MENDENGARKAN dalam keheningan
karena jika hatimu dipenuhi oleh hal-hal lain,
Anda tidak dapat mendengar suara Tuhan.
Tapi saat Anda mendengarkan suara Tuhan dalam keheningan hatimu,
maka hatimu dipenuhi olehNya.
*St. Teresa dari Kalkuta*
#
Bacaan Liturgi 08 Mei 2017
Senin Pekan Paskah IV
Bacaan Pertama
Kis 11:1-18
Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun
Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.
Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar,
bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.
Ketika Petrus tiba di Yerusalem,
orang-orang dari golongan bersunat berselisih pendapat dengan dia.
Kata mereka,
"Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat
dan makan bersama-sama dengan mereka."
Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:
"Ketika aku sedang berdoa di kota Yope,
tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi,
dan aku melihat suatu penglihatan:
Suatu benda berbentuk kain lebar
yang bergantung pada keempat sudutnya
diturunkan dari langit sampai di depanku.
Aku menatapnya,
dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat,
binatang liar, binatang melata dan burung-burung.
Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku:
Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!
Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak!
Belum pernah sesuatu yang haram dan tidak tahir
masuk ke dalam mulutku.
Akan tetapi untuk kedua kalinya
suara dari surga berkata kepadaku:
Apa yang dinyatakan halal oleh Allah,
tidak boleh engkau nyatakan haram!
Hal itu terjadi sampai tiga kali,
lalu semuanya ditarik kembali ke langit.
Dan saat itu juga tiga orang berdiri di depan rumah,
di mana kami menumpang;
mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.
Lalu kata Roh kepadaku:
Pergilah bersama mereka dengan tidak bimbang!
Dan keenam saudara ini menyertai aku.
Kami masuk ke dalam rumah Kornelius, perwira Romawi itu,
dan ia menceriterakan kepada kami,
bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya
dan berkata kepadanya:
Suruhlah orang ke Yope
untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.
Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu,
yang akan mendatangkan keselamatan
bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.
Dan ketika aku mulai berbicara,
turunlah Roh Kudus ke atas mereka,
sama seperti dahulu ke atas kita.
Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan:
Yohanes membaptis dengan air,
tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka
sama seperti kepada kita
pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus,
bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
Ketika mereka mendengar hal itu,
mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya,
"Jadi kepada bangsa-bangsa lain pun
Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur
Mzm 42:2-3;43:3.4
R:Mzm 42:3a
Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup!
*Seperti rusa merindukan sungai yang berair,
demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup.
Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
*Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu datang,
supaya aku dituntun dan dibawa
ke gunung-gunung yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
*Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,
menghadap Allah, sukacita dan kegembiraanku,
dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi,
ya Allah, ya Allahku!
Bait Pengantar Injil
Yoh 10:14
Akulah gembala yang baik, sabda Tuhan,
Aku mengenal domba-domba-Ku
dan domba-domba-Ku mengenal Aku.
Bacaan Injil
Yoh 10:11-18
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Pada suatu hari
Yesus berkata kepada orang-orang Farisi,
"Akulah gembala yang baik.
Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
sedangkan seorang upahan yang bukan gembala,
dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri,
ketika melihat serigala datang,
meninggalkan domba-domba itu lalu lari,
sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
Ia lari karena ia seorang upahan,
dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
Akulah gembala yang baik.
Aku mengenal domba-domba-Ku,
dan domba-domba-Ku mengenal Aku
sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,
dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain,
yang bukan dari kandang ini;
domba-domba itu harus Kutuntun juga;
mereka akan mendengarkan suara-Ku,
dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala!
Bapa mengasihi Aku,
oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku
untuk menerimanya kembali.
Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku,
melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri.
Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali.
Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan.
#
" PENGGEMBALA SEJATI ATAU HANYA UPAHAN"
Bacaan Liturgi 08 Mei 2017
Senin Pekan Paskah IV
Bacaan Pertama
Kis 11:1-18 Mazmur 42:2-3;43:3.4 Injil Yoh 10:11-18.
Injil Yohanes 10:11, menulis.
Yesus berkata: Akulah Gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.
Dalam Injil kali ini kita diajak untuk membandingkan seorang gembala baik dengan seorang upahan.
Seorang gembala yang baik menggembalakan domba-dombanya dengan memberikan segala sesuatu yang di milikinya bahkan menyerahkan nyawanya untuk dombanya.
Sebaliknya seorang upahan akan segera meninggalkan domba-dombanya ketika melihat serigala datang; maka sriggala akan menangkap dan mencerai beraikan domba-domba itu. Ia hanya seorang upahan dan tidak akan peduli akan domba-domba yang digembalakannya. Mentalitas seorang upahan secara sadar atau tidak sering merasuk dalam hati kita, bertumbuh dan berbuah dalam pola pikir, perkataan dan prilaku kita dalam kehidupan iman kita.
Keadaan seperti ini perlu dibersihkan dari dalam agar penampilan keluar kita berwujud sebagai pribadi yang berjiwa gembala sejati. Untuk itu kita perlu berjuang dari hari kehari dengan mengundang Yesus Sang Gembala Agung sebagai pemimpin dalam peziarahan hidup rohani kita.
Ada banyak orang tidak setia lagi kepada iman kristiani. Apa tanggapan kita? Ada yang terang-terangan menantang nilai-nilai iman. Apa tanggapan kita?
Berbuatlah sesuatu untuk kemuliaan Yesus Sang Gembala Agung.
Yesus Gembala Agung sejati, jadikanlah aku gembala buat keluarga masyarakat maupun ditempat karyaku melalui perkataan, prilaku dan perbuatanku sebagai gembala yang baik. Amin.
Salam Maria 3x.
Met Hari Senin.
#
Monday, 8th MAY
John 10:11-18
Jesus said: "I am the good shepherd; I know my own and my own know me, as the Father knows me and I know the Father; and I lay down my life for the sheep. And I have other sheep, that are not of this fold; I must bring them also, and they will heed my voice. So there shall be one flock, one shepherd."
"They will heed my voice", says Our Lord. Those who pray heed the voice of Jesus. They will not hear a 'voice' as such, but will be able to recognise what He says.
Like a mother can 'understand' her child even if the baby doesn't pronounce words but just makes random noises. That familiarity with the baby allows the mother to understand.
The same happens in our life of prayer. The more we talk to God, the more we communicate; the more we communicate, the more we can heed His voice and understand His Will for us.
The shepherd's voice gives peace and confidence to the sheep and for that reason they heed it. They trust the shepherd; they know his voice, follow him and feel safe. It's the same with us. Everyone who learns to listen to God's voice trusts Him, because there is no safer place than in God's Hands.
A man was taking care of his blind daughter when he left her for a moment to go to the grocery store and back. Shortly after, a fire broke out in the building. The fire brigade blocked the street and evacuated the neighbours from the building. With a megaphone, the fire chief was encouraging the people still trapped in the building to jump onto the safety net. They all jumped except the blind girl. She was petrified, frozen to the spot at the window, where her father had left her. At that moment the father arrived and was horrified to discover what was happening. He grabbed the megaphone and said: 'Honey! It's daddy down here. Jump on the count of three!' Instantly, without a moment's hesitation she jumped: that voice was well known to her!
She knew that voice and trusted it.
Holy Mary, my Mother, may I learn to hear the voice of God in my prayer; may I learn to trust in Him and jump into His Hands, for there is no safer place than the Hands of my Father God.
#
Mutiara Iman
PINTU
7 Mei 2017
"Akulah pintu" (Yoh 10:9)
Lectio
Kis 2:14a,36-41; Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6; 1Ptr 2:20b-25; Yoh 10:1-10
Setelah selesai berjualan bubur di tengah malam, biasanya Paul pergi dengan teman-temannya untuk berjudi, minum-minum atau pergi ke karaoke. Paul kerap merasakan keesokan harinya dia lalui dengan kekosongan.
Sampai suatu malam, setelah selesai jualan, karena ada pesta rakyat, dia memutar melalui jalan lain. Ketika sedang berjalan, dia mendengar lagu yang begitu merdu seperti lagu rohani. Ketika mencari suara itu, ternyata berasal dari sebuah pintu rumah. Tidak tahu mengapa, dia mencoba masuk ke dalam pintu itu, dan ternyata banyak anak muda sedang mengikuti Pujian dan Doa. Paul menundukkan kepala, merasakan kedamaian hingga air matanya menetes.
Setelah selesai, seorang anak muda bertanya :
"Siapa yang baru pertama kali datang?"
Lalu Paul mengangkat tangan dan diminta maju ke depan.
Setelah memperkenalkan diri, ia berkata :
"Saya penasaran dengan apa yang terjadi dalam pintu rumah ini. Ternyata setelah saya masuk, saya mendapatkan KEDAMAIAN, KELEGAAN dan SUKACITA. Dan saya percaya itu karena YESUS yang menyelamatkan kita."
Kata Yesus sekali lagi :
"Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput."
Pintu Sang Gembala akan memberikan kehidupan dan keselamatan kepada domba-Nya.
Oratio
Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku. Amin
Missio
Marilah kita berjalan mengikuti Yesus, Sang Gembala Baik.
Have a Blessed Forth Sunday of Easter.

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.