada hari ini.

Kisah pertama:

Sekelompok orang mendatangi seorang pertapa (yang terkenal bijak), sambil marah2, lalu memberikan seorang bayi lelaki.
Mereka mengatakan sesuai pengakuan sang ibu, bahwa bayi lelaki adalah hasil perbuatan sang pertapa.

Pertapa diam saja, tidak nampak kemarahan dan nada balas atas ucapan kemarahan para penduduk. Lalu dia berusaha merawat bayi itu dengan kasih dan susah payah, karena banyak orang menolak membantunya lagi. Nama baik hancur, dana sumbangan hampir tidak ada, sementara perawatan bayi tidak mudah karena bayinya tidak dapat puasa dan tidak dapat hanya minum air putih saja.

Setahun berlalu, sekelompok orang mendatangi seorang pertapa (yang terkenal bijak), sambil memberikan salam hormat, lalu meminta bayi lelaki tersebut.
Mereka mengatakan sesuai pengakuan sang ibu, bahwa bayi lelaki tersebut ternyata adalah hasil perbuatannya dengan sang pacarnya sebelum pergi namun sekarang telah kembali dari kota dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Pertapa diam saja, tersenyum atas ucapan maaf dan hormat dari para penduduk. Lalu dia memberikan bayi itu dengan penuh kasih kepada Ibu dan Ayah sang Bayi.

Ketika ditanya, mengapa diam saja saat dituduh setahun yang lalu. Pertapa menjawab dengan sabar, "Bayi ini perlu perawatan yang baik, Sang Ibu bayi pasti sudah dalam masalah besar karena hamil 9 bulan tanpa ada suami, jadi saya menerima kepercayaan yang diberikan walau dengan tuduhan.  Bila saat itu, saya membantah tuduhan tersebut, apakah bapak2 percaya dengan ucapan saya? Lalu bagaimana nasib Ibu dan Bayi ini?"

#

Kisah kedua:

Seorang pastur menanyakan ruangan no.3, karena ada anggota keluarga pasien yang meminta kehadirannyà. Karena RS sedang ramai, suster memberikan arahan ke kamar tersebut.

Pastur pun lalu mengikuti petunjuk dan masuk kedalam sebuah ruangan dan segera disambut baik dan air mata dari sang pasien. "Sudah puluhan tahun, sàya tidak ke gereja dan mengikuti misa karena merasa hidup saya penuh kejahatan. Tapi saya selalu berdoa Salam Maria, saat mau tidur, sesuai yang diajarkan almarhumah mama yang meninggal saat saya masih kecil. Terima kasih, pastur, sdh mau melayani saya yang berdosa." Pastur tersenyum, memberkati lalu pamit. (Besoknya pastur mendapat kabar bahwa pasien ini telah wafat dengan tenang saat berdoa)

Pastur keluar ruangan dan melihat papan petunjuk dan dia menyadari ternyata dia salah memasuki ruangan (no.8). Pastur pun lalu melanjutkan melayani umat yang di ruangan no.3.

#

Saya belajar dari bunda Maria yang berani bertanya jawab dengan malaikat Gabriel, mengambil tanggung jawab untuk hamil (dari kuasa Roh Kudus), merawat dan membesarkan Yesus, Putranya dan tabah serta penuh iman/ percaya akan penyertaan Kasih Allah dan selalu rendah hati.


Saya juga belajar dari kisah Pertapa, seorang yang bijak, sabar, memahami, penuh wawasan dan pengertian dan berani memikul tanggung jawab atas kesalahan orang lain.


Saya belajar dari kisah Pastur yang siap melayani orang yang membutuhkannya walau dia masuk ke kamar yang salah. Saya percaya bahwa pastur 'tersesat/ salah kamar' atas kasih Bunda Maria kepada pasien itu.


*DOA:*
Salam Maria, penuh rahmat...
Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yg berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati.
Amin.


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.