"...aku gandrung akan persatuan bangsaku,
bangsa Indonesia..
rahang Batak mu,
ayu kemayunya Jawa mu,
gagah beraninya org Aceh..
uletnya orang Sulawesi,
perkasanya orang Irian...
Hei pemuda-pemuda Indonesia..
gantunglah cita-citamu setinggi langit..."
(pidato di Universitas Indonesia tahun 1963...
Bung Karno)
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA !!!
_____________
KASIHANILAH AKU!
28 Oktober 2012
"Anak Daud, kasihanilah aku..
Anak Daud, kasihanilah aku.."
(Mrk 10:47-48)
Lectio:
Yer 31:7-9;
Mzm 126:1-2ab, 2cd-3,4-5,6;
Ibr 5:1-6;
Mrk 10:46-52
Pak Ignas yang mencari uang dengan cara yang tidak halal, menyimpan uang hasil korupsinya dalam suatu gudang, di belakang ranjang kamarnya.
Pada suatu malam, ia melihat orang berpakaian preman berkeliling di depan rumahnya.
Ia mulai curiga kalau orang tersebut adalah KPK yang mungkin akan menangkapnya.
Ia merasakan kegelisahan dan ketakutan yang amat sangat, sampai pada tengah malam ia berlutut di samping ranjangnya dan berseru berulang-ulang pada Tuhan sambil menangis: "Ya Tuhan, kasihanilah dan ampunilah dosaku"
Setelah hampir 1 jam berdoa, ia mengganti pakaiannya dengan baju putih, turun ke bawah, dan pergi mengendarai sepeda motornya.
Tak ada satu orang pun yang melihat dia. Pak Ignas pergi ke tempat panti jompo dan melamar pekerjaan sebagai orang yang mengurus orang tua.
Ia menghabiskan masa hidupnya sebagai kepala panti jompo dan meninggalkan segala kegelapan hidupnya di masa lalu.
Dalam Injil hari ini, Yesus menyembuhkan Bartimeus, seorang pengemis buta, yang memiliki iman yang besar, kerendahan hati dan kesetiaan untuk mengikuti Yesus sampai ke Yerusalem.
Kitapun sering berada dalam kegelapan dosa. Hanya dengan iman yang besar, kita bisa berseru kepada Tuhan untuk memohon dengan kerendahan hati.
Kita tinggalkan semua yang ada dan hanya memberikan diri kita kepada Yesus, sambil berkata: "Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini"
Oratio:
Ya Tuhan, kasihanilah aku. Amin
Missio:
Marilah kita berdoa dengan iman yang besar dan kerendahan hati, sehingga kita hanya mempersembahkan diri kita kepada Tuhan untuk Ia selamatkan. Aleluya!
Have a Blessed Sunday.
____________
RenHar Minggu, 28/10
Yer 31:7-9
Ibr 5:1-6
Mrk 10:46-52
Dari Injil hari ini tentang perjumpaan Bartimeus dengan Yesus, Mgr Ign. Suharyo mengajak kita mengingat pengalaman iman yg sangat pribadi yg membarui hidup kita.
Juga pengalaman2 dengan
orang lain yg mencerahkan hati, budi & hidup kita...
Selamat pagi ..
Selamat merayakan Ekaristi Minggu dengan penuh syukur ..
Berkah Dalem...
<3
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
___________
Bertahun-tahun yang lalu, Bu Thomson berdiri didepan siswa kelas V mengucapkan sebuah kata bohong kepada para siswanya dia mengatakan akan mencintai setiap muridnya.
Tetapi hal tersebut sebetulnya tak sepenuhnya jujur, karena Teddy yang duduk dibarisan depan adalah seorang anak yang tidak konsentrasi belajar dan kotor.
Sebenarnya Bu Thomson sangat ingin dengan pena merahnya menulis diatas rapor Teddy nilai "E".
Pada suatu hari ketika Bu Thomson sedang memeriksa catatan di rapor para muridnya. Dia sangat terkejut membaca komentar para mantan guru Teddy.
Guru di kelas I menulis, "Teddy adalah seorang murid yang cerdas, selalu tersenyum, pekerjaan rumahnya dan catatannya selalu rapi, sangat menghormati orang lain, membuat orang disekelilingnya berbahagia!."
Guru kelas II menulis, "Teddy adalah seorang pelajar yang sempurna, semua teman-teman menyukainya, tetapi ibunya menderita penyakit kanker, kehidupan dirumahnya pasti sangat susah!"
Guru kelas III menulis, "Kematian ibunya menimbulkan pukulan berat baginya. Dia sangat rajin belajar, tetapi ayahnya tidak peduli terhadapnya, jika tidak segera diambil tindakan maka kehidupan keluarganya akan segera mempengaruhi pelajarannya."
Guru kelas IV menulis, "Pelajaran Teddy mulai mundur, dia tidak tertarik kepada pelajaran lagi, dia tidak ada teman lagi, terkadang tertidur di ruang kelas."
Setelah membaca catatan tersebut, Bu Thomson baru menyadari masalah yang sebenarnya. Dia merasa malu, dan sangat sedih karena pada saat natal, semua muridnya memberi dia hadiah yang dibungkus dengan kertas kado yang cantik, sedangkan Teddy membungkus hadiahnya dengan kertas koran.
Bu Thomson membuka hadiah Teddy, didepan kelas, hadiahnya adalah sebuah gelang berlian palsu dan sebotol parfum yang tersisa ¼ , murid-murid yang lain mulai menertawakan hadiah dari Teddy, tetapi guru Bu Thomson segera mengambil gelang tersebut dipakai ditangannya dan berkata sangat indah dia menyukai hadiah tersebut, lalu menyemprotkan parfum tersebut ke tangannya.
Hari itu setelah lonceng pulang berbunyi, Teddy tinggal dikelas dan berkata kepada guru Bu Thomson, "Guru, hari ini engkau wangi seperti ibuku!." Setelah Teddy pulang, guru Bu Thomson menangis dengan sedih selama satu jam. Setelah hari itu guru Bu Thomson tidak mengajar "Membaca, menulis dan menghafal dan matematika lagi." Tetapi dia mengajarkan pendidikan kepada para muridnya.
Mulai hari itu dia memberi perhatian khusus kepada Teddy, mencurahkan kasih sayang seperti seorang ibu kandung, Teddy juga mulai hidup kembali, guru Bu Thomson selalu memberi semangat kepadanya, dia semakin tangkas. Di akhir tahun Teddy menjadi murid yang terpintar dikelasnya. Walaupun guru Bu Thomson mengatakan akan mencintai setiap muridnya tetapi Teddy adalah siswa favoritnya.
Setahun kemudian, guru Bu Thomson menemukan secarik kertas yang ditempel dipintu rumahnya, itu adalah tulisan Teddy yang mengatakan "guru Bu Thomson adalah guru yang paling baik yang dijumpai seumur hidupnya!"
Setelah 6 tahun berlalu guru Bu Thomson menerima sepucuk surat dari Teddy yang mengatakan dia sudah tamat SMA, dia mendapat juara 3, dia mengatakan guru Bu Thomson tetap adalah guru yang paling baik seumur hidupnya dan guru favoritnya!
Empat tahun kemudian, Teddy menulis bahwa dia telah tamat S1 dan akan melanjutkan ke S2 dia mengatakan guru Bu Thomson tetap guru favorit dan guru yang terbaik selama hidupnya, dan guru Bu Thomson melihat ada tambahan gelar dokter ditanda tangannya.
Cerita ini belum berakhir, pada musim semi tahun ini, Teddy menulis surat lagi, menceritakan bahwa ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dia sudah menemukan seorang gadis dan akan menikah dengannya, dia meminta guru Bu Thomson sebagai walinya akan disediakan tempat duduk di posisi orang tuanya.
Guru Bu Thomson memenuhi permintaan Teddy, pada hari pernikahan dia memakai gelang berlian palsu pemberian Teddy dan menyemprotkan parfum pemberian Teddy, Teddy teringat itu terakhir kalinya dia bersama ibunya merayakan natal dan ibunya memakai parfum ini.
Ketika mereka merangkul satu sama lain, prof. Teddy dengan berbisik ditelinga Bu Thomson mengatakan, "Terima kasih guru Bu Thomson engkau telah mempercayai saya, terima kasih karena engkau membuat saya menjadi orang penting, sehingga saya mempunyai kepercayaan diri untuk berubah!"
Airmata guru Thomsom mengalir dengan deras, dengan lembut dia berkata, "Teddy, anda salah! Andalah yang mengajari saya, sehingga saya mempunyai kepercayaan diri untuk berubah, setelah bertemu denganmu, saya baru tahu bagaimana mengajar!"
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
____________
Joke:
-------
Pak Haji dgn Pak Pendeta sama diundang oleh Kantor Agama utk mengikuti pelatihan komputer.
Saat sdg belajar, Pak Pendeta bertanya kpd Pak Haji:
Apa artinya "www" ?
Pak Haji menjawab:
oh.. itu artinya : Wassalamualaikum Warachmatullahi Wabarkatu..
Sesaat kemudian giliran Pak
Haji bertanya kpd Pak Pendeta : Apa artinya "http" ?
Pak Pendeta menjawab:
oh... itu artinya : Haleluyah, Tuhan Tetap Peduli... =D :D =))
*JP**JP**JP* ƗƗãÞÞƴ ƾüŋϑӑ¥ *JP**JP**JP*yg tersenyum di berkati Tuhan
____________
God Bless All of You.
bangsa Indonesia..
rahang Batak mu,
ayu kemayunya Jawa mu,
gagah beraninya org Aceh..
uletnya orang Sulawesi,
perkasanya orang Irian...
Hei pemuda-pemuda Indonesia..
gantunglah cita-citamu setinggi langit..."
(pidato di Universitas Indonesia tahun 1963...
Bung Karno)
SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA !!!
_____________
KASIHANILAH AKU!
28 Oktober 2012
"Anak Daud, kasihanilah aku..
Anak Daud, kasihanilah aku.."
(Mrk 10:47-48)
Lectio:
Yer 31:7-9;
Mzm 126:1-2ab, 2cd-3,4-5,6;
Ibr 5:1-6;
Mrk 10:46-52
Pak Ignas yang mencari uang dengan cara yang tidak halal, menyimpan uang hasil korupsinya dalam suatu gudang, di belakang ranjang kamarnya.
Pada suatu malam, ia melihat orang berpakaian preman berkeliling di depan rumahnya.
Ia mulai curiga kalau orang tersebut adalah KPK yang mungkin akan menangkapnya.
Ia merasakan kegelisahan dan ketakutan yang amat sangat, sampai pada tengah malam ia berlutut di samping ranjangnya dan berseru berulang-ulang pada Tuhan sambil menangis: "Ya Tuhan, kasihanilah dan ampunilah dosaku"
Setelah hampir 1 jam berdoa, ia mengganti pakaiannya dengan baju putih, turun ke bawah, dan pergi mengendarai sepeda motornya.
Tak ada satu orang pun yang melihat dia. Pak Ignas pergi ke tempat panti jompo dan melamar pekerjaan sebagai orang yang mengurus orang tua.
Ia menghabiskan masa hidupnya sebagai kepala panti jompo dan meninggalkan segala kegelapan hidupnya di masa lalu.
Dalam Injil hari ini, Yesus menyembuhkan Bartimeus, seorang pengemis buta, yang memiliki iman yang besar, kerendahan hati dan kesetiaan untuk mengikuti Yesus sampai ke Yerusalem.
Kitapun sering berada dalam kegelapan dosa. Hanya dengan iman yang besar, kita bisa berseru kepada Tuhan untuk memohon dengan kerendahan hati.
Kita tinggalkan semua yang ada dan hanya memberikan diri kita kepada Yesus, sambil berkata: "Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini"
Oratio:
Ya Tuhan, kasihanilah aku. Amin
Missio:
Marilah kita berdoa dengan iman yang besar dan kerendahan hati, sehingga kita hanya mempersembahkan diri kita kepada Tuhan untuk Ia selamatkan. Aleluya!
Have a Blessed Sunday.
____________
RenHar Minggu, 28/10
Yer 31:7-9
Ibr 5:1-6
Mrk 10:46-52
Dari Injil hari ini tentang perjumpaan Bartimeus dengan Yesus, Mgr Ign. Suharyo mengajak kita mengingat pengalaman iman yg sangat pribadi yg membarui hidup kita.
Juga pengalaman2 dengan
orang lain yg mencerahkan hati, budi & hidup kita...
Selamat pagi ..
Selamat merayakan Ekaristi Minggu dengan penuh syukur ..
Berkah Dalem...
<3
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
___________
Bertahun-tahun yang lalu, Bu Thomson berdiri didepan siswa kelas V mengucapkan sebuah kata bohong kepada para siswanya dia mengatakan akan mencintai setiap muridnya.
Tetapi hal tersebut sebetulnya tak sepenuhnya jujur, karena Teddy yang duduk dibarisan depan adalah seorang anak yang tidak konsentrasi belajar dan kotor.
Sebenarnya Bu Thomson sangat ingin dengan pena merahnya menulis diatas rapor Teddy nilai "E".
Pada suatu hari ketika Bu Thomson sedang memeriksa catatan di rapor para muridnya. Dia sangat terkejut membaca komentar para mantan guru Teddy.
Guru di kelas I menulis, "Teddy adalah seorang murid yang cerdas, selalu tersenyum, pekerjaan rumahnya dan catatannya selalu rapi, sangat menghormati orang lain, membuat orang disekelilingnya berbahagia!."
Guru kelas II menulis, "Teddy adalah seorang pelajar yang sempurna, semua teman-teman menyukainya, tetapi ibunya menderita penyakit kanker, kehidupan dirumahnya pasti sangat susah!"
Guru kelas III menulis, "Kematian ibunya menimbulkan pukulan berat baginya. Dia sangat rajin belajar, tetapi ayahnya tidak peduli terhadapnya, jika tidak segera diambil tindakan maka kehidupan keluarganya akan segera mempengaruhi pelajarannya."
Guru kelas IV menulis, "Pelajaran Teddy mulai mundur, dia tidak tertarik kepada pelajaran lagi, dia tidak ada teman lagi, terkadang tertidur di ruang kelas."
Setelah membaca catatan tersebut, Bu Thomson baru menyadari masalah yang sebenarnya. Dia merasa malu, dan sangat sedih karena pada saat natal, semua muridnya memberi dia hadiah yang dibungkus dengan kertas kado yang cantik, sedangkan Teddy membungkus hadiahnya dengan kertas koran.
Bu Thomson membuka hadiah Teddy, didepan kelas, hadiahnya adalah sebuah gelang berlian palsu dan sebotol parfum yang tersisa ¼ , murid-murid yang lain mulai menertawakan hadiah dari Teddy, tetapi guru Bu Thomson segera mengambil gelang tersebut dipakai ditangannya dan berkata sangat indah dia menyukai hadiah tersebut, lalu menyemprotkan parfum tersebut ke tangannya.
Hari itu setelah lonceng pulang berbunyi, Teddy tinggal dikelas dan berkata kepada guru Bu Thomson, "Guru, hari ini engkau wangi seperti ibuku!." Setelah Teddy pulang, guru Bu Thomson menangis dengan sedih selama satu jam. Setelah hari itu guru Bu Thomson tidak mengajar "Membaca, menulis dan menghafal dan matematika lagi." Tetapi dia mengajarkan pendidikan kepada para muridnya.
Mulai hari itu dia memberi perhatian khusus kepada Teddy, mencurahkan kasih sayang seperti seorang ibu kandung, Teddy juga mulai hidup kembali, guru Bu Thomson selalu memberi semangat kepadanya, dia semakin tangkas. Di akhir tahun Teddy menjadi murid yang terpintar dikelasnya. Walaupun guru Bu Thomson mengatakan akan mencintai setiap muridnya tetapi Teddy adalah siswa favoritnya.
Setahun kemudian, guru Bu Thomson menemukan secarik kertas yang ditempel dipintu rumahnya, itu adalah tulisan Teddy yang mengatakan "guru Bu Thomson adalah guru yang paling baik yang dijumpai seumur hidupnya!"
Setelah 6 tahun berlalu guru Bu Thomson menerima sepucuk surat dari Teddy yang mengatakan dia sudah tamat SMA, dia mendapat juara 3, dia mengatakan guru Bu Thomson tetap adalah guru yang paling baik seumur hidupnya dan guru favoritnya!
Empat tahun kemudian, Teddy menulis bahwa dia telah tamat S1 dan akan melanjutkan ke S2 dia mengatakan guru Bu Thomson tetap guru favorit dan guru yang terbaik selama hidupnya, dan guru Bu Thomson melihat ada tambahan gelar dokter ditanda tangannya.
Cerita ini belum berakhir, pada musim semi tahun ini, Teddy menulis surat lagi, menceritakan bahwa ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dia sudah menemukan seorang gadis dan akan menikah dengannya, dia meminta guru Bu Thomson sebagai walinya akan disediakan tempat duduk di posisi orang tuanya.
Guru Bu Thomson memenuhi permintaan Teddy, pada hari pernikahan dia memakai gelang berlian palsu pemberian Teddy dan menyemprotkan parfum pemberian Teddy, Teddy teringat itu terakhir kalinya dia bersama ibunya merayakan natal dan ibunya memakai parfum ini.
Ketika mereka merangkul satu sama lain, prof. Teddy dengan berbisik ditelinga Bu Thomson mengatakan, "Terima kasih guru Bu Thomson engkau telah mempercayai saya, terima kasih karena engkau membuat saya menjadi orang penting, sehingga saya mempunyai kepercayaan diri untuk berubah!"
Airmata guru Thomsom mengalir dengan deras, dengan lembut dia berkata, "Teddy, anda salah! Andalah yang mengajari saya, sehingga saya mempunyai kepercayaan diri untuk berubah, setelah bertemu denganmu, saya baru tahu bagaimana mengajar!"
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
____________
Joke:
-------
Pak Haji dgn Pak Pendeta sama diundang oleh Kantor Agama utk mengikuti pelatihan komputer.
Saat sdg belajar, Pak Pendeta bertanya kpd Pak Haji:
Apa artinya "www" ?
Pak Haji menjawab:
oh.. itu artinya : Wassalamualaikum Warachmatullahi Wabarkatu..
Sesaat kemudian giliran Pak
Haji bertanya kpd Pak Pendeta : Apa artinya "http" ?
Pak Pendeta menjawab:
oh... itu artinya : Haleluyah, Tuhan Tetap Peduli... =D :D =))
*JP**JP**JP* ƗƗãÞÞƴ ƾüŋϑӑ¥ *JP**JP**JP*yg tersenyum di berkati Tuhan
____________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.