Monday, April 17, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar 17 April 2017 Senin Dalam Oktaf Paskah.

Bacaan Liturgi 17 April 2017

Senin Dalam Oktaf Paskah


Bacaan Pertama
Kis 2:14.22-32

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,
dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada hari Pentakosta,
bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul.
Dengan suara nyaring ia berkata kepada orang banyak, "
Hai kamu orang Yahudi
dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem,
ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini:

Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret,
seorang yang telah ditentukan Allah
dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan,
mujizat dan tanda-tanda
yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia
di tengah-tengah kamu,
seperti yang kamu tahu.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya,
telah kamu salibkan dan kamu bunuh
dengan tangan bangsa-bangsa durhaka.
Tetapi Allah membangkitkan Dia
dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut,
karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Sebab Daud berkata tentang Dia:
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan.
Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,
bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.
Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang
kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita.
Ia telah mati dan dikubur,
dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini.
Tetapi ia adalah seorang nabi,
dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya
dengan mengangkat sumpah,
bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri
di atas takhtanya.
Karena itu Daud telah melihat ke depan
dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias,
ketika ia mengatakan,
bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati,
dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,
dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11
R:1
Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.


*Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada Tuhan, "Engkaulah Tuhanku,
Engkaulah bagian warisanku dan pialaku,
Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian
yang diundikan kepadaku."

*Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku,
pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku.
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;
karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

*Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,
dan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

*Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah,
di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Bait Pengantar Injil
Mzm 118:24
Inilah hari yang dijadikan Tuhan,
marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya.


Bacaan Injil
Mat 28:8-15
Katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada waktu itu
perempuan-perempuan pergi dari kubur,
diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.
Mereka berlari cepat-cepat
untuk memberitahukan kepada para murid
bahwa Yesus telah bangkit.

Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,
"Salam bagimu."
Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!
Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,
supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Ketika mereka masih di tengah jalan,
datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota
dan memberitahukan segala yang terjadi itu
kepada imam-imam kepala.
Dan sesudah berunding dengan tua-tua,
mereka mengambil keputusan,
lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
dan berkata,
"Kamu harus mengatakan,
bahwa murid-murid Yesus Nya datang malam-malam
dan mencuri jenazah-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri,
kami akan berbicara dengan dia,
sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."

Mereka menerima uang itu
dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka.
Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi
sampai sekarang ini.

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman

*SAKSI KEBANGKITAN*

17 April 2017


_".. tetapi Allah membangkitkan Dia.."_ (Kis 2:24)

Lectio
Kis 2:14,22-32; Mzm 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat 28:8-15

Sejak saat itu Rudi mulai melayani di Panti Wreda seminggu 3 kali. Dia membawa beberapa guru seperti guru mandarin, melukis, menjahit, menyanyi sehingga banyak opa dan oma bisa mengusir rasa bosen dan kesepiannya karena selalu ada kegiatan.


"Saya merasa seperti masih muda, karena banyak kegiatan."
kata salah satu Oma sambil tertawa bahagia. 


Ketika Rudi mau pulang, guru mandarin ikut menumpang di mobilnya. 

Dalam perjalanan guru itu bertanya :
"Pak Rudi, saya sangat kagum atas apa yang telah Bapak lakukan. Apa yang menyebabkan Bapak melakukan ini semua?"


Rudi menarik nafas panjang dan kemudian menjawab :
"Sudah 30 tahun saya bekerja untuk bisa hidup, dan saya merasa tidak pernah cukup. Tetapi ketika saya ikut Baksos dengan team, dan saya mencoba melakukan sesuatu buat Oma Opa, saya telah menemukan KEHIDUPAN itu, ketika Oma yang tadi tertawa, saya menangis haru di dalam hati. Suatu sukacita yang tak pernah saya dapatkan selama ini."

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka :
".. tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut."

Hidup kita adalah menjadi SAKSI KEBANGKITAN Yesus.

Oratio
Ya Yesus, Engkalau jalan, kebenaran dan kehidupan. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan mewartakan Yesus yang bangkit._

*Have a Blessed Monday in Easter Octave. Aleluia Aleluia Aleluia. Christ is Risen*

Mutiara-Iman.org
*

17th APRIL
Easter Monday
Matthew 28:8-15


So the women departed quickly from the tomb with fear and great joy, and ran to tell his disciples. And behold, Jesus met them and said, "Hail!" And they came up and took hold of his feet and worshipped him. Then Jesus said to them, "Do not be afraid; go and tell my brethren to go to Galilee, and there they will see me."


They say that the sentence: "Do not be afraid!" can be found in the Bible more than 300 times. 


Good teachers always repeat the message that they want to get across. And You, Lord, said it many times to Your disciples. So many times that they never forgot the tone of Your voice saying: "Do not be afraid!"

But what could Mary Magdalene be afraid of now?! Probably she had one single fear: the fear of losing Jesus again. Have you ever found a little child in a crowd, crying because he or she couldn't find Mum? You saw the mother looking for the child nearby and said to the child: 'Look, there she is!' and the tearful child rushed off towards her. Children of God should never be afraid of anything. The disciples were afraid because they had lost Jesus on Good Friday. Their hopes were over; their discouragement stopped them moving forward: fear paralyses. It happens to Christians when, like the little child, they don't feel Jesus' close presence, when they move away from Him by sinning.

My God, may I never be afraid of anything, except losing You, through sin. And if that happens again - for I know very well how weak I am - I beg You to come and search me out as You did these holy women and Your frightened Apostles. O my Jesus, if ever You see me in distress or on the verge of temptation, come and let me hear Your voice again: "Do not be afraid".

"I plead with you - never, ever give up on hope, never doubt, never tire, and never become discouraged. Do not be afraid... Do not be afraid to become the saints of the new millennium!" (St John Paul II). 


"Today I say to you, dear young people: Do not be afraid of Christ! He takes nothing away, and he gives you everything" (Pope Benedict XVI).

My Mother, stay close to this little child of yours that I am. Then I will fear nothing.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.