Friday, June 19, 2015

Renhar Jumat Biasa11. 19/6.

Renhar Jumat 19/6.


2 Kor 11:18,  21b-30;
Matius 6:19-23.


"Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." 


Yesus melihat bahwa ada hubungan yang erat antara harta dan hati. 

Harta adalah tujuan yang dicapai. 

Tujuan tersebut merupakan ketetapan hati.  


Kesesatan muncul , ketika kita hanya mengejar harta duniawi semata.  

Maka hati kita pun terikat , oleh urusan-urusan duniawi , hingga melupakan Tuhan dan harta surgawi. 


Untuk apa kekayaan , jika tidak mendatangkan kebahagiaan pada hati kita , bahkan menjadi sumber petaka? 


Kita hidup hanya sekali dan sangat singkat, raihlah kebahagiaan sejati yang  datang dari Allah.  


Karena kebahagiaan sejati,  datang dari hati yang penuh kasih, kebaikan, hidup penuh syukur dan selalu berusaha membantu sesama yang membutuhkan. 


Harta kita yang paling berharga adalah Allah sendiri.  


Marilah kita kumpulkan harta surgawi .. sebagai bekal ketika kita pulang kerumah Bapa 


... Selamat pagi 

.. Berkah Dalem

...<3 ⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺


***


RenHar  Rm.Antara.KAJ.

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://drive.bitcasa.com/send/zW24N4VQIdmxKy8yJxwB_DwbfOw_ATARNI5ZJzKzbXt7

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/0ao3wgk7lqy8sahxksehjyu3cj5k65vh

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Jumat%20Biasa11%2019Juni15.amr

  - Link 4 : http://1drv.ms/1MIpo3F

  - Link 5 :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDc0pLS3p4TV9RZGM/edit?usp=docslist_api

Gbu all.


***


Kisah Orang Kudus.

1. Gervasius dan Protasius, martir.



Gervasius dan Protasius adalah anak-anak dari Santo Vitalis yang dibunuh di Ravenna karena Kristus dan Santa Valeria yang mati sebagai martir di Milano. 

Kedua kakak beradik ini dibunuh di Milano pada tahun 170 karena imannya kepada Kristus. 


Mereka dikuburkan di Milano. Kerangka mereka ditemukan kembali oleh Santo Ambrosius berdasarkan suatu ilham pada tahun 386 di dekat makam Santo Nabot.


2. Romualdus, martir.

Romualdus lahir pada tahun 952.


 Keluarganya, sebuah keluarga bangsawan yang kaya. Sergius, ayahnya adalah seorang pangeran dari Ravenna. 


Keinginannya untuk menjalani kehidupan tapa yang jauh dari keramaian dunia berawal dari peristiwa pembunuhan seorang saudaranya oleh ayahnya karena perselisihan harta warisan. 


Romualdus yang menyaksikan peristiwa pembunuhan itu menjadi bingung dan takut sekali. 

Hari-hari hidupnya terus dihantui peristiwa naas itu. Untuk menenangkan batinnya, ia melarikan diri dari rumah dan masuk sebuah biara yang ada di daerah itu. 


Selama delapan tahun di biara itu ia berdoa dan bermatiraga di bawah bimbingan Marinus, seorang pertapa saleh. 

Bimbingan Marinus berangsur-angsur mengembangkan kepribadian Romualdus hingga menjadi seorang biarawan dan pertapa yang saleh. 


Kemudian bersama Marinus, Romualdus merencanakan pendirian sebuah pertapaan. 

Menyaksikan kemajuan hidup rohani Romualdus, ayahnya Sergius bertobat, bahkan ingin juga menjalani kehidupan tapa seperti anaknya. 

Maka ia masuk biara San Severo yang terletak dekat Ravenna.


 Romualdus menghabiskan waktu 30 tahun lamanya di Italia untuk mendirikan pertapaan dan biara, sambil tetap berdoa, bermatiraga dan bekerja keras. 

Meski hidup rohaninya tampak sangat mantap, namun ia sama sekali tidak lepas dari cobaan-cobaan. 


Selama suatu kurun waktu yang lama, ia merasakan suatu kekeringan rohani yang amat dalam. 

Ia merasa ditinggalkan Allah. 


Namun Tuhan sama sekali tidak meninggalkan dia. 


Pada suatu hari ketika ia sedang mendaraskan Mazmur yang berbunyi: 

"Aku akan memberikan engkau pengertian dan akan mengajarimu", ia merasakan sentuhan rahmat Allah yang membangkitkan lagi semangat rohaninya. 


Tiba-tiba seberkas cahaya ilahi yang terang-benderang menampakan diri padanya. Roh Allah kembali berdiam dalam hatinya. 


Semenjak itu Tuhan tidak meninggalkan dia lagi. la kembali bekerja dengan semangat. Ia dianugerahi kemampuan meramalkan apa yang akan terjadi dan kemampuan memberi bimbingan rohani kepada orang-orang yang datang kepadanya. Lebih dari itu, ia ingin sekali agar bisa menghadapi kematiannya sebagai martir. Untuk itu ia berangkat ke Hongaria untuk mewartakan Injil setelah mendapat restu dari Sri Paus. 


Tetapi setibanya di Hongaria, ia jatuh sakit. Ia kembali lagi ke Italia. Setelah sembuh, ia berziarah ke berbagai tempat. Biara Kamalduli yang didirikannya di dekat kota Fabriano berpengaruh besar di kalangan umat. 


Hampir saja Raja Otto III menjadi anggota biaranya. Romualdus meninggal dunia pada tahun 1027.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.