Dia adalah penguasa tidak tertulis di daerah itu. Semua transportasi dikuasainya. Semua pengangkutan barang melalui daerah itu, harus memakai truknya dari pabrik hingga ke pelabuhan. Hampir semua orang takut padanya karena dia sangat emosional dan mempunyai pengaruh yang besar karena mempunyai anak buah yang banyak. Walaupun bersikap keras, tapi dia mengatur daerahnya menjadi daerah yang maju. Mereka memanggilnya Superman.
Suatu
ketika, Suster Maria dalam perjalanan dari kota kembali ke biaranya,
melalui suatu jalan yang agak sempit dan pada saat itu mobil yang
dikendarai suster Maria bertemu dengan truk yang dibawa oleh anak buah
Superman. Karena jalan itu hanya berlebar 3 meter, maka harus salah satu
kendaraan mengalah. Sebenarnya kendaraan suster Maria sudah hampir
sampai ke biaranya (kurang lebih 200 meter lagi) tapi anak buah Superman
meminta suster Maria untuk mundur, sehingga karena gugup suster Maria
memundurkan mobilnya dengan lama untuk menempuh jarak 2 km.
Karena
kejadian ini, kapal pengangkutan di pelabuhan harus menunggu, hal ini
membuat marah Superman. Maka keesokan harinya, dia mendatangi biara para
suster itu dan dengan marah dia meminta agar suster yang kemarin
menghalangi jalan truknya bertemu dengannya. Beberapa suster mencoba
memberikan minum dan makanan kecil agar Superman dapat reda amarahnya.
Sementara saat itu, suster Maria sangat takut. Saat dia mau menemui
Superman di ruang tamu, dia melalui kapel, maka suster Maria masuk dan
berdoa terlebih dahulu untuk mempercayakan semuanya dalam kasih dan
kuasa Hati Kudus Yesus.
Pertemuan
itu mulanya sangat tegang, superman bersuara dengan keras, namun
Sr.Maria diam dan berbicara sedikit dengan lembut. Saat Superman lebih
tenang, Sr.Maria menanyakan apakah dia dan beberapa suster boleh mampir
ke rumah Superman. Mendengar pertanyaan itu, sejenak mata Superman
terbelalak dan kemudian dengan tertawa senang, dia berkata, “Suster
boleh datang kapan saja, setelah telepon dahulu.” Suster Maria berjanji
akan menemui keluarga Superman minggu depan di sore hari.
Rupanya
keinginan suster untuk mendatangi rumah Superman mendapat respon dari
berbagai pihak. Pada umumnya, mereka kuatir bahwa masalah akan semakin
besar. Saat yang dijanjikan itu tiba, suster Maria, suster kepala biara
dan dua orang suster datang ke rumah Superman. Ternyata di rumah
Superman telah berkumpul banyak orang, yang sebagian besar adalah anak
buah Superman dan orang-orang di sekitar rumah Superman. Rupanya
Superman dengan bangga telah mengatakan kepada banyak orang, bahwa
rumahnya akan didatangi para suster.
Pertemuan
di rumah Superman itu ternyata membuat banyak keharuan. Superman
bercerita bahwa sebenarnya dia bernama Suparman, dan dia yatim piatu
sejak usia 15 tahun. Kehidupan jalanan telah membentuk watak yang keras,
padahal sebelumnya saat orang tuanya masih ada, Suparman adalah anak
yang rajin sekolah dan taat beribadat. Kesenangan akan kunjungan dari
para suster, membuat kabar baik bagi keluarganya dan juga para suster.
Para suster akan dilindungi bila ada pihak-pihak yang mengganggu mereka.
Sebaliknya, Suparman/ Superman berjanji akan mampir ke kapel gereja
bila dia sempat pada hari Minggu.
Dan
Suparman memenuhi janjinya, dia datang bersama banyak anak buahnya,
pada hari Jumat Agung (saat Yesus di salib dan mengampuni dan mengajak
salah seorang penjahat yang bertobat, untuk bersama-sama-Nya ke taman
Firdaus/ Surga) dan membawa isteri dan ketiga anaknya pada hari Minggu
Paskah. Pada mulanya, orang-orang takut akan kedatangan Suparman, tapi
melihat mereka datang dengan damai dan juga keluarga mereka nampak
bahagia, semua orang turut senang. Kristus telah bangkit dan
membangkitkan satu keluarga ini juga.
Selasa, 26 April 2011 : Kebangkitan Kristus membawa Kebangkitan bagi yang lain.
Kis.2:36-41 + Mzm.33:4-5,18-20,22 + Yoh.20:11-18

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.