MENURUNI bukit lebih mudah daripada mendaki bukit,
namun pemandangan dari atas jauh lebih indah.
Henry Ward Beecher.
***
KERETA KEHIDUPAN...
πππππππππ
Hidup bagaikan sebuah perjalanan menaiki kereta... πππππ
Dengan stasiun-stasiun pemberhentiannya...
dengan perubahan2 route perjalanan...
dan dengan peristiwa2 yang menyertainya…
πππππππππ
Kita mulai menaiki kereta ini ketika kita lahir ke dunia...πΆ
Orangtua kita yang memesankan tiket untuk kita...
πππππππππ
Kita menduga bahwa mereka akan selalu bersama kita didalam kereta...
πππππππππ
Namun, di suatu stasiun, orangtuaπ¨π© kita akan turun dari kereta dan meninggalkan kita sendirian dalam perjalanan ini...
πππππππππ
Waktu berlalu,
dan penumpang lain akan menaiki kereta ini...πΆπΆπΆπΆπΆπΆπ
Banyak diantara mereka akan menjadi orang yang berarti dalam hidup kita
Pasangan kita, teman2, anak2, dan orang2 yang kita sayangi...
π« πͺ π¬π
πππππππππ
Banyak diantara mereka yang akan turun dari kereta selama perjalanan ini...
Dan meninggalkan ruang kosong dalam hidup kita...π©
πππππππππ
Banyak diantara mereka yang pergi tanpa kita sadari
Bahkan, kita tak tahu dimana mereka duduk dan kapan mereka meninggalkan kereta...
πππππππππ
Perjalanan kereta ini penuh dengan sukaπ, dukaπ₯, impian dan harapan, ucapan "hallo"✋π, "selamat tinggal"✋π©, cintaπ dan airmataπ₯...
πππππππππ
Satu misteri dalam perjalanan yang mempesona ini adalah,
kita tak tahu di stasiun mana kita akan turun...
πππππππππ
Maka kita harus hidup dengan cara yang terbaik,
menyesuaikan diri, memaafkan, melupakan kesalahan orang lain,
dan memberikan yang terbaik yang kita miliki...!
πππππππππ
Sangatlah penting untuk melakukan ini,
Sebab, bila tiba saatnya bagi kita utk meninggalkan kereta...kt hrs meninggalkan kenangan yg manis π
@>-- @>-- pergunakanlah waktu yang ada..."
♡
ⓖⓞⓓ ⓑⓛⓔⓢⓢ ⓨⓞⓤ
***
Felisitas adalah seorang wanita bangsawan Romawi. la dikagumi banyak orang bukan saja karena keluhuran budinya sebagai seorang puteri bangsawan, terutama karena keutamaan-keutamaan hidupnya sebagai seorang Kristen.
Bersama anak-anaknya: Aleksander, Feliks, Filipus, Martialis, Silvianus, Vitalis, Yanuarius, Felisitas dituduh sebagai penganut agama Kristen.
Mulanya Publius, Walikota Roma masih bersikap lunak terhadap mereka. Ia berusaha membujuk mereka dengan berbagai cara agar supaya mereka menyangkali imannya. Namun semua bujukan dan janjinya tidak berhasil mematahkan keteguhan iman mereka. Oleh karena itu, ia mengambil tindakan-tindakan kejam atas Felisitas dan anak-anaknya.
Semua siksaan kejam yang ditimpakan pada mereka tidak berhasil melumpuhkan kekokohan iman mereka. Mereka tidak gentar sedikit pun di hadapan segala ancaman Publius. Felisitas dengan semangat meneguhkan iman anak-anaknya. Akhirnya mereka dibunuh oleh para algojo pada tahun 150.

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.