Tuesday, February 10, 2015

Mutiara Iman.  10 Pebruari 2015.  DEMI ADAT ISTIADAT. 

Mutiara Iman. 

DEMI ADAT ISTIADAT. 
10 Pebruari 2015. 



"Dengan demikian Firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. " (Mrk 7:13)



Lectio:
Kej 1:20-2:4a; Mzm 8:4-5,6-7,8-9; Mrk 7:1-13.



Di suatu sore pada jam pulang kantor, terjadi kemacetan panjang di sebuah perempatan yang selalu ramai dengan kendaraan.


Di tengah kesemrawutan di perempatan itu, terlihat seorang nenek tua yang mencoba menyebrangi jalan dengan berjalan tertatih-tatih dan sedikit bongkok. 


Semua orang melihat bahwa nenek itu tidak akan cukup waktu untuk tiba di tepi jalan diseberangnya. 


Sementara terdengar raungan banyak sepeda motor, mobil, dan juga sirene polisi dari belakang yang siap untuk melewati perempatan itu.


Kira-kira 5 detik sebelum lampu hijau selesai, tiba-tiba seorang polisi meniup peluit keras agar semua kendaraan berhenti agar ia bisa membantu nenek itu menyeberangi jalan.


Mendengar tiupan peluit tersebut, banyak orang yang gusar tanda tak sabar. Tetapi ketika polisi tersebut mulai menuntun nenek tua itu menyebrangi jalan, para pengendara motor pun bertepuk tangan.


Terdengar beberapa orang berkata: "Polisi itu telah mengutamakan kasih dan keselamatan daripada aturan."



Ketika orang Farisi dan Ahli Taurat menanyakan mengapa para murid-Nya tidak mencuci tangan sebelum makan, Yesus menjawab bahwa mereka memuji Allah dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Allah.



Kasih dan kebenaran lebih utama dari segala aturan dan adat istiadat.


Oratio:
Ya Tuhan, Terima kasih atas kasih-Mu. Amin


Missio:
Marilah kita melihat perilaku sesama dari setiap motivasi kasih yang ia lakukan dan bukan dari aturan yang berlaku.



Have a Blessed Tuesday.


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.