Wednesday, February 27, 2013

REN" Rabu, 27 Februari 2013. Melayani.

Mutiara Iman
APA YANG KAU KEHENDAKI?
27 Pebruari 2013
"Kata Yesus:
Apa yang kaukehendaki?"
(Mat 20:21)
Lectio:
Yer 18:18-20;
Mzm 31:5-6,14, 15-16;
Mat 20:17-28

Thomas adalah seorang pewarta ulung yang terkenal mampu menghipnotis para pendengarnya.

Ia telah mengikuti Yesus sejak muda.
Tetapi dalam kehidupannya, ia sangat mengagungkan harta, jabatan dan gengsi.
Ia sering tampil di majalah dan TV seperti layaknya selebriti.
Ia mengatakan bahwa inilah yang ia harapkan dengan menjadi pengikut Yesus.

Tetapi pada suatu saat, ia mengalami kecelakaan jatuh dari tangga sehingga tulang belakangnya retak dan difonis lumpuh.

Suatu hal yang sangat tidak bisa diterimanya.
Dia sungguh mengalami depresi dan bertanya-tanya
dimanakah Yesus berada?
Mengapa ia mengalami nasib seperti ini?


Pada suatu malam Minggu ketika ia masih dirawat di Rumah Sakit, ia dikunjungi seorang anak yang melayani di Legio Maria yang duduk di kursi roda dan diantar oleh rekannya.

Anak tersebut beryanyi pujian: "Tuhan Yesus setia, Ia sahabat kita.." dengan suara yang merdu dengan wajah ceria.

Melihat keceriaan dan semangat hidup anak itu, menangislah Thomas dan menyesal atas segala yang telah dikatakannya kepada Tuhan.

Dalam Injil hari ini, setelah Yesus berkata tentang penderitaan yang akan dialaminya, justru Ibu anak-anak Zebedeus meminta kepada-Nya.

Kata Yesus:
"Apa yang kau kehendaki?".

Menjadi pengikut Kristus yang sejati adalah mengikuti jalan salib-Nya yang menuju kehidupan kekal.

Oratio:
Ke dalam tangan-Mu lah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya Tuhan, Allah yang setia. Amin
(Mzm 31:5)

Missio:
Marilah kita selalu setia mengikuti jalan Kristus.
Have a Blessed Wednesday.
______________
Renungan Harian:
Rm.Antara.
KAJ
Rabu prapaskah2
27 Feb 13 :
http://bit.ly/15Mql7H
_______________
Bacaan dari kitab nabi Yeremia.
= Yer.18:18-20

Berkatalah mereka:
"Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!"

Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku!
Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan?
Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.
______________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St.
= Matius 20:17-28 =

Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
Kata Yesus:
"Apa yang kaukehendaki?"

Jawabnya:
"Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."

Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya:
"Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?"

Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."

Yesus berkata kepada mereka:
"Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."

Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.

Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata:
"Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
________________
Seorang petani tua telah membajak sebidang tanah di sekitar batu besar selama bertahun-tahun. Ia telah mematahkan beberapa mata bajak karena mengenai batu besar itu.

Suatu hari setelah mematahkan satu mata bajak, ia beristirahat. Ia mengingat-ingat, batu besar itu yang menyebabkan masalahnya selama bertahun-tahun. Ia memutuskan untuk melakukan sesuatu.

Ketika ia meletakkan linggis di bawah batu, ia terkejut ternyata batu itu hanya sekitar enam inci tebalnya dan ia bisa memecahkannya dengan mudah.

Ketika ia menyingkirkan batu itu ia tersenyum, mengingat semua masalah yang terjadi. Batu itulah penyebabnya dan ternyata betapa mudahnya ia menyingkirkan.

Sering kali ada godaan yang membuat hambatan kecil ketika kita sedang terburu-buru menyelesaikan masalah besar. Kita tidak ingin berhenti dan mengambil sedikit waktu untuk berurusan dengannya.

Seperti petani tua, kita "membajak" di sekitarnya.
Biasanya kita mengatakan kepada diri sendiri, kita akan menyelesaikannya kembali.
Yang sering terjadi, kita tidak pernah melakukannya.
Jika hambatan tersebut dari jenis yang akan muncul berulang, lebih baik kita mengambil waktu untuk memperbaikinya dan menyelesaikannya.
Jika kita tergoda untuk 'lari' dari masalah, cobalah berhenti dan bertanya pada diri sendiri apakah biaya dan waktu yang dikeluarkan cukup layak.

Seorang bijak pernah berkata,
"Cara terbaik keluar dari masalah adalah melalui masalah itu."
[Christine Lim / Ambon]
________________


God Bless All of You.













































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.