Saturday, January 26, 2013

REN" Sabtu, 26 Januari 2013. Salah paham.

RenHar Sabtu,
26/1/2013
2Tim 1:1-8
Mrk 3:20-21

Di PW St. Timotius & Titus hari ini kita diingatkan bahwa sejak jaman Yesus sudah terjadi kebenaran hanya diukur dari banyaknya pendapat yang mengatakan baik & benar, sehingga justru Yesus yang dianggap tidak waras.

Dengan laku doa hening eling setiap saat kita makin berkualitas melakukan perbuatan welas asih tresna kepada siapa saja, Amrih Mulya Dalem Gusti.
(semakin hidup berkualitas).


Selamat Pagi..
Berkah Dalem...
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
_______________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Mrk.3:20-21 =

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah.
Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
________________

Di atas permukaan sungai yang luas, sebuah perahu nelayan menaikkan layar putihnya berlayar mengikuti arah angin. Layar putih tertiup angin, mendorong perahu itu berlayar menuju kedepan.

Layar putih mengagumi dirinya sendiri, dari bayangan air sungai dia melihat dirinya sendiri bagaikan sebuah kupu-kupu besar dan cantik yang sedang terbang, sungguh membanggakan dan terlihat gagah sekali!

Oleh sebab itu, layar putih menertawakan sebuah dayung kayu yang diletakkan di atas dek perahu:
"Oh dayung kayu, engkau si pemalas yang tidak mempunyai kemampuan apapun hanya terbaring disana saja, perahu nelayan mengarungi sungai menerjang ombak, bergerak dengan cepat ke depan, semuanya tergantung kepada kekuatan saya! Sedangkan engkau tidak bisa melakukan apapun, hanya berbaring tertidur dan malas-malasan diatas dek!"

Dayung kayu sama sekali tidak mengubris, tanpa mengeluarkan suara menanggapi ejekan layar putih, terlihat seperti sedang tertidur nyenyak.

Menjelang malam, nelayan sudah akan berlayar kembali ke pantai. Nelayan melepaskan tali layar, layar putih segera terjatuh diatas dek. Nelayan segera menggulung dan mengikatnya di tiang.
Berikutnya, nelayan mengambil dayung kayu, lalu mengayuh diatas permukaan air sungai mendorong dan membalikkan perahu menuju kearah pantai.
Layar putih dengan panik menjerit,
"Kenapa menggulung saya? Kenapa menggunakan dayung kayu yang tidak berguna ini?"

"Halo Sobat... sekarang engkau seharusnya sudah mengerti bukan?" kata dayung kayu.

Dayung kayu di atas air mengayuh dengan cepat. Sembari tersenyum,  ia berkata kepada layar putih,
"Engkau hanya bisa gagah jika mengikuti arah angin, sedangkan saya, walaupun hanya sepotong kayu kecil, tetapi dapat berjalan searah atau berlawanan dengan arah angin."
[Megi Ang / Cirebon]
________________


God Bless All of You.





















No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.