Google+ Followers

Monday, February 12, 2018

Bacaan Liturgi 12 Februari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa VI. Iman Sejati Bukan Berdasarkan Tanda. KETEKUNAN. Giovanni Papini (1881-1956) .

Iman Sejati Bukan Berdasarkan Tanda

Bacaan Liturgi 12 Februari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa VI. 
KETEKUNAN.

Giovanni Papini (1881-1956

#


KITA selalu mencari tanda.
Kita selalu meminta Tuhan untuk 'berbicara' dengan kita.
Tapi tanda-tanda itu ada di sekitar kita.
Mereka ada dalam segala hal.


Tuhan selalu 'berbicara'.
Pertanyaannya adalah apakah kita mendengarkan.


*Yasmin Mogahed*
#

*Iman Sejati Bukan Berdasarkan Tanda*

BERBAGAI mukjizat telah dilakukan Yesus, namun orang Farisi masih saja meminta tanda dari surga kepadaNya sebagai bukti bahwa Ia adalah sungguh-sungguh Mesias.

Yesus menolak permintaan mereka, karena semua yang dilakukanNya bukanlah ajang untuk pamer kekuasaan, melainkan merupakan ungkapan kasih Allah kepada manusia.

Kerap kita juga berperilaku seperti orang Farisi. Kita hadir di setiap acara kerohanian hanya untuk mengejar mukjizat saja. Saat Ia tidak menganugerahkan tanda atau mukjizat sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita kecewa dan menjauh daripadanya. Hal ini menunjukkan betapa kerdilnya iman yang kita miliki.

Sadari bahwa setiap peristiwa dan pengalaman hidup yang kita alami, adalah atas seizinNya. Ia yang paling memahami siapa diri kita sebenarnya.

Melalui berbagai badai dan ujian kehidupan, iman kita diuji agar senantiasa tahan banting dalam menghadapi semua situasi kehidupan. Kita dibentuk sedemikian rupa agar dapat meraih rencana indah yang telah dipersiapkanNya untuk kita.

Jangan hanya berorientasi kepada tanda-tanda atau mukjizat saja. Jangan pula mengukur kasih Allah hanya berdasarkan banyaknya jumlah doa-doa yang dikabulkanNya.

Mari persembahkan diri kita seutuhnya kepadaNya, percaya dan sungguh yakin akan kasihNya meskipun tidak melihat tanda atau bukti nyata. Hanya dengan demikian kita dapat bertumbuh dalam iman sejati.

#


Bacaan Liturgi 12 Februari 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa VI


Bacaan Pertama
Yak 1:1-11
Ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan,
agar kamu menjadi sempurna dan utuh.

Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus:


Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus,
kepada kedua belas suku di perantauan.

Saudara-saudaraku,
anggaplah sebagai suatu kebahagiaan,
apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,
sebab kamu tahu,
bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,
supaya kamu menjadi sempurna dan utuh
dan tak kekurangan suatu apa pun.
Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat,
hendaklah ia memintanya kepada Allah,
yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati
dan dengan tidak membangkit-bangkit;
maka hal itu akan diberikan kepadanya.
Hendaklah ia memintanya dalam iman,
dan sama sekali jangan bimbang,
sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut,
yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Orang yang demikian janganlah berharap,
bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan.
Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.


Bila seorang saudara berada dalam keadaan yang rendah
baiklah ia bermegah karena kedudukannya yang tinggi,
dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah
sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput;
Matahari terbit dengan panasnya yang terik
dan melayukan rumput itu
sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya.
Demikian jugalah halnya dengan orang kaya:
Di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 119:67.68.71.72.75.76
R:77a
Semoga rahmat-Mu sampai kepadaku, ya Tuhan,
supaya aku hidup.


*Sebelum aku tertindas, aku menyimpang,
tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu.

*Engkau baik dan murah hati,
ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

*Memang baik, bahwa aku tertindas,
supaya aku belajar memahami ketetapan-ketetapan-Mu.

*Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku,
lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak.

*Aku tahu, ya Tuhan, bahwa hukum-hukum-Mu adil,
dan memang tepat bahwa Engkau telah menyiksa aku.

*Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku,
sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu.

Bait Pengantar Injil
Yoh 14:6
Aku ini jalan, kebenaran dan kehidupan. Sabda Tuhan.
Tiada orang dapat sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku.


Bacaan Injil
Mrk 8:11-13
Mengapa angkatan ini meminta tanda?
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa datanglah orang-orang Farisi
dan bersoal jawab dengan Yesus.
Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya
suatu tanda dari surga.


Maka mengeluhlah Yesus dalam hati dan berkata,
"Mengapa angkatan ini meminta tanda?
Aku berkata kepadamu,
Sungguh,
kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda."


Lalu Yesus meninggalkan mereka.
Ia naik ke perahu dan bertolak ke seberang.

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*KETEKUNAN*

12 Pebruari 2018

_"Dan biarkanlah KETEKUNAN itu memperoleh buah yang matang.."_
(Yak 1:4)


Lectio
Yak 1:1-11; Mzm 119:67,68,71,72,75,76; Mrk 8:11-13.


Viktor adalah seorang Bapak yang bertugas membuka pintu sekolah. Dia bertugas setiap hari setelah mengikuti misa di Kapel sekolah. Sekarang dia sudah berusia 65 tahun, dan menjelang pensiunnya, seorang pemuda yang akan menggantinya bertanya :
"Bapak sudah bekerja membuka pintu selama 45 tahun apakah tidak BOSAN?"


Malamnya ada perayaan sederhana utk penghargaan masa tugasnya dan Viktor kaget melihat begitu banyak orang hadir pada hari terakhir kerjanya. Lalu seorang MC meminta kesan dari beberapa tamu yang hadir. 


Orang pertama berkata :
"Pak Viktor telah MENGUBAH saya dari PEMBUAT ONAR menjadi PEMBUAT DAMAI"


Lalu orang kedua berkata :
"Pak Viktor adalah PENDENGAR yang baik. Hampir setiap hari dia mendengarkan KELUHAN saya dan memberikan MASUKAN." 


Lalu yang ketiga berkata :
"Pak Viktor telah mengenalkan YESUS KRISTUS dari apa yang ia kerjakan setiap hari. KETEKUNANNYA membuahkan HASIL bagi kita semua."


Dalam suratnya Yakobus berkata :
"Sebab kamu tahu bahwa UJIAN terhadap IMANMU itu menghasilkan KETEKUNAN."
Ujian menghasilkan KETEKUNAN,
Ketekunan menghasilkan BUAH yang MATANG.


Oratio:
Ya Tuhan, berilah kami Roh KEKUATAN agar selalu tekun dan taat kepada-Mu. Amin.


Missio:
_Marilah kita selalu TEKUN dalam setiap pencobaan akan IMAN kita._

*Have a Blessed Monday.*


Mutiara-Uman.org
#


Monday, 12th FEBRUARY.


Mark 8:11-13

The Pharisees came and began to argue with him, seeking from him a sign from heaven, to test him. And he sighed deeply in his spirit, and said, "Why does this generation seek a sign? Truly, I say to you, no sign shall be given to this generation." And he left them, and getting into the boat again he departed to the other side.

The Gospel today comes after the multiplication of the loaves and fish for four thousand people. That miracle wasn't impressive enough for these Pharisees who came asking for another sign. There is no worse blind man than the one who doesn't want to see. There is no worse deaf man than the one who doesn't want to hear. For someone who doesn't want to believe no miracle is enough.

Those who don't believe in God do not look for proofs of His existence. They reject every argument before it is exposed. They are like the lad who was taking driving lessons. His teacher was worried because every time a lorry was coming in the opposite direction the lad panicked and the teacher had to hold the steering wheel. But one day the teacher saw that the youngster had improved. "You seem more confident now", he said. But then it was the teacher who panicked when he heard the reply: "Yes. That's because now, every time I see a lorry coming, I just close my eyes." That's what the Pharisees were doing with the Messiah.


But God still has a plan to meet those who don't want to believe. Giovanni Papini (1881-1956) was an Italian writer and famous atheist. No reason or argument was convincing enough for him. Until one day when he went for a walk with a friend – an atheist like him. They found a beggar, blue with cold, stretching out his hand for a coin. Papini produced a coin from his pocket and said with a big grin: "This coin is yours if you utter two or three good blasphemies." The beggar, astonished, hid his hand and walked away, saying "Poor man! God have mercy on you." To be called 'Poor man' by a beggar made Papini think and it changed his life. Keeping his eyes closed didn't take the truth away, like the lorries in the road. That day he 'crashed into' God and became a devout Catholic soon afterwards.

Mary, Virgin Most Faithful, I pray through your intercession today for those who don't want to believe.

#

Commentary of the day :

Catechism of the Catholic Church
§ 156-159

It is those who believe who see the signs

Faith and understanding. What moves us to believe is not the fact that revealed truths appear as true and intelligible in the light of our natural reason: we believe "because of the authority of God himself who reveals them, who can neither deceive nor be deceived". So "that the submission of our faith might nevertheless be in accordance with reason, God willed that external proofs of his Revelation should be joined to the internal helps of the Holy Spirit" (Vatican I). Thus the miracles of Christ and the saints, prophecies, the Church's growth and holiness, and her fruitfulness and stability "are the most certain signs of divine Revelation, adapted to the intelligence of all"; they are "motives of credibility", which show that the assent of faith is "by no means a blind impulse of the mind" (Vatican I).

Faith is certain. It is more certain than all human knowledge because it is founded on the very word of God who cannot lie. To be sure, revealed truths can seem obscure to human reason and experience, but "the certainty that the divine light gives is greater than that which the light of natural reason gives» (St Thomas Aquinas). "Ten thousand difficulties do not make one doubt" (Bl. John Henry Newman). "Faith seeks understanding" (St Anselm): it is intrinsic to faith that a believer desires to know better the One in whom he has put his faith, and to understand better what He has revealed...

Faith and science: "Though faith is above reason, there can never be any real discrepancy between faith and reason. Since the same God who reveals mysteries and infuses faith has bestowed the light of reason on the human mind, God cannot deny himself, nor can truth ever contradict truth" (Vatican I).


"Consequently, methodical research in all branches of knowledge, provided it is carried out in a truly scientific manner and does not override moral laws, can never conflict with the faith, because the things of the world and the things of faith derive from the same God. the humble and persevering investigator of the secrets of nature is being led, as it were, by the hand of God in spite of himself, for it is God, the conserver of all things, who made them what they are" (Vatican II).

#


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.