*Jalani Retret Agung Dengan Semangat Pertobatan*
HARI ini kita memasuki masa Prapaskah, yang diawali dengan perayaan Rabu Abu. Kita menerima abu di dahi yang mengingatkan bahwa manusia berawal dari debu dan akan kembali menjadi debu.
Lewat perayaan ini, kita disadarkan bahwa hidup manusia dibatasi oleh waktu, tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat hidup untuk selamanya.
Masa Prapaskah merupakan kesempatan istimewa untuk memperbaharui hidup kita agar murni dan berkenan di hadapanNya. Bila selama ini tujuan kita dalam berdoa, beramal kasih dan berpantang serta berpuasa adalah untuk memperoleh pujian dan kemuliaan bagi diri kita sendiri, maka marilah ubah sikap kita:
* *Berdoa* karena kita rindu untuk berjumpa denganNya dan sebagai tanda ketergantungan kita kepadaNya
* *Beramal kasih* sebagai ungkapan syukur atas kemurahan hati Tuhan kepada kita
* *Berpantang dan berpuasa* sebagai silih atas dosa dan kesalahan kita
Jalani Retret Agung ini dengan terus menerus berjuang untuk mengolah hati, pikiran, perkataan dan tindakan kita agar selaras dengan kehendakNya, sehingga kita layak dan pantas menyongsong kebangkitan Kristus.
#
Bacaan Liturgi 01 Maret 2017
Rabu Abu
Bacaan Pertama
Yl 2:12-18
Koyakkanlah hatimu, dan janganlah pakaianmu.
Pembacaan dari Nubuat Yoel:
"Sekarang," beginilah firman Tuhan,
"berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu,
dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh."
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu,
berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu,
sebab Ia pengasih dan penyayang,
panjang sabar dan berlimpah kasih setia,
dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.
Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal,
lalu meninggalkan berkat
menjadi korban sajian dan korban curahan bagi Tuhan, Allahmu.
Tiuplah sangkakala di Sion,
adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya;
kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah,
himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia,
kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu;
baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya,
dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya.
Baiklah para imam, pelayan-pelayan Tuhan,
menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata,
"Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu,
dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela,
sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka.
Mengapa orang berkata di antara -bangsa-bangsa:
Di mana Allah mereka?"
Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanah-Nya,
dan menaruh belas kasihan kepada umat-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur
Mzm 51:3-4.5-6a.12-13.14.17
R:3a
Kasihanilah kami, ya Allah,
karena kami orang berdosa.
*Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!
*Sebab aku sadar akan pelanggaranku,
dosaku selalu terbayang di hadapanku.
Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa,
yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.
*Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah,
dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku.
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
*Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu,
dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku.
Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.
Bacaan Kedua
2Kor 5:20-6:2
Berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan.
Pembacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus:
Saudara-saudara,
kami ini adalah utusan-utusan Kristus;
seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami.
Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu:
Berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
Kristus yang tidak mengenal dosa
telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,
supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihati kamu,
supaya kamu jangan membuat sia-sia
kasih karunia Allah yang telah kamu terima.
Sebab Allah berfirman,
"Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,
dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau."
Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu;
hari inilah hari penyelamatan itu.
Demikianlah sabda Tuhan.
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara Tuhan,
janganlah bergetar hati.
Bacaan Injil
Mat 6:1-6.16-18
Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Hati-hatilah,
jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang
supaya dilihat.
Karena jika demikian,
kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Jadi, apabila engkau memberi sedekah,
janganlah engkau mencanangkan hal itu,
seperti yang dilakukan orang munafik
di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong,
supaya mereka dipuji orang.
Aku berkata kepadamu: 'Mereka sudah mendapat upahnya.'
Tetapi jika engkau memberi sedekah,
janganlah diketahui tangan kirimu
apa yang diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik.
Mereka suka mengucapkan doanya
dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat
dan pada tikungan-tikungan jalan raya,
supaya mereka dilihat orang.
Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.'
Tetapi jika engkau berdoa,
masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu,
dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu.
Dan apabila kamu berpuasa,
janganlah muram mukamu seperti orang munafik.
Mereka mengubah air mukanya,
supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.
Aku berkata kepadamu, 'Mereka sudah mendapat upahnya.'
Tetapi apabila engkau berpuasa,
minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa,
melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.
Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi
akan membalasnya kepadamu."
Demikianlah Injil Tuhan.
#

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.