Showing posts with label Kebahagian bersama Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Kebahagian bersama Keluarga. Show all posts

Sunday, December 16, 2012

REN" Minggu. 16 Desember 2012. JIKA. Kisah Ibu beranak 7. ‎​

Bacaan Hari Minggu Adven III
(Gaudete)
Zef.3:14-18a ;
Yes.12:2-6 ;
Flp.4:4-7 ;
Luk.3:10-18.‎​
_____________
= JIKA =

Jika derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya, mengapa mesti dijalani dengan pedih rasa, sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.
Jika kesedihan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Mengapa tidak dinikmati saja,
Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jika luka dan kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Mengapa dibiarkan meracuni jiwa, Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.
Jika kebencian dan kemarahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya, Mengapa mesti diumbar sepuas jiwa, Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Friday, August 24, 2012

SURAT KELUARGA AGUSTUS 2012

SURAT KELUARGA AGUSTUS 2012
Suara ibu bisa menyembuhkan
Pujian ayah sangat membesarkan hati
Pernyataan kasih anak-anak mampu melegakan
Dan seluruh keluarga disatukan dalam peneguhan

Keluarga-keluarga KAJ terkasih,
Akhirnya keluarga kita memasuki masa-masa sibuk bersama lagi. Anak-anak memasuki rutinitas sekolahnya; orang tua kembali menata pekerjaan atau usahanya sambil menantikan liburan panjang menjelang hari raya lebaran yang akan datang. Kalau boleh saya bertanya,
"Apa yang Anda peroleh dari liburan kemarin?"

Saturday, August 18, 2012

Minal Aidin Wal Faizin 1433.H.

Keindahan Ramadhan tetap bersinar seiring datangnya hari yang Fitri,
salah kata pernah terucap,
salah sikap pernah terungkap....

Walau kaki tak melangkah,
tangan tak berjabat,
mata tak menatap,
telinga tak mendengar,
tapi hati tetap memohon keikhlasan tuk memaafkan semua salah, khilaf dan cela

"Mohon maaf lahir dan batin."

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ

Minal Aidin Wal Faizin 1433.H.



God Bless All of You.

Thursday, August 16, 2012

RENUNGAN Kamis, 16 Agustus 2012

Janganlah merasa susah, apabila engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka, sebab enam tahun lamanya ia telah bekerja padamu dengan jasa dua kali upah seorang pekerja harian
Maka Tuhan, Allahmu akan memberkati engkau dalam segala sesuatu yang kau kerjakan
(Ulangan 15:18)


Saat-saat ini adalah masa yang membuat ibu-ibu rumah tangga menjadi stress karena ditinggalkan pembantu rumah tangganya pulang kampung, sehingga mereka paling tidak harus mengerjakan apa yang biasa dilakukan pembantunya
Dan tidak sedikit bapak-bapak juga yang terkena imbasnya

Tuesday, August 14, 2012

Mutiara Iman. 14 Agustus 2012. HIDUP SEPERTI ANAK KECIL

"Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang"
(Mat 18:14)

Lectio:
Yeh 2:8-3:4; Mzm 119:14,24,72,103,111,131; Mat 18:1-5,10,12-14


Ibu Susan, seorang yang mendedikasikan hidupnya untuk hidup selibat, memiliki 3 panti asuhan. Bersama dengan timnya ia sangat telaten mengurus anak-anak tersebut.

Monday, August 13, 2012

‎​RENUNGAN Senin, 13 Agustus 2012.

Dan hukum kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
(Matius 22:39)


Mengasihi anggota keluarga kita seringkali jauh lebih mudah dibandingkan mengasihi orang lain di luar anggota keluarga

Tetapi sebagai orang percaya kita harus menyatakan kasih Allah kepada sesama kita, bahkan terhadap orang yang tidak menyukai kita atau musuh kita

Tuesday, July 3, 2012

Renungan Kisah Online Suami Istri.

COCOK DI DUNIA MAYA
BERBEDA DI DUNIA NYATA.

Suatu ketika ada berita menarik di satu koran berjudul 'Selingkuh Online'.

"Sepasang suami istri di Bosnia memilih berpisah. Adnan Zenica (32 tahun) dan Sana Klaric (27 tahun) tanpa sadar telah saling curhat melalui internet. Mereka merasa telah menemukan belahan jiwa sejati.

Sang suami on line di kantor, sedangkan si istri di kafe internet. Keduanya memakai nama samaran dan menyembunyikan identitas yang sebenarnya. Adnan memakai nama 'Prince of Joy', sedangkan Sana menggunakan 'Sweetie'.

Wednesday, February 1, 2012

Rencana Perceraian Yan

> MILIKILAH PANDANGAN YG BENAR TERHADAP ORANG LAIN. < Mat7:12.

Acara Pernikahan Yan & Mandy bgt INDAH & MERIAH.
Pd thn ke-2,TUHAN karuniakan bayi yg mungil dlm kel. mereka. Stlh 4 thn menikah, Yan tdk lg melihat istrinya sbg wanita yg menarik hatinya.

Yan rasa istrinya tdk cakap sbg ibu rumah tangga, kegemukan & suka men-cari2 kesalahan.

Suatu hari, Yan tdk thn lg, dia lalu menemui seorg pengacara mengutarakan niat cerainya,& pengacaranya beri saran :

Friday, December 30, 2011

Mutiara Iman. 30 Desember 2011. PESTA KELUARGA KUDUS, YESUS, MARIA, YUSUF

"Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel.." (Luk 2:34)

Lectio:
Kej 15:1-6; 21:1-3; Mzm 105:1b-2,3-4,5-6,8-9; Ibr 11:8,11-12,17-19; Luk 2:22-40

KELUARGA KUDUS

Setiap dari kita pasti mendambakan suatu keluarga yang kudus, artinya bahwa baik ayah, ibu dan anak, adalah kudus seperti Keluarga Kudus dari Nasaret.

Keluarga merupakan lingkungan terkecil yang harus dikembangkan. Melalui keluargalah ayah berperan sebagai imam dan kepala keluarga yang mengarahkan keluarga bersama Ibu. Anak adalah hasil dari setiap apa yang orang tua sudah tanamkan.

Friday, December 23, 2011

Berkorban untuk Cinta ?

Aku seorang istri dan belum dikarunia anak, usia pernikahan kami sudah berjalan selama lima tahun. Perkenalanku dengan Ationg (bukan nama sebenarnya) berlangsung dalam situasi yang sangat romantis, demikianpun ketika kami menjalani masa pacaran.

Masa-masa itu buatku adalah masa-masa paling indah dalam sejarah hidupku. Ationg adalah laki-laki yang menjadi damba aku, secara fisik maupun sifatnya yang alami. Dan alasan itu pulalah yang membuatku akhirnya menerima pinangannya.

Namun setelah menjalani pernikahan selama lima tahun, aku mulai merasakan kejenuhan. Alasan-alasanku mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Terus terang aku adalah tipe perempuan yang sangat sentimentil dan sensitif. Aku merindukan saat-saat romantis seperti waktu kami masih berpacaran. Suamiku saat ini sangat berbeda dari apa yang saya harapkan, dan aku mulai mencurigai perubahannya.

Hingga akhirnya aku mengajukan gugatan kepadanya. Saat itu ia sangat terkejut, karena sebelumnya kami memang tak bertengkar, "Mengapa, salahku apa Ling?" "aku lelah ko, kamu tak bisa lagi memberikan cinta yang saya inginkan," jawabku sekenanya. Ia memang langsung terdiam dan termenung. Sepanjang malam itu ia sepertinya sulit untuk memejamkan matanya.

Keesokan harinya ia kembali mempertanyakan alasan mengapa aku minta bercerai, "Ling, apa yang bisa aku lakukan agar kamu mau merubah pikiranmu itu, aku merasa aku telah memenuhi kewajibanku sebagai suami, bisakah kamu menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya," ia bertanya dengan ekspresi wajah yang tak berubah. Kekecewaanku semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa aku harapkan darinya?

Aku menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Aku punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam perasaanku, aku akan mengubah pikiranku. Seandainya, aku menyukai jika aku menyukai sesuatu dan sesuatu itu amat sulit untuk diwujudkan kecuali dengan berkorban nyawa, apakah kamu mau mewujudkannya untukku?"

Aku memang tak mendapatkan jawabannya malam itu, bahkan aku tak bisa menemuinya keesokan harinya, ia menghilang dan pergi tanpa pamit. Yang bisa kutemui hanya sepucuk surat berwarna pink di atas bantal.
"Sayangku, harus aku katakan bahwa aku tak bisa mewujudkan apa yang kau sukai, karena itu akan membuatku mati, tapi aku ingin kau tau bahwa aku sangat mencintaimu, lebih dari yang kamu kira," Sungguh kalimat pertama itu membuatku hampir frustasi, tapi aku terus membaca kalimat-demi kalimat selanjutnya.
"Sayangku, apa kamu tak pernah sadar, jika setiap hari aku harus pergi pagi dan pulang larut malam, mengorbankan semua kesukaanku akan kebebasan hanya untuk kamu, apakah kamu tak pernah mengerti ketika kamu sakit aku yang selalu menyentuh tubuhmu dengan lembut melalui tanganku, apakah kamu tak mengerti bahwa suara dari mulutku, selalu kuberikan untuk menghibur kamu saat kamu mengalami kejenuhan akan hari-harimu."

"Sayangku, apakah kamu sadar, setiap hari aku harus berjuang memalingkan wajah dan mataku dari perempuan-perempuan lain yang mungkin saja bisa menggodaku, aku harus menyegarkan mataku dengan tidak terlalu sering menonton televisi seperti yang kamu lakukan, agar kelak mataku masih bisa menatap kecantikanmu saat kita tua."

"Tetapi Sayang, aku tidak akan bisa mewujudkan keinginanmu yang hanya akan mengorbankan nyawaku. Karena, aku tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian aku. Sayang, aku tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih daripada aku mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup buat kamu, aku tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Setetes demi setetes air mataku jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi pudar, tetapi aku tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawabanku. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan aku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, aku sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu. Tetapi jika kamu tidak puas dengan jawabanku ini, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku  tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagiaku adalah bila kamu bahagia."

Aku segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang segelas susu dan roti kesukaanku. Kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih daripada dia mencintai aku.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus mengorbankan nyawa.
[Suzanna Lao / Jakarta / Tionghoanews]

Tuesday, December 20, 2011

Perkawinan yang berhasil menuntut jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama.

Agaknya hakikat perkawinan kini makin tak mudah dipahami, menyusul banyaknya pasangan gampang menceraikan diri. Padahal kalau kita buat daftar alasan mengapa orang memutuskan untuk menikah dan daftar alasan mengapa mereka bercerai, pasti akan ditemukan banyak overlaping pada kedua daftar tersebut.

Ketika menjemput teman di bandara sore tadi, tak sengaja saya mendapat pelajaran berharga arti sebuah perkawinan. Di ruang kedatangan, seorang pria paruh baya menenteng koper dan tas kecil tergopoh menemui keluarga yang datang menjemputnya.

Friday, November 11, 2011

Beautiful Memories. 11-11-11 11:11.

To all wifes,
✔ Pernahkah kita menyadari sudah brp lama kita menikah?
✔ Dan bagaimanakah hubungan kita dgn suami tercinta saat ini? :/
✧ Mari luangkan waktu sejenak utk merenungkan kualitas kasih kita....=-?
Saat suamiku bangun pagi,
✔ Adakah aku di sana yg menyapa dgn senyuman?
.... atau bahkan dgn kecupan?

Sunday, July 3, 2011

KEINGINAN

KEINGINAN AYAH ATAU KELUARGA

Liburan sekolah telah tiba, kebahagiaan keluarga terasa lengkap karena mereka telah mempersiapkan liburan ke Bali selama beberapa hari. Hari libur pada hari Rabu, merupakan kesempatan baik untuk cuti bagi sang Ayah. Jadilah mereka berangkat naik pesawat hari Selasa Sore dan akan kembali hari Minggu malam.

Keindahan pantai Kuta, sungguh menarik, sudah sejak Rabu subuh, mereka bermain ombak dan berenang di pantai. Belum puas hati kedua anak ini bermain di pantai, sang Ayah sudah mengajak mereka untuk pergi ke lokasi yang lain. Sang Ayah memang sudah membuat planning agar dalam waktu lima hari, mereka sudah berkeliling daerah-daerah menarik di Bali.

Maka jadilah mereka tour dengan cepat, berbagai tempat wisata mereka kunjungi dengan tentu saja berfoto dengan berbagai gaya. Tanpa terasa hari ini adalah hari terakhir, mereka di Bali, sudah banyak tempat wisata mereka kunjungi, pengalaman berkunjung di Bali sudah mereka nikmati tapi kepuasan menikmati wisata terasa "kurang". Anak-anak merasa lelah karena mereka hanya berfoto dan berkendaraan dengan cepat untuk mengejar berbagai tempat wisata.

Maka di hari terakhir ini, mereka (anak-anak) minta kepada sang Ayah, agar memberi mereka waktu yang bebas untuk menikmati kegiatan yang mereka pilih sendiri. Sang Ayah termenung untuk usul dari kedua anaknya yang mulai remaja. Lalu sang Ayah mengangguk. Wajah ceria nampak pada kedua anak remaja itu. Sang Ibu dengan perlahan juga berkata kepada sang Ayah untuk meminta kesediaan suaminya untuk menemani dia berbelanja sambil santai berdua. Kembali sang Ayah, terdiam, lalu mengangguk dengan tersenyum. Sang Ibu segera memeluk sang Ayah dengan bahagia.

===========================================
Minggu, 03 Juli 2011
Hari Minggu Biasa Pekan XIV

[ Za.9:9-10 ; Mzm.145:1-2,8-9,10-11,13c-14 ; Rm.8:9,11-13 ; Mat.11:25-30 ]
---------------------------------------------------------------
Song:
http://www.youtube.com/watch?v=Tj87rYZ1mPI