Sunday, July 24, 2011

AKIBAT BAIK HATI

 
Pada masa dinasti Qing, di kota Renhe ada seorang yang bernama Chai Huchen, ayahnya adalah seorang pejabat yang jujur, meninggal di kota tempat dia ditugaskan.Chai Huchen adalah seorang anak yang berbakti, dia lalu meminta bantuan seorang pedagang dengan kapalnya mengantar jenazah ayahnya ke kampung halamannya dan dikuburkan disana.


Setiap tahun Chai Huchen pasti berziarah ke makam ayahnya, dia selalu menangis dengan sedih karena kehilangan ayah suri tauladannya.

Di kampung halamannya, ada seorang anak karena dipukul oleh ayahnya minggat dari rumahnya, kebetulan bertemu dengan Chai Huchen sambil menangis. Chai Huchen bertanya padanya apa yang terjadi. Setelah mendengar cerita anak itu, sambil menangis dia berkata kepada,"Engkau mempunyai ayah yang memukuli kamu, ini bukan hal yang buruk, ia mungkin sedang mendidik kamu agar tak lagi melakukan kesalahan; sedangkan saya menginginkan ayah saya memukuli saya, tetapi sekarang hal ini tidak mungkin terjadi lagi!"lalu dia menciptakan sebuah puisi yang berjudul "Anak yatim yang mengembara" untuk anak ini, setelah melihat puisi tersebut anak tersebut menangis dengan sedih, akhirnya setelah pulang ke rumahnya dia menjadi seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya.


Pada suatu malam ada seorang pencuri, datang kerumah Chai Huchen mencuri barang, setelah Chai Huchen melihat pencuri tersebut dia mengetahui bahwa pencuri ini adalah tetangganya, lalu dia pura-pura tidur. Ketika pencuri ini ingin mencuri baju dan selimutnya, dengan suara perlahan Chai Huchen berkata, "Dapatkah engkau meninggalkan dua barang ini, supaya musim dingin saya tidak mati kedinginan?"

Setelah mendengar ucapanya, pencuri ini merasa sangat terkejut. Chai Huchen lalu menasehati pencuri ini bertobat, mulai saat ini tidak mencuri lagi, lalu dari bawah bantalnya dia mengeluarkan uang 100 Yuan dihadiahkan kepada pencuri ini. Pencuri ini sangat terharu oleh kebaikan hatinya, sambil menangis meninggalkan rumahnya tanpa mengambil satu barangpun.

Akhir pencuri ini bertobat, dan bekerja dengan rajin.
[Aprilda Bong, Makassar]


===================================
Senin, 25 Juli 2011
Hari Biasa Pekan XVII
Pesta S.Yakobus, Rasul

2Kor.4:7-15  + Mzm.126:1-6  +  Mat.20:20-28
----------------------------------------------------
Song:  http://www.youtube.com/watch?v=A5JlO7Lr3p0&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=5qP9fNj0hik&feature=related

Santo Yakobus adalah orang Galilea, putra Zebedeus, saudara Rasul Yohanes, dimana mereka berdua disebut oleh Yesus sebagai Boanerges, artinya putera halilintar. Dia juga seorang nelayan.

Agaknya Petrus, Yakobus dan Yohanes bertiga punya tempat yang spesial. Hanya mereka bertiga yang menjadi saksi atas: dibangkitkannya putri Yairus dari kematian, transfigurasi Yesus di atas bukit, sengsara Yesus di taman Getsemani. Hanya mereka bertiga yang diberi nama khusus oleh Yesus. Tidak heran kalau Yakobus dan Yohanes merasa berhak untuk menemui Yesus dan meminta apapun yang mereka inginkan dan ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengerti tugas misi mereka yang sebenarnya.

Namun dengan segala kekurangan mereka, Yesus tetap memilih Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk menemaniNya di Taman Getsemani. Dan Yakobus sungguh minum dari cawan yang diminum Yesus. Dia adalah Rasul pertama yang mati terbunuh, atas perintah raja Herodes Agripa dengan sebilah pedang.
Meski ada keraguan tentang perjalanan yang dilakukannya ke Spanyol karena kurangnya bukti sejarah, namun Yakobus dihormati sebagai santo pelindung Spanyol dan para penziarah dan para pekerja.

Dalam dunia seni, Yakobus digambarkan membawa sebuah bel peziarah. Lambangnya adalah tiga kulit kerang yang merujuk pada penziarahan. Dirayakan tiap tanggal 25 Juli (Ritus Roma/Latin) dan 30 April (Ritus Bizantium/Timur). (Al - dikutip dari artikel Para Rasul dan Penginjil - www.gerejakatolik.net)

Apakah saya mengerti bahwa menjadi pelayan adalah
tugas dan panggilan saya ketika menjadi dekat dengan Yesus?

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.