SEGALA sesuatu dalam hidup memiliki waktunya sendiri.
Ada waktu untuk merayakan dan ada waktu untuk berkabung.
Kini saatnya untuk refleksi dan transformasi.
Mari kita melihat ke dalam diri dan berubah menjadi diri yang seharusnya.
*Aaron Saul*
#
"RETRET AGUNG"
Bacaan Liturgi 01 Maret 2017
Rabu Abu
Bacaan Pertama Yl 2:12-18.
Mzm
51:3-4.5-6a.12-13.14.17
Bacaan Kedua 2Kor 5:20-6:2
Bacaan Injil. Mat 6:1-6.16-18.
Yesus berkata: "Apabila kamu berdoa, masuklah kedalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada besertamu ditempat tersembunyi; dan Bapamu yang melihat hal yang tersembunyi akan membalasmu."
Hari Rabu Abu menandakan bahwa kita sedang memasuki Masa Prapaskah: Retret Agung " bagi seluruh umat. Dalam retret agung ini kita juga di ingatkan bahwa kehidupan didunia ini bersifat sementara saja, kita berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Kehidupan kita yang abadi ada di surga bersama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Namun untuk sampai kesana diperlukan persiapan, dan itulah tujuan kita berada didunia, hingga setiap tahun kita mengadakan retret Agung, untuk mempersiapkan diri bertemu Tuhan.
Dalam Masa Prapaskah ini kita di ajak untuk menempa diri dengan cara pantang, puasa dan doa. Dengan pantang dan puasa secara pribadi kita berusaha melatih diri dalam pengendalian diri dari segala keinginan yang tidak teratur.
Dengan meningkatkan hidup doa, baik pribadi maupun bersama, kita membangun kembali dan meningkatkan relasi dengan Tuhan, sesama dan diri sendiri. Pantang, puasa, doa dan amal baru akan berguna jika lahir dari hati yang murni dan kesadaran yang tulus, bukan untuk gengsi /kesombongan diri.
Marilah berdoa:
Tuhan, berilah kepadaku kerendahan hati untuk mengalahkan keinginan untuk dipuji, disanjung dan diagungkan dalam kehidupanku. Biarlah didalam Masa Prapaskah ini aku boleh belajar menempa diri dan pengendalian diri dengan cara pantang, puasa dan meningkatkan hidup doa. Amin.
Met Hari Rabu Abu.
#
⭕Mutiara Iman
*TERSEMBUNYI*
1 Maret 2017.
_"..maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu"_
(Mat 6:4)
Lectio
Yl 2:12-18; Mzm 51:3-4,5-6a,12-13,14,17; 2Kor 5:20-6:2; Mat 6:1-6,16-18
Rudi dikenal sebagai suami dan ayah yang galak oleh tetangga-tetangganya. Tetapi anehnya seminggu menjelang hari Rabu Abu, rumah itu tampak tenang.
Hal itu membuat Sinta tetangganya sedikit curiga.
Suatu pagi ketika belanja di pasar ia bertemu dengan Lidia istri Rudi yang kelihatan sudah selesai mengikuti misa Rabu Abu.
Lalu Sinta menyapa Lidia dan berkata :
"Lid sekarang keliatannya rumahmu adem ayem saja yah. Suamimu tidak galak lagi yah?"
Lidia hanya tersenyum sambil masuk ke parkiran motor.
Rasa penasaran masih mengganggu Sinta, lalu hari Minggu ia mengikuti keluarga Rudi ke gereja, dilanjutkan dengan pergi ke supermarket membeli beras yang cukup banyak lalu berhenti di suatu daerah yang kumuh.
Sinta melihat Rudi membagikan beras kepada beberapa orang tua yang miskin dan terlihat mereka memeluknya.
Keesokan harinya, Sinta bangun pagi-pagi dan memergoki Rudi dan Lidia sudah rapih.
"Hayo pada mau ke mana pagi-pagi?" tanya Sinta.
"Kami mau ke gereja." jawab Lidia pendek.
Ketika Rudi sedang mengambil motornya, Sinta menghampiri Lidia dan berkata :
"Kok kamu jadi aneh sama Rudi, jadi rajin ke gereja, kemaren memberi sedekah pula. Ada apa?"
Dengan tenang Lidia berkata :
"Rudi dan aku sedang bertobat Sin! Kami tidak perlu melapor kan?"
Dalam kotbah di bukit, Yesus berkata :
"Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Pertobatan yang dilakukan dengan hati yang remuk redam berkenan kepada Allah.
Oratio
Ya Allah, kasihanilah aku orang yang berdosa ini. Amin
Missio
_Marilah kita mengoyakkan hati dan bertobat, sebab Allah kita maha rahim._
*Have a Blessed Ash Wednesday.*
Mutiara-iman.org
#

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.