Kalender Liturgi 20 Mar 2026
Jumat Prapaskah IV
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Keb 2:1a.12-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 34:17-18.19-20.21.23
Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b
Bacaan Injil: Yoh 7:1-2.10.25-30
*Kebenaran itu subjektif, tergantung perspektif orang yang melihatnya. Kebenaran, sesuatu yang sesuai dengan fakta/ realitas, tidak ada dusta/ manipulasi. Orang benar, hidupnya sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai yang baik, jujur, tidak melanggar hak orang lain, tidak korupsi, serta bertanggung jawab atas tindakannya. Katanya, orang benar sering dicobai orang jahat/ munafik, termasuk orang baik. Orang baik itu selalu berusaha berbuat baik, peduli sama orang lain, suka membantu, punya empati dan hati yang lembut serta tidak menyakiti orang.
*Kitab Kebijaksanaan, mengisahkan perkataan orang fasik (karena angan-angan mereka tidak tepat),
"Marilah menghadang orang baik,
sebab orang baik menjadi gangguan dan menentang pelanggaran hukum, mempersalahkan
dosa.
Orang baik membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, menyebut dirinya anak Tuhan...
Orang fasik berangan-angan sesat, dibutakan kejahatan, tidak tahu rahasia Allah, tidak yakin ganjaran kesucian dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.
*Hari ini saya belajar dari Injil Suci Yohanes, mengisahkan kecerdikan Yesus yang tidak mau tetap tinggal di Yudea (karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuh-Nya).
Yesus pergi ke pesta hari raya Pondok Daun juga tidak terang-terangan (diam-diam).
Saat orang Yerusalem melihat-Nya, lalu berkata,
"Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa,
dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.
Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu,
bahwa Ia adalah Kristus?
Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya,
padahal bila Kristus datang,
tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."
Jumat Prapaskah IV
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Keb 2:1a.12-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 34:17-18.19-20.21.23
Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b
Bacaan Injil: Yoh 7:1-2.10.25-30
*Kebenaran itu subjektif, tergantung perspektif orang yang melihatnya. Kebenaran, sesuatu yang sesuai dengan fakta/ realitas, tidak ada dusta/ manipulasi. Orang benar, hidupnya sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai yang baik, jujur, tidak melanggar hak orang lain, tidak korupsi, serta bertanggung jawab atas tindakannya. Katanya, orang benar sering dicobai orang jahat/ munafik, termasuk orang baik. Orang baik itu selalu berusaha berbuat baik, peduli sama orang lain, suka membantu, punya empati dan hati yang lembut serta tidak menyakiti orang.
*Kitab Kebijaksanaan, mengisahkan perkataan orang fasik (karena angan-angan mereka tidak tepat),
"Marilah menghadang orang baik,
sebab orang baik menjadi gangguan dan menentang pelanggaran hukum, mempersalahkan
dosa.
Orang baik membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, menyebut dirinya anak Tuhan...
Hidup orang baik sungguh berlainan langkah lakunya.
Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia dan bermegah bahwa bapanya ialah Allah.
Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah,
niscaya Allah akan menolongnya dan melepaskannya dari tangan para lawannya.
Mari mencobainya dengan aniaya dan siksa,
agar mengenal kelembutannya dan kesabaran hatinya.
Jatuhkan hukuman mati keji terhadapnya,
sebab katanya ia pasti mendapat pertolongan."
Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia dan bermegah bahwa bapanya ialah Allah.
Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah,
niscaya Allah akan menolongnya dan melepaskannya dari tangan para lawannya.
Mari mencobainya dengan aniaya dan siksa,
agar mengenal kelembutannya dan kesabaran hatinya.
Jatuhkan hukuman mati keji terhadapnya,
sebab katanya ia pasti mendapat pertolongan."
Orang fasik berangan-angan sesat, dibutakan kejahatan, tidak tahu rahasia Allah, tidak yakin ganjaran kesucian dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.
*Hari ini saya belajar dari Injil Suci Yohanes, mengisahkan kecerdikan Yesus yang tidak mau tetap tinggal di Yudea (karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuh-Nya).
Yesus pergi ke pesta hari raya Pondok Daun juga tidak terang-terangan (diam-diam).
Saat orang Yerusalem melihat-Nya, lalu berkata,
"Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa,
dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.
Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu,
bahwa Ia adalah Kristus?
Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya,
padahal bila Kristus datang,
tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."
Yesus yang mengajar di Bait Allah itu berseru,
"Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku;
namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,
tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal.
Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia,
dan Dialah yang mengutus Aku."
Mereka berusaha menangkap Yesus,
tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Yesus,
sebab saat-Nya belum tiba.
"Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku;
namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,
tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal.
Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia,
dan Dialah yang mengutus Aku."
Mereka berusaha menangkap Yesus,
tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Yesus,
sebab saat-Nya belum tiba.
*Ya Tuhan dan Allahku...
Orang yang patah hati dekat kepada-Mu.
Orang jahat ditentang wajah-Mu.
Orang jahat ditentang wajah-Mu.
Dari muka bumi dilenyapkan-Mu.
Tuhan mendengarkan saat orang benar berseru.
Kaulepaskan segala kesesakan pengikut-Mu.
Orang yang remuk jiwa diselamatkan-Mu.
Kemalangan orang benar banyak disitu.
Tapi Engkau melepaskan semuanya itu.
*Engkau melindungi segala tulangku.
Engkau membebaskan jiwa hamba-Mu.
Berbahagialah yang berlindung pada-Mu.
Yang tidak menanggung hukuman-Mu.
Tapi Engkau melepaskan semuanya itu.
*Engkau melindungi segala tulangku.
Engkau membebaskan jiwa hamba-Mu.
Berbahagialah yang berlindung pada-Mu.
Yang tidak menanggung hukuman-Mu.
Amin.
#