Google+ Followers

Saturday, January 27, 2018

Bacaan Liturgi 27 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa III. PF S. Angela Merici, Perawan. Dosa & ketakutan akibat tidak percaya. ENGKAULAH ORANG ITU. Jesus NEVER makes mistakes.

Dosa & ketakutan akibat tidak percaya.

* Bacaan Liturgi 27 Januari 2018.

Hari Biasa, Pekan Biasa III.
PF S. Angela Merici, Perawan.

ENGKAULAH ORANG ITU.

Jesus NEVER makes mistakes.

#


Dosa & ketakutan akibat tidak percaya.


Daud, raja yang memiliki kuasa yang besar, namun mengambil istri prajuritnya yang setia, Uria. Dan lalu membunuh Uria melalui siasat perang, setelah istri Uria dihamilinya.

Allah mengutus Nabi Natan untuk datang dan memperingati Daud melalui cerita.

Dikatakan Nabi Natan bahwa anak Daud dalam kandungan bekas istri Uria, akan sakit, dan meninggal untuk mengingatkan Daud.

Daud menyesal atas dosa2nya.

Daud memohon kepada Allah bagi anak itu dengan berpuasa dan berbaring di tanah. (Daud walaupun raja, sungguh2 menyesal & berdoa untuk anaknya)


Yesus dengan perkataanNya menenangkan air danau tersebut dari taufan yang sangat dahsyat 

dan ombak.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya (baca: saya) "yang mantan nelayan', 

Mengapa kamu begitu takut? 

Mengapa kamu tidak percaya?


Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Amin.

#


Bacaan Liturgi 27 Januari 2018.
Hari Biasa, Pekan Biasa III.
PF S. Angela Merici, Perawan.


Bacaan Pertama

2Sam 12:1-7a.10-17
Daud mengaku telah berdosa terhadap Tuhan.
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel:


Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah:
ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya;
maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud.


Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya,
"Ada dua orang dalam suatu kota:
yang seorang kaya, yang lain miskin.
Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
si miskin tidak mempunyai apa-apa,
selain dari seekor anak domba betina yang kecil,
yang dibeli dan dipeliharanya.
Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin,
makan dari suapannya, minum dari cawannya,
dan tidur di pangkuannya,
seperti seorang anak perempuan baginya.
Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu;
ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya
untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu.
Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu,
dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."


Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu
dan ia berkata kepada Natan,
"Demi Tuhan yang hidup:
orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat,
karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan."


Kemudian berkatalah Natan kepada Daud,
"Engkaulah orang itu!
Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel:
Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu
sampai selamanya,
karena engkau telah menghina Aku
dan mengambil isteri Uria, orang Het itu,
untuk menjadi isterimu."
Beginilah sabda Tuhan:
Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri
akan Kutimpakan ke atasmu.
Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu
dan memberikannya kepada orang lain;
dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari.
Engkau telah melakukannya secara tersembunyi,
tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel
secara terang-terangan."

Lalu berkatalah Daud kepada Natan,
"Aku sudah berdosa kepada Tuhan." 


Dan Natan berkata kepada Daud,
"Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati,
karena dengan perbuatan itu Engkau sangat menista Tuhan."

Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya.
Tuhan mencelakakan anak
yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud,
sehingga sakit.
Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu;
ia berpuasa dengan tekun
dan apabila ia masuk ke dalam,
semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.


Maka datanglah para tua-tua yang di rumahnya
untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau;
juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 51:12-13.14-15.16-17
R:12a
Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.


*Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

*Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu,
dan teguhkanlah  roh yang rela dalam diriku.
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu
kepada orang-orang durhaka,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

*Lepaskanlah aku dari hutang darah,
ya Allah, Allah penyelamatku,
maka lidahku akan memasyurkan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bait Pengantar Injil
Yoh 3:16
Demikian besar kasih Allah kepada dunia,
sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal.
Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.


Bacaan Injil
Mrk 4:35-41
Angin dan danau pun taat kepada Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, ketika hari sudah petang,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Marilah kita bertolak ke seberang."
Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana
lalu bertolak,
dan membawa Yesus dalam perahu itu
di mana Ia telah duduk;
dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.


Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat
dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,
sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan
di sebuah tilam. 


Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya,
"Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"


Yesus pun bangun, menghardik angin itu 
dan berkata kepada danau,
"Diam! Tenanglah!"
Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali.


Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

Mereka menjadi sangat takut
dan berkata seorang kepada yang lain,
"Siapa gerangan orang ini?
Angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Demikianlah sabda Tuhan.

#



Mutiara Iman

*ENGKAULAH ORANG ITU!*

27 Januari 2018

_"Engkaulah orang itu!"_
(2Sam 12:7)


Lectio
2 Sam 12:1-7a, 11-17; Mzm 51:12-13,14-15,16-17; Mrk 4:35-41

Di suatu lingkungan Edi sedang ngobrol dengan Benny, temannya yang berkata :
"Susah memang jadi orang ya, waktu susah dibantu, sudah besar malah menggigit."


Jawab Edi : "Ya, itulah KESERAKAHAN dan KEEGOISAN manusia. Seperti kacang lupa kulitnya!"


"Benar Ed, teman saya, Bagus  baru saja "dimakan" temannya milyaran rupiah. Dia sendiri sekarang menjual semua hartanya untuk menutupi kerugian tersebut."


Mendengar itu Edi pun terdiam, lalu berkata :
"Kamu kenal Bagus?"


Jawab Benny : "Dia sepupu isteriku. Sekarang saya sedang membantunya. Isterinya hampir menceraikannya karena masalah ini."


Edi kembali terdiam dan berkata :
"Ben.. kayanya orang yang makan duitnya itu saya. Maaf sekali ya.. saya kalah judi banyak, dan saya tak ada cara lain selain melakukan hal ini. Apa yang harus saya lakukan Ben?"


Jawab Benny :
"Saran saya kamu datangi dia, dan PERTANGGUNGJAWABKAN perbuatanmu. Mohon ampun juga kepada Tuhan, atas segala dosa-dosamu."

Kemudian berkatalah Natan kepada Daud : "Engkaulah orang itu!"

BEREFLEKSI adalah proses pengolahan sebelum mengambil TINDAKAN.

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

Missiowas
_Marilah kita JADIKAN hidup kita sebagai suatu REFLEKSI Kehidupan
._

*Have a Blessed Saturday.*

Mutiara-Iman.org

#


Saturday, 27th JANUARY
St Angela Merici, virgin.

Mark 4:35–41

On that day, when evening had come, he said to them, "Let us go across to the other side." And leaving the crowd, they took him with them in the boat, just as he was. And other boats were with him. And a great storm of wind arose, and the waves beat into the boat, so that the boat was already filling. But he was in the stern, asleep on the cushion; and they woke him and said to him, "Teacher, do you not care if we perish?" And he awoke and rebuked the wind, and said to the sea, "Peace! Be still!" And the wind ceased, and there was a great calm.

We love to read the life of Our Lord and see that He is a perfect man: He gets tired, thirsty, hungry, and on a few occasions He also gets angry. We love to see that He is a man as we are, in all things but sin. So He can understand me perfectly when I am tired as well, or thirsty or hungry or angry, for He experienced it all centuries before I was born. 'OK', you say, 'He understands us. But then, why does He sometimes put us in such difficult situations and yet appear to be asleep in the middle of our ordeal?'

Good question! It was Jesus who said "Let us go across to the other side." Maybe St Peter saw the clouds and thought: 'Hmmm! It's going to be a tough one. But Jesus said 'let's go', so let's go.' What Peter could foresee happened and the storm broke. Nevertheless, Jesus fell asleep. St Peter never forgot the lesson and many years afterwards he wrote in his first letter "cast all your anxieties upon him, because he cares about you" (5:7). He does care! Jesus might seem to be asleep but God keeps watching.

The last year of Bl Teresa of Calcutta's life on earth was a tough one. She had just turned 86, was very sick and was burdened by a difficult and painful surgery. Nevertheless, she could send letters to her collaborators. To one of them she wrote: "This year has been a gift from God to me, and I am happy that I have been able to offer something to Jesus. We should accept that all He wants from us is a smile (...). Let us always pray with great trust in God. He loves us and knows what is best for us. I do not know why all this has happened this very year, but I am sure about something: Jesus never makes mistakes." 


Mary, my Mother, never allow me to forget it: 

*Jesus NEVER makes mistakes!*
#

Commentary of the day :

Saint John-Mary Vianney (1786-1859), priest, curé of Ars

Selected thoughts of the Curé d'Ars

On using temptations well

Just as the good soldier is not afraid of battle so the good Christian has no fear of temptation. (…) The greatest temptation is not to have one! It might even be said that we are fortunate to have temptations: these are the times of spiritual harvest when we gather up for heaven. (…) If we were thoroughly saturated with God's holy presence it would be easy for us to resist the enemy. With the thought 'God sees you!' we would never sin.

There was a saint who complained to our Lord after being tempted and said to him: "Where were you, my most loveable Jesus, during that awful storm?"

 Our Lord answered: "I was in the center of your heart…"
#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.