Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati
(Yakobus 2:26)
Banyak orang mengaku beriman tapi tidak berbuat sesuai dengan apa yang diimaninya, mereka mengatakan Allah itu kasih dan mengasihinya, namun seringkali mereka tidak mengasihi sesamanya, sehingga apa yang diimani tidak sesuai dengan apa yang diperbuatnya
Di sisi lain ada yang berlomba berbuat kasih dan mengabaikan soal iman, dengan meyakini perbuatan menjadi jalan keselamatannya
Bagi penulis surat Yakobus antara iman dan perbuatan keduanya tidak dapat dipisahkan
Dalam buku "iman dalam perbuatan" dijelaskan bahwa keduanya merupakan perwujudan murni yang sempurna dari agama yang sesungguhnya sehingga seorang tidak bisa memilih mana yang lebih penting
Dalam kehidupan yang seimbang harus ada iman dan perbuatan. Iman dapat membuktikan dan memperlihatkan dirinya sendiri hanya melalui perbuatan, sebaliknya perbuatan dapat diupayakan dan dikerjakan hanya melalui iman
Firman Tuhan sudah mengingatkan bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong, bahkan lebih dari itu mati, jika mereka orang beriman, pasti mereka akan berbuat dan jika mereka tidak berbuat itu hanya menandakan bahwa sejatinya mereka bukan orang beriman
Yesus pernah mengatakan: "setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu", kokoh, bila ada banjir rumah itu tidak terseret arus, tidak rubuh
Sedangkan orang yang mendengar firman tapi tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, kata Tuhan, bila banjir datang, rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya
Alkitab juga menegaskan bahwa: "Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna"
Untuk itu, sangat penting kita mendengar, merenungkan firman Tuhan dan melakukannya
Tuhan Yesus memberkati.
(Yakobus 2:26)
Banyak orang mengaku beriman tapi tidak berbuat sesuai dengan apa yang diimaninya, mereka mengatakan Allah itu kasih dan mengasihinya, namun seringkali mereka tidak mengasihi sesamanya, sehingga apa yang diimani tidak sesuai dengan apa yang diperbuatnya
Di sisi lain ada yang berlomba berbuat kasih dan mengabaikan soal iman, dengan meyakini perbuatan menjadi jalan keselamatannya
Bagi penulis surat Yakobus antara iman dan perbuatan keduanya tidak dapat dipisahkan
Dalam buku "iman dalam perbuatan" dijelaskan bahwa keduanya merupakan perwujudan murni yang sempurna dari agama yang sesungguhnya sehingga seorang tidak bisa memilih mana yang lebih penting
Dalam kehidupan yang seimbang harus ada iman dan perbuatan. Iman dapat membuktikan dan memperlihatkan dirinya sendiri hanya melalui perbuatan, sebaliknya perbuatan dapat diupayakan dan dikerjakan hanya melalui iman
Firman Tuhan sudah mengingatkan bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong, bahkan lebih dari itu mati, jika mereka orang beriman, pasti mereka akan berbuat dan jika mereka tidak berbuat itu hanya menandakan bahwa sejatinya mereka bukan orang beriman
Yesus pernah mengatakan: "setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu", kokoh, bila ada banjir rumah itu tidak terseret arus, tidak rubuh
Sedangkan orang yang mendengar firman tapi tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, kata Tuhan, bila banjir datang, rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya
Alkitab juga menegaskan bahwa: "Iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna"
Untuk itu, sangat penting kita mendengar, merenungkan firman Tuhan dan melakukannya
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.