KETIKA saya melihat kembali pada kehidupan saya,
saya menyadari
bahwa setiap kali saya pikir saya ditolak dari sesuatu yang baik,
sebenarnya saya sedang diarahkan kembali kepada sesuatu yang lebih baik.
Steve Maraboli.
Smoga Kuasa Roh Kudus menyertai kita semua untuk selalu bersyukur dan selalu peduli terhadap sesama. Bersyukur atas segala Karunia yang telah dimiliki, Keluarga dan teman" baik yang kita kenal. Smoga kita semakin Beriman, Bersaudara dan Berbela Rasa. Tuhan beserta kita. Maranatha. https://2belife.blogspot.com
Monday, August 31, 2015
Diarahkan kepada sesuatu yang lebih baik.
Jangan berkecil hati dan patah semangat.
Tidak semua pelayanan dan perbuatan baik mendapat tanggapan positif,
ada yang curiga,
iri hati bahkan menolak.
Jangan berkecil hati dan patah semangat.
Mari belajar dari Yesus yang tetap setia melanjutkan karya kasihNya kendati ditolak.
Jadikan penolakan sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki diri dan sebagai sarana untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh.
Sunday, August 30, 2015
Saleh dalam Kata dan Perbuatan.
Banyak orang yang hidup keagamaannya terlihat saleh
namun di dalam keluarga sendiri ditakuti
karena perangainya yang buruk.
Sadari,
bahwa di hadapan manusia kita dapat bersandiwara
namun di hadapan Tuhan
semua akan terungkap.
Perkenankan sabdaNya memurnikan hati dan budi kita
agar kita hidup jujur,
selaras dalam kata dan perbuatan.
Saturday, August 29, 2015
Hidup penuh pilihan.
Dalam menjalani hidup,
kita dihadapkan oleh pilihan-pilihan.
Terkadang demi menjaga popularitas,
harga diri dan gengsi,
kita cenderung mencari jalan aman meski bertentangan dengan kebenaran.
Sebagai pengikut Kristus,
kita diutus untuk mewartakan kebenaran.
Mari mohon kekuatan daripadaNy agar kita berani bertindak jujur dan mengatakan tidak terhadap godaan yang menyesatkan.
Friday, August 28, 2015
Lima Renhar Jumat PW.St.Agustinus Uskup dan Pujangga Gereja 28Agustus15 .
RenHar :
Rm.Antara.KAJ
Jumat PW.St.Agustinus Uskup dan Pujangga Gereja
28Agustus15
Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:
- Link 1 : https://drive.bitcasa.com/send/PM4NEFgAlaHTMr44euxnJvyFc9wKs_q6GvXQig6Bwqmp
- Link 2 : https://app.box.com/s/pjuljo4poy09d1ito76rsu4od3glevkw
- Link 3 : http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Jumat%20PW.St.Agustinus%20Uskup%20dan%20Pujangga%20Gereja%2028Agustus15.amr
- Link 4 : http://1drv.ms/1hh0XAw
- Link 5 : https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDejMtLTRyVXdVYTA/view?usp=docslist_api
***
Mutiara Iman
BERJAGA-JAGALAH!
28 Agustus 2015
"Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya" (Mat 25:13)
Lectio:
1 Tes 4:1-8; Mzm 97:1-2b,5-6,10,11-12; Mat 25:1-13
Di suatu Sabtu sore, Paul sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Gereja ketika Audi, teman kosnya memghampirinya dan berkata :
"Paul kita jalan-jalan dan ke Disko yuk!"
Paul menolak dan berkata:
"Sorry Di, aku harus ngajar di Bina Iman."
"Wah kamu muda-muda sudah aktif. Nikmati hiduplah bro!" kata Audi.
Malam harinya, ketika sedang makan malam bersama keluarga salah 1 murid Bina Iman'nya, Paul menerima sms bahwa Audi mengalami kecelakaan motor. Lalu Paul pun segera pergi menuju ke Rumah Sakit, menemui Audi yang sedang terbaring dan berkata
"Paul, kamu benar! Tuhan telah menghukumku dengan musibah ini!"
Tetapi Paul menjawab :
"Tuhan bukan menghukum kau Di, tetapi memberikan kesempatan padamu supaya kamu mau menjadi murid-Nya."
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya : Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.
Saat yang tepat untuk berjaga-jaga adalah sekarang!
Oratio:
Ya Tuhan, dampingilah selalu kami dengan kasih setia-Mu. Amin
Missio:
Marilah kita menjalani hidup kita dengan pertobatan, kasih dan kesetiaan setiap saat.
Have a Blessed Friday.
!**
SabdaNya Jum'at 27-08-15
1 Tes 4:1-8.
Mat 25:1-13
Shalom,
10 gadis dg pnh semangat bersiap menantikan kehadiran mempelai laki2. Yg 5 ber jaga2 akan kemungkinan terlambatnya kedatangan mempelai pria shg membawa minyak cadangan, ttp yg 5 lg tdk mau repot, tdk mau dibebanni dg membawa minyak cadangan.Akibatnya ketika mempelai laki2 ternyata dtg terlambat, ke 5 gadis yg tdk membawa minyak cadangan tdk dpt lg mempertahankan nyala pelita yg dibawanya.
Sbg pengikut2 Kristus, kita tahu bhw rmh kita yg sesungguhnya bknlah didunia ini ttp dialam keabadian. Paulus bbrpkali menyebut kehidupan didunia spt org yg sedang ber kemah : menetap sementara untk kmdn pindah lg.
Dg kata lain,kehidupan didunia ini adlh masa untk menantikan Kristus menjemput kita untk pindah kealam yg lain.Kita tdk pernah tahu kapan saat kedatanganNya, shg kita perlu untk memiliki minyak cadangan yaitu kesetiaan.
Kepd umat di Tesalonika, Paulus mengingatkan agar dlm kehidupan se hari2, mrk hrs tetap menjaga diri untk terus hdp dlm kekudusan,tdk patah oleh godaan kenikmatan tubuh yg sesat n sll menjaga kejujuran /tdk berbuat curang kepd sesama, terutama kepd org2 terdekat kita.
Kesetiaan untk mempraktekkan ajaran n teladan kasih Kristus dlm kehidupan / aktivitas se hari2 inilah minyak cadangan yg hrs terus kita perhatikan krn kesetiaan tdk mgkn dpt diperoleh dlm sekejap wkt saja.
Ke 10 gadis yg awalnya pnh semangat menanti, ketika mempelai yg di nanti2 blm jg hadir, akhirnya terlelap ketika malam tiba n semua menjadi gelap shg tdk dpt bnyk beraktifitas lg.
Didlm kehdpan se hari2 ada saatnya kitapun hrs masuk kedlm kegelapan, kedlm masa2 yg sulit yg tdk menentu dimana tdk bnyk hal yg dpt kita lakukan, selain berharap pertolongan Tuhan. Persoalannya adlh pertolongan Tuhan tdk selamanya dtg spt yg kita harapkan, baik wkt maupun caranya.
Dlm situasi spt ini kesetiaan n kepercayaan kepd Tuhan menjadi sesuatu yg sngt menentukan. Kesetiaan disaat kita tdk mengerti kehendakNya, adlh ujian yg menentukan apkh kita layak untk msk kedlm kebahagiaan abadi bersama Kristus,
Kristus mengingatkan kita untk memiliki minyak cadangan dlm menantikan kedatanganNya kembali.
Paulus mengajak kita untk konsisten hdp mengikuti ajaran Kristus dlm sgl aktivitas kehidupan krn hanya dg dmkn kita terus memupuk kepercayaan n kesetiaan kepd Allah.
Smg dg terus bertekun didlm doa n merenungkan Firman,kitapun mendpt kekuatan untk hdp dlm kekudusan n kejujuran, shg dlm situasi kehidupan yg bgmnpun, kita tetap setia kepdNya.
Dlm masyarakat saat ini yg selalu ter gesa2 dlm sgl sesuatu, berdoa n merenungkan Firman srg terasa merepotkan. Ttp mari kita ingat, gadis2 yg mau direpotkan dg membawa minyak cadangan yg akhirnya dpt ikut bergembira dlm perjamuan nikah bersama mempelai pria yg di nanti2kan.
Gbu all n hv a blessed Friday.
***
Jumat, 28 Agustus 2015
Peringatan Wajib St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
"… Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus adalah kesatuan ilahi yang erat, yang adalah satu dan sama esensinya, di dalam kesamaan yang tidak dapat diceraikan, sehingga mereka bukan tiga Tuhan, melainkan satu Tuhan: meskipun Allah Bapa telah melahirkan Putra, dan Putra lahir dari Allah Bapa, Ia yang adalah Putra, bukanlah Bapa, dan Roh Kudus bukanlah Bapa ataupun Putra, namun Roh Bapa dan Roh Putra; dan Ia sama (co-equal) dengan Bapa dan Putra, membentuk kesatuan Tritunggal. " (St. Thomas Aquinas)
Doa Pagi
Allah Bapa, cahaya kebenaran, baruilah kiranya di dalam Gereja-Mu semangat yang Kaucurahkan dalam diri Santo Agustinus. Semoga kami merindukan Dikau, sumber kebijaksanaan sejati dan mencari Engkau, asal segala cinta ilahi. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa.
Amin.
Ziarah Batin 2015,
Renungan dan Catatan Harian
1 Tesalonika 4:1-8
Mzm 97:1.2b.5-6.10.11-12
Matius 25:1-13
Renungan
Banyak orang berpikir bahwa menjadi kudus itu sulit, atau kekudusan itu milik rohaniwan/rohaniwati saja. Padahal, semua orang dipanggil Tuhan menjadi kudus. Jadi, awam pun dipanggil Tuhan menjadi kudus, sekalipun hidup dalam keluarga dan melakukan pekerjaan duniawi.
Kita bisa belajar hal ini dari sosok St. Agustinus yang kita rayakan pestanya hari ini. Agustinus dulunya dikenal sebagai anak yang menyusahkan orangtuanya, mengikuti ajaran sesat, hidup moralnya bejat, bergelimang dosa, namun berkat doa dan ketekunan St. Monika, ibunya, Agustinus dijamah Tuhan. Tuhan membelokkan arah hidupnya, menggerakkan hatinya untuk mengenal Allah yang benar, dan mengantarnya menjadi seorang Uskup terkenal dan kudus.
Dalam bacaan pertama, St. Paulus menasihati kita semua untuk menjadi kudus. Panggilan ini dimulai dengan menjauhi dosa: dosa seksual, hawa nafsu dan tipu-menipu. Dosa bisa dihindari dengan hidup bijaksana.
Kisah Injil hari ini tentang 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh, tidak hanya menyatakan kepada kita bahwa ada orang bijaksana dan bodoh, tetapi sebetulnya menyatakan kebijaksanaan dan kebodohan itu juga ada dalam diri setiap orang. Kita perlu berdoa dan memohon rahmat Tuhan agar kita dapat membeda-bedakan roh, sehingga dapat hidup bijaksana, tahu mana yang benar, mana yang dikehendaki Allah, dan mana yang sempurna. Dengan demikian, kita dapat mempersembahkan tubuh kita utuh kepada Tuhan dengan tak bercacat, tak bernoda, tetapi dalam kekudusan.
Ya Tuhan, semoga aku hidup bijaksana dan menjauhi hal-hal bodoh yang membuat aku dapat jatuh dalam dosa.
Amin.
***
Renhar Jumat 28/8
I Tes 4:1-8
Mat 25:1-13.
Injil Matius hari ini mengenai gadis bijaksana dan gadis yang bodoh. Karena itu berjaga-jagalh, sebab kamu tidak tahu kapan waktunya akan tiba.
Apakah kita termasuk orang yang bijaksana /orang yang bodoh.
Seringkali yang menganggap diri BIJAKSANA adalah yang bodoh , sedangkan yang dianggap BODOH adalah yang bijaksana.
Di tengah dunia saat ini, dimanakah kita bisa menempatkan diri di posisi yang tepat?
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Tuhan Yesus akan menilai , bagaimana RELASI kita dengan Tuhan?
Apakah kita MELAKUKAN apa yang Tuhan katakan?
Kita harus BERJAGA JAGA , karena manusia sering kelelahan, dan ingin hidup senang dalam kenikmatan .
Manusia berdosa selalu berusaha mendapatkan keinginannya, tanpa perlu lelah , sehingga manusia seringkali jatuh dalam kebodohan.
Apakah pilihan hidup kita , menjadi gadis BIJAKSANA atau gadis yang BODOH ?
Selamat pagi ..
Berkah Dalem...
<3 ⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣
***
eKatolik - Kalender Liturgi 28 Agustus 2015 Jumat Pekan Biasa XXI PW S. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja.
eKatolik - Kalender Liturgi
28 Agustus 2015
Jumat Pekan Biasa XXI
PW S. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
Bacaan Pertama
1Tes 4:1-8
Inilah kehendak Allah, yaitu supaya kamu semua kudus.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara,
demi Tuhan Yesus kami minta dan menasihati kalian:
Kalian telah mendengar dari kami,
bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah.
Hal itu memang sudah kalian turuti!
Tetapi baiklah kalian melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
Kalian tahu juga petunjuk-petunjuk mana
yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
Yang dikehendaki Allah adalah supaya kamu semua kudus.
Ia menghendaki agar kalian menjauhi percabulan.
Hendaknya kamu masing-masing hidup dengan isterinya sendiri,
dalam kekudusan dan kehormatan,
bukan dalam keinginan hawa nafsu,
seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah.
Dalam hal-hal ini
jangan ada orang memperlakukan saudaranya dengan tidak baik
atau memperdayakannya.
Sebab Tuhan akan membalas semuanya itu,
sebagaimana dahulu telah kami katakan
dan kami tegaskan kepadamu.
Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar,
melainkan untuk melakukan apa yang kudus.
Karena itu barangsiapa menolak ini, bukanlah menolak manusia,
melainkan menolak Allah yang telah memberikan Roh Kudus-Nya
juga kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan.
***
Mazmur
Mzm 97:1-2b.5-6.10-12
R:12a
Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar.
*Tuhan adalah Raja.
Biarlah bumi bersorak-sorai,
biarlah banyak pulau bersukacita!
Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
*Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,
di hadapan Tuhan semesta alam.
Langit memberitakan keadilan-Nya,
dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
*Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan,
bencilah kejahatan!
Dia memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya,
dan akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
*Terang sudah terbit bagi orang benar,
dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.
Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar,
dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.
***
Bait Pengantar Injil
Luk 21:36
Berjaga-jagalah dan berdoalah selalu,
agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.
Bacaan Injil
Mat 25:1-13
Lihatlah pengantin datang, pergilah menyongsong dia!
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Pada suatu hari
Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya,
"Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis,
yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin.
Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak.
Sedangkan yang bijaksana,
selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya.
Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang,
mengantuklah mereka semua, lalu tertidur.
Tengah malam terdengarlah suara orang berseru,
'Pengantin datang! Songsonglah dia!'
Gadis-gadis itu pun bangun semuanya
lalu membereskan pelita mereka.
Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana,
'Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.'
Tetapi yang bijaksana menjawab,
'Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian.
Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.'
Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin,
dan yang sudah siap sedia
masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah.
Lalu pintu ditutup.
Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata,
'Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!'
Tetapi tuan itu menjawab,
'Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.'
Karena itu, berjaga-jagalah,
sebab kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya."
Demikianlah Injil Tuhan.
St. Agustinus.
***
Agustinus adalah bapa Gereja purba yang terkenal. Ia lahir di Tagaste (sekarang: Souk-Ahras), Afrika Utara pada tanggal 13 Nopember 354. Ibunya, Monika, seorang beriman Kristen dari sebuah keluarga yang taat agama, sedangkan ayahnya, Patrisius, seorang tuan tanah dan sesepuh kota yang masih kafir.
Berkat semangat doa Monika yang tak kunjung padam, Patrisius baru bertobat dan dipermandikan menjelang saat kematiannya. Kekafiran Patrisius sungguh berpengaruh besar pada diri anaknya Agustinus. Karena itu Agustinus belum juga dipermandikan menjadi Kristen meskipun ia sudah besar.
Usaha ibunya untuk menanamkan benih iman Kristen padanya seolah-olah tidak berdaya mematahkan pengaruh kekafiran ayahnya.
Semenjak kecil Agustinus sudah menampilkan kecerdasan yang tinggi. Karena itu ayahnya mencita-citakan agar ia menjadi seorang yang terkenal. Ia masuk sekolah dasar di Tagaste. Karena kecerdasannya, ia kemudian dikirim untuk belajar bahasa Latin dan macam-macam tulisan Latin di Madauros.
Pada usia 17 tahun, ia dikirim ke Kartago untuk belajar ilmu retorika. Di Kartago, ia belajar dengan tekun hingga menjadi seorang murid yang terkenal.
Namun hidupnya tidak lagi tertib oleh karena pengaruh cara hidup banyak orang yang tidak mengikuti aturanaturan moral. Ia menganut aliran Manikeisme, suatu sekte keagamaan dari Persia yang mengajarkan bahwa semua barang material adalah buruk. Minatnya pada aliran ini berakhir ketika ia menyaksikan kebodohan Faustus, seorang pengajar Manikeisme.
Selanjutnya selama beberapa tahun, ia meragukan semua kebenaran agama-agama.
Pada tahun 383 ia pergi ke Roma lalu ke Milano, kota pemerintahan dan kota kediaman Uskup Ambrosius. Di Milano ia mengajar ilmu retorika. Banyak orang Roma berbondong-bondong datang kepadanya hanya untuk mendengarkan kuliah dan pidatonya. Di kota itu pun ia berkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius, seorang mantan gubernur yang saleh. Ia menyaksikan dari dekat cara hidup para biarawan yang mengikuti suatu disiplin hidup yang baik dan membahagiakan. Mereka bijaksana, ramah dan saling mengasihi. Hatinya tersentuh dan mulailah ia berpikir: "Apa yang mendasari hidup mereka? Injilkah yang menjiwai hidup mereka itu?" Kecuali itu, ia sering mendengar kotbah-kotbah Uskup Ambrosius dan tertarik pada semua ajarannya. Semuanya itu kembali menyadarkan dia akan nasihat-nasihat ibunya tatkala ia masih di Tagaste.
Suatu hari, ia mendengar suara ajaib seorang anak:
"Ambil dan bacalah! ".
Tanpa banyak berpikir, ia segera menjamah Kitab Injil itu, membukanya dan membaca:
"Marilah kita hidup sopan seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya" (Rom 13:13-14).
Agustinus yang telah banyak mendalami filsafat itu akhirnya terbuka pikirannya dan melihat kebenaran sejati, yakni wahyu ilahi yang dibawakan Yesus Kristus. Ia kemudian bertobat dan bersama dengan sahabatnya Alipius, ia dipermandikan pada tahun 387.
Dalam bukunya 'Confession', ia menuliskan riwayat hidup dan pertobatannya dan dengan terus terang mengakui betapa ia sangat terbelenggu oleh kejahatan dosa dan ajaran Manikeisme.
Suara hatinya terus mendorong dia agar memperbaiki cara hidupnya seperti banyak orang lain yang meneladani Santo Antonius dari Mesir.
Pada tahun 388, ia kembali ke Afrika bersama ibunya Monika. Di kota pelabuhan Ostia, ibunya meninggal dunia.
Tahun-tahun pertama hidupnya di Afrika, ia bertapa dan banyak berdoa bersama beberapa orang rekannya.
Kemudian ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 391, dan bertugas di Hippo sebagai pembantu uskup kota itu.
Sepeninggal uskup itu pada tahun 395, ia dipilih menjadi Uskup Hippo.
Selama 35 tahun ia menjadi pusat kehidupan keagamaan di Afrika.
Rahmat Tuhan yang besar atas dirinya dimuliakannya di dalam berbagai bentuk kidung dan tulisan.
Tulisan-tulisannya meliputi 113 buah buku, 218 buah surat dan 500 buah kotbah.
Tak terbilang banyaknya orang berdosa yang bertobat karena membaca tulisan-tulisannya. Tulisan-tulisannya itu hingga kini dianggap oleh para ahli filsafat dan teologi sebagai sumber penting dari pengetahuan rohani. Semua kebenaran iman Kristiani diuraikan secara tepat dan mendalam sehingga mampu menggerakkan hati orang.
Sebagai seorang uskup, Agustinus sangat menaruh perhatian besar pada umatnya terutama yang miskin dan melarat. Dialah yang mendirikan asrama dan rumah sakit pertama di Afrika Utara demi kepentingan umatnya. Agustinus meninggal dunia pada tanggal 28 Agustus 430 tatkala bangsa Vandal mengepung Hippo.
Jenazah Agustinus berhasil diamankan oleh umatnya dan kini dimakamkan di basilik Santo Petrus.
Yesus ada di dalam anda.
TEMAN-TEMAN,
apakah minyak untuk pelita kehidupan kita?
Mereka adalah hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari:
sukacita,
kemurahan hati,
hal-hal kecil yang baik,
kerendahan hati dan
kesabaran.
Sebuah gagasan sederhana untuk orang lain.
Cara kita berdiam diri,
mendengarkan,
memaafkan,
berbicara dan
bertindak.
Inilah tetes minyak sejati yang membuat pelita menyala terang dalam seluruh kehidupan kita.
Jangan mencari Yesus jauh-jauh,
Dia tidak ada di sana.
Dia ada di dalam anda,
rawatlah pelita Anda dan
Anda akan melihat Dia.
Beata Teresa dari Kalkuta.
Saksi kehadiranNya dan hidup dalam kebenaranNya.
Saat ini kita hidup dalam masa penantian
akan kedatangan Yesus untuk yang ke 2 kalinya.
Jangan sampai penantian yang panjang ini membuat kita terlena
sehingga kita hanya berpusat pada kepentingan pribadi saja.
Mari senantiasa berjaga-jaga dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Bijak dalam mengisi kehidupan ini,
dengan terus menerus berjuang menjadi saksi kehadiranNya
dan hidup dalam kebenaranNya.
Thursday, August 27, 2015
Renhar kedua. Kamis, 27 Agt 2015 PW. St. Monika.
Ada 3 Renhar kedua.
***
HIK: Kamis, 27 Agt 2015
PW. St. Monika
1 Tes 3:7-13
Luk 7:11-17
Mzm 90:3-4,12-14,17
"Mater et Magistra -
Bunda dan Guru."
Inilah salah satu gelar yg bisa kita berikan kepada St Monika yg kita peringati hari ini.
Lewat teladan hidup St. Monika-lah, kt juga dipanggil utk sll mengenang dan menghormati semua ibu dan guru kita krn dr merekalah kt mengalami aneka berkat/rahmat ilahi secara insani.
Adapun St Monika ("MOdalnya NIat dan KAsih") adlh istri dr Patrisius, seorang yg pemarah dan kasar.
Ia jg adlh ibu dari Agustinus, seorang yg suka berfoya-foya dan jauh dari Tuhan.
Ia adlh sosok "nabiah" pendoa dlm keluarga, seorang ibu yg setia, terus menerus selama 20 tahunan berdoa dan meratap dg air mata penuh "HIK"-"Harapan Iman dan Kasih" demi pertobatan keluarga dan terlebih anaknya.
Bisa jadi, ia adalah gambaran dari janda Nain dlm bacaan hari ini.
Ya, berkat cucuran air mata dan doa doanya yg tiada henti itulah, Agustinus bertobat dan mengalami kehidupan baru bahkan menjadi seorang kudus.
Menjelang wafatnya, ia jg berpesan pada Agustinus:
"Yg kuminta kepadamu hanyalah supaya kamu mengingat dan mendoakan aku di altar Tuhan di mana saja kamu berada."
Bisa jadi, hal ini dikatakannya sebab ia telah "melayani" altar itu tanpa melewati satu hari pun utk mendoakan keluarga dan anaknya.
St Monika sendiri dihormati sebagai pelindung ibu rumah tangga:
"Allah yg berbelas kasih, hiburlah mereka yg menderita, air mata Santa Monika menggerakkan belas kasihMu utk menobatkan puteranya, Santo Agustinus, kepada iman akan Kristus.
Dg bantuan doa mrk, bantulah kami jg berbalik dari dosa-dosa kami dan memperoleh pengampunanMu yg penuh belas kasih."
"Cari cuka di Sukabumi-
St Monika doakanlah kami."
Salam HIKers,
Tuhan berkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0
***
Renhar Kamis 27/8
I Tes 3:7-13
Lukas 7:11-17
Injil Lukas hari ini menceritakan mengenai seorang Janda di Nain , yang anaknya dibangkitkan Tuhan sehingga hidup kembali.
Hidup St Monika ,sama sperti Janda di Nain , dia sungguh mengalami PENDERITAAN dan tantangan, dari suami dan anaknya Agustinus.
Ketika anaknya menjalani hidup penuh dosa, Monika tiada hentinya BERDOA dan BERPUASA. Ia sangat tekun dan BERSERAH kepada Tuhan, sehingga Tuhan berbelas kasih kepadanya. Seperti anak janda itu hidup kembali, dan Agustinus yang pintar itupun bertobat, bahkan menjadi orang KUDUS & TOKOH Gereja.
Penderitaan & masalah hidup bagaikan pedang bermata dua, bisa membuat orang menjadi kecewa ; dan bisa juga membuat IMAN dan KASIH semakin tumbuh .
Apakah kita dpt tekun berdoa dan berserah kepada Tuhan?
Selamat pagi .. Berkah Dalem...<3 ⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
***
Renungan Hari ini. Kamis. 27 Agustus 2015.
Ada 3 renungan.
***
* RenHar Rm.Antara.KAJ
Kamis PW.Sta.Monika 27Agustus15
Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:
- Link 1 : https://drive.bitcasa.com/send/-jigB6ZBEWkSE4_o2b292ULGuew1HnsLw29R0fx14mFh
- Link 2 : https://app.box.com/s/2mi5pu9tybyxkyzyietwcsfsmwsczfdy
- Link 3 : http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Kamis%20PW.Sta.Monika%2027Agustus15.amr
- Link 4 : http://1drv.ms/1hegNvK
- Link 5 : https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDSldkV3luaFF4WG8/view?usp=docslist_api
** Mutiara Iman
JANGAN MENANGIS
27 Agustus 2015
"Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: Jangan menangis!" (Luk 7:13)
Lectio:
1 Tes 3:7-13; Mzm 90:3-4,12-13,14,17; Luk 7:11-17.
Sejak ditinggal kedua orangtuanya, Sandi berjuang agar mampu untuk hidup sendiri. Dengan bekerja sebagai pengatur parkir, ia berhasil tinggal di kontrakan. Karena kebaikannya, banyak orang memberikan tips, karena selama parkir, ia kerap membersihkan mobil yang diparkir.
Suatu malam ia melihat seorang ibu berjalan membawa tas besar, lalu Sandi bertanya:
"Ibu mau ke mana?"
Dan ibu itu menjawab :
"Saya bingung mau ke mana."
Lalu Sandi pun mengajak ibu itu tinggal di kontrakannya. Selama 1 minggu, selama Sandi bekerja, ibu itu tinggal di sana.
Dan suatu malam, ibu itu meninggalkan surat dan berkata:
"Sandi, dalam kesedihan, kamu membantuku, dan sekarang saatnya kamu mendapatkan apa yang harus kamu dapatkan."
Keesokan harinya, beberapa orang menjemput Sandi ke sebuah rumah besar di mana ibu itu berada.
"Sandi, kamu harus tinggal di sini menemani ibu. Saya ada perusahaan bengkel mobil yang bisa kamu jalankan."
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: Jangan menangis!
Ketika kita menaruh belas kasihan kepada sesama, kita telah membawa Yesus.
Oratio:
Yesus, Engkaulah andalanku. Amin.
Missio:
Marilah kita bersimpati kepada orang yang membutuhkan belas kasihan.
Have a Blessed Thursday.
*** Kamis, 27 Agustus 2015
Peringatan Wajib Sta. Monika
1Tes. 3:7-13;
Mzm. 90:3-4,12-13,14,17; Luk. 7:11-17
"Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." (Luk 7,16).
Agawpr
Kita bisa membayangkan betapa sedihnya seorang ibu yang sudah janda dan ditinggal mati anak laki-laki semata wayangnya. Kurang lebih sama dengan kesedihan Monika karena Agustinus, anak lelaki yang begitu dibangga-banggakan, "telah mati" iman dan moralnya. Kecemerlangan intelektualnya berbanding terbalik dengan kehidupan iman dan moralnya.
Doa:
Tuhan, berilah secara khusus berkat-Mu untuk para ibu yang telah banyak berkorban dengan meneteskan keringat dan air mata untuk keberhasilan anak-anaknya.
eKatolik - 27 Agustus 2015. Kamis Pekan Biasa XXI. PW S. Monika.
eKatolik - Kalender Liturgi
27 Agustus 2015
Kamis Pekan Biasa XXI
PW S. Monika
Bacaan Pertama
1Tes 3:7-13
Semoga Tuhan membuat kalian berkelimpahan dalam kasih persaudaraan.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara,
dalam segala kesesakan dan kesukaran
kami merasa terhibur oleh kalian dan iman kalian.
Sekarang kami hidup kembali,
asal saja kalian teguh berdiri dalam Tuhan.
Sebab ucapan syukur apakah
yang dapat kami persembahkan kepada Allah
atas segala sukacita
yang kami peroleh dari padamu di hadapan Allah kita?
Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh,
supaya kita dapat bertemu muka
dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu.
Semoga Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita,
membukakan kami jalan kepadamu.
Semoga Tuhan membuat kalian bertambah
dan berkelimpahan kasih satu sama lain
dan dalam kasih terhadap semua orang,
seperti kami pun menaruh kasih kepada kalian.
Semoga Ia menguatkan hatimu,
supaya tak bercacat dan kudus di hadapan Allah dan Bapa kita
pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita,
bersama semua orang kudus-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
***
Mazmur
Mzm 90:3-4.12-13.14.17
Penuhilah kami dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan,
supaya kami bersukacita.
*Tuhan, Engkau mengembalikan manusia kepada debu,
hanya dengan berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin,
atau seperti satu giliran jaga di waktu malam.
*Ajarlah kami menghitung hari-hari kami,
hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya Tuhan, -- berapa lama lagi? --
dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
*Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu,
supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayat.
Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atas kami!
Teguhkanlah perbuatan tangan kami,
ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah!
***
Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah mengunjungi umat-Nya.
Bacaan Injil
Luk 7:11-17
Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:
Sekali peristiwa
Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain.
Para murid serta banyak orang pergi bersama Dia.
Ketika Yesus mendekati pintu gerbang kota,
ada orang mati diusung ke luar,
yaitu anak laki-laki tunggal seorang ibu yang sudah janda,
dan banyak orang kota itu menyertai janda tersebut.
Melihat janda itu,
tergeraklah hati Tuhan oleh belas kasihan.
Lalu Tuhan berkata kepadanya, "Jangan menangis!"
Dihampiri-Nya usungan jenazah itu dan disentuh-Nya.
Maka para pengusung berhenti.
Tuhan berkata,
"Hai Pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
Maka bangunlah pemuda itu, duduk dan mulai berbicara.
Lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
Semua orang itu ketakutan,
dan mereka memuliakan Allah sambil berkata,
"Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,"
dan,
"Allah telah mengunjungi umat-Nya."
Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea
dan di seluruh daerah sekitarnya.
Demikianlah Injil Tuhan.
BERTEKUN dalam Doa.
BERTEKUN dalam doa
bagaikan mendayung perahu ke arah hulu.
Bila anda tidak bertahan,
anda akan terbawa arus ke hilir.
Bangkitlah.
Hati Yesus tergerak menyaksikan duka seorang janda yang kehilangan putra tunggalnya.
Dengan sentuhan kasihNya,
Ia membangkitkan putra sang janda.
St Monika yang pestanya dirayakan pada hari ini,
juga mengalami belas kasih Allah.
Ketekunan dan kesetiaannya dalam berdoa menggerakkan hati Allah.
Allah turun tangan,
menyentuh hati suami dan putranya,
sehingga mereka bertobat.
Mari miliki iman teguh dan tetap bertekun dalam doa,
Allah peduli dan tak pernah meninggalkan kita.
Wednesday, August 26, 2015
Tuhan berkenan kepada orang yang tulus hatinya.
Hati manusia bagaikan sumber mata air,
tempat berdiam seluruh kehendak, pikiran dan perasaan.
Apapun yang tertanam di dalam hati akan mengalir lewat sikap dan tindakan kita.
Mari menjaga hati tetap murni dengan selalu mengarahkan hati kepadaNya.
Tuhan berkenan kepada orang yang tulus hatinya bukan yang bersikap munafik.
Tuesday, August 25, 2015
Kita lebih suka hancur karena pujian daripada diselamatkan oleh kritikan.
PERMASALAHAN dengan kebanyakan dari kita adalah
kita lebih suka hancur karena pujian
daripada diselamatkan oleh kritikan.
Norman Vincent Peale.
Apakah tindakan dan pelayanan kita selama ini lakukan secara tulus?
Pujian kerap membuat manusia lupa diri
sehingga terdorong untuk membangun citra diri sesempurna mungkin di hadapan sesama
walaupun harus mengurbankan kebenaran dan keadilan.
Bagaimana dengan diri kita?
Apakah tindakan dan pelayanan kita selama ini lakukan secara tulus?
Sadari bahwa Tuhan mengenal kita,
tiada yang tersembunyi di hadapanNya.
Mari jujur terhadap diri sendiri,
tanggalkan topeng kemunafikan dan
hidup selaras dengan citra yang dibangun.
eKatolik - Kalender Liturgi. 25 Agustus 2015.
eKatolik - Kalender Liturgi.
25 Agustus 2015.
Selasa Pekan Biasa XXI
PF S. Yosef dari Calasanz, Imam
PF S. Ludowikus
Bacaan Pertama
1Tes 2:1-8
Kami rela membagi dengan kalian, bukan hanya Injil Allah,
melainkan juga hidup kami sendiri.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika:
Saudara-saudara, kamu sendiri tahu,
bahwa kedatangan kami di antara kalian tidaklah sia-sia.
Memang sebelum datang kepadamu,
kami telah dianiaya dan dihina di kota Filipi,
seperti kalian tahu.
Namun berkat pertolongan Allah kita, kami mendapat keberanian
untuk mewartakan Injil Allah kepadamu
dalam perjuangan yang berat.
Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan
atau maksud tidak murni, atau disertai tipu daya.
Sebaliknya, Allah telah menganggap kami layak
untuk mempercayakan Injil kepada kami,
karena itulah kami berbicara,
bukan untuk menyenangkan manusia,
melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita.
Seperti kalian ketahui, kami tidak pernah bermulut manis,
dan tidak pernah sembunyi-sembunyi mengejar keuntungan pribadi; Allahlah saksinya.
Tidak pernah pula kami mencari pujian dari manusia,
baik dari kalian maupun dari orang-orang lain,
sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus.
Tetapi kami berlaku ramah di antara kalian,
sama seperti seorang ibu mengasuh anaknya.
Begitu besar kasih sayang kamu kepadamu,
sehingga kami rela membagi dengan kalian
bukan hanya Injil Allah,
melainkan juga hidup kami sendiri,
karena kalian memang kami kasihi.
Demikianlah sabda Tuhan.
***
Mazmur
Mzm 139:1-6
R:1a
Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal kami.
*Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku;
Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri,
Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring,
segala jalanku Kaumaklumi.
*Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan,
sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan.
Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku,
dan Engkau menaruh tangan-Mu di atasku.
Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu,
terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.
***
Bait Pengantar Injil
Ibr 4:12
Sabda Allah itu hidup dan penuh daya,
menguji segala pikiran dan maksud hati.
Bacaan Injil
Mat 23:23-26
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Pada waktu itu Yesus bersabda,
"Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kamu orang-orang munafik,
sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar,
tetapi yang terpenting dalam , Taurat kamu abaikan,
yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan.
Hai kalian pemimpin-pemimpin buta,
nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu
tetapi unta di dalamnya kalian telan.
Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi,
hai kalian orang-orang munafik,
sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya,
tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
Hai orang-orang Farisi yang buta,
bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu,
maka sebelah luarnya juga akan bersih.
Demikianlah Injil Tuhan.
Monday, August 24, 2015
BerPikiran Positif atau Negatif ?
PIKIRAN positif menghasilkan kehidupan positif.
Pikiran negatif menghasilkan kehidupan negatif.
Pikiran positif selalu dipenuhi dengan keyakinan dan pengharapan.
Pikiran negatif selalu dipenuhi dengan ketakutan dan keraguan.
Joyce Meyer.
BerPikiran Positif atau Negatif ?
PIKIRAN positif menghasilkan kehidupan positif.
Pikiran negatif menghasilkan kehidupan negatif.
Pikiran positif selalu dipenuhi dengan keyakinan dan pengharapan.
Pikiran negatif selalu dipenuhi dengan ketakutan dan keraguan.
Joyce Meyer.
Perjalanan hidup yang penuh penderitaan menjadi skeptis, tapi percayalah kepada Tuhan.
Perjalanan hidup yang penuh dengan penderitaan kerap membuat seseorang menjadi skeptis,
tidak percaya lagi kepada Tuhan.
Sadari,
bahwa dengan menjauhkan diri daripadaNya,
hidup menjadi lebih terpuruk.
Mari buang seluruh pikiran negatif dan datang ke hadapanNya.
Kesetiaan berjumpa secara pribadi denganNya,
niscaya akan mengubah diri kita.
Hanya bersamaNya kita akan mendapatkan kekuatan,
ketenangan dan kedamaian.
Perjalanan hidup yang penuh penderitaan menjadi skeptis, tapi percayalah kepada Tuhan.
Perjalanan hidup yang penuh dengan penderitaan kerap membuat seseorang menjadi skeptis,
tidak percaya lagi kepada Tuhan.
Sadari,
bahwa dengan menjauhkan diri daripadaNya,
hidup menjadi lebih terpuruk.
Mari buang seluruh pikiran negatif dan datang ke hadapanNya.
Kesetiaan berjumpa secara pribadi denganNya,
niscaya akan mengubah diri kita.
Hanya bersamaNya kita akan mendapatkan kekuatan,
ketenangan dan kedamaian.
Sunday, August 23, 2015
Trust Him.
ANDA mungkin tidak selalu mengerti
mengapa Tuhan mengijinkan hal-hal tertentu terjadi,
tetapi anda dapat meyakini
bahwa Tuhan tidak membuat kesalahan.
Saturday, August 22, 2015
KEBESARAN ditemukan dalam kebaikan, kerendahan hati, pelayanan dan karakter.
KEBESARAN tidak ditemukan dalam harta,
kekuasaan,
posisi atau gengsi.
Namun ditemukan dalam kebaikan,
kerendahan hati,
pelayanan dan karakter.
― William Arthur Ward
Pribadi yang berintegritas, konsisten dalam kata dan tindakan.
Yesus mengecam kemunafikan
karena hanya membuat hidup kita dipenuhi dengan kepalsuan.
Ia melihat hati,
bukan penampilan lahiriah belaka.
Mari belajar menjadi pribadi yang berintegritas,
konsisten dalam kata dan tindakan.
Tumbuhkan juga semangat kerendahan hati.
Dengan demikian kita mampu melayani Dia dan sesama dengan tulus dan sukacita.
Friday, August 21, 2015
Kasih yang tulus dan murni.
Sebagai anak-anak Allah,
kita dituntut untuk memiliki kasih
yang tulus dan murni.
Setia menebarkan kebaikan
tanpa mengharapkan balas jasa,
memiliki kepedulian terhadap sesama
serta bersedia mengasihi,
mengampuni dan
mendoakan yang menyakiti kita.
Kasih mudah diucapkan
namun sulit dilaksanakan
dengan benar.
Hanya bersatu denganNya,
kita dimampukan untuk selalu menghadirkan kasihNya
di tengah dunia yang penuh dengan kekerasan,
permusuhan dan
pertentangan.
Thursday, August 20, 2015
TUHAN menganugerahkan kita dua hadiah.
TUHAN menganugerahkan kita
dua hadiah:
Sebuah Pilihan untuk memiliki kehidupan yang baik
dan
Kesempatan untuk membuatnya menjadi yang terbaik.
eKatolik - Kalender Liturgi. 20 Agustus 2015. Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.
eKatolik - Kalender Liturgi
20 Agustus 2015
Kamis Pekan Biasa XX.
PW S. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja
Bacaan Pertama
Hak 11:29-39a
Yang pertama-tama keluar dari rumahku,
akan kupersembahkan sebagai kurban.
Pembacaan dari Kitab Hakim-Hakim,
Pada suatu hari
Yefta, panglima Israel, tiba-tiba dihinggapi Roh Tuhan.
ia berjalan melalui daerah Gilead dan daerah Manasye,
kemudian melalui Mizpa di Gilead,
dan dari Mizpa di Gilead
ia berjalan terus ke daerah orang-orang Amon.
Lalu bernazarlah Yefta kepada Tuhan, katanya,
"Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan orang Amon ke dalam tanganku,
maka yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku,
pada waktu aku pulang dengan selamat dari orang Amon,
akan menjadi milik Tuhan.
Aku akan mempersembahkannya sebagai kurban bakaran."
Kemudian Yefta berjalan terus
untuk berperang melawan orang Amon,
dan Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangannya.
Ia menimbulkan kekalahan yang amat besar di antara mereka,
mulai dari Aroër sampai dekat Minit, dua puluh kota banyaknya,
dan sampai ke Abel-Keramim.
Dengan demikian orang Amon ditundukkan di depan orang Israel.
Ketika Yefta pulang ke Mizpa,
tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia
dengan memukul rebana dan menari-nari.
Dialah anaknya yang tunggal.
Selain dia Yefta tidak mempunyai anak laki-laki atau perempuan.
Demi melihat anaknya,
Yefta mengoyak-ngoyakkan bajunya, sambil berkata,
"Ah, anakku,
engkau membuat hatiku hancur luluh dan mencelakakan daku.
Aku telah membuka mulut bernazar kepada Tuhan,
dan tidak dapat mundur lagi."
Tetapi anak itu menjawab,
"Bapa, jika engkau telah membuka mulut dan bernazar kepada Tuhan,
maka perbuatlah kepadaku
sesuai dengan nazar yang kauucapkan itu,
sebab Tuhan telah mengadakan bagimu
pembalasan terhadap musuhmu,
yakni orang Amon."
Lalu anak itu menyambung,
"Hanya saja, izinkanlah aku melakukan satu hal ini:
berilah aku waktu dua bulan,
supaya aku pergi mengembara di pegunungan,
dan menangisi kegadisanku bersama-sama dengan teman-temanku."
Jawab Yefta, "Pergilah!"
Dan ia membiarkan anaknya pergi dua bulan lamanya.
Maka pergilah gadis itu bersama dengan teman-temannya
untuk menangisi kegadisannya di pegunungan.
Setelah lewat kedua bulan itu, kembalilah ia kepada ayahnya,
dan ayahnya melakukan
apa yang telah dinazarkannya kepada Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
***
Mazmur
Mzm 40:5.7-10
R:81.9a
Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.
*Berbahagialah orang,
yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan,
yang tidak berpihak kepada orang-orang yang angkuh,
atau berpaling kepada orang-orang yang menganut kebohongan!
*Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,
tetapi Engkau telah membuka telingaku;
kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut.
Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!"
*Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku:
Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku;
Taurat-Mu ada di dalam dadaku."
*Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaah yang besar,
bibirku tidak kutahan terkatup;
Engkau tahu itu, ya Tuhan.
***
Bait Pengantar Injil
Mzm 95:8ab
Hari ini janganlah bertegar hati,
tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.
Bacaan Injil
Mat 22:1-14
Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Pada suatu ketika
Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat
dengan memakai perumpamaan.
Ia bersabda, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya.
Ia menyuruh hamba-hambanya
memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu
tetapi mereka tidak mau datang.
Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan,
'Katakanlah kepada para undangan:
Hidanganku sudah kusediakan,
lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih.
Semuanya telah tersedia.
Datanglah ke perjamuan nikah ini.'
Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya.
Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
dan yang lain menangkap para hamba itu,
menyiksa dan membunuhnya.
Maka murkalah raja itu.
Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana
untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu
dan membakar kota mereka.
Kemudian ia berkata kepada para hamba,
'Perjamuan nikah telah tersedia,
tetapi yang diundang tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan
dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana
ke perjamuan nikah itu.
Maka pergilah para hamba
dan mereka mengumpulkan semua orang
yang dijumpainya di jalan-jalan,
orang jahat dan orang-orang baik,
sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu.
Ketika raja masuk hendak menemui para tamu,
ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta.
Ia berkata kepadanya,
'Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?'
Tetapi orang itu diam saja.
Maka raja lalu berkata kepada para hamba,
'Ikatlah kaki dan tangannya
dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap;
di sana akan ada ratap dan kertak gigi.'
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
Demikianlah Injil Tuhan.
Persiapkan diri utk pesta undanganNya.
Allah menebarkan undangan kepada setiap manusia,
tanpa terkecuali,
untuk ikut bersukacita bersamaNya dalam perjamuan surgawi.
Namun banyak yang menolak
karena lebih memprioritaskan hal duniawi.
Menerima undanganNya adalah pilihan yang benar dan bijaksana.
Dan agar layak hadir di pestaNya,
persiapkan 'pakaian pesta' yang pantas,
yaitu hidup selaras dengan kehendak dan rencanaNya.
Wednesday, August 19, 2015
Bersyukurlah atas apa yang anda miliki.
HAL-HAL yang anda anggap remeh,
orang lain justru berdoa untuk mendapatkannya.
Bersyukurlah atas apa yang anda miliki.
Bersyukurlah. Kita boleh bekerja di ladang Tuhan.
Allah selalu mencari dan memanggil manusia untuk bekerja di kebun anggurNya.
Bagi yang terpanggil, disediakanNya upah yang sama,
yaitu kehidupan abadi bersamaNya.
Jangan pernah merasa lebih hebat sehingga menuntut upah lebih tinggi,
jangan juga merasa iri hati melihat berkat yang diterima orang lain.
Namun bersyukurlah
karena Ia berkenan mengundang kita manusia berdosa,
untuk ambil bagian dalam kerajaanNya.
Tuesday, August 18, 2015
TUHAN memiliki banyak untuk anda. Percayalah dan Lepaskan yang Anda pegang.
TUHAN memiliki jauh lebih banyak daripada apa yang Ia minta untuk anda lepaskan.
Berkat yang jauh lebih besar dan lebih baik,
yang tak terbayangkan,
akan datang jika anda mendengarkanNya.
Percayalah kepadaNya.
TUHAN memiliki banyak untuk anda. Percayalah dan Lepaskan yang Anda pegang.
TUHAN memiliki jauh lebih banyak daripada apa yang Ia minta untuk anda lepaskan.
Berkat yang jauh lebih besar dan lebih baik,
yang tak terbayangkan,
akan datang jika anda mendengarkanNya.
Percayalah kepadaNya.
Bersatu dengan Tuhan di dalam kerajaan surga.
Tujuan akhir hidup manusia adalah bersatu dengan Tuhan di dalam kerajaan surga.
Namun materi, jabatan, kekuasaan kerap membutakan mata hati, membuat seseorang lupa diri sehingga menjadikan Tuhan bukan lagi prioritas utama dalam hidup.
Sebagai pengikutNya,
kita harus berani melepaskan keterikatan pada hal-hal duniawi.
Mari hidup dalam pertobatan dan mengasihi Dia lebih dari segalanya.
Monday, August 17, 2015
Warganegara Ganda.
Kita mempunyai kewarganegaraan ganda :
* Sebagai warga kerajaan Allah, kita harus berjuang untuk membebaskan diri dari tirani dosa dengan selalu bersatu denganNya.
* Sebagai warga Republik Indonesia, kita harus berjuang untuk hidup rukun, saling menghargai dan menghormati dengan menumbuhkembangkan sikap toleransi dan tenggang rasa di antara sesama warga negara.
Mari rajut persaudaraan sejati lintas agama, budaya dan suku dengan membangun sikap dan semangat 100% Katolik dan 100% Indonesia.
Saturday, August 15, 2015
Mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan memiliki hati yang berbelas kasih terhadap sesama.
AJARKAN anak-anak anda dua hal berikut
dan anda telah mengajar mereka dengan baik:
Untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati mereka.
Untuk memiliki hati yang berbelas kasih terhadap sesama.
Belajar dari sikap anak kecil untuk selalu membuka diri terhadap sapaan Tuhan.
Orang tua harus berperan aktif dalam mendidik anak
agar mereka bertumbuh dalam iman.
Jangan hanya mengutamakan pendidikan intelektual saja,
tapi tanamkan benih-benih kristiani sejak dini.
Sebagai orang tua kita juga harus mau belajar dari sikap anak kecil
untuk selalu membuka diri terhadap sapaan Tuhan
dan bergantung penuh kepadaNya.
Friday, August 14, 2015
Hubungan.
HUBUNGAN bertahan
bukan karena ditakdirkan untuk bertahan.
Tetapi karena dua orang membuat pilihan
untuk menjaga,
berjuang
dan bekerja
untuk mempertahankannya.
Hidup saling mengasihi dan saling setia sampai maut memisahkan.
Pernikahan merupakan sakramen,
tanda kehadiran Allah.
Jadi pernikahan bersifat luhur, suci dan mulia
sehingga harus dipelihara, dijaga dan dihargai.
Sebagaimana Kristus setia pada Gereja
maka semua pasutri diundang untuk hidup saling mengasihi dan saling setia di dalam segala hal dan kondisi sampai maut memisahkan mereka.
Thursday, August 13, 2015
eKatolik - Kalender Liturgi. 13 Agustus 2015.
eKatolik - Kalender Liturgi.
13 Agustus 2015.
Kamis Pekan Biasa XIX.
PF S. Ponsianus, Paus, dan Hipolitus, Imam; Martirf
*
Bacaan Pertama
Yos 3:7-10a.11.13-17
Tabut perjanjian Tuhan akan mendahului kalian
menyeberangi Sungai Yordan.
Pembacaan dari Kitab Yosua:
Tuhan bersabda kepada Yosua,
"Pada hari inilah
Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel,
supaya mereka tahu,
seperti dahulu Aku menyertai Musa,
demikianlah Aku akan menyertai engkau.
Maka perintahkanlah
kepada para imam pengangkat tabut perjanjian, demikian,
'Setelah kalian sampai ke tepi air sungai Yordan,
haruslah kalian tetap berdiri di tengah sungai Yordan.'"
Yosua lalu berkata kepada orang Israel,
"Datanglah mendekat dan dengarkanlah sabda Tuhan, Allahmu."
Lalu ia menyambung,
"Dari hal inilah akan kalian ketahui,
bahwa Allah yang hidup ada di tengah-tengah kalian.
Sungguh,
tabut perjanjian Tuhan semesta bumi akan mendahului kalian
masuk ke sungai Yordan.
Begitu kaki para imam pengangkat tabut perjanjian Tuhan semesta bumi,
berhenti di dalam air sungai,
maka air sungai Yordan itu akan terputus;
air yang turun dari hulu akan berhenti mengalir
dan menjadi bendungan."
Ketika bangsa Israel berangkat dari tempat perkemahan
untuk menyeberangi sungai Yordan,
para imam pengangkat tabut perjanjian itu berjalan di depan.
Segera sesudah para imam pengangkat tabut sampai ke sungai Yordan,
dan para imam itu menginjakkan kakinya ke dalam air
di tepi sungai itu,
maka berhentilah air mengalir.
Padahal waktu itu musim panen,
dan selama musim panen air sungai selalu meluap.
Air yang turun dari hulu naik menjadi bendungan,
di kejauhan di dekat Adam,
yaitu kota yang terletak di sebelah Sartan,
sedang air yang turun ke Laut Araba, yakni Laut Asin,
terputus sama sekali.
Lalu menyeberanglah bangsa Israel di hadapan Yerikho.
Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian Tuhan
tetap berdiri di tanah yang kering,
di tengah-tengah sungai Yordan,
sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering,
sampai mereka semua selesai menyeberangi sungai Yordan.
Demikianlah sabda Tuhan.
*
Mazmur
Mzm 114:1-6
Alleluya.
*Pada waktu Israel keluar dari Mesir,
di kala kaum keturunan Yakub
keluar dari bangsa yang asing bahasanya,
maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya,
dan Israel wilayah kekuasaan-Nya.
*Laut melihatnya, lalu melarikan diri,
dan sungai Yordan berbalik ke hulu.
Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan,
dan bukit-bukit seperti anak domba.
*Ada apa, hai laut, sehingga engkau melarikan diri,
hai Yordan, sehingga engkau berbalik ke hulu?
Ada apa, hai gunung-gunung,
sehingga kamu melompat-lompat seperti domba jantan,
hai bukit-bukit, sehingga kamu seperti anak domba?
*
Bait Pengantar Injil
Mzm 119:135.
Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu,
dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Bacaan Injil
Mat 18:21-19:1
Aku berkata kepadamu,
'Bukan hanya sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali
kalian harus mengampuni.'
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:
Sekali peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus dan berkata,
"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kalikah?"
Yesus menjawab,
"Bukan hanya sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."
Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Setelah ia mulai mengadakan perhitungan,
dihadapkanlah kepadanya
seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya,
raja lalu memerintahkan,
supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual
untuk membayar utangnya.
Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya,
"Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi."
Tergeraklah hati raja oleh belas kasihan akan hamba itu,
sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapuskannya.
Tetapi ketika hamba itu keluar,
ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berutang seratus dinar kepadanya.
Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya,
"Bayarlah hutangmu!
Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya,
"Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi.
Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara
sampai semua utangnya ia lunasi.
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih,
lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu
dan berkata kepadanya,
"Hai hamba yang jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan
karena engkau memohonnya.
Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu
seperti aku telah mengasihani engkau?"
Maka marahlah tuannya
dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo,
sampai ia melunasi seluruh utangnya.
Demikian pula Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadapmu,
jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
Setelah Yesus selesai dengan pengajaran-Nya
berangkatlah Ia dari Galilea,
dan tiba di daerah Yudea, di seberang sungai Yordan.
Demikianlah Injil Tuhan.
Komitmen Pengampunan.
PENGAMPUNAN
bukanlah perasaan
namun sebuah komitmen.
Sebuah pilihan untuk menunjukkan belas kasih,
bukan perlawanan terhadap pelaku.
Pengampunan
adalah ungkapan kasih.
Gary Chapman.
Mengampuni sesama dengan tulus dan tanpa batas.
Mengampuni
adalah hal yang sulit dilakukan
karena manusia mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan pembalasan.
Sadari bahwa setiap orang mempunyai seberkas kebaikan di dalam dirinya.
Dengan mengampuni,
kita menumbuhkan sisi baik mereka.
Pengampunan memulihkan relasi yg rusak dan menumbuhkan persaudaraan.
Mari mohon bimbingan Roh Kudus
agar kita mampu mengampuni sesama dengan tulus dan tanpa batas seturut teladan Yesus.
Wednesday, August 12, 2015
Menegur dengan hati.
Dalam hidup berkomunitas,
hendaknya kita memiliki kepedulian terhadap anggota yang berbuat salah.
Jangan berdiam diri,
namun miliki keberanian untuk menegur mereka.
Tegur dengan bijak melalui pendekatan pribadi,
dilandasi oleh motivasi yang baik dan benar,
agar mereka sadar dan bertobat.
Ampuni kesalahan mereka dan dengan tulus dan penuh kasih,
bimbing mereka ke jalan yang benar.









































