Claire J.King: “Bagaimana harus menjelaskan kata-kata nabi Hosea kepada orang-orang yang mengalami kekerasan dalam hidupnya, bahkan ada yang seumur hidup mereka? Gambaran Allah yang memukul dan membalut tangan kita amat menakutkan. [Hos.6:1 => ‘Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.’] Kuasa Roh memberikan gambaran tentang seorang ahli tulang yang harus mematahkan kembali tulang yang tumbuh membengkok atau seorang guru senam yang menyuruh muridnya berlatih satu set lagi. Saya berdoa bagi keluarga yang mengalami kekerasan, agar setiap orang dari mereka dapat merasakan kelembutan dan kerahiman Allah melalui tangan orang lain, para penyembuh.”Refleksi Injil: Perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai
1. Mengapa Yesus memberikan perumpamaan ini kepada orang yang merasa dirinya ‘Benar’? Bagaimana seharusnya menurut Yesus, ‘Orang Benar’ itu ?
2. Apa salahnya orang Farisi memuji Allah yang telah memberikan ‘kesempatan’ untuk hidup benar dan sesuai peraturan agama (berpuasa, berderma, hidup baik)?
3. Mengapa Pemungut cukai itu merasa bersalah dan memukul dirinya ? Apakah setelah keluar dari Bait Allah, Pemungut cukai itu melakukan pekerjaan dengan benar?
Apakah kalimat ini masih relevan dengan saat ini, ‘Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan’ ? Bukankah bila seseorang merendahkan diri, dia akan semakin ‘ditekan’ oleh orang lain ?
Sabtu, 02 April 2010 : Semoga Orang Mengenal Kerahiman Allah
Hos.6:1-6 + Mzm.51:3-4,18-19,20-21 + Luk.18:9-14
Luk.18:9-14 = Perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai
(Mat 24:23-28,36-41)
(Mat 24:23-28,36-41)
(9) Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar
. dan memandang rendah semua orang lain,
.. Yesus mengatakan perumpamaan ini:
(10) Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa;
. yang seorang adalah Farisi
.. dan yang lain pemungut cukai.
(11) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini:
. Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu,
.. karena aku tidak sama seperti semua orang lain,
... bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah
.... dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
(12) aku berpuasa dua kali seminggu,
. aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
(13) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh,
. bahkan ia tidak berani menengadah ke langit,
.. melainkan ia memukul diri dan berkata:
... Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
(14) Aku berkata kepadamu:
. Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah
.. dan orang lain itu tidak.
... Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan
.... dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.