Thursday, June 13, 2013

REN" Kamis, 13 Juni 2013. Berdamai sebelum persembahan.

[KOMSOS_KAJ] 13Juni


 "Sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala"


(Yes 61:1-3a; Luk 10:1-9)


" Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain,

lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan

tempat yang hendak dikunjungi-Nya.


Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian

memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan

yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk

tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak

domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau

bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama

dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih

dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang

yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal

atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah

dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu,

sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah

berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota

dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan

sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada

mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu." (Luk 10:1-9), demikian

kutipan Warta Gembira hari ini


Berrefleksi atas bacaan-bacaan dalam rangka mengenangkan pesta

St.Antonius dari Padua, Imam dan Pujangga Gereja, hari ini saya

sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:


· Terpanggil menjadi imam dan pujangga Gereja berarti orang yang

bersangkutan suci dan cerdas atau memiliki kecerdasan spiritual.


Maka

perkenankan secara khusus kami mengajak dan mengingatkan rekan-rekan

imam untuk membina dan mengembangkan diri terus-menerus sehingga

menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual, mengingat dan

mempertimbangkan pada masa kini banyak godaan dan rayuan dalam dan

melalui aneka bentuk yang menggeroti atau memperlemah penghayatan

panggilan maupan dalam melaksanakan tugas pengutusan. Godaan atau

rayuan tersebut atau `serigala-serigala' kemungkinan ada di dalam diri

kita masing-masing, misalnya berupa keinginan-keinginan sesuai dengan

nafsu duniawi, yang mengarah kepada kesombongan, atau dalam lingkungan

Umat Allah yang dilayani, misalnya pada janda yang kesepian atau haus

akan cintakasih. Maka hendaknya apa yang kita inginkan tidak lain

adalah kehendak Allah, sedangkan dalam menghadapi tawaran dari orang

kaya atau berduit, hendaknya sungguh dicermati apakah ada `udang di

balik' batu dari yang bersangkutan.


Secara khusus dalam pelayanan

pastoral kita diingatkan untuk memperhatikan mereka yang sedang

menderita sakit.


Yang agak sulit adalah memperhatikan mereka yang

sakit hati, maka kepada yang sakit hati hendaknya disikapi dengan

rendah hati dan lemah lembut dalam kesatuan dan kebersamaan dengan

Tuhan.


Percayalah dan imanilah bahwa bersama dan bersatu dengan Tuhan

kita pasti akan mampu menyembuhkan mereka yang sakit hati.


Kita semua

juga diharapkan untuk senantiasa mewartakan damai sejahtera dalam

situasi dan kondisi apapun, dan kepada siapapun.


· "Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi

aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada

orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk

memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada

orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan

tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur

semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan

kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian

puji-pujian ganti semangat yang pudar," (Yes 61:1-3a).


Sebagai orang

yang beriman kepada Yesus Kristus dan telah dibaptis kita telah

menerima anugerah Roh Kudus, "Roh Tuhan Allah ada padaku".


Jika Roh

Kudus sungguh menjiwai hidup kita, maka mau tak mau kita pasti harus


`memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembebasan Allah kita'.


Dengan kata lain hendaknya cara hidup dan cara bertindak kita

senantiasa menjadi rahmat Tuhan bagi orang lain, sehingga orang-orang

yang kena dampak cara hidup dan cara bertindak kita semakin

membaktikan diri sepenuhnya kepada Tuhan, semakin suci, semakin

dikasihi oleh Tuhan dan sesamanya. Kita juga dipanggil untuk

membebaskan saudara-saudari kita yang tertawan atau terpenjara, antara

lain yang tertawan dan terpenjara oleh keinginan atau nafsu duniawi,

misalnya harta benda atau uang atau kenikmatan seksual.


Tentu saja

kita sendiri harus menjadi orang yang lepas bebas, tidak memiliki

kelekatan tak teratur, entah dengan orang, harta benda,

pangkat/kedudukan atau jabatan.


"Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku, siang hari aku berseru-seru,

pada waktu malam aku menghadap Engkau. Biarlah doaku datang ke

hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku; sebab jiwaku

kenyang dengan malapetaka, dan hidupku sudah dekat dunia orang

mati.Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang

kubur; aku seperti orang yang tidak berkekuatan" (Mzm 88:2-5)


Ign 13 Juni 2013


God Bless All of You.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.