Saturday, June 15, 2013

REN" Minggu, 16 Juni 2013. Pengampunan.1.

[KOMSOS_KAJ] MgB XI


 Mg Biasa XI :
2Sam 12:7-10.13;
Gal 2:16.19-21;
Luk 7:36-8:3


" Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih"


Kesan pertama kali pada umumnya akan begitu membekas di dalam hati,

apalagi apa yang dilihat pertama kali kemudian juga sering terjadi.


Itulah yang hidup dalam kebersamaan kita di masyarakat. Di masyarakat

kita berlaku kebiasaan bahwa sekali orang berbuat jahat akan dengan

mudah dipandang sebagai penjahat, dengan kata lain ada sikap mental

dalam diri kita ini lebih mudah mengadili orang lain, yang berarti

memandangnya sebagai orang jahat daripada dengan rendah hati melihat

kemungkinan bagi orang untuk bertobat dari kejahatannya.


Pada masa

Orde Baru pernah terjadi gerakan yang disebut `Bersih Diri' dan

`Bersih Lingkungan', dalam rangka mengusahakan pemerintahan yang

bersih. Yang dimaksudkan dengan `Bersih Diri' adalah bahwa orang sama

sekali tidak terlibat dalam `Gerakan 30 September' (G30S) PKI,

sedangkan `Bersih Lingkungan' dimasudkan bahwa orang yang bersangkutan

tidak ada ikatan/relasi keluarga dengan tokoh PKI.


Masa itu orang yang

tak `bersih diri' maupun `bersih lingkungan' tidak dapat menjadi

pegawai negeri apalagi pejabat pemerintahan. Itulah sikap mental

Farisi pada masa itu, mereka merasa bersih, padahal sebenarnya adalah

penjahat kelas kakap, antara lain berbuat jahat dengan korupsi,

memeras hak rakyat. Dalam Warta Gembira hari ini dikisahkan perihal

Yesus yang mengampuni pendosa besar, karena sang pendosa dengan rendah

hati mohon kasih pengampunanNya.


"Sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon:


"Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak

memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi

kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak

mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium

kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia

meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.


Sebab itu Aku berkata kepadamu:

Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat

kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat

kasih." (Luk 7:44-47)


Perempuan yang mendatangi Yesus serta membasaki kakiNya dengan air

mata dan menyekanya dengan rambutnya adalah pendosa besar, dan di

tengah masyarakat dikenal sebagai pelacur klas kakap.


Pendosa macam

ini kiranya dinilai sebagai `sampah masyarakat', karena

mengkomersiel-kan kemolekan tubuhnya untuk memenuhi nafsu seksual

lelaki, dan dengan demikian menjadi batu sandungan untuk berdosa alias

menyebabkan orang lain berdosa.


Ada kemungkinan perempuan macam ini

terpaksa melacurkan diri yang disebabkan oleh lelaki yang tak

bertanggungjawab; dengan kata lain dari hatinya yang terdalam ada

kerinduan untuk bertobat, maka ketika menerima sentuhan hati Yesus

yang murah hati serta penuh dengan belas kasih pengampunan ia pun

bertobat.


Kita mungkin dapat meneladan sang perempuan yang bersangkutan atau

meneladan Yesus. Meneladan sang perempuan berarti betapa besar atau

kecil dosa kita, marilah dengan rendah hati kita mohon kasih

pengampunan Tuhan, serta tidak melakukan dosa lagi.


Sebagai wujud
terima kasih atas kasih pengampunanNya kita hidup mengasihi siapapun

tanpa pandang bulu. Meneladan Yesus berarti hidup dan bertindak dengan

kasih pengampunan kepada orang lain tanpa pandang bulu.


Secara konkret

hal ini antara lain dapat kita wujudkan: sebagai orangtua ketika

melihat anaknya kurang ajar hendaknya dididik dan didampingi dengan

penuh kasih agar bertobat, sebagai guru atau pendidik ketika melihat

peserta didik `bodoh' alias kurang dapat menerima dan memahami

pengajaran yang disampaikannya, hendaknya peserta didik yang

bersangkutan dididik dan didampingi dengan penuh kesabaran dan

kerendahan hati.


Kepada kita semua marilah kita sadari dan hayati bahwa kepada kita

Tuhan menganugerahi kesempatan dan kemungkinan untuk bertobat atau

memperbaharui diri. Kami percaya dalam kehidupan sehari-sehari di

tengah masyarkat pasti ada kemungkinan dan kesempatan bagi kita semua

untuk bertobat atau memperbaharui diri, maka ketika ada kesempatan dan

kemungkinan hendaknya segera dimanfaatkan dan tidak disia-siakan.


Sebagai orang beriman kita semua juga dipanggil untuk senantiasa

memberi kesempatan dan kemungkinan bagi orang lain untuk bertobat atau

memperbaharui diri. Ingatlah dan sadari serta hayati bahwa Tuhan juga

menganugerahi kesempatan dan kemungkinan kepada kita semua untuk

bertobat.


Jika sampai kini kita masih dianugerahi kehidupan itu

berarti kita dianugerahi kesempatan dan kemungkinan untuk bertobat dan

memperbaharui diri, maka marilah kita senantiasa berusaha untuk

bertobat, berubah menjadi semakin suci, semakin bermoral atau semakin

berbudi pekerti luhur.


"Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku

hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku

hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus

yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam

daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi

aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. Aku tidak menolak kasih

karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka

sia-sialah kematian Kristus" (Gal 2:19-21)


"Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan

lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam

aku", inilah yang kiranya baik untuk kita renungkan atau refleksikan.


Sebagai orang beriman kita semua diharapkan hidup dan bertindak dalam

Tuhan, bukan hidup dan bertindak seenaknya sendiri, mengikuti selera

atau keinginan pribadi. Dalam hidup bersama dimana pun kita akan

menghadapi tata tertib atau aturan, maka langkah awal agar kita dapat

hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan alias di

dalam Tuhan tidak lain adalah setia melaksanakan aneka tata tertib

atau aturan yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusan

kita masing-masing.


Semua aturan atau tata tertib bersumber dari dan bermuara pada

cintakasih, maka marilah kita senantiasa hidup dalam dan oleh

cintakasih, karena kita semua diciptakan, diperkembangkan atau

dibesarkan dalam dan oleh cintakasih, tanpa cintakasih kita tak

mungkin hidup sebagaimana adanya pada saat ini.


Sekali lagi kami

ingatkan dan angkat bahwa salah satu wujud cintakasih yang sangat

mendesak dan up to date untuk dihayati dan disebarluaskan pada masa

kini adalah `memboroskan waktu dan tenaga bagi yang terkasih'.


Maka

dengan rendah hati kami ajak para orangtua untuk sungguh memboroskan

waktu dan tenaga bagi anak-anaknya, terutama anak-anak pada usia

balita.


Kepada para pemimpin atau atasan kami harapkan sungguh

memboroskan waktu dan tenaga bagi yang dipimpin atau bawahan.


Ibu Teresa dari Calcuta menasihati kita semua agar senantiasa dengan

dan dalam cintakasih yang besar dalam melakukan segala sesuatu.


"Bukan
besarnya pekerjaan yang penting, melainkan pekerjaan sekecil apapun

hendaknya dilaksanakan atau dilakukan dengan cinta kasih besar".


Cintakasih besar hemat saya senada dengan pemborosan waktu dan tenaga

bagi yang terkasih.


Dengan ini kami berharap kepada kita semua:

marilah tugas pekerjaan atau kewajiban sekecil apapun kita laksanakan

dengan cintakasih yang besar.

Dengan cintakasih yang besar pekerjaan

sebesar dan seberat apapun juga dapat diselesaikan dengan baik dan

memuaskan. Ketika kita semua melakukan segala sesuatu dengan

cintakasih yang besar, maka hidup bersama dimana pun dan kapan pun

akan damai sejahtera, nikmat dan selamat, menarik, memikat dan

mempesona.


"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya

ditutupi!


Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak

diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Dosaku

kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku

berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,"

dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Engkaulah persembunyian

bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi

aku, sehingga aku luput dan bersorak."

(Mzm 32:1-2.5.7)


Ign 16 Juni 2013


God Bless All of You.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.