Sperti rusa rindu sungai, jiwaku rindu Engkau... Persiapkanlah hati dan diri kita senantiasa. Ketika kita lelah, ketika kita akan marah, ambillah waktu sejenak, untuk berdoa. Mengingatkan rekan2 di Indonesia bagian tengah, 30 menit dr skrg jam 12 waktu berdoa Angelus. Dan rekan2 di Indonesia Barat, 90 menit dr skrg. Teks doa dpt dilihat di Puji Syukur no. 15. -mb-
_____________
Tindaka yang Tulus
21 September 2012
Bacaan Hari ini:
Matius 26:13 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.'"
________________
MAKAN BERSAMA ORANG BERDOSA
Mat 9:11
Orang Farisi… berkatalah kepada murid-murid Yesus,
"Mengapa gurumu makan bersama-sama
dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Makan bersama dengan orang yang dicap berdosa
selalu dan di mana-mana menjadi masalah.
Padahal, Sang Guru tidak pernah malu melakukannya.
Mengapa? Sebab ia membenci kejahatan,
tetapi hatinya penuh belas kasih kepada pendosa.
Orang berdosa baginya ialah orang sakit,
terutama kalau ia tidak menyadarinya.
Lain halnya dengan manusia pada umumnya:
bersikap keras terhadap para pendosa,
tetapi lembut terhadap dosa dan kejahatan
yang sering dianggapnya bahkan kebaikan.
Dapatkah manusia berbelas kasihan terhadap pendosa?
Tentu saja, tetapi itu tergantung dari dua hal:
dari sejauh manakah ia sadar akan dosanya,
dan sejauh mankah ia bebas dari dosanya.
Selama manusia berhati keras terhadap orang berdosa,
ia ikut bertanggung jawab atas dosa.
Rasul Matius sadar bahwa ia pendosa yang diampuni,
maka ia menerima semua pendosa di dalam rumahnya.
©SL, 21 September 2012
____________________
Ketika Anda membaca Perjanjian Baru, Anda tidak bisa menahan diri untuk mengatakan betapa sedikitnya peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah dunia yang diceritakan disana.
Anda mungkin berpikir apabila Alkitab akan menyebutkan bangsa Romawi dan penaklukkannya atas banyak bangsa.
Tapi pada kenyataannya Alkitab tidak menuliskan itu semua.
Sebaliknya, Tuhan malah membawa nuansa yang sama sekali berbeda.
Dalam Matius 26, misalnya, kita menemukan sebuah kisah unik dimana Tuhan ingin agar kita tidak pernah melupakannnya.
Kisah ini menceritakan tentang pengorbanan luar biasa yang dilakukan seorang wanita bagi Yesus.
Apakah yang dia lakukan sehingga membuat Allah sangat terkesan?
Apakah terjadi suatu keajaiban ataukah Yesus sedang memberikan suatu pengajaran yang besar?
Tidak, Itu semua semata-mata disebabkan oleh suatu tindakan yang tulus.
Pada suatu hari ketika Yesus sedang berada di rumah seorang pria bernama Simon, wanita ini mengambil sebotol parfum mahal dan mengurapi Yesus dengan itu.
Mengapa hal ini menjadi begitu berarti?
Tindakannya itu berkesan karena ia tampak mengakui bahwa Yesus perlu diurapi untuk penguburan-Nya. (Matius 26:12)
Jadi dengan penyerahan penuh, dia memberikan-Nya semua yang ia miliki.
Injil Markus memberitahu kita bahwa harga parfum wanita itu lebih dari 300 dinar. (Markus 14:5)
Pada zaman itu, 300 dinar adalah setara dengan hampir upah setahun.
Tapi bukanlah persembahan wanita itu yang penting, melainkan hati dibalik persembahan yang ia berikan.
Niatnyalah yang menyentuh Yesus, karena Dia tahu bahwa dia mengorbankan hampir segalanya bagi-Nya.
Apakah Anda sedang melakukan semua yang Anda bisa untuk Allah?
Beberapa orang, seperti kebanyakan orang Farisi, akan memberikan apapun yang diwajibkan, namun memberikan dengan hati yang tidak tulus atau dengan kemunafikan.
Dalam banyak hal, kitapun terkadang bisa bersikap seperti itu.
____________________________________
Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 5-7; Galatia 2
____________________________________
Hari ini, maukah Anda berkomitmen untuk melayani Allah melampaui apapun dan diatas apa yang diwajibkan - seperti yang wanita ini lakukan?
Selengkapnya klik: http://www.TheologiaOnline.com
______________
______________
RenHar Jumat, 21/9
Ef 4:1-7.11-13
Mat 9:9-13
Yg sering kita jumpai orang lebih mudah mencari kesalahan sesama dpd mengapresiasi & juga tak mau bergaul dg orang yg citranya negatif, bahkan tak jarang ikut mengadili (tetap sama dg di jaman Yesus).
Injil hari ini Yesus mengutus kita supaya selalu mengutamakan belas kasih seperti sikap & perbuatan Yesus yg datang bukan utk orang benar, melainkan org berdosa. Bukan kpd orang yg damai sejahtera, melainkan yg KLMTD.
Untuk bisa melakukannya dibutuhkan sikap tepaslira, andhap asor, pertobatan & hidup bukan demi citra diri, serta mau berbagi (bukan orang sehat yg perlu tabib, melainkan orang sakit)..
Selamat pagi ..
Berkah Dalem...
<3
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
___________
YANG KUHENDAKI IALAH BELASKASIHAN DAN BUKAN PERSEMBAHAN.
(Mat 9:9-13).
PESTA ST. MATIUS,Rasul dan Penulis Injil.
Matius si pemungut cukai. Ia bersama para pemungut cukai lainnya,termasuk kelompok kaum pendosa,orang-orang buangan dan tersingkirkan. Mereka kaum terabaikan. Keberadaan mereka justru menjadi tujuan kedatangan Yesus.
KataNya,"Aku datang bukan utk memanggil org benar,melainkan org berdosa."
Kasih Yesus luar biasa,Ia mau menjadi sahabat dan makan bersama dgn pemungut cukai dan pendosa. Itulah kabar gembira yg sesungguhnya,krn membawa si pendosa kpd pertobatan.
Misi Yesus ke dunia adalah utk menyelamatkan manusia dan penyelamatan akan terjadi jika manusia menanggapinya dgn sikap belas kasih terhadap sesama.
Sikap belaskasih mampu melampaui batasan-batasan yg ada,apakah dia org baik ataukah dia org berdosa.
YUK
KITA MEMBUKA DIRI ATAS TAWARAN CINTA YESUS AGAR BELAS KASIH ALLAH MENJIWAI HIDUP KITA DAN KITA DAPAT MENGASIHI SESAMA DGN TULUS DAN TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN MAUPUN MEREMEHKAN ORANG LAIN,
Gbu.
(C. Siu Tjen)
_______________
Kelimpahan hidup tidak diukur dan tidak ditentukan oleh berapa lama manusia itu hidup, tapi pada "warna" mutu serta kualitas kita dalam menjalani kehidupan ini.
( Andri Wongso )
_________________
"Sebutir Pasir"
- Sebuah Renungan
Aku adalah sebutir pasir yang menetap di sebuah pantai yang sepi tak berpenghuni, tiada satu pun orang yang datang untuk bermain, memancing di tepian laut atau bersenda gurau dengan ombak yang bergulung-gulung tanpa henti dan belas kasih menerpa, menyeret teman teman serta sanak familiku yang sedang bermain di tepiannya, yang kemudian dihempaskannya mereka ke dasar biru.
Tenggelam. Tak mudah kembali ketepian untuk melaksanakan kewajiban, tugas tugas apalagi untuk mengambil hak hak mereka yang telah hilang bersama mereka. Terseret. Masuk kedalam dunia penuh keindahan dalam kerajaan laut yang abadi sampai lautan itu berubah menjadi api.
Kalian semua dapat mencari aku dengan mudah karena aku adalah sebutir pasir yang berwarna abu abu yang ada diantara pasir putih yang menghampar luas di pinggiran laut yang biru. Tetapi kadang kau bisa jumpai aku di antara pasir hitam.
Sibakkanlah pasir itu maka kau akan menemukanku sedang bercumbu mesra diantara kerang kerang yang terbenam dalam gundukan pasir hitam. Kelam. Seakan melukiskan warna dalam jiwaku, walaupun aku hanya sebutir pasir.
Gemerisik tubuh kami yang saling bersinggungan karena sang angin yang berhembus pelan menyisir pantai. Membelai kematian. Berpuluh, beratus, beribu, berpuluh ribu, beratus ribu, berjuta, bermilyar, bertriliun dan tak terhitung lagi berapa butir pasir hitam itu yang terhempas, terbawa angin. Dan saat terjadi gelombang yang sedang bergelora, maka pasir pasir putih akan terseret ke dalam laut.
Sungguh aku adalah pasir yang takkan pernah menemui hal hal semacam itu. Karena saat sang angin mulai berdesir aku langsung merubah warnaku menjadi putih dan bergabung dengan pasir putih lainnya, dan saat gelombang besar menghujam aku langsung bergegas menjadikan tubuhku hitam kelam dan langsung bersembunyi di balik kerang. Hidupku mungkin akan abadi jika aku terus menjadi pasir kelabu, setidaknya akan seperti itu. Tapi aku akan mengerti apa itu hidup diantara yang putih dan yang hitam. Hingga tua menjadi putih, tubuhku, rambutku, kumisku, jenggotku menjadi memutih kemudian rontok, jatuh berderai hingga akhirnya jiwa lepas dari raga.
Pernah aku mencoba untuk tetapkan diriku menjadi putih walau tak akan seputih kapas yang telah berfaedah untuk kehidupan. Tetapi, aku tak sanggup aku telah terbujuk oleh awan hitam yang telah menurunkan tinta hitam yang membuat tubuhku menjadi hitam. Kelam. Walau tubuhku telah menjadi hitam, tetapi tidak sampai jiwa dan hatiku ikut menjadi hitam seperti halnya dengan tubuhku.
Hatiku takkan seputih hatimu, dan hanya aku yang memiliki hati yang kelabu seperti abu. Terkadang aku ikut kursus pelatihan ilmu memutihkan diri tetapi aku juga ikut bermain di arena silam.
"aku bangga menjadi pasir kelabu" teriakku dalam kesunyian, walau tak akan ada yang mendengar.
Temanku Si Pasir Hitam, yang sudah sangat hitamnya ia berkata, "ayolah gabung bersama kami kau akan dapatkan kesenangan. "
"kesenangan apa?" tanyaku.
"semua kesenangan yang ada di dunia ini?"
"hanya di dunia?"
"ya, hanya di dunia" tegasnya.
Temanku Si Pasir Putih yang tadi diam saja menyimak aku dan Si Pasir Hitam mengoceh, kemudian angkat bicara.
"kau ikut kami saja."
"kemana?" tanyaku.
"kau ikut kami menuju jalan yang benar." Katanya dengan nada menasehati.
"jalan yang bagaimana?"
"jalan yang akan membuat hidup kita di akhirat nanti menjadi bahagia." Si Pasir Putih menjelaskan.
"bagaimana dengan hidupku di dunia?" tanyaku.
"jika kau ingin berikhtiar dan berdoa kepada Nya hidupmu akan bahagia." Jawabnya.
Benakku berkeliling mencari sebuah keputusan yang pantas untuk hidupku yang sudah sampai di mana aku bisa memilih. Jika aku memilih untuk mengikuti Pasir Hitam, maka aku akan bahagia di dunia. Dan jika aku mengikuti Pasir Putih, maka aku akan bahagia di akhirat.
Dan aku berkata untuk sebuah keputusan kepada kedua temanku yang sama sama kucintai:
"Biarkanlah sang waktu yang akan menjawab semua itu"
_____________
God Bless All of You.
_____________
Tindaka yang Tulus
21 September 2012
Bacaan Hari ini:
Matius 26:13 "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.'"
________________
MAKAN BERSAMA ORANG BERDOSA
Mat 9:11
Orang Farisi… berkatalah kepada murid-murid Yesus,
"Mengapa gurumu makan bersama-sama
dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Makan bersama dengan orang yang dicap berdosa
selalu dan di mana-mana menjadi masalah.
Padahal, Sang Guru tidak pernah malu melakukannya.
Mengapa? Sebab ia membenci kejahatan,
tetapi hatinya penuh belas kasih kepada pendosa.
Orang berdosa baginya ialah orang sakit,
terutama kalau ia tidak menyadarinya.
Lain halnya dengan manusia pada umumnya:
bersikap keras terhadap para pendosa,
tetapi lembut terhadap dosa dan kejahatan
yang sering dianggapnya bahkan kebaikan.
Dapatkah manusia berbelas kasihan terhadap pendosa?
Tentu saja, tetapi itu tergantung dari dua hal:
dari sejauh manakah ia sadar akan dosanya,
dan sejauh mankah ia bebas dari dosanya.
Selama manusia berhati keras terhadap orang berdosa,
ia ikut bertanggung jawab atas dosa.
Rasul Matius sadar bahwa ia pendosa yang diampuni,
maka ia menerima semua pendosa di dalam rumahnya.
©SL, 21 September 2012
____________________
Ketika Anda membaca Perjanjian Baru, Anda tidak bisa menahan diri untuk mengatakan betapa sedikitnya peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah dunia yang diceritakan disana.
Anda mungkin berpikir apabila Alkitab akan menyebutkan bangsa Romawi dan penaklukkannya atas banyak bangsa.
Tapi pada kenyataannya Alkitab tidak menuliskan itu semua.
Sebaliknya, Tuhan malah membawa nuansa yang sama sekali berbeda.
Dalam Matius 26, misalnya, kita menemukan sebuah kisah unik dimana Tuhan ingin agar kita tidak pernah melupakannnya.
Kisah ini menceritakan tentang pengorbanan luar biasa yang dilakukan seorang wanita bagi Yesus.
Apakah yang dia lakukan sehingga membuat Allah sangat terkesan?
Apakah terjadi suatu keajaiban ataukah Yesus sedang memberikan suatu pengajaran yang besar?
Tidak, Itu semua semata-mata disebabkan oleh suatu tindakan yang tulus.
Pada suatu hari ketika Yesus sedang berada di rumah seorang pria bernama Simon, wanita ini mengambil sebotol parfum mahal dan mengurapi Yesus dengan itu.
Mengapa hal ini menjadi begitu berarti?
Tindakannya itu berkesan karena ia tampak mengakui bahwa Yesus perlu diurapi untuk penguburan-Nya. (Matius 26:12)
Jadi dengan penyerahan penuh, dia memberikan-Nya semua yang ia miliki.
Injil Markus memberitahu kita bahwa harga parfum wanita itu lebih dari 300 dinar. (Markus 14:5)
Pada zaman itu, 300 dinar adalah setara dengan hampir upah setahun.
Tapi bukanlah persembahan wanita itu yang penting, melainkan hati dibalik persembahan yang ia berikan.
Niatnyalah yang menyentuh Yesus, karena Dia tahu bahwa dia mengorbankan hampir segalanya bagi-Nya.
Apakah Anda sedang melakukan semua yang Anda bisa untuk Allah?
Beberapa orang, seperti kebanyakan orang Farisi, akan memberikan apapun yang diwajibkan, namun memberikan dengan hati yang tidak tulus atau dengan kemunafikan.
Dalam banyak hal, kitapun terkadang bisa bersikap seperti itu.
____________________________________
Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkotbah 5-7; Galatia 2
____________________________________
Hari ini, maukah Anda berkomitmen untuk melayani Allah melampaui apapun dan diatas apa yang diwajibkan - seperti yang wanita ini lakukan?
Selengkapnya klik: http://www.TheologiaOnline.com
______________
______________
RenHar Jumat, 21/9
Ef 4:1-7.11-13
Mat 9:9-13
Yg sering kita jumpai orang lebih mudah mencari kesalahan sesama dpd mengapresiasi & juga tak mau bergaul dg orang yg citranya negatif, bahkan tak jarang ikut mengadili (tetap sama dg di jaman Yesus).
Injil hari ini Yesus mengutus kita supaya selalu mengutamakan belas kasih seperti sikap & perbuatan Yesus yg datang bukan utk orang benar, melainkan org berdosa. Bukan kpd orang yg damai sejahtera, melainkan yg KLMTD.
Untuk bisa melakukannya dibutuhkan sikap tepaslira, andhap asor, pertobatan & hidup bukan demi citra diri, serta mau berbagi (bukan orang sehat yg perlu tabib, melainkan orang sakit)..
Selamat pagi ..
Berkah Dalem...
<3
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
___________
YANG KUHENDAKI IALAH BELASKASIHAN DAN BUKAN PERSEMBAHAN.
(Mat 9:9-13).
PESTA ST. MATIUS,Rasul dan Penulis Injil.
Matius si pemungut cukai. Ia bersama para pemungut cukai lainnya,termasuk kelompok kaum pendosa,orang-orang buangan dan tersingkirkan. Mereka kaum terabaikan. Keberadaan mereka justru menjadi tujuan kedatangan Yesus.
KataNya,"Aku datang bukan utk memanggil org benar,melainkan org berdosa."
Kasih Yesus luar biasa,Ia mau menjadi sahabat dan makan bersama dgn pemungut cukai dan pendosa. Itulah kabar gembira yg sesungguhnya,krn membawa si pendosa kpd pertobatan.
Misi Yesus ke dunia adalah utk menyelamatkan manusia dan penyelamatan akan terjadi jika manusia menanggapinya dgn sikap belas kasih terhadap sesama.
Sikap belaskasih mampu melampaui batasan-batasan yg ada,apakah dia org baik ataukah dia org berdosa.
YUK
KITA MEMBUKA DIRI ATAS TAWARAN CINTA YESUS AGAR BELAS KASIH ALLAH MENJIWAI HIDUP KITA DAN KITA DAPAT MENGASIHI SESAMA DGN TULUS DAN TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN MAUPUN MEREMEHKAN ORANG LAIN,
Gbu.
(C. Siu Tjen)
_______________
Kelimpahan hidup tidak diukur dan tidak ditentukan oleh berapa lama manusia itu hidup, tapi pada "warna" mutu serta kualitas kita dalam menjalani kehidupan ini.
( Andri Wongso )
_________________
"Sebutir Pasir"
- Sebuah Renungan
Aku adalah sebutir pasir yang menetap di sebuah pantai yang sepi tak berpenghuni, tiada satu pun orang yang datang untuk bermain, memancing di tepian laut atau bersenda gurau dengan ombak yang bergulung-gulung tanpa henti dan belas kasih menerpa, menyeret teman teman serta sanak familiku yang sedang bermain di tepiannya, yang kemudian dihempaskannya mereka ke dasar biru.
Tenggelam. Tak mudah kembali ketepian untuk melaksanakan kewajiban, tugas tugas apalagi untuk mengambil hak hak mereka yang telah hilang bersama mereka. Terseret. Masuk kedalam dunia penuh keindahan dalam kerajaan laut yang abadi sampai lautan itu berubah menjadi api.
Kalian semua dapat mencari aku dengan mudah karena aku adalah sebutir pasir yang berwarna abu abu yang ada diantara pasir putih yang menghampar luas di pinggiran laut yang biru. Tetapi kadang kau bisa jumpai aku di antara pasir hitam.
Sibakkanlah pasir itu maka kau akan menemukanku sedang bercumbu mesra diantara kerang kerang yang terbenam dalam gundukan pasir hitam. Kelam. Seakan melukiskan warna dalam jiwaku, walaupun aku hanya sebutir pasir.
Gemerisik tubuh kami yang saling bersinggungan karena sang angin yang berhembus pelan menyisir pantai. Membelai kematian. Berpuluh, beratus, beribu, berpuluh ribu, beratus ribu, berjuta, bermilyar, bertriliun dan tak terhitung lagi berapa butir pasir hitam itu yang terhempas, terbawa angin. Dan saat terjadi gelombang yang sedang bergelora, maka pasir pasir putih akan terseret ke dalam laut.
Sungguh aku adalah pasir yang takkan pernah menemui hal hal semacam itu. Karena saat sang angin mulai berdesir aku langsung merubah warnaku menjadi putih dan bergabung dengan pasir putih lainnya, dan saat gelombang besar menghujam aku langsung bergegas menjadikan tubuhku hitam kelam dan langsung bersembunyi di balik kerang. Hidupku mungkin akan abadi jika aku terus menjadi pasir kelabu, setidaknya akan seperti itu. Tapi aku akan mengerti apa itu hidup diantara yang putih dan yang hitam. Hingga tua menjadi putih, tubuhku, rambutku, kumisku, jenggotku menjadi memutih kemudian rontok, jatuh berderai hingga akhirnya jiwa lepas dari raga.
Pernah aku mencoba untuk tetapkan diriku menjadi putih walau tak akan seputih kapas yang telah berfaedah untuk kehidupan. Tetapi, aku tak sanggup aku telah terbujuk oleh awan hitam yang telah menurunkan tinta hitam yang membuat tubuhku menjadi hitam. Kelam. Walau tubuhku telah menjadi hitam, tetapi tidak sampai jiwa dan hatiku ikut menjadi hitam seperti halnya dengan tubuhku.
Hatiku takkan seputih hatimu, dan hanya aku yang memiliki hati yang kelabu seperti abu. Terkadang aku ikut kursus pelatihan ilmu memutihkan diri tetapi aku juga ikut bermain di arena silam.
"aku bangga menjadi pasir kelabu" teriakku dalam kesunyian, walau tak akan ada yang mendengar.
Temanku Si Pasir Hitam, yang sudah sangat hitamnya ia berkata, "ayolah gabung bersama kami kau akan dapatkan kesenangan. "
"kesenangan apa?" tanyaku.
"semua kesenangan yang ada di dunia ini?"
"hanya di dunia?"
"ya, hanya di dunia" tegasnya.
Temanku Si Pasir Putih yang tadi diam saja menyimak aku dan Si Pasir Hitam mengoceh, kemudian angkat bicara.
"kau ikut kami saja."
"kemana?" tanyaku.
"kau ikut kami menuju jalan yang benar." Katanya dengan nada menasehati.
"jalan yang bagaimana?"
"jalan yang akan membuat hidup kita di akhirat nanti menjadi bahagia." Si Pasir Putih menjelaskan.
"bagaimana dengan hidupku di dunia?" tanyaku.
"jika kau ingin berikhtiar dan berdoa kepada Nya hidupmu akan bahagia." Jawabnya.
Benakku berkeliling mencari sebuah keputusan yang pantas untuk hidupku yang sudah sampai di mana aku bisa memilih. Jika aku memilih untuk mengikuti Pasir Hitam, maka aku akan bahagia di dunia. Dan jika aku mengikuti Pasir Putih, maka aku akan bahagia di akhirat.
Dan aku berkata untuk sebuah keputusan kepada kedua temanku yang sama sama kucintai:
"Biarkanlah sang waktu yang akan menjawab semua itu"
_____________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.