Wednesday, June 12, 2013

REN" Rabu, 12 Juni 2013. Pergilah dan beritakanlah.

[KOMSOS_KAJ] 12Juni


 " Aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya"


(2Kor 3:4-11; Mat 5:17-19)


"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum

Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya,

melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau

satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum

semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah

hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian

kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di

dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan

segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang

tinggi di dalam Kerajaan Sorga"
(Mat 5:17-19) ,
demikian kutipan Warta

Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan

sederhana sebagai berikut:


· Jika dicermati dalam kehidupan bersama masa kini ada dua arus kuat

yang saling berlawanan, yaitu kecenderungan para penguasa atau

pemimpin mau mengatur apapun dengan aturan-aturan dan kecenderungan

banyak orang untuk hidup dan berindak sebebas-bebasnya tanpa aturan.


Maka tidak mengherankan bahwa ada banyak aturan atau tata tertib tetap

tinggal dalam tulisan dan tak pernah dilaksanakan.


Sebagai contoh apa

yang terjadi di Seminari Menengah Mertoyudan: Buku Pedoman Pembinaan

Seminari dibagikan kepada semua seminaris, namun buku tersebut hanya

diterima dan kemudian ditumpuk di meja saja, tak pernah dibaca dan

dipelajari, apalagi dilaksanakan atau dihayati.


Di dalam Gereja

Katolik juga ada Kitab Hukum Kanonik, aturan dan tata tertib dalam

hidup menggereja, namun sejauh saya cermati para pastor pun jarang

mempelajari dan memperdalam kembali, lebih-lebih yang terkait dengan

panggilan dan tugas pengutusannya.


Kebanyakan orang mempelajari dan

menfungsikan tata tertib atau aturan bukan untuk diri sendiri,

melainkan bagi orang lain, entah itu untuk menjatuhkan atau membina.

Sabda hari ini mengingatkan dan mengajak kita semua: hendaknya kita

unggul dan handal dalam melaksanakan atau menghayati tata tertib,

lebih-lebih atau terutama tata tertib atau aturan yang terkait dengan

panggilan dan tugas pengutusan kita masing-masing." Janganlah kamu

menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab

para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk

menggenapinya.", demikian sabda Yesus. Menggenapi berarti melaksanakan

serta menyempurnakan, dengan kata lain sebelum menyempurnakan lebih

dahulu melaksanakannya. Marilah kita meneladan Yesus: unggul dan

handal dalam penghayatan aturan atau tata tertib, dan sekiranya harus

menyempurnakan atau merubah hendaknya yang terjadi semakin baik dan

semakin sempurna.


· "Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia,

betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.


Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan

kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak

mempunyai arti. Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan,

betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan"
(2Kor 3:9-11).


Manusia, aneka jenis barang atau harta benda yang ada di

dunia ini mudah pudar dan musnah, hancur tak berbekas sedikitpun,

namun demikian orang sering memandangnya sebagai yang mulia.


Yang lebih mulia alias tidak mudah pudar antara lain adalah nilai-nilai

atau keutamaan-keutamaan hidup, misalnya cintakasih dan `pelayanan

yang memimpin kepada pembenaran'.


Maka marilah kita senantiasa hidup

dan bertindak saling melayani dengan dan dalam cintakasih.

Untuk itu

kita dapat mengenangkan para santo-santa atau pahlawan sejati, dimana

orang atau tubuhnya sudah kembali menjadi tanah, tak berbekas lagi,

namun namanya tetap dikenang dan dimuliakan, misalnya diabadikan untuk

memberi nama jalan atau gedung atau manusia.


Namanya dimuliakan terus

menerus karena selama hidupnya di dunia ini hidup dan bertindak

melayani dengan dan dalam cintakasih.


Secara khusus kami mengingatkan

dan mengajak para orangtua untuk dapat menjadi saksi penghayatan

nilai-nilai atau keutamaan-keutamaan kehidupan serta mendidik dan

membina anak-anaknya hidup dan bertindak berdasarkan nilai-nilai atau

keutamaan-keutamaan kehidupan.


Wariskan kepada anak-anak anda bukan

harta benda atau uang, melainkan keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai

kehidupan.


Dengan kata lain kami mengharapkan anda sekalian tidak

bersikap mental materialistis atau duniawi.


"Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah kepada tumpuan

kaki-Nya! Kuduslah Ia! Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya, dan

Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru

kepada TUHAN dan Ia menjawab mereka. Dalam tiang awan Ia berbicara

kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya

dan ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.


TUHAN, Allah kami,

Engkau telah menjawab mereka, Engkau Allah yang mengampuni bagi

mereka, tetapi yang membalas perbuatan-perbuatan mereka.


Tinggikanlah

TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang

kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita"

(Mzm 99:5-9)


Ign 12 Juni 2013


God Bless All of You.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.