Tuesday, February 28, 2017

RenHar. Selasa. 28 Februari 2017. JALAN yang menuju surga mengikuti Yesus

JALAN yang menuju surga
  adalah jalan yang berisiko,
   sepi
    dan membutuhkan pengurbanan di dunia ini,
      dan hanya sedikit yang bersedia membayar harganya.

Mengikuti Yesus
  berarti kehilangan hidup anda
   dan menemukan hidup baru di dalam Dia.

*David Platt*


Setujukah Anda ?
Apa alasan Anda ?


#


Mutiara Iman

*BERIKANLAH KEPADA YANG MAHATINGGI*


28 Pebruari 2017

_"Berikanlah kepada Yang Mahatinggi.."_
(Sir 35:9)

Lectio4
Sir 35:1-12; Mzm 50:5-6,7-8,14,23; Mrk 10:28-31

Setiap hari Joni memberikan uang jajan kepada anak-anaknya, dan siangnya dia membantu para fakir miskin yang kerap antri di samping rumahnya. 


Tetapi Desi isterinya berkata :
"Pah, mama kok kuatir kamu begitu bermurah hati bagi fakir miskin dan memberikan nafkah untuk kekuarga. Tetapi uangnya adalah dari hasil korupsi dan premanisme anak buahmu. Mama saran supaya papa berhenti."


Tiga bulan kemudian, Joni tidak bisa bangun dari tempat tidurnya karena stroke. 


Di tengah pengobatannya, Joni memanggil anak buahnya dan berkata :
"Son, Ben, kalian kalau bisa berhenti kerja seperti ini. Bekerjalah dengan lebih pantas walaupun menjadi pembersih taman ataupun supir taksi. Pekerjaan itu berkenan kepada Tuhan, sehingga hidup kita pun diberkati-Nya."

Berikanlah kepada yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang Ia berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu.

Persembahan yang terbaik adalah dengan persembahan diri kita bagi Tuhan dan sesama.

Oratio
Ya Bapa, mampukan kami memberikan diri kami bagi-Mu dan bagi sesama. Amin

Missio
_Marilah kita memberi persembahan dari setiap usaha kita kepada Tuhan dan sesama._
*Have a Blessed Tuesday.*

Mutiara-iman.org


#


"MELAKUKAN DENGAN TULUS"

Bacaan Liturgi Selasa 28 Februari 2017
Dalam Pekan Biasa VIII
Bacaan :Sir 35:1-12 Mzm 50:5-6.7-8.14.23 Mrk 10:28-31.

Markus  10:28, menulis.

Petrus berkata:"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau!"

Petrus merasa sudah memenuhi tuntutan Yesus dengan melepaskan segala yang ia miliki lalu mengikuti Yesus. 

Melepaskan perahunya, jalanya, rekan sekerjanya selaku nelayan, pelanggannya, orang tuanya, keluarganya. Ia sudah berkorban banyak. 


Sebagai seorang manusia dengan latar belakang pola pikir sebagai nelayan, wajar jika Petrus mengadakan hitung-hitungan; 

 apa gerangan yang dapat diperoleh dari Yesus.? 

 Apakah keliru kita mengharapkan upah ketika kita bekerja dengan tulus?

 Tidak! 


Tetapi membuat hitung-hitungan karena telah merasa berjasa melayani Tuhan entah, sebagai prodiakon, pengajar, pewarta, donatur atau aktif dalam kegiatan  gereja, layak meminta upah dari Tuhan lewat tuntutan doa agar terkabul dan jika tidak terkabul marah terhadap Tuhan, tentu tidak wajar bahkan mempermalukan diri sendiri! 


Sadarilah, Tuhan telah bekerja setiap saat untuk kita dengan tulus tanpa membuat hitung-hitungan dan meminta upah dari kita.

Marilah berdoa:
Yesus yang murah hati, aku kagum atas semua karyaMu bagiku.

 Engkau melakukannya dengan tulus hati tanpa pamrih sekalipun aku kadang tidak memintanya. 

 Bentuklah aku untuk dapat bekerja seperti Engkau tanpa pamrih.

 Amin.
Met Hari Selasa.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.