Wednesday, January 31, 2018

Bacaan Liturgi 31 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa IV PW S. Yohanes Bosko, Imam. JATUH KE DALAM TANGAN TUHAN. Louis Pasteur, Director of the Institute of Scientific Research, Paris.

Bacaan Liturgi 31 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa IV
PW S. Yohanes Bosko, Imam

JATUH KE DALAM TANGAN TUHAN.

Louis Pasteur, Director of the Institute of Scientific Research, Paris.

#


Bacaan Liturgi 31 Januari 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa IV
PW S. Yohanes Bosko, Imam.


Bacaan Pertama

2Sam 24:2.9-17
Akulah yang berdosa karena menghitung rakyat.
Tetapi domba-domba ini, apakah yang mereka lakukan?

Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel:


Sekali peristiwa, Raja Daud berkata kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia, katanya,
"Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba;
adakanlah pendaftaran di antara rakyat,
supaya aku tahu jumlah mereka."
Lalu Yoab memberitakan kepada raja hasil pendaftaran rakyat.
Orang Israel ada delapan ratus ribu pria yang dapat memegang pedang;
dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.

Tetapi berdebar-debarlah hati Daud,
setelah ia menghitung rakyat.
Maka berkatalah Daud kepada Tuhan,
"Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini!
Maka sekarang, Tuhan, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu,
sebab perbuatanku itu sangat bodoh."

Setelah Daud bangun pada waktu pagi,
datanglah sabda Tuhan kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian:
"Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah sabda Tuhan:
Tiga perkara Kuhadapkan kepadamu;
pilihlah salah satu daripadanya,
maka Aku akan menimpakannya kepadamu."

Kemudian datanglah Gad kepada Daud,
memberitahukan kepadanya dengan berkata,
"Pilihlah dari ketiga bencana ini:
Akan terjadi tiga tahun kelaparan di negerimu?
Atau engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari lawanmu,
sementara mereka itu mengejar engkau?
Atau, akan terjadi tiga hari penyakit sampar di negerimu?
Sekarang, pikirkanlah dan pertimbangkanlah,
jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."

Lalu berkatalah Daud kepada Gad, "Sangat susah hatiku!
Biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan Tuhan,
sebab besar kasih sayang-Nya;
tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."

Jadi Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel
dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan.
Maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba,
tujuh puluh ribu orang.
Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya,
menyesallah Tuhan karena malapetaka itu,
lalu Ia bersabda kepada malaikat
yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu,
"Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu."
Waktu itu malaikat Tuhan itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.
Ketika melihat malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, 
berkatalah Daud kepada Tuhan,
"Sungguh, aku telah berdosa, dan telah membuat kesalahan!
Tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka?
Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."


Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 32:1-2.5.6.7
R:5c
Ya Tuhan, ampunilah semua dosa kesalahanku.


*Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni,
yang dosa-dosanya ditutupi!
Berbahagialah orang,
yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan,
dan tidak berjiwa penipu!

*Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu
dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;
aku berkata "Aku akan menghadap Tuhan."
Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.

*Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu,
selagi ditimpa kesesakan;
kendati banjir besar terjadi,
ia tidak akan terlanda.

*Engkaulah persembunyian bagiku, ya Tuhan!
Engkau menjagaku terhadap kesesakan
Engkau melindungi aku,
sehingga aku luput dan bersorak.

Bacaan Injil
Mrk 6:1-6 
Seorang nabi dihormati di mana-mana
kecuali di tempat asalnya sendiri.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya,
sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat,
dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia.


Mereka berkata, "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?
Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya?
Dan mujizat-mujizat yang demikian
bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?
Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?
Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?"

Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.


Maka Yesus berkata kepada mereka,
"Seorang nabi dihormati di mana-mana
kecuali di tempat asalnya sendiri,
di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."

Maka Yesus tidak mengadakan satu mujizat pun di sana,
kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit
dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*JATUH KE DALAM TANGAN TUHAN*

31 Januari 2018
_"Biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN"_
(2 Sam 24:14)


Lectio
2 Sam 24:2,9-17; Mzm 32:1-2,5,6,7; Mrk 6:1-6.


Setelah selesai interview, Paul pulang ke tempat kos, sambil menghitung sisa uang tabungannya. Ketika sedang menonton TV, Budi teman kosnya bertanya : "Bagaimana Mas hasil interviewnya? Memang sekarang lagi susah cari kerja. Harga barang juga pada naik." 


Jawab Paul :
"Iya.. semoga berhasil. Tuhan pasti sudah menyiapkan jalan yang terbaik."


Lalu Budi duduk semakin dekat dan berkata :
"Mas.. mau bisnis yang cepat dapat duit? Hanya antar "barang". Kerja sebulan sudah sama dengan gaji manajer! Daripada menunggu Tuhan kasih hujan duit." 


Mendengar jawaban itu Paul menjawab :
"Mas, bagi saya lebih baik belum dapat pekerjaan, tapi hidup dalam GENGGAMAN TUHAN, daripada mendapat uang dari pekerjaan yang memungkinkan saya ditangkap dan menjadi TAHANAN karena BERSALAH."


Lalu Budi pun segera pergi setelah mendengar jawaban Paul.


Kata Daud kepada Nabi Gad :
"Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya."
Hidup kita berada dalam TANGAN TUHAN.


Oratio
Ya Allah, kasihanilah aku orang yang berdosa ini. Amin.


Missio
_Marilah kita hidup dengan mengikuti JALAN TUHAN._


*Have a Blessed Wednesday.*

#


Wednesday, 31st JANUARY
St John Bosco, priest.

Louis Pasteur, Director of the Institute of Scientific Research, Paris. 
Mark 6:1-6

On the Sabbath he began to teach in the synagogue; and many who heard him were astonished, saying, "Where did this man get all this? What is the wisdom given to him? What mighty works are wrought by his hands! Is not this the carpenter, the son of Mary and brother of James and Joseph and Judas and Simon, and are not his sisters here with us?" And they took offence at him.

"Where did this man get all this?" they wondered. This happened in Nazareth, Jesus' hometown. It happened among His people, those who saw Him growing up. They couldn't make head nor tail of it. A carpenter is supposed to be a carpenter all his life, not a Rabbi. 


The Gospel says that "they took offence at him". Why? There is no need to be offended just because they don't understand! But it happens sometimes. You find some 'learned' people who think that anyone who doesn't think as they do are not just wrong, but ignorant. Some think that religion is not just difficult to believe, but nonsense. Some are convinced that, just because they haven't found the truth, truth doesn't exist at all. They are like children who, just because a Maths problem is difficult to solve, claim that the formula is wrong and the problem has no solution.

A university student was seated on a train beside an old person praying the Rosary. 


"Sir", interrupted the student, "do you still believe in gods and prayers?" 


"Yes, I do" replied the man with a smile. "Do you not?" 


The student burst out laughing and said, "I do not believe in such silly things. Take my advice: Learn what science has to say about religion." 


"Science?", asked the old man in distress, "What Science?". 


The student saw the man's grief and to avoid hurting his feelings further, said, "Please give me your address and I will send you some literature to help you on the matter". 


The old fellow fumbled inside his coat pocket and gave the boy his visiting card. Glancing at the card, the student bowed his head in shame and became silent. On the card he read: *'Louis Pasteur, Director of the Institute of Scientific Research, Paris'* …the most famous French scientist of 19th century, discoverer of rabies and anthrax vaccines. He is popularly known as the father of microbiology so, not really ignorant, was he?

Mary, Seat of Wisdom, may I grow in this gift of the Holy Spirit.

#

Monday, January 29, 2018

Bacaan Liturgi 29 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa IV. "Mengalah untuk menang"  Menang dari kemarahan besar. MENGUTUK.

Bacaan Liturgi 29 Januari 2018.

Hari Biasa, Pekan Biasa IV.
*  "Mengalah untuk menang"  Menang dari kemarahan besar. 

MENGUTUK.

#


Bacaan Liturgi 29 Januari 2018.
Hari Biasa, Pekan Biasa IV.


Bacaan Pertama
2Sam 15:13-14.30;16:5-13a
Daud melarikan diri dari Absalom,
dan Simei mengutuk dia sesuai dengan perintah Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel:


Waktu itu Absalom, putera Daud memberontak.
Maka datanglah seseorang kepada Daud, katanya,
"Hati orang Israel telah condong kepada Absalom."
Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya
yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem,
"Bersiaplah, marilah kita melarikan diri,
jangan sampai kita tidak dapat luput dari tangan Absalom.
Pergilah dengan segera, supaya ia tidak dapat lekas menyusul kita,
dan mendatangkan celaka atas kita
serta memukul kota ini dengan mata pedang!"

Maka Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis,
Ia mengenakan selubung kepala,
dan ia berjalan dengan tidak berkasut.
Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia:
masing-masing mengenakan selubung kepala,
dan mereka mendaki sambil menangis.

Ketika Raja Daud telah sampai ke Bahurim,
keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul;
ia bernama Simei bin Gera.
Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk.
Daud dan semua pegawainya ia lempari dengan batu,
walaupun segenap tentara dan semua pahlawan
berjalan di kiri kanannya.
Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk,
"Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila!
Tuhan telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul,
yang engkau gantikan menjadi raja,
Tuhan telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom.
Sungguh, engkau sekarang dirundung malang,
karena engkau seorang penumpah darah."
Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja,
"Mengapa bangkai anjing ini mengutuki Tuanku Raja?
Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya."
Tetapi kata raja, "Tak usahlah campur tangan, hai anak-anak Zeruya!
Biarlah ia mengutuk!
Sebab apabila Tuhan bersabda kepadanya: Kutukilah Daud,
siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?"
Kata Daud pula kepada Abisai dan kepada semua pegawainya,
"Sedangkan anak kandungku saja ingin mencabut nyawaku,
apalagi si orang Benyamin ini!
Biarkanlah dia, dan biarlah ia mengutuk,
sebab Tuhan yang telah bersabda kepadanya demikian.
Mungkin Tuhan akan memperhatikan kesengsaraanku ini
dan Tuhan membalasku dengan sesuatu yang baik
sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."
Demikianlah Daud melanjutkan perjalanan
bersama orang-orangnya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 3:2-3.4-5.6-7
R:7b
Bangkitlah, ya Tuhan, selamatkanlah aku.


*Ya Tuhan, betapa banyak lawanku!
Betapa banyak orang yang bangkit menyerang aku;
Banyak orang berkata tentang aku,
"Baginya tidak ada pertolongan dari Allah."

*Tetapi, Tuhan, Engkaulah perisai yang melindungi aku,
Engkaulah kemuliaanku, Engkaulah yang mengangkat kepalaku.
Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan,
dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.

*Maka, Aku dapat membaringkan diri dan tertidur;
dan kemudian bangun lagi, sebab Tuhan menopang aku!
Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang
yang mengepung aku dari segala penjuru.
Bangktilah, ya Tuhan! Tolonglah aku, ya Allahku!

Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita,
dan Allah mengunjungi umat-Nya.


Bacaan Injil
Mrk 5:1-20 
Hai Roh Jahat, keluarlah dari orang ini!
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa,
sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea,
di daerah orang Gerasa.
Baru saja Yesus turun dari perahu,
datanglah kepadanya
seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan.
Orang itu diam di sana
dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya,
dengan rantai sekalipun!
Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai,
tetapi rantainya diputuskannya dan belenggu itu dimusnahkannya,
sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat
untuk menjinakkannya.
Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit
sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu.
Ketika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya.
Ia lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak,
"Apa urusan-Mu dengan aku,
hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi?
Demi Allah, jangan siksa aku!"


Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya,
"Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"


Kemudian Yesus bertanya kepada orang itu, "Siapa namamu?" 


Jawabnya "Namaku Legion, karena kami banyak."
Ia memohon dengan sangat
supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.

Adalah di sana, di lereng bukit,
sekawanan babi sedang mencari makan.
Lalu roh-roh itu meminta kepada Yesus, katanya,
"Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu,
dan biarkanlah kami memasukinya!"


Yesus mengabulkan permintaan mereka.
Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu.
Maka kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun
dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu!
Mereka menceriterakan hal itu
di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
Mereka datang kepada Yesus
dan melihat orang yang kerasukan itu duduk;
orang yang tadinya kerasukan legion itu,
kini berpakaian dan sudah waras.
Maka takutlah mereka.
Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan
apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu,
dan tentang babi-babi itu.
Lalu mereka mendesak Yesus
supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu,
orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta,
supaya ia diperkenankan menyertai Yesus.
Tetapi Yesus tidak memperkenankannya.
Yesus berkata kepada orang itu,
"Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu,
dan beritahukanlah kepada mereka
segala yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu,
dan ceriterakanlah bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"


Orang itu pun pergi, dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis
segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya
dan mereka semua menjadi heran.

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Senin29 Januari 2018.

Renungan

 "Mengalah untuk menang."  Menang dari kemarahan besar. 


"Biarkanlah dia, dan biarlah ia mengutuk,  
sebab Tuhan yang telah bersabda kepadanya demikian. 
Mungkin Tuhan akan memperhatikan kesengsaraanku ini 
dan Tuhan membalasku dengan sesuatu yang baik 
sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini."


"Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. 

Maka kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun 
dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu! 
Mereka menceriterakan hal itu 
di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. 
Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 
Mereka datang kepada Yesus 
dan ... mereka mendesak Yesus 
supaya Ia meninggalkan daerah mereka
."


Maksud hati ingin berbuat baik dengan memberikan sisa minuman suatu acara di gereja, ternyata malah mendapat kemarahan yang besar dari pemberi/ pemilik minuman.


Pada suatu malam, ada sekitar setengah galon air lemon teh diberikan (tanpa kami minta) seorang ibu 'X' kepada saya dan beberapa teman yang sedang rapat di sebuah ruangan di gereja. "Minumlah lemon teh buatan saya, sisa acara tadi di aula. Sisanya dan galonnya taruh ditempat saya berjualan di kantin gereja." Ternyata minuman lemon teh msh ada sisa seperempat galon, saya berkata kepada teman2 dalam rapat, "daripada besok, rusak/ tidak enak lagi,  lebih baik diberikan kepada pak Satpam yang jaga kalau mereka mau."


Ternyata pak Satpam mau, dan saya berikan kepada p. Satpam bahwa galon minuman itu milik ibu 'X' yang berjualan di kantin.


Karena mempersiapkan materi acara, saya kerja lembur di tengah malam hingga subuh. Ketika sesudah doa pagi, buka WA di HP, ibu 'X' sedang mencari galon nya. Atas info seorang teman, ibu 'X' tahu bahwa galonnya ada di pos satpam dan sudah habis. Dia marah2 pada saya karena rupanya dia belum menikmati lemon teh buatannya itu dan dia yakin minumannya masih enak sampai pagi hari.


Walaupun saya sudah minta maaf dari pagi hingga siang, ibu 'X' marah2 dan menulis dengan kata2 yang 'kasar & menyinggung kepribadian saya.' Sampai malam, ibu 'X' marah2 hingga beberapa teman mengatakan tidak usah balas/ menjelaskan di WAnya ibu 'X' lagi, semakin dijawab, ibu 'X' semakin marah.


Hari itu, saya belajar untuk diam, menahan diri (emosi) untuk tidak membalas 'kata2nya yg menyakitkan'. Ternyata hasil dari sikap diam saya dan teman2 WA yang juga tidak komentar, menenangkan hati ibu 'X' dan teman2 dalam grup WA. Sungguh sikap Daud ini benar2 saya pahami. "Mengalah untuk menang"  Menang dari kemarahan. 


*DOA:*

Tuhan, Engkaulah perisai yang melindungi aku, 
Engkaulah kemuliaanku, Engkaulah yang mengangkat kepalaku. 
Dalam doa, aku berseru kepada Tuhan, 
dan Ia menjawab aku dari tempat-Nya yang kudus.

Syukur kepada Allah atas kesabaran dan perhatian dari sahabat2 yang Kau berikan berada disekelilingku.

Amin.

#


Mutiara Iman

MENGUTUK
29 Januari 2018

"Biarlah ia mengutuk" (2Sam 16:10)


Lectio
2 Sam 15:13-14,30; 16:5-13a; Mzm 3:2-3,4-5,6-7; Mrk 5:1-20

Ketika pulang ke rumah dan anak serta isterinya sudah tidur, Anton selalu pergi ke luar dan kumpul-kumpul dengan beberapa orang di seberang kali. Awalnya mereka mengobrol tentang politik, lalu berjudi, sambil minum minuman keras, hingga suatu saat ada tantangan dari salah satu temannya :
"Ton, kita judi yuk taruhannya motor kamu. Kalau saya kalah, kamu bawa motorku!"


Edi teman Anton berkata :
"Ton, jangan lakukan itu! Motor itu kamu gunakan untuk mengantar anakmu sekolah dan dipakai isterimu berbelanja di pasar."


Namun Anton berkata :
"Siapa takut?! Kalau menang kan aku dapat 2!"


Anton pun menerima tantangan itu dan hanya dalam hitungan detik.. dia KALAH!
Setelah itu ia pun pulang dengan kepala tertunduk ditemani Edi. Dalam perjalanan, Anton berkata :
"Kamu tahu Ed, di mana letak kesalahanku?"


Jawab Edi :
"Ya, karena kau tidak mendengar NASEHATku tadi!"


"Bukan-bukan.. aku seharusnya tinggal di rumah setelah pulang kerja, bukannya pergi main ke kampung sebelah. Akupun TIDAK minta IJIN pada keluargaku. Aku sudah SALAH jalan. Ini memang harga yang harus kuBAYAR. Ya Tuhan ampunilah aku!" kata Anton dengan nada menyesal.

Tetapi kata raja Daud :
"Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan Tuhan membalas yang BAIK kepadaku sebagai ganti KUTUK orang itu pada hari ini."

Setiap KESALAHAN yang dilakukan di Dunia ini akan mendapatkan HUKUMAN yang SETIMPAL.

Oratio
Ya Tuhan kasihanilah aku orang yang berdosa ini. Amin

Missio
Marilah kita hidup dalam TERANG sehingga bisa melihat setiap perbuatan kita.
Have a Blessed Monday.

#


Monday, 29th JANUARY
Mark 5:1-20

They came to the other side of the sea, to the country of the Gerasenes. And when he had come out of the boat, there met him out of the tombs a man with an unclean spirit, who lived among the tombs... And when he saw Jesus from afar, he ran and worshiped him; and crying out with a loud voice, he said, "What have you to do with me, Jesus, Son of the Most High God? I adjure you by God, do not torment me." For he had said to him, "Come out of the man, you unclean spirit!" And Jesus asked him, "What is your name?" He replied, "My name is Legion; for we are many."

A bit cowardly these unclean spirits, aren't they? Like bullies, they come in groups. Shame on them! A legion of bad angels against one single man. In this battle you can't expect nobleness and fair play. Fair play would be if the devil were to struggle against St Michael, but he doesn't dare. St Peter explains how "the devil prowls around like a roaring lion, seeking someone to devour". Imagine yourself attacked not just by one lion but surrounded by whole a legion of them.

Yet God knows this. And He has kitted us out with appropriate means. Firstly, we have the Sacraments, especially the Holy Mass. Holy Communion is the most powerful weapon against the enemy. Then the Sacrament of Confession. The devil hates it! But apart from the Sacraments, the Church also counts on other effective weapons of 'devils destruction': the Sacramentals. They are consecrated objects like medals, scapulars, Holy Water, crucifixes… that indeed help when we use them with faith and when we are trying to live a virtuous life. Careful!: They are not 'amulets'. They are spiritual weapons.

Have you ever used an insect repellent? We sometimes don't even smell it but insects can't stand being near it. Holy Water, a crucifix or your scapular have the same effect on the enemy. They don't work as if by magic. Their effect depends very much on your faith. Like any weapon, their effectiveness depends on the skills of the user. Little help is a machine gun against a legion of roaring lions if you don't know how to use it!

Mary, most fearful antagonist of the devil, teach me to use these 'spiritual weapons'.
#

Commentary of the day :

Blessed Charles de Foucauld (1858-1916), hermit and missionary in the Sahara
Meditations on the Gospels, no.194


"As he was getting into the boat, the man who had been possessed pleaded to remain with him. But he would not permit him."

The only true perfection is not that we should be leading this or that lifestyle but doing God's will; it is to lead the kind of life that God wants, where he wants, and to lead it as he would have done himself. When he leaves the choice to us then, yes, let us try to follow him as closely as possible, step by step, to share in his life just as his apostles did both during his life and after his death. Love presses us on to such imitation. If God leaves this choice, this freedom to us then it is precisely because he wants us to trim our sails to the breeze of pure love so that, blown on by it, we might «run after him in the odour of his fragrance» (Sg 1:4 LXX) in perfect imitation as Saint Peter and Saint Paul did...

And if one day God wishes to take us out of this beautiful and perfect way, whether for a while or for always, let us not be troubled or surprised. His designs are without fathoming. He can do for us, in the middle or at the end of the course, what he did for the Gerasene at the beginning. Let us obey him, let us do his will..., let us go wherever he wishes and lead the kind of life his will purposes for us. But let us everywhere draw close to him with all our might and, in every state, in every condition, let us be as he would have been and acted if his Father's will had placed him as it has placed us.

#

Sunday, January 28, 2018

Bacaan Liturgi 28 Januari 2018. Hari Minggu Biasa IV. KELUARLAH DARI PADANYA . Talk with him in person?

Bacaan Liturgi 28 Januari 2018.

Hari Minggu Biasa IV.

KELUARLAH DARI PADANYA.

*  Talk with him in person?

#


Bacaan Liturgi 28 Januari 2018.
Hari Minggu Biasa IV.


Bacaan Pertama
Ul 18:15-20
Seorang nabi akan Kubangkitkan,
Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya.

Pembacaan dari Kitab Ulangan:


Sekali peristiwa
berkatalah Musa kepada bangsanya,
"Seorang nabi sama seperti aku
akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu,
dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu.
Dialah yang harus kamu dengarkan.
Di gunung Horeb dulu, pada hari perkumpulan,
kamu minta kepada Tuhan, Allahmu, dengan berkata:
Aku tidak mau lagi mendengar lagi suara Tuhan, Allahku,
dan aku tidak mau lagi melihat api yang besar ini,
supaya aku jangan mati!
Lalu berkatalah Tuhan kepadaku:
Apa yang dikatakan mereka itu baik.
Aku akan membangkitkan bagi mereka
seorang nabi seperti engkau
Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya,
dan ia akan mengatakan kepada mereka
segala yang Kuperintahkan kepadanya.
Orang yang tidak mendengarkan firman-Ku
yang akan diucapkan oleh nabi itu demi nama-Ku,
dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
Tetapi seorang nabi
yang berani mengucapkan demi nama-Ku
perkataan yang tidak Kuperintahkan,
atau yang berkata demi allah lain,
nabi itu harus mati.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 95:1-2.6-7.8-9
R:8
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan,
janganlah bertegar hati.


*Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita.
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

*Masuklah, mari kita sujud menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita.
Sebab Dialah Allah kita,
kita ini umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.

*Janganlah bertegar hati seperti di Meriba,
seperti waktu berada di Masa di padang gurun,
ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku,
padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bacaan Kedua
1Kor 7:32-35
Anak-anak gadis memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan,
supaya tubuh dan jiwa mereka kudus.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus:


Saudara-saudara,
Aku, Paulus, ingin supaya kamu hidup tanpa kekuatiran.
Orang yang tidak beristeri
memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan,
bagaimana supaya Tuhan berkenan kepadanya.
Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi,
bagaimana supaya ia dapat menyenangkan isterinya,
dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi.
Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis
memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan,
supaya tubuh dan jiwa mereka kudus.
Tetapi perempuan yang bersuami
memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi,
bagaimana supaya ia dapat menyenangkan suaminya.

Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri,
bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasanmu,
tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik,
dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Mat 4:16
Bangsa yang diam dalam kegelapan
telah melihat Terang yang besar,
dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut
telah terbit Terang.


Bacaan Injil
Mrk 1:21-28
Yesus mengajar sebagai orang yang berkuasa.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada awal karya-Nya
Yesus beserta murid-murid-Nya tiba di Kapernaum.
Setelah hari Sabat mulai,
Yesus masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya,
sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa,
tidak seperti ahli-ahli Taurat.

Pada waktu itu,
di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat.
Orang itu berteriak,
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret?
Engkau datang hendak membinasakan kami?
Aku tahu siapa Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah!"

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya,
"Diam, keluarlah dari padanya!"
Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu,
dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mereka semua takjub,
sehingga mereka memperbincangkannya, katanya,
"Apa ini?  Suatu ajaran baru?
Guru ini berkata-kata dengan kuasa.
Roh-roh jahat pun Ia perintah, dan mereka taat kepada-Nya."
Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus
ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*KELUARLAH DARI PADANYA*

28 Januari 2018


__"Diam, keluarlah dari padanya!" (Mrk 1:25)

Lectio
Ul 18:15-20; Mzm 95:1-2,6-7,8-9; 1Kor 7:32-35; Mrk 1:21-28.


Suatu pagi Lita menjemput Lidia dengan mobil mewahnya : "Yuk Lid temenin aku shopping. Lagi stress nih."
Setibanya di mall Lita membeli baju, sepatu dan kosmetik seperti orang kalap. 


Ketika kembali ke rumah, Lidia berkata :
"Bagaimana perasaanmu sekarang Lit setelah shopping sebanyak ini?" 


Jawab Lita : "Puas sekali!" 


Keesokan harinya Lita menelpon Lidia dan berkata : "Lid..pagi ini aku merasa BERDOSA dengan semua barang yang kubeli." 


Lidia pun berkata :
"Lit, makanya nanti kalau lagi stress, aku temanin kamu ke gereja untuk berdoa, lalu ke Panti Asuhan, dan kita bermain bersama anak-anak di sana." 


Seminggu kemudian, Lita dan Lidia pergi bersama ke Panti Asuhan dan begitu tiba, Lita memberikan uang sambil berkata :
"Semoga dana ini bisa membantu untuk anak-anak di sini."


Lalu mereka pun berdoa di kapel bersama dan bermain bersama anak-anak. Ketika sedang bermain Lita berkata :
"Terima kasih Lid kamu sudah membantuku membuang DOSA BELANJA. Dengan BERBAGI, aku mengalami Tuhan Yesus bersama anak-anak ini." 


Lalu Lidia berkata : "Syukur kepada Allah."


Tetapi Yesus menghardiknya, katanya : "Diam, keluarlah dari padanya!"


Tuhan kita LEBIH KUAT dari si Jahat.


Oratio
Ya Tuhan, jauhkanlah kami dari si jahat. Amin.


Missio
_Marilah kita hidup yang BERSIH dari si jahat._


*Have a Blessed Sunday.*

Mutiara-Iman.org

#


28th JANUARY
Fourth Sunday in Ordinary Time.


Mark 1:21-28

They went into Caperna-um; and immediately on the sabbath he entered the synagogue and taught. And they were astonished at his teaching, for he taught them as one who had authority, and not as the scribes. And immediately there was in their synagogue a man with an unclean spirit; and he cried out, "What have you to do with us, Jesus of Nazareth? Have you come to destroy us? I know who you are, the Holy One of God." But Jesus rebuked him, saying, "Be silent, and come out of him!" And the unclean spirit, convulsing him and crying with a loud voice, came out of him. And they were all amazed, so that they questioned among themselves, saying, "What is this? A new teaching! With authority he commands even the unclean spirits, and they obey him." And at once his fame spread everywhere throughout all the surrounding region of Galilee.

Jesus was captivating. His magnetism and His effect on the listeners was obvious; His fame spread everywhere. Multitudes followed Him from place to place; they watched His miracles, listened attentively to His preaching… they were amazed, says the Gospel. We can imagine how the throng talked about Him.

But a thought comes to mind: where were they all on Good Friday? How long did their amazement last? When did they stop following Him, listening to Him…? 


The explanation is easy: they followed Him out of curiosity, but not out of love. They were not His friends. For a while, they talked *about* Him, but they probably never talked *with* Him. There was no dialogue with Him, no prayer… no friendship. Just curiosity. However, God doesn't talk with crowds. He talks with each person. He doesn't need fans. He needs friends.

One day a councillor of St Louis, King of France, suggested to him - just for a change - that he listen to a sermon of a distinguished Parisian preacher, instead of attending his daily Mass. The holy king replied: "And why would I prefer to hear someone speaking about a friend of mine if I can meet my friend and talk with him in person?" We aren't called to listen to priests talking about Jesus, we are called to meet Jesus in Person, to converse with Him and then, with time, to fall in love with Him.

Mary, my Mother, help me become a soul of prayer, a real friend of your Son.
#

Commentary of the day :

Saint Jerome (347-420), priest, translator of the Bible, Doctor of the Church
Commentary on Saint Mark's Gospel, 2; PLS 2,125f.

"What is this? A new teaching"

"The unclean spirit convulsed him with a loud cry."

This was his way of expressing his distress: by convulsing him. Since he could not ruin the man's soul, the devil wrought his anger on his body. Besides, these physical manifestations were the only means he had to show that he was coming out. When the spirit of purity makes his presence known, the spirit of impurity beats a retreat...

"All were amazed and asked one another: 'What is this?'" Let us look at the Acts of the Apostles and the signs given by the first prophets. What did Pharaoh's magicians say when confronted by Moses' marvellous deeds? "This is the finger of God" (Ex 8:15). It was Moses who carried them out but it was the power of another they recognised. Later on the apostles performed further marvels: "In the name of Jesus Christ, rise and walk!" (Acts 3:6); "Paul... said to the spirit: 'I command you in the name of Jesus Christ to come out of this woman'" (Acts 16:18). 


Jesus' name is always used. Here, however, what does he himself say? "Come out of this man" without any further precision. It is in his own name that he orders the spirit to come out. "All were amazed and asked one another: 'What is this? A new teaching."

 Now, in itself, the expulsion of the demon had nothing new about it: Hebrew exorcists were doing the same thing at that time. But what does Jesus say? What is this new teaching? And where is the novelty? It is that he gives the command to the unclean spirits by his own authority, referring to no one else. He himself gives the order; he does not speak in another's name but by his own authority.

#


Saturday, January 27, 2018

Bacaan Liturgi 27 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa III. PF S. Angela Merici, Perawan. Dosa & ketakutan akibat tidak percaya. ENGKAULAH ORANG ITU. Jesus NEVER makes mistakes.

Dosa & ketakutan akibat tidak percaya.

* Bacaan Liturgi 27 Januari 2018.

Hari Biasa, Pekan Biasa III.
PF S. Angela Merici, Perawan.

ENGKAULAH ORANG ITU.

Jesus NEVER makes mistakes.

#


Dosa & ketakutan akibat tidak percaya.


Daud, raja yang memiliki kuasa yang besar, namun mengambil istri prajuritnya yang setia, Uria. Dan lalu membunuh Uria melalui siasat perang, setelah istri Uria dihamilinya.

Allah mengutus Nabi Natan untuk datang dan memperingati Daud melalui cerita.

Dikatakan Nabi Natan bahwa anak Daud dalam kandungan bekas istri Uria, akan sakit, dan meninggal untuk mengingatkan Daud.

Daud menyesal atas dosa2nya.

Daud memohon kepada Allah bagi anak itu dengan berpuasa dan berbaring di tanah. (Daud walaupun raja, sungguh2 menyesal & berdoa untuk anaknya)


Yesus dengan perkataanNya menenangkan air danau tersebut dari taufan yang sangat dahsyat 

dan ombak.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya (baca: saya) "yang mantan nelayan', 

Mengapa kamu begitu takut? 

Mengapa kamu tidak percaya?


Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Amin.

#


Bacaan Liturgi 27 Januari 2018.
Hari Biasa, Pekan Biasa III.
PF S. Angela Merici, Perawan.


Bacaan Pertama

2Sam 12:1-7a.10-17
Daud mengaku telah berdosa terhadap Tuhan.
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel:


Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah:
ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya;
maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud.


Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya,
"Ada dua orang dalam suatu kota:
yang seorang kaya, yang lain miskin.
Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi;
si miskin tidak mempunyai apa-apa,
selain dari seekor anak domba betina yang kecil,
yang dibeli dan dipeliharanya.
Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin,
makan dari suapannya, minum dari cawannya,
dan tidur di pangkuannya,
seperti seorang anak perempuan baginya.
Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu;
ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing domba atau lembunya
untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu.
Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu,
dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu."


Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu
dan ia berkata kepada Natan,
"Demi Tuhan yang hidup:
orang yang melakukan itu harus dihukum mati.
Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat,
karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan."


Kemudian berkatalah Natan kepada Daud,
"Engkaulah orang itu!
Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel:
Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu
sampai selamanya,
karena engkau telah menghina Aku
dan mengambil isteri Uria, orang Het itu,
untuk menjadi isterimu."
Beginilah sabda Tuhan:
Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri
akan Kutimpakan ke atasmu.
Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu
dan memberikannya kepada orang lain;
dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari.
Engkau telah melakukannya secara tersembunyi,
tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel
secara terang-terangan."

Lalu berkatalah Daud kepada Natan,
"Aku sudah berdosa kepada Tuhan." 


Dan Natan berkata kepada Daud,
"Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
Walaupun demikian, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati,
karena dengan perbuatan itu Engkau sangat menista Tuhan."

Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya.
Tuhan mencelakakan anak
yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud,
sehingga sakit.
Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu;
ia berpuasa dengan tekun
dan apabila ia masuk ke dalam,
semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.


Maka datanglah para tua-tua yang di rumahnya
untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau;
juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 51:12-13.14-15.16-17
R:12a
Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.


*Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

*Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu,
dan teguhkanlah  roh yang rela dalam diriku.
Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu
kepada orang-orang durhaka,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

*Lepaskanlah aku dari hutang darah,
ya Allah, Allah penyelamatku,
maka lidahku akan memasyurkan keadilan-Mu!
Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu!

Bait Pengantar Injil
Yoh 3:16
Demikian besar kasih Allah kepada dunia,
sehingga Ia menyerahkan Anak-Nya yang tunggal.
Setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup abadi.


Bacaan Injil
Mrk 4:35-41
Angin dan danau pun taat kepada Yesus.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari, ketika hari sudah petang,
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Marilah kita bertolak ke seberang."
Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana
lalu bertolak,
dan membawa Yesus dalam perahu itu
di mana Ia telah duduk;
dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.


Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat
dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu,
sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan
di sebuah tilam. 


Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya,
"Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"


Yesus pun bangun, menghardik angin itu 
dan berkata kepada danau,
"Diam! Tenanglah!"
Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali.


Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

Mereka menjadi sangat takut
dan berkata seorang kepada yang lain,
"Siapa gerangan orang ini?
Angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Demikianlah sabda Tuhan.

#



Mutiara Iman

*ENGKAULAH ORANG ITU!*

27 Januari 2018

_"Engkaulah orang itu!"_
(2Sam 12:7)


Lectio
2 Sam 12:1-7a, 11-17; Mzm 51:12-13,14-15,16-17; Mrk 4:35-41

Di suatu lingkungan Edi sedang ngobrol dengan Benny, temannya yang berkata :
"Susah memang jadi orang ya, waktu susah dibantu, sudah besar malah menggigit."


Jawab Edi : "Ya, itulah KESERAKAHAN dan KEEGOISAN manusia. Seperti kacang lupa kulitnya!"


"Benar Ed, teman saya, Bagus  baru saja "dimakan" temannya milyaran rupiah. Dia sendiri sekarang menjual semua hartanya untuk menutupi kerugian tersebut."


Mendengar itu Edi pun terdiam, lalu berkata :
"Kamu kenal Bagus?"


Jawab Benny : "Dia sepupu isteriku. Sekarang saya sedang membantunya. Isterinya hampir menceraikannya karena masalah ini."


Edi kembali terdiam dan berkata :
"Ben.. kayanya orang yang makan duitnya itu saya. Maaf sekali ya.. saya kalah judi banyak, dan saya tak ada cara lain selain melakukan hal ini. Apa yang harus saya lakukan Ben?"


Jawab Benny :
"Saran saya kamu datangi dia, dan PERTANGGUNGJAWABKAN perbuatanmu. Mohon ampun juga kepada Tuhan, atas segala dosa-dosamu."

Kemudian berkatalah Natan kepada Daud : "Engkaulah orang itu!"

BEREFLEKSI adalah proses pengolahan sebelum mengambil TINDAKAN.

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

Missiowas
_Marilah kita JADIKAN hidup kita sebagai suatu REFLEKSI Kehidupan
._

*Have a Blessed Saturday.*

Mutiara-Iman.org

#


Saturday, 27th JANUARY
St Angela Merici, virgin.

Mark 4:35–41

On that day, when evening had come, he said to them, "Let us go across to the other side." And leaving the crowd, they took him with them in the boat, just as he was. And other boats were with him. And a great storm of wind arose, and the waves beat into the boat, so that the boat was already filling. But he was in the stern, asleep on the cushion; and they woke him and said to him, "Teacher, do you not care if we perish?" And he awoke and rebuked the wind, and said to the sea, "Peace! Be still!" And the wind ceased, and there was a great calm.

We love to read the life of Our Lord and see that He is a perfect man: He gets tired, thirsty, hungry, and on a few occasions He also gets angry. We love to see that He is a man as we are, in all things but sin. So He can understand me perfectly when I am tired as well, or thirsty or hungry or angry, for He experienced it all centuries before I was born. 'OK', you say, 'He understands us. But then, why does He sometimes put us in such difficult situations and yet appear to be asleep in the middle of our ordeal?'

Good question! It was Jesus who said "Let us go across to the other side." Maybe St Peter saw the clouds and thought: 'Hmmm! It's going to be a tough one. But Jesus said 'let's go', so let's go.' What Peter could foresee happened and the storm broke. Nevertheless, Jesus fell asleep. St Peter never forgot the lesson and many years afterwards he wrote in his first letter "cast all your anxieties upon him, because he cares about you" (5:7). He does care! Jesus might seem to be asleep but God keeps watching.

The last year of Bl Teresa of Calcutta's life on earth was a tough one. She had just turned 86, was very sick and was burdened by a difficult and painful surgery. Nevertheless, she could send letters to her collaborators. To one of them she wrote: "This year has been a gift from God to me, and I am happy that I have been able to offer something to Jesus. We should accept that all He wants from us is a smile (...). Let us always pray with great trust in God. He loves us and knows what is best for us. I do not know why all this has happened this very year, but I am sure about something: Jesus never makes mistakes." 


Mary, my Mother, never allow me to forget it: 

*Jesus NEVER makes mistakes!*
#

Commentary of the day :

Saint John-Mary Vianney (1786-1859), priest, curé of Ars

Selected thoughts of the Curé d'Ars

On using temptations well

Just as the good soldier is not afraid of battle so the good Christian has no fear of temptation. (…) The greatest temptation is not to have one! It might even be said that we are fortunate to have temptations: these are the times of spiritual harvest when we gather up for heaven. (…) If we were thoroughly saturated with God's holy presence it would be easy for us to resist the enemy. With the thought 'God sees you!' we would never sin.

There was a saint who complained to our Lord after being tempted and said to him: "Where were you, my most loveable Jesus, during that awful storm?"

 Our Lord answered: "I was in the center of your heart…"
#

Friday, January 26, 2018

ADA APA DI KOPI SACHET? Prof. Achmad Subagio.

*ADA APA DI KOPI SACHET?*

*Prof. Achmad Subagio* :
   1. _Ketua Lembaga Pe
nelitian Universitas Jember, Jawa Timur._
   2. _Pakar pertanian dan juga pakar pengolahan pangan lulusan Jepang._
   3. _Penemu tepung Modified Cassava Flour (MOCAF)._

_*Berikut pernyataan beliau*_ :

Kopi Instant yang dikemas dan mengandung creamer/krimer bisa menimbulkan efek negative dalam tubuh. _*Kandungan krimer nabati jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan Hipertensi dan penyumbatan pembuluh darah,*_ karena krimer nabati tidak dapat dicerna sempurna oleh tubuh.

Peragaan percobaan kecil dengan tiga buah lilin menyala, yang ditaburi Krimer nabati di atasnya nyalanya semakin membesar, bukannya mati.
Ini karena Krimer nabati bersifat eksplosif, mudah meledak atau eksplosif tinggi.
Jadi banyak mengonsumsi Kopi Krimer sama halnya dengan memasukkan kolesterol kering dalam tubuh, karena susah dicerna oleh tubuh.

Bagaimana dengan _white coffee_?

_*White Coffee*_ sebenarnya bukan jenis kopi putih. Warna putih itu didapatkan dari estrak gula atau minyak nabati yang diekstraksi.
Proses ekstraksi bahan tersebut menggunakan bahan kimia.

Proses pembuatannya juga tidak memenuhi standar kesehatan, kopi disangrai dengan suhu kecil, sehingga kandungan kafein dan asam tidak turun. Hal itu dilakukan, agar warna bubuk yang dihasilkan tidak terlalu hitam, hal ini tidak bagus untuk kesehatan, karena bisa menyebabkan kanker.

*CARA MINUM KOPI YANG TEPAT*

Mengkonsumsi kopi hendaknya secukupnya saja dan tidak berlebihan.
Disarankan dikonsumsi tanpa gula dua kali sehari, secangkir di pagi hari setelah sarapan dan secangkir sore hari setelah makan.

_*Kopi Hitam*_ tanpa gula memberikan manfaat bagi tubuh, terutama penderita diabetes, karena kopi hitam mengandung:
  - _*60% Nutrisi.*_
  - _*20% Vitamin.*_
  - _*10% Kalori.*_
  - _*10% Mineral.*_

_*Berikut ini manfaat meminum kopi tanpa gula bagi kesehatan tubuh*_ :

- _Meningkatkan daya ingat._

- _Membantu otak tetap aktif juga membantu mengaktifkan saraf untuk mencegah dimensia dini._

- _Meningkatkan kecerdasan, kafein merupakan simultan psikoaktif yang bereaksi dengan tubuh dan dapat meningkatkan mood, energi dan fungsi kognitif seseorang._

- _Membantu membersihkan "isi perut", jadi akan kerap buang air kecil._

- _Membuang racun dan bakteri dalam tubuh yang ada di perut keluar bersama urine._

- _Membantu menurunkan berat badan, karena dapat membakar lemak._

- _Dapat meningkatkan metabolisme tubuh._

- _Mengatasi penyakit jantung, mengurangi tingkat peradangan dalam tubuh sehingga menurunkan risiko penyakit kardiovaskular._

- _Sebagai antioksidan, secangkir kopi mengandung vitamin B2, B3 dan B5 serta Mangan, Magnesium dan Kalium._

*MULAILAH MINUM KOPI TANPA GULA DARI SEKARANG*

Minum kopi hitam dua kali sehari dapat _mencegah penyakit *Parkinson*_, karena kafein dapat :
- meningkatkan kadar _*Dopamin*_ dalam tubuh.
- meningkatkan _*mood*_ sehingga menjadi "obat" terbaik untuk melawan depresi.


_"silahkan sruput  kopi hitamnya.."_ ☕

KESAKSIAN MANTAN PERAMAL KWAMIA DAN AHLI FENGSHUI (Harun Yusuf).

*KESAKSIAN MANTAN PERAMAL KWAMIA DAN AHLI FENGSHUI (Harun Yusuf)*

Sdr /i yang terkasih dalam Tuhan Yesus, perkenalkan, nama saya Harun Yusuf. Sebenarnya saya bukan dari keluarga beragama Kristen. Lima keturunan sampai kepada saya adalah tukang kwamia dan ahli fengshui.

Papa saya adalah keturunan yang keempat, saya yang kelima. Dan biasanya, jika ada orang yang datang kepada kami minta diramal, kami terlebih dahulu menebak masa lalunya sebanyak 10 macam tanpa diberitahu. jika minimal 9 macam tepat, barulah kami terima uangnya dan mulai meramalkan masa depannya, dan kalau saya melihat hongshui/fengshui juga demikian, diuji dahulu baru dibayar. Jika dalam 100 hari setelah bangunan dirubah menurut cara saya baru ada hasil, baru uangnya dibayar.

Dan saya tekankan disini, seseorang bisa kwamia dan hongshui bukan karena orangnya pintar atau berpendidikan tinggi, juga tidak tergantung umur. Seorang peramal, jika ada orang yang datang pada dia, ramalannya pasti tepat. Tetapi sekali lagi, bukan karena peramal tersebut, karena walaupun orangnya kecil ataupun tidak sekolah, karena yang pintar bukan orangnya. Berbeda dengan dokter, karena dokter yang hebat biasanya karena otaknya encer.

Itulah sekilas tentang pekerjaan saya sebagai peramal. Setiap orang yang datang kepada kami untuk diramal, tarifnya 150rb rupiah per 30 menit. Untuk melihat hongshui biayanya 2000-5000 ringgit malaysia dan kalau mau belajar pada kami, harus bayar kurang lebih 10 juta rupiah.

Penghasilan kami begitu besar, dan semuanya kami pakai untuk kebutuhan jasmani. Dan kenapa saya jadi percaya Yesus? Apakah Yesus bisa mendatangkan uang kepada saya? Sedangkan kalau saya kesusahan, tinggal lihat mia-nya, buat apa datang kepada Yesus. Oleh karena itu, saya dan keluarga anti-Yesus pada awalnya.

Selain itu, banyak juga orang Kristen yang datang kepada kami untuk di kwamia. Dengan begitu, mana bisa kami sekeluarga bisa pergi ikut percaya Tuhan mereka? Karena ternyata, orang Kristenpun banyak yang minta di kwamia dan hongshui. Sekarang saya sudah tahu bahwa sebenarnya banyak orang Kristen yang masih bingung.

Kenapa kami tahu banyak orang Kristen yang datang kepada kami?

Ceritanya begini, papa saya bertobat dan percaya Yesus, lalu dia beli 100 buah buku alkitab untuk dibagikan pada orang yang datang ke kwamia. Banyak orang yang datang, ketika diberi alkitab, mereka bilang sudah punya.

Lalu papa saya tanya: "Punya kamu atau anak kamu?"

Dia jawab, "Punya saya."

"Berarti kamu orang Kristen?"

"Iya," jawabnya.

"Lalu kenapa kamu datang ke kwamia? Yesus kamu kan hebat?"

Dia bilang, dulu memang dijawab doanya, tetapi sekarang kayaknya nggak. Padahal Tuhan Yesus ingin menguji kesetiaan orang tersebut. Mungkin 1 hari lagi doanya baru terjawab, eh dia malah berbalik dan datang ke tukang kwamia. Orang yang demikian sudah murtad dan berdosa kepada Tuhan.

Mengapa saya bisa percaya Yesus? Ceritanya begini:

Pada suatu saat, saya mau menikah dan saya sudah pilih jodoh yang nasibnya paling baik, shionya paling cocok, lalu menikahlah saya. Tahun pertama setelahnya saya mempunyai anak. Anak tersebut waktu lahir sehat semuanya dan laki-laki. Kalau orang chinese bilang anak pertama laki-laki berarti hoki (beruntung). Karena bagus semuanya, jalan kelahirannya, saya pulang kerumah. Beratnya 3,3 kilo, sehat.

Karena tidak ada telpon dirumah, suster RS bersalin datang tengah-tengah malam, lalu bilang bahwa anak saya dalam keadaan kurang baik. Saya tidak tahu masalah apa. Lalu saya pergi tengah malam. Sampai disana, suster bilang anak saya harus dirawat di RS, saya bawa dia ke RS karena kulitnya sudah membiru. Setelah di RS dikasih oksigen, keadaannya agak membaik. Saya menunggu anak saya sampai 4 hari 4 malam tidak tidur. Saya tidak percayakan pada orang lain karena mereka bisa tertidur. Mama saya, adik saya, mau jaga menggantikan saya, saya tolak. Dan saya meminta segala dewa yang saya sembah, segala tuhan yang saya sembah, untuk menyelamatkan anak saya.

Akhirnya, apa yang terjadi saudara? Anak itu akhirnya mati, dan sampai sekarang saya masih tidak tahu apa penyebab kematian anak saya, apa penyakitnya. Mulailah saya bingung. Saya tidak pernah berdosa seperti membunuh orang, saya tidak pernah menipu orang, saya tidak pernah, istilahnya membakar rumah orang. Setiap hari kerja saya adalah berbuat baik, yaitu meng-kwamia orang, kasi tahu kalau ada bahaya apa, lihat hongshui, supaya rejekinya turun, selalu membantu orang.

Orang seperti saya harus mati anak, ini nggak habis pikir. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa ini sudah nasib, sudah Tuhan tentukan, saya relakan walau tidak ada jawaban. Lalu tahun berikutnya, isteri saya mengandung lagi. Kali ini kami jaganya lebih hati-hati. Pakai dokter yang lebih canggih dan kami lebih rajin periksa ke dokter. Namun sampai bulan ke 8, isteri saya demam, lalu saya periksakan ke dokter. Dokter tersebut memeriksa perutnya dengan stetoskop, dan tidak menemukan detak jantung anak saya. Setelah di USG, hasilnya adalah anak saya yang masih dalam kandungan sudah menjadi mayat!

Sudah 2 kali terjadi demikian, saya mulai mencari jawaban kemana- mana. Kepada siapa saya bertanya? Jika kepada pendeta, dia akan bilang bahwa dia punya Tuhan hebat, jika saya bertanya kepada biksu, dia akan bilang bahwa dia punya jalan bener. Saya bertanya, kenapa saya harus mati anak dua? setiap manusia bisa memberikan alasan yang bermacam-macam, tetapi apakah itu benar? *Lalu, pada suatu malam, saya bertanya: "Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, siapakah diri-Mu? Jelaskanlah masalahku!"*

Dari dalam hati, terdengar suara-Nya yang lembut mengajar saya. Dia bilang: "Mati anak dua masih belum cukup, mati 100 pun itu masih pantas. Kenapa? Karena yang kamu lakukan sekeluarga adalah dosa terhadap Tuhan, bukan dosa kepada manusia!"

Saya jelaskan. Kalau saya punya dosa terhadap saudara, ada Tuhan yang menjadi Hakimnya, Amien? Tetapi, kalau saya berdosa kepada Tuhan, siapa yang menjadi hakimnya? Pasti celaka! Dosa sama manusia bisa diselesaikan, tetapi kalau dosa sama Tuhan?

Wah, celaka…

Sekarang akan saya jelaskan satu persatu, dosa terhadap Tuhan yang telah saya lakukan…

Diantara kalian yang keturunan china mungkin mengenal yang namanya kweepang. Saya, sejak umur 2 tahun, sudah di kweepang kepada dewi kwan im, karena menurut shionya tidak cocok dengan mama dan dengan papa dan keluarga. Karena semuanya tidak cocok, maka dipisahkan dari orang tua.

Saya permisi tanya:

Ajaran mana, orang tua tidak mengakui anak kandungnya sendiri dan anak tidak boleh mengakui orang tua kandungnya sendiri? Ajaran kebenaran dari mana, apakah mengajarkan supaya kita menyangkal anak kandung kita sendiri dan apakah ajaran kebenaran itu juga mengajarkan supaya kita tidak mengakui orang tua kita? Yang mengajarkan demikian, pastilah berasal dari si setan. Amien.

Karena dia mengajarkan kita supaya menyangkal orangtua kita, dan mengajarkan orangtua untuk menyangkal anaknya. Kalau memang bukan jodoh, kenapa Tuhan beri kita anak? Kenapa anak ini tidak dilahirkan di orang tua lain? Bukankah justru karena dia jodoh kita maka Tuhan beri dia jadi anak kita? Setan tidak senang. Dia lalu bilang tidak cocok! Ciong abis! Dengan demikian, setan mengajarkan untuk menolak pemberian Tuhan. Nah itulah ajaran dari si jahat. Siapa saja yang menerima kweepang kepada orang lain, atau menyangkal anak, berarti telah menghina pemberian Tuhan. Dengan demikian kita berdosa kepada Tuhan.

Orang yang berdosa kepada Tuhan, jangan harap masa depan keluarganya bisa baik. Akan banyak penyakit, anak besar jadi brengsek, keluarga berantakan karena nurutin ajaran si jahat. Itulah mengenai kweepang. Roh Kuduslah yang mengajarkan kepada saya, setelah saya menerima Yesus. Bukan dari ajaran manusia. Dengan demikian aku menjadi percaya kepada Yesus. Engkau benar, Tuhan.

Sekarang mengenai kwamia. Mengapa bisa tepat? mangapa masa lalu bisa tepat? mengapa masa depan bisa tepat? Saya minta anda membaca Ulangan 13:1-5 terlebih dahulu. Ini tentang ramalan yang bisa tepat, Tuhan menguji apakah kita tetap setia kepadaNya atau tidak.

*Ulangan 13:1-5 berkata: Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat, dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: mari kita mengikuti tuhan yang lain, yang tidak kau kenal, dan mari kita berbakti kepadanya, maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Yang Menciptakanmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Yang Menciptakanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. TUHAN, Yang Menciptakanmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut. Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena telah mengajak murtad kepada TUHAN, Yang Menciptakanmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan – dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Yang Menciptakanmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kau hapuskan yang jahat itu dari tengah- tengahmu.*

Saudara, kwamia adalah dosa kepada Tuhan juga.

Saya mau bertanya, adakah orang tua disini yang merencanakan yang jelek buat anaknya? Ada nggak orang tua yang merencanakan supaya anaknya kawin cerai berkali-kali? Lalu usaha anaknya bangkrut? Apa kita ingin supaya anak kita sakit-sakitan? Tentu tidak, bukan?

Saya punya anak mati dua, setelah terima Yesus, saya mendapatkan 2 anak. Saya bisa merasakan sendiri, bahwa saya akan merencanakan supaya anak saya masa depannya baik. Sekarang silahkan tanya pada diri sendiri: Tuhan pencipta langit dan bumi, apakah Dia senang jika kita hidup susah? Tidak umur panjang? Memberikan sakit penyakit? Punya anak masa depannya jelek? Keluarga berantakan? Apakah takdir Tuhan memang begitu?

Saudara, Tuhan mengasihi kita lebih besar dari kita mengasihi anak kita sendiri. Tidak mungkin Dia rencanakan yang jelek kepada kita. *Dia mengatakan bahwa rancanganKu adalah rancangan damai sejahtera, bukan rancangan kecelakaan.(Yeremia 29:11)*

Nah, sekarang, kita sebagai ahli kwamia, tiap hari kerjanya apa?

Yaitu memfitnah Tuhan! Waktu ada orang datang minta kwamia, lalu kita tebak masa lalunya: Anakmu meninggal umur 11, benar atau tidak? Benar, kenapa begitu? Lalu kita jawab: Sudah nasib, sudah takdir, sudah ditentukan oleh Tuhan. Lalu tebakan kedua: Isterimu sakit, lalu meninggal, benar atau tidak? Betul sekali, kenapa ya? Lalu kita jawab: Sudah tertulis di pe-ji bahwa kamu akan kematian isteri dan anak. Contoh lain: Ada anak muda usahawan, saya lihat nasibnya, dia bangkrut. Lalu dia tanya kenapa, saya jawab: Itu memang sudah nasib kamu.

*Bisa saudara bayangkan, tiap hari saya kerjanya begitu. Saya katakan sudah nasib, Tuhan kasih kamu nasib jelek, nasib jelek, nasib jelek, Tuhan kasi kamu kecelakaan, Tuhan kasi kamu sakit penyakit, sudah tertulis di tangan, di pe-ji. Itu namanya kita memfitnah Tuhan!*

*Saya contohkan: Anak anda bangkrut, rumah tangga berantakan, lalu saya katakan bahwa anda sebagai orang tuanya yang menjadi penyebabnya. Anda sebagai orang tua tidak pernah merancangkan yang buruk untuk anak anda, tetapi saya fitnah! Lalu, apakah anda senang akan tuduhan saya?*

Maka, Tuhan pencipta langit dan bumi, marah sama kita orang. Setiap orang yang melakukan kwamia dan hongshui adalah kekejian bagi Tuhan. Saudara tahu, mau pergi atau tidak ke peramal itu urusan saudara, dan mau bicara atau tidak itu urusan saya.

Saudara yang terkasih, kalau ada yang datang ke kwamia, dia punya roh harus tunduk. Waktu dia masuk ke rumah kami, rohnya ditundukkan oleh dewa atau tuhan-tuhanan yang kami pelihara. setelah rohnya tunduk, maka rohnya akan bocorkan masa lalunya kepada dewa peliharaan kami, lalu dewa peliharaan kami menceritakan kepada kami. sampai letak tahi lalat tubuhnya ada dimanapun kami bisa tahu. begitulah rahasianya kenapa masa lalunya bisa kami tebak dengan tepat, karena rohnya sendiri yang membocorkan rahasianya kepada kami.

Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? (I Kor 2:11)

Sekarang masa lalu bisa tepat, itu tidak aneh. Kita sudah sadar. Tapi masa depan kok bisa tepat? Nah itu baru aneh, benar bukan? Bagi saya tidak aneh sekarang, karena saya tahu kebenaran dari Tuhan Yesus dan Tuhan Yesus punya kebenaran telah memerdekakan saya. Dan saya juga jadi tahu tipudaya setan. Cara tahu masa depan bisa tepat, saya ungkapkan di sini.

Padahal Tuhan selalu merencanakan yang baik buat kita, buat keluarga kita, buat anak kita. Tetapi setan selalu berusaha untuk memfitnah Tuhan. Nasib saudara yang datang ke kwamia, yang jelek, yang kecelakaan, yang bangkrut, adalah hasil rekayasa dari si setan. *Jadi, orang yang datang minta diramal bukan tanggungjawab Tuhan lagi, tetapi hidupnya telah menjadi milik si setan.*

*Ketika roh orang tersebut tunduk, yang terjadi bukan saja roh tersebut akan membocorkan rahasia masa lalunya, tetapi juga akan mematuhi apa saja yang akan diperintahkan oleh dewa peliharaan kami.* Dewa (=setan/roh jahat) itu tinggal bilang, perintah, bahwa tahun sekian bulan sekian kamu harus kecelakaan, harus jatuh sakit, harus mengalami kebangkrutan. Lalu dewa tersebut menceritakan pada kami, ahli kwamia yang tidak tahu apa-apa, bahwa akan terjadi nasib jelek dalam masa depan hidup orang tersebut. Saudara tahu, bahwa 90% ramalan dari kwamia adalah buruk! sedangkan yang mujur pun belum tentu benar-benar terjadi.

Itulah rancangan setan terhadap kita. Nah, kalau saudara merelakan diri di kwamia, berarti saudara merelakan nasib saudara di tangan setan, Tuhan tidak bertanggung jawab atas hidup saudara. Dan setan ingin agar saudara masuk neraka. Dia mengajar manusia untuk memfitnah Tuhan yang baik, dia mengajar untuk menolak anugerah Tuhan. Inilah kebenarannya, saudara mau ke kwamia lagi? Silahkan, kalau saya, sudah tahu kebenaran ini, lebih baik menyerahkan hidup saya kepada Yesus. Mati sekarang pun tidak apa-apa. Karena dunia ini sementara, dan saya akan pergi ketempat yang Ia telah sediakan buat saya.

Kemudian tentang Hongshui. Memang banyak kita orang chinese liat hongshui, dan hongshui 100% menceritakan tentang duniawi. Dan ada arah arah gunung-gunungnya yang harus kita hadapi dan ada pintu-pintu yang harus menghadap ke mana. Itu semua dari dunia. Dan di buku hongshui tidak ada kata sorga. Hanya saja banyak bercerita tentang sorganya dunia. Siapa yang mau cari dunia, silahkan cari hongshui.

Memang dia bisa bantu kita. Selama 2 tahun, 5 tahun, dan paling lama 10 tahun. Dengan percaya kepada hongshui, berarti saudara telah meninggalkan Tuhan, dan akan mengalami tagihan dari setan. Kalau bagi Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, kita berada dimanapun, rumah seperti apa pun, kalau Dia mau berkati kita, siapa yang bisa menghalangi? Amin!

Nah, kalau pakai hongshui, berarti menyangkal Tuhan, bahwa kita harus pakai akal kita, harus pakai ilmu-ilmu itu supaya mendatangkan berkat. Dan saudara sudah lari dari kebenaran ini, bahwa letak dimanapun juga Tuhan sanggup berkati kita. Jadi yang penting bukan hong shui, tetapi dekat dengan Tuhan! Biar pintunya arah apapun juga tetap baik, amin?

Itu bahayanya apa? Hongshui aslinya adalah benar-benar ilmiah.

Bagaimana mencari angin supaya ketika buka jendela, ventilasi udaranya baik. kalau pagi-pagi pintu kita buka, harus ada sinar mataharinya, supaya kalau kita punya anak bisa terkena sinar matahari dan tumbuh sehat. Dan arahnya jangan yang tusuk sate, karena angin tusuk sate itu kencang dan tidak sehat buat rumah itu. Bukan karena ada setan atau apa, tetapi memang secara ilmiah itu benar.

Akhirnya setan melihat cara ini untuk menjaring banyak jiwa. Maka dia pakai cara ini untuk menjerat jiwa-jiwa supaya mengikuti dia. Caranya bagaimana?

Setiap orang yang datang kepada kami, minta supaya usahanya maju, supaya anaknya bisa sehat dan cepat besar, kami minta supaya rumah orang tersebut dirobah menurut cara kami. dalam fengshui itu ada 24 arah, separuh baik dan separuh jelek. Setelah dirobah, maka rumah itu jadi berantakan. Dapur yang mulanya arah kesini, kami katakan salah, arahnya musti deket kamar. Yang seharusnya buka pintu dapur begini biar gampang, kami bilang salah, bukanya harus dibalik.

Akhirnya rumah orang itu jadi berantakan, dan lucunya, orang itu malah demen. Berani keluar duit berapapun untuk merobah rumahnya. Biar keluar masuk susah, yang penting hoki masuk, pikirnya. Memang hoki bisa masuk, dan bisa kasi uang, usaha bisa maju, anak sehat dan cepat besar. Tapi ilmu itu bukan datang dari Tuhan. Kalau ajaran Tuhan, yang penting dekat dengan Tuhan maka akan diberkati, bukan karena hongshui.

*Siapa yang menyerahkan rumahnya untuk hongshui, berarti sudah menyerahkan rumahnya untuk dikuasai oleh setan. Setan yang menjadi tuan atas rumah yang di hongshui. Dan setan memberi uang, itu benar. Sampai 2 tahun, sampai 5 tahun, sampai 10 tahun, *lalu datang tagihan. *Tagihannya apa? bukan mau uang saudara, tetapi keluarga saudara, satu persatu, nyawanya akan diambil.* Dengan demikian, tidak pantas, hanya menyicipi kebaikan selama 2 tahun sampai 10 tahun kita mendapat musibah sehingga anak kita umur 21 tahun mati, umur 33 tahun mati, orang tua kita belum 50 tahun sudah mati, dan ada anak atau saudara kita dalam keluarga yang menjadi tidak waras. Itu semua karena kutukan.

Menyerahkan rumahnya kepada setan untuk hongshui. Saudara mau? Apakah saudara percaya kebenaran ini? Mau ikut yang mana? Jalan dunia, pilih hongshui. Jalan keselamatan, pilih Yesus. Saudara silahkan pilih.

Dan yang paling kasihan, tukang kwamia dan ahli hongshui sendiri juga ditipu sama si setan. Seperti saya dahulu, bukan maksud mau menipu saudara dan bukan maksud tukang kwamia itu menipu uang saudara, tidak. Maksud tujuannya baik, Tetapi dia sendiri ditipu setan, seperti keluarga saya harus mati anak dua, dan di keluarga saya ada cici yang gagu dan nggak bisa denger.

Saudara, yang terakhir. Dosa yang paling besar adalah dosa penyembahan pada patung-patung berhala. Saudara tahu? Kalau dahulu saya sembahyang itu dibilang sembah setan, kata orang kristen, saya bilang kurang ajar! Akhirnya saya bertanya: Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, mengapa saya tidak boleh menyembah patung-patung?

Saudara, sekarang mari kita berpikir. Tuhan menciptakan langit dan bumi ini, lalu barulah Ia menciptakan manusia. Artinya, apa yang kita butuhkan sudah tersedia baru kita ada. Ia adalah Tuhan yang memelihara kita. Ada ajaran si setan, ajaran dari si jahat. Manusia menciptakan tuhan! Ambil satu kayu, sebongkah batu, lalu dia bikin. Inilah Tuhan! Manusia menciptakan tuhan, saudara. Kebenaran mengajarkan apa? Tuhan menciptakan manusia! Bukannya manusia menciptakan tuhan. Nah, ini ajaran siapa? Ajaran dari kegelapan. Setelah itu apa? Sesudah mencipta tuhan, lalu dikasi rumah! Dikasi makan! Dipelihara! Tuhan marah, saudara! Seperti saya, mati anak dua belum cukup, mati 100 pun masih pantas! Karena ingin melebihi Tuhan!

Memutar balikan kebenaran! Yang mau sembahyang sekarang, silahkan pergi saudara sembahyang! Itu urusan saudara.

Kalau saya, menyembah kepada Yesus, Pencipta langit dan bumi. Karena hanya Dia yang berhak menerima penyembahan itu. Dia TUHAN yang hidup, sedangkan patung adalah untuk yang sudah mati. Cukup berdoa dan menyembah dalam roh dan kebenaran, karena kita tahu bahwa Dia denger semua doa kita, Dia tahu isi hati kita. Kita tidak perlu pelihara Dia, tetapi memuji Dia, akan kasihNya, kebaikanNya.

Terakhir, banyak orang chinese di indonesia bilang bahwa saudara mereka yang masuk kristen itu orang paling bodoh! Kenapa? Kok bisa aja percaya sama Yesus yang bule itu lho. Saudara, sekarang saya misalkan begini. Kalau saya sakit kanker, lalu tabib di china tidak ada yang bisa mengobati, tapi saya dengar kabar ada dokter bule yang punya peralatan canggih dan sanggup obati penyakit saya, apakah saya tolak dia? Tentu tidak bukan? Saya bodoh atau tidak kalau begitu? Nah, Yesus itu Dokter segala dokter.Penyembuh Yang Maha Agung.
Dia sanggup sembuhkan saya, bahkan selamatkan nyawa saya sekeluarga supaya tidak dilemparkan keneraka. Tentu saya pilih Yesus, walaupun dia bule.

Tuhan pencipta langit dan bumi datang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita semua. Tidak penting apakah Ia bule, mata biru, lalu kita tolak. Kita manusia semuanya sama, tidak boleh protes kepada Tuhan kenapa tidak datang sebagai orang cina. Kita ciptaanNya harus menurut, jangan belagu. Kalau menolak Yesus berarti menolak perintah Tuhan.

*Saudara, silahkan. mau percaya atau tidak, terima atau tidak itu urusan saudara. Bicara atau tidak itu urusan saya. Itulah kesaksian saya. Amien!Terpujilah Tuhan Yesus!*

* * * * *

*Orang yang berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal, yakni yang berzinah dengan bertanya kepada mereka, AKU sendiri akan menentang orang itu dan melenyapkan dia dari tengah-tengah bangsanya. (Imamat 20:6)*

Bacaan Liturgi 26 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa III. PW S. Timotius dan Titus, Uskup. ROH YANG MEMBANGKITKAN. St Timothy and St Titus.

Bacaan Liturgi 26 Januari 2018.

Hari Biasa, Pekan Biasa III.
PW S. Timotius dan Titus, Uskup.

ROH YANG MEMBANGKITKAN. 

St Timothy and St Titus. 

#


Bacaan Liturgi 26 Januari 2018.
Hari Biasa, Pekan Biasa III.
PW S. Timotius dan Titus, Uskup.


Bacaan Pertama

2Tim 1:1-8
Aku teringat akan imammu yang tulus ikhlas.
Pembacaan dari Surat kedua Rasul Paulus
kepada Timotius:


Dari Paulus, rasul Yesus Kristus
yang oleh kehendak Allah diutus memberitakan
janji tentang hidup dalam Kristus Yesus,
kepada Timotius, anakku yang kekasih:

Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera
dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita,
menyertai engkau.


Aku mengucap syukur kepada Allah,
yang kulayani dengan hati nurani yang murni
seperti yang dilakukan nenek moyangmu.
Aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku,
baik siang maupun malam.
Dan bila terkenang akan air matamu yang kaucurahkan,
aku ingin melihat engkau kembali
supaya penuhlah kesukaanku.
Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas,
yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois
dan di dalam ibumu Eunike,
dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.

Karena itulah kuperingatkan engkau
untuk mengobarkan karunia Allah
yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan,
melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita
dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia,
Tetapi berkat kekuatan Allah, ikutlah menderita bagi Injil-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN LAIN:
Tit 1:1-5
"Anak yang sejati dalam iman"

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus:
Dari Paulus,
hamba Allah dan rasul Yesus Kristus,
yang ditugaskan memelihara uman orang-orang pilihan Allah
dan pengetahuan akan kebenaran.
Seperti yang nampak dalam ibadah kita;
jadi berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal
yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan
oleh Allah yang tidak berdusta,
dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya
telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil
yang telah dipercayakan kepadaku
sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita.

Kepada Titus,
anakku yang sejati dalam iman bersama:
Kasih karunia dan damai sejahtera
dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita,
menyertai engkau.


Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud
supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur,
dan supaya engkau mengangkat penatua-penatua di setiap kota,
seperti yang telah kupesankan kepadamu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 96:1-2a.2b-3.7-8a.10
R:3
Kasihanilah kami, ya Tuhan,
karena kami orang berdosa.


*Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan,
menyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi!
Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya,

*Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan
yang datang dari pada-Nya .
Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa
Kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.

*Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa,
kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan!
Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya,
bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

*Katakanlah di antara bangsa-bangsa:
"Tuhan itu Raja!
Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah.
Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bait Pengantar Injil
Luk 4:18-19
Tuhan mengutus aku
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin
dan memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan.


Bacaan Injil
Luk 10:1-9
Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:


Pada suatu hari
Tuhan menunjuk tujuh puluh murid,
lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya
ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Kata-Nya kepada mereka, "Tuaian memang banyak,
tetapi sedikitlah pekerjanya.
Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.


Pergilah!
Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba
ke tengah-tengah serigala.

Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut,
dan janganlah memberi salam kepada siapa pun
selama dalam perjalanan.

Kalau kamu memasuki suatu rumah,
katakanlah lebih dahulu,
'Damai sejahtera bagi rumah ini.'

Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera,
maka salammu itu akan tinggal padanya.
Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu.
Tinggallah dalam rumah itu,
makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu,
sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Janganlah berpindah-pindah rumah.
Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota
dan kamu diterima di situ,
makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ,
dan katakanlah kepada mereka,
'Kerajaan Allah sudah dekat padamu.'"

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*ROH YANG MEMBANGKITKAN*

26 Januari 2018

_"Melainkan Roh yang membangkitkan.."_
(2Tim 1:7)


Lectio
2Tim1:1-8 atau Tit 1:1-5; Mzm 96:1-22b-3,7-8a,10; Luk 10:1-9

Rudi mengusulkan pendalaman Kitab Suci bagi anak Remaja dan OMK pada Sandra, ketua seksi kepemudaan. Namun Sandra menjawab :
"Aduh Rud.. Kitab Suci itu benar-benar sakral terutama bagi anak-anak OMK. Saya belum bisa terbayangkan berapa banyak yang datang. Harus hati-hati."


Jawab Rudi :
"San, kita harus OPTIMIS, karena bukan KEKUATAN kita yang akan membuat anak-anak RINDU akan Sabda Allah. Itu kekuatan ROH ALLAH sendiri."


Ketika pendalaman itu diadakan,  ada sejumlah 70 Remaja dan OMK hadir. Mereka terlihat antusias belajar, bertanya, dan berbagi tentang Sabda Tuhan dengan penuh sukacita.


Melihat itu Sandra berkata :
"Rudi, memang kita JANGAN TAKUT, karena Roh Allah bukan saja memberikan KETAKUTAN, justru SEMANGAT dan SUKACITA, terlebih lagi dalam MEWARTAKAN SABDA ALLAH. Terima kasih ya Rudi!"


Rudi pun tersenyum dan berkata :
"Syukur kepada Allah!"

Paulus berkata :
"Sebab Allah memberikan kepada kita bukan ROH KETAKUTAN, melainkan ROH yang MEMBANGKITKAN KEKUATAN, KASIH dan KETERTIBAN."

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

Missio
_Marilah kita selalu menyebarkan SEMANGAT yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban._


*Have a Blessed Friday.*

Mutiara-Iman.org

#



Friday, 26th JANUARY
St Timothy and St Titus
Luke 10:1-9


After this the Lord appointed seventy others, and sent them on ahead of him, two by two, into every town and place where he himself was about to come. And he said to them, "The harvest is plentiful, but the labourers are few; pray therefore the Lord of the harvest to send out labourers into his harvest. Go your way; behold, I send you out as lambs in the midst of wolves. Carry no purse, no bag, no sandals; and salute no one on the road".

After the feast of St Paul yesterday, we celebrate the feast today of two of his very close disciples and collaborators. Timothy accompanied Saint Paul on many of his missionary journeys as a son with a father (Phil 2:22). Saint Paul had great affection for him. During Paul's final trip through Asia Minor he put Timothy in charge of the Church in Ephesus while he gave Titus responsibility for the Church in Crete. Probably St Paul felt encouraged by the faith of his disciples as much as his disciples felt drawn by his love for God. 


Saints never appear isolated. Holiness is contagious. It spreads like an infectious disease. Throughout history we find saints associated with other saints. 


St Ignatius and St Francis Xavier, St Teresa and St John of the Cross, St Francis and St Clare, St Cyril and St Methodius, St Cosmas and St Damian, St. Basil and St. Gregory. A very lovely group of saints are St Leander, St Fulgentius, St Isidore and St Florentina. Do you know what they had in common? Their father and mother!

We are a team. When you strive for holiness you help all those around you. And when you see their struggle you feel strengthened in yours. Like in a football match, you play better when your mates play their best. 


St Josemaria, whose faith made possible great things during his life, said of Bl. Alvaro (who was at his side for more than 40 years): "Next to this man it's impossible not to have faith."

Someone asked a holy priest what they could do to bring more souls to God. The priest answered: "You get closer to Him. They won't be able to resist following you then."


 Mary, Queen of all Saints, keep it fixed in my heart that the best I can do for my family and friends is this: *'be holy!'


*"Many great things depend — don't forget it — on whether you and I live our lives as God wants." (St Josemaría)
#

Commentary of the day :

Catechism of the Catholic Church
§ 863-865

Timothy and Titus, successors of the apostles

The whole Church is apostolic, in that she remains, through the successors of St. Peter and the other apostles, in communion of faith and life with her origin: and in that she is "sent out" into the whole world. All members of the Church share in this mission, though in various ways. "The Christian vocation is, of its nature, a vocation to the apostolate as well.


Indeed, we call an apostolate "every activity of the Mystical Body" that aims "to spread the Kingdom of Christ over all the earth." (Vatican II: AA – Apostolicam actuositatem, The apostolate of the laity– 2).

"Christ, sent by the Father, is the source of the Church's whole apostolate"; thus the fruitfulness of apostolate for ordained ministers as well as for lay people clearly depends on their vital union with Christ. In keeping with their vocations, the demands of the times and the various gifts of the Holy Spirit, the apostolate assumes the most varied forms. But charity, drawn from the Eucharist above all, is always "as it were, the soul of the whole apostolate." (AA 3)

The Church is ultimately one, holy, catholic, and apostolic in her deepest and ultimate identity, because it is in her that "the Kingdom of heaven," the "Reign of God," already exists and will be fulfilled at the end of time. The kingdom has come in the person of Christ and grows mysteriously in the hearts of those incorporated into him, until its full eschatological manifestation. Then all those he has redeemed and made "holy and blameless before him in love," (Eph 1:4) will be gathered together as the one People of God, the "Bride of the Lamb," "the holy city Jerusalem coming down out of heaven from God, having the glory of God." For "the wall of the city had twelve foundations, and on them the twelve names of the twelve apostles of the Lamb." (Rv 21:9-11.14).

#