Kalender Liturgi 09 Mar 2026
Senin Prapaskah III
PF S. Fransiska dari Roma, Biarawati
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: 2Raj 5:1-15a
Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2.3;43:3.4
Bait Pengantar Injil: Mzm 130:5.7
Bacaan Injil: Luk 4:24-30
*Seringkali hidup itu bagaikan drama/ sinetron. Ada yang sakit bertahun-tahun tapi tidak sembuh-sembuh juga. Ada yang sakit berat tinggal menghitung hari-harinya namun ternyata dapat sembuh/ hidup hingga belasan/ puluhan tahun lagi.
Segera hal itu didengar oleh Elisa, abdi Allah itu, maka
dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya,
"Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu?
Biarlah orang itu datang kepadaku,
supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."
Kemudian datanglah Naaman dengan kuda dan keretanya,
lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan,
"Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan,
maka tubuhmu akan pulih kembali,
sehingga engkau menjadi tahir."
Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata,
"Aku sangka, setidak-tidaknya ia datang ke luar
dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya,
lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu,
dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
Bukankah sungai-sungai Damsyik,
lebih baik dari segala sungai di Israel?
Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?"
Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat
serta berkata kepadanya,
"Panglima, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar
kepadamu, bukankah panglima akan melakukannya?
Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu:
Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
Maka turunlah panglima Naaman membenamkan dirinya tujuh kali
*Suatu hal pengulangan kisah dari perkataan Yesus berkata kepada umat di rumah ibadat di Nazaret (menurut Injil Suci Lukas),
"Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Tetapi Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:
Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel,
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan,
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel,
tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Mendengar itu,
sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat di Nazaret itu.
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota
dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
Senin Prapaskah III
PF S. Fransiska dari Roma, Biarawati
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: 2Raj 5:1-15a
Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2.3;43:3.4
Bait Pengantar Injil: Mzm 130:5.7
Bacaan Injil: Luk 4:24-30
*Seringkali hidup itu bagaikan drama/ sinetron. Ada yang sakit bertahun-tahun tapi tidak sembuh-sembuh juga. Ada yang sakit berat tinggal menghitung hari-harinya namun ternyata dapat sembuh/ hidup hingga belasan/ puluhan tahun lagi.
*Alkisah menurut Kitab Kedua Raja-Raja, banyak orang sakit kusta di Israel saat itu namun tak seorang pun dari mereka
yang ditahirkan, selain daripada Naanam orang Syiria itu oleh nabi Elisa.
*Naaman adalah panglima yang terpandang di hadapan dan sangat disayangi raja Aram sebab dia memberikan
kemenangan kepada orang Aram. Tetapi panglima tentara itu sakit kusta.
Sekali peristiwa seorang anak perempuan Israel yang menjadi pelayan pada isteri Naaman, berkata kepada nyonyanya,
"Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu,
tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
Lalu pergilah Naaman kepada tuannya, lalu raja Aram mengirim surat kepada raja Israel agar raja menyembuhkan Naaman dari penyakit kustanya. Walaupun Naaman membawa persembahan sepuluh talenta perak, enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian kepadanya, raja Israel mengoyakkan pakaiannya serta berkata,
*Naaman adalah panglima yang terpandang di hadapan dan sangat disayangi raja Aram sebab dia memberikan
kemenangan kepada orang Aram. Tetapi panglima tentara itu sakit kusta.
Sekali peristiwa seorang anak perempuan Israel yang menjadi pelayan pada isteri Naaman, berkata kepada nyonyanya,
"Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu,
tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
Lalu pergilah Naaman kepada tuannya, lalu raja Aram mengirim surat kepada raja Israel agar raja menyembuhkan Naaman dari penyakit kustanya. Walaupun Naaman membawa persembahan sepuluh talenta perak, enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian kepadanya, raja Israel mengoyakkan pakaiannya serta berkata,
"Allahkah aku ini, yang dapat mematikan dan menghidupkan,
sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku,
supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?
Sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah,
ia mencari gara-gara terhadap aku."
sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku,
supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?
Sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah,
ia mencari gara-gara terhadap aku."
Segera hal itu didengar oleh Elisa, abdi Allah itu, maka
dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya,
"Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu?
Biarlah orang itu datang kepadaku,
supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."
Kemudian datanglah Naaman dengan kuda dan keretanya,
lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan,
"Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan,
maka tubuhmu akan pulih kembali,
sehingga engkau menjadi tahir."
Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata,
"Aku sangka, setidak-tidaknya ia datang ke luar
dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya,
lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu,
dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
Bukankah sungai-sungai Damsyik,
lebih baik dari segala sungai di Israel?
Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?"
Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat
serta berkata kepadanya,
"Panglima, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar
kepadamu, bukankah panglima akan melakukannya?
Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu:
Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
Maka turunlah panglima Naaman membenamkan dirinya tujuh kali
dalam sungai Yordan,
sesuai dengan perkataan abdi Allah itu.
Lalu tahirlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak. Naaman kembali dengan seluruh pasukannya
kepada abdi Allah itu.
Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata,
"Sekarang aku tahu,
bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel.
Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"
*Belajar dari pengalaman panglima Naaman, ada beberapa hal jika mau sembuh dari sakit:
sesuai dengan perkataan abdi Allah itu.
Lalu tahirlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak. Naaman kembali dengan seluruh pasukannya
kepada abdi Allah itu.
Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata,
"Sekarang aku tahu,
bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel.
Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"
*Belajar dari pengalaman panglima Naaman, ada beberapa hal jika mau sembuh dari sakit:
1. Berusaha/ berpengharapan untuk berobat/ sembuh dengan sikap rendah hati mendengarkan usul & saran.
2. Taat kepada perintah/ anjuran sang penyembuh.
3. Mengucapkan syukur dengan sikap yang baik & benar.
*Suatu hal pengulangan kisah dari perkataan Yesus berkata kepada umat di rumah ibadat di Nazaret (menurut Injil Suci Lukas),
"Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Tetapi Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:
Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel,
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan,
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel,
tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Mendengar itu,
sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat di Nazaret itu.
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota
dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
*Ya Tuhan Allahku...
Jiwaku haus akan Dikau.
Akan Dikau sumber hidupku.
Bolehkah aku datang melihat-Mu.
*Seperti rusa merindukan sungai berair itu.
Demikianlah jiwaku merindukan Engkau.
Demikianlah jiwaku merindukan Engkau.
Haus akan Sumber Hidupku.
*Datangah terang dan kesetiaan-Mu.
Tuntunlah dan bawalah ke gunung-Mu.
Bolehkah aku datang melihat-Mu.
*Datangah terang dan kesetiaan-Mu.
Tuntunlah dan bawalah ke gunung-Mu.
Ke tempat yang kudus kediaman-Mu.
Bersukacita bergembira bersyukur kepada-Mu.
Amin.
Bukalah mataku...
Bukalah hatiku..
Melihat rencana-Mu..
Lalu melakukan kehendak-Mu.
Amin.