Happy Sunday !
"INILAH ANAKKU YG KUKASIHI, DENGARKANLAH DIA !"
Luk 9:28b-36.
HARI MINGGU PRAPASKAH II.
Saat Yesus mengalami transfigurasi di atas gunung, Petrus berkata kpd Yesus,
"Guru,betapa bahagianya kami berada di tempat ini.
Baiklah kami dirikan skg tiga kemah: satu utk Engkau, satu utk Musa dan satu utk Elia."
Petrus berkata begitu tanpa mengerti apa yg dikatakannya.
Pagi ini kita diingatkan akan arah hidup kita di dunia ini, yaitu kebahagiaan dan kemuliaan bersama Tuhan.
Tujuan hidup kita adalah menggapai kemuliaan bersama Tuhan.
YUK KITA TEGASKAN ARAH HIDUP KITA ADALAH KEBAHAGIAAN DAN KEMULIAAN BERSAMA TUHAN.
AGAR LEWAT PERTOBATAN DLM RETRET AGUNG UMAT INI, AKAN SEMAKIN MEMPERJELASKAN ARAH HIDUP KITA DI DUNIA INI.
Gbu,
have a nice & blessed Sunday.
______________
Bacaan dari kitab Kejadian.
= Kej.15:5-12,17-18 =
Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman:
"Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya."
Maka firman-Nya kepadanya:
"Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Lagi firman TUHAN kepadanya:
"Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu."
Kata Abram:
"Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?"
Firman TUHAN kepadanya:
"Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."
Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.
Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.
Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman:
"Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas.
= Luk 9:28b-36 =
Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya:
"Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata:
"Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri.
Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.
________________
DENGARKANLAH DIA.
Tersebutlah seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya. Di suatu akhir pekan, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas sabuk pengamannya di mobil karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.
Benar saja, di salah satu tikungan, sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, tapi si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah.
Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Sayang, ia tidak dapat melihat dan mendengar apa pun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih hanya bisa memeluk erat anaknya. Hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.
Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat 'hangat' tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.
Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya. Si anak sangat marah, tetapi sang ayah hanya bisa menghela nafas. Komunikasinya terbatas. Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin yang tajam itu sudah berkarat. Apa daya si anak tidak dapat mendengar. Sang ayah hanya bisa berharap anaknya sepenuhnya percaya kalau ia hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya.
Saat-saat paling bahagia si ayah adalah saat dia mendengar anaknya mengutarakan perasaannya, isi hatinya. Saat anaknya mendiamkan dia, dia merasa tersiksa, namun ia senantiasa berada di samping anaknya. Setia menjaganya. Dia hanya bisa berdoa dan berharap, kalau suatu saat Allah dapat memberi mukjizat. Setiap hari pukul 04.00, dia bangun untuk mendoakan kesembuhan anaknya.
Beberapa tahun berlalu.
Di suatu pagi yang cerah, sayup-sayup bunyi kicauan burung membangunkan si anak. Ternyata pendengarannya pulih! Anak itu berteriak kegirangan, sampai mengejutkan si ayah yang tertidur di sampingnya. Kemudian disusul oleh pengelihatannya. Ternyata Allah telah mengabulkan doa sang ayah. Melihat rambut ayahnya yang telah memutih dan tangan sang ayah yang telah mengeras penuh luka, si anak memeluk erat sang ayah, sambil berkata, "Ayah, terima kasih ya, selama ini engkau telah setia menjagaku."
Terkadang seperti anak itulah tingkah kita. Terkadang kita "buta" dan "tuli", tidak mau sedikit pun mendengar dan melihat sekeliling kita. Akan tetapi, Allah sebagai Ayah yang baik hati dan setia pada kita selalu sabar menuntun dan menolong kita.
[Olivia Li / Bandung]
________________
God Bless All of You.
"INILAH ANAKKU YG KUKASIHI, DENGARKANLAH DIA !"
Luk 9:28b-36.
HARI MINGGU PRAPASKAH II.
Saat Yesus mengalami transfigurasi di atas gunung, Petrus berkata kpd Yesus,
"Guru,betapa bahagianya kami berada di tempat ini.
Baiklah kami dirikan skg tiga kemah: satu utk Engkau, satu utk Musa dan satu utk Elia."
Petrus berkata begitu tanpa mengerti apa yg dikatakannya.
Pagi ini kita diingatkan akan arah hidup kita di dunia ini, yaitu kebahagiaan dan kemuliaan bersama Tuhan.
Tujuan hidup kita adalah menggapai kemuliaan bersama Tuhan.
YUK KITA TEGASKAN ARAH HIDUP KITA ADALAH KEBAHAGIAAN DAN KEMULIAAN BERSAMA TUHAN.
AGAR LEWAT PERTOBATAN DLM RETRET AGUNG UMAT INI, AKAN SEMAKIN MEMPERJELASKAN ARAH HIDUP KITA DI DUNIA INI.
Gbu,
have a nice & blessed Sunday.
______________
Bacaan dari kitab Kejadian.
= Kej.15:5-12,17-18 =
Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman:
"Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya."
Maka firman-Nya kepadanya:
"Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.
Lagi firman TUHAN kepadanya:
"Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu."
Kata Abram:
"Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?"
Firman TUHAN kepadanya:
"Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."
Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagian-bagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.
Ketika burung-burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya.
Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan.
Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.
Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman:
"Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas.
= Luk 9:28b-36 =
Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya:
"Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata:
"Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri.
Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.
________________
DENGARKANLAH DIA.
Tersebutlah seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya. Di suatu akhir pekan, si ayah mengajak anaknya untuk pergi ke pasar malam. Mereka pulang sangat larut. Di tengah jalan, si anak melepas sabuk pengamannya di mobil karena merasa tidak nyaman. Si ayah sudah menyuruhnya memasang kembali, namun si anak tidak menurut.
Benar saja, di salah satu tikungan, sebuah mobil lain melaju kencang tak terkendali. Ternyata pengemudinya mabuk. Tabrakan tak terhindarkan. Si ayah selamat, tapi si anak terpental keluar. Kepalanya membentur aspal, dan menderita gegar otak yang cukup parah.
Setelah berapa lama mendekam di rumah sakit, akhirnya si anak siuman. Sayang, ia tidak dapat melihat dan mendengar apa pun. Buta tuli. Si ayah dengan sedih hanya bisa memeluk erat anaknya. Hanya sentuhan dan pelukan yang bisa anaknya rasakan.
Begitulah kehidupan sang ayah dan anaknya yang buta-tuli ini. Dia senantiasa menjaga anaknya. Suatu saat si anak kepanasan dan minta es, si ayah diam saja. Sebab ia melihat anaknya sedang demam, dan es akan memperparah demam anaknya. Di suatu musim dingin, si anak memaksa berjalan ke tempat yang hangat, namun si ayah menarik keras sampai melukai tangan si anak, karena ternyata tempat 'hangat' tersebut tidak jauh dari sebuah gedung yang terbakar hebat.
Suatu kali anaknya kesal karena ayahnya membuang liontin kesukaannya. Si anak sangat marah, tetapi sang ayah hanya bisa menghela nafas. Komunikasinya terbatas. Ingin rasanya ia menjelaskan bahwa liontin yang tajam itu sudah berkarat. Apa daya si anak tidak dapat mendengar. Sang ayah hanya bisa berharap anaknya sepenuhnya percaya kalau ia hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya.
Saat-saat paling bahagia si ayah adalah saat dia mendengar anaknya mengutarakan perasaannya, isi hatinya. Saat anaknya mendiamkan dia, dia merasa tersiksa, namun ia senantiasa berada di samping anaknya. Setia menjaganya. Dia hanya bisa berdoa dan berharap, kalau suatu saat Allah dapat memberi mukjizat. Setiap hari pukul 04.00, dia bangun untuk mendoakan kesembuhan anaknya.
Beberapa tahun berlalu.
Di suatu pagi yang cerah, sayup-sayup bunyi kicauan burung membangunkan si anak. Ternyata pendengarannya pulih! Anak itu berteriak kegirangan, sampai mengejutkan si ayah yang tertidur di sampingnya. Kemudian disusul oleh pengelihatannya. Ternyata Allah telah mengabulkan doa sang ayah. Melihat rambut ayahnya yang telah memutih dan tangan sang ayah yang telah mengeras penuh luka, si anak memeluk erat sang ayah, sambil berkata, "Ayah, terima kasih ya, selama ini engkau telah setia menjagaku."
Terkadang seperti anak itulah tingkah kita. Terkadang kita "buta" dan "tuli", tidak mau sedikit pun mendengar dan melihat sekeliling kita. Akan tetapi, Allah sebagai Ayah yang baik hati dan setia pada kita selalu sabar menuntun dan menolong kita.
[Olivia Li / Bandung]
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.