Monday, September 14, 2026

2609141. Anak Manusia harus ditinggikan.

Senin Pekan Biasa XXIV, 14 Sep 2026. (Merah)
Pesta Pemuliaan Salib Suci
Bacaan I: Bil 21:4-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:1-2.34-35.36-37.38
Bacaan II: Flp 2:6-11
Bacaan Injil: Yoh 3:13-17




*_Saya merasa ada_ hubungan antara Patung Ular Tembaga vs Bayangan/Gambaran dari Salib Yesus*
Seperti perkataan Yesus sendiri di Yohanes 3:14-15
> _"Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga *Anak Manusia harus ditinggikan*, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal."_

*_Menurut saya,_ persamaan Patung Ular Tembaga vs Salib Yesus*
1. *Ditinggikan di atas tiang*  (Bil 21:8) 
_*Ditinggikan di atas kayu salib* (Yoh 3:14)_

2. *Bentuknya ular* = lambang dosa & kutuk
__*Yesus "menjadi dosa"* untuk kita. (2 Kor 5:21)_

3.*Sumber masalah = ular* yang menyembuhkan
_*Sumber kutuk = dosa* yang ditanggung Yesus._

4. *Sembuh dengan cara MELIHAT* (Bil 21:9)
_*Selamat dengan cara PERCAYA/MEMANDANG* (Yoh 3:15)_

5  *Penyelamatan jasmani* dari bisa ular
_*Penyelamatan kekal* dari bisa dosa & maut._

6. *Cuma 1 kali dibuat Musa*
_*Cuma 1 kali Yesus disalib* (Ibr 10:10)_


_Beberapa yang menarik (bagi saya),_
1. *Yang bikin sakit = yang. Menyembuhin*
    Ular yang tadinya membawa kematian, sekarang jadi alat kehidupan.  
   _Salib yang tadinya lambang kutuk & aib, jadi lambang kemenangan & hidup. (Gal 3:13)_

2. *Iman yang sederhana*: Orang Israel tidak perlu bayar, tidak perlu ritual. Cukup "menoleh & melihat".  
    _Saya juga tidak perlu berbuat baik dulu, cukup *"memandang Yesus & percaya"* (Ef 2:8)_

3.  *Ditujukan untuk semua*: Ditaruh di tiang/ tempat tinggi supaya semua orang bisa lihat.  
    _Salib juga untuk *"setiap orang yang percaya"* (Yoh 3:15). Tidak pandang suku._

*4.  *Patung ular = "poster" nya. Salib = "Aslinya".*  
Tuhan kasih contoh di PL supaya 1500 tahun kemudian waktu lihat Yesus disalib, kita langsung mengerti: _"Oh... cukup pandang Dia, maka aku hidup"_



_Menurut Injil Suci Yohanes,_ Yesus berkata kepada Nikodemus (tokoh golongan Farisi, yang ahli & taat melaksanakan hukum Taurat) yang menemui-Nya di suatu malam,
"Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga,
selain Dia yang telah turun dari surga,
yaitu Anak Manusia.


Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun,
demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
beroleh hidup yang kekal.
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia
bukan untuk menghakimi dunia,
melainkan untuk menyelamatkannya"



*_Kisah Musa meninggikan ular di padang gurun_ dari Kitab Bilangan, ketika umat Israel berangkat dari Gunung Hor,
mereka berjalan ke arah Laut Teberau
untuk mengelilingi tanah Edom.
Bangsa itu berkata-kata melawan Allah dan Musa,
"Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir?
Supaya kami mati di padang gurun ini?
Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air!
Kami telah muak akan makanan hambar ini!"


Lalu Tuhan menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu,
yang memagut mereka,
sehingga banyak dari orang Israel itu mati.
Kejadian itu membuat bangsa itu menemui Musa dan berkata,
"Kami telah berdosa,
sebab kami berkata-kata melawan Tuhan dan engkau;
berdoalah kepada Tuhan,
supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami."


Setelah Musa berdoa, berfirmanlah Tuhan kepada Musa,
"Buatlah ular tedung dan taruhlah pada sebuah tiang;
maka setiap orang yang terpagut ular,
jika ia memandangnya, akan tetap hidup."


Musa membuat ular tembaga
dan menaruhnya pada sebuah tiang.
Maka jika seseorang dipagut ular,
dan ia memandang kepada ular tembaga itu,
tetaplah ia hidup.



*Salah satu surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi, menuliskan tentang Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah,
tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
sebagai milik yang harus dipertahankan,
Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri,
mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia,
Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai wafat,
bahkan sampai wafat di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia,
dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus
bertekuk-lututlah segala yang ada
di langit,
dan yang ada di atas serta di bawah bumi,
dan bagi kemuliaan Allah Bapa
segala lidah mengakui "Yesus Kristus adalah Tuhan."




*Ya Tuhan Allahku...
Aku takkan melupakan perbuatan-perbuatan-Mu.

Kusendengkan telingaku dan kudengarkan pengajaran-Mu.
Kubuka amsal yang menuturkan hikmah-Mu.

*Aku mencari-Mu dan mendambakan-Mu.
Engkaulah Allah gunung batuku.
Engkaulah Allah yang menebusku.

Kujaga mulut dan lidahku.

*Hatiku setia pada perjanjian-Mu.
Engkau menyayangiku dan mengampuni kesalahanku.
Terbukti Engkau tidak memusnahkanku.
Seringkali Engkau menahan amarah-Mu.

Terima kasih ya Tuhan Allahku...
Amin.



#



Uploaded Image

Sunday, September 13, 2026

2609132. Sahabat setia sangat berharga.

*Nama buruk mewariskan nista,
  Pendusta pasti bercabang lidahnya.
 Sahabat setia pelindung selamanya.
 Menemukannya sungguh mendapat harta.

 Sahabat setia sangat berharga.
  Tidak ada tertimbang harganya.
 Sahabat setia obat kehidupan sejahtera.
  Orang yang bijaksana memperolehnya.

 Yang memelihara persahabatan setulus hatinya 
  Seperti diri sendiri demikian pula temannya. 
 Semuanya memiliki magnet karunia.
 Ada saatnya mendapatkan karma.


#



Uploaded Image

2609131. Perintah baru Kuberikan kepadamu supaya saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihimu.

Minggu Pekan Biasa XXIV, 13 Sep 2026 (Hijau)
Bacaan I: Sir 27:30-28:9
Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12
Bacaan II: Rom 14:7-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34
Bacaan Injil: Mat 18:21-35




*Mengampuni bisa berarti melepaskan hak untuk balas dendam & membebaskan diri sendiri* (Bukan "melupakan" tapi memilih tidak diikat sama luka itu lagi).

BAGAIMANA caranya Mengampuni?
*1: Akui Sakitnya Dulu*
Jangan pura". Cerita sama Tuhan. Jujur aja: "Tuhan aku sakit, aku marah".

*2: Putuskan dengan Kehendak*
Ampuni itu keputusan, bukan perasaan.  

*3: Lepaskan Hutang*
Bayangin orang itu punya "hutang" luka ke kamu. Mengampuni = menyobek surat hutangnya. 

*4: Doakan yang Nyakitin*
Ini terberat tapi bisa terbebaskan.


*Alasan Kenapa Harus Mengampuni*
1.  *Karena kita sudah diampuni* - 
2.  *Buat kebebasan sendiri (dari keracunan/ sakit hati)* - 
3.  *Biar doa tidak terhalang* 


Seringkali Mengampuni itu proses. Kadang 1x putus, kadang harus tiap hari pas ingatannya muncul lagi.



*Bacaan menarik dari 
Kitab Sirakh yang menuliskan, 
¹Dendam kesumat dan amarah sangatlah mengerikan,
dan orang berdosalah yang dikuasainya.

²Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan.
³Ampunilah kesalahan sesama,
niscaya dosa-dosamu akan dihapus juga, jika engkau berdoa.


Bagaimana orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan,
jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia?

Bolehkah ia mohon ampun atas dosa-dosanya,
kalau ia sendiri tidak menaruh belas kasihan
terhadap seorang manusia yang sama dengannya?


⁴Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan.
...
⁵Ingatlah akan perintah-perintah,
dan jangan mendendami sesama manusia.

⁶Ingatlah perjanjian dari Yang Mahatinggi, 
ampunilah kesalahan sesama.
⁷Jauhi pertikaian, 
mengurangkan dosa...

Orang berdosa mengganggu persahabatan,...
di antara orang yang hidup dengan damai.



Idenya disambung dengan bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, yang menuliskan,
¹Tidak ada seorang pun .. hidup untuk dirinya sendiri,
dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.
Jika hidup, hiduplah untuk Tuhan,
dan jika mati, matilah untuk Tuhan.
Jadi entah hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan.

²Kristus telah mati dan hidup kembali,..
Ia menjadi Tuhan
baik atas orang-orang mati maupun atas orang-orang hidup.




Ide pengampunan diperkuat Injil Suci Matius tentang perkataan Yesus kepada Petrus tentang sampai tujuh kalikah harus mengampuni
jika saudara berbuat dosa terhadapnya,
 "Bukan sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.


Alkisah, seorang raja mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Dihadapkanlah kepadanya seorang hambanya (XM) yang tidak mampu melunasi hutangnya, hutangnya sepuluh ribu talenta (Estimasi: 10.000talenta x 6.000dinar @Rp.100.000/hari =~Rp.6.Juta Juta =~Rp.6.triliun).
 
Karena hamba (XM) itu bersujud menyembah dan berjanji mau membayar lunas hutangnya, sehingga raja tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan, lalu berkata akan membebaskan/ menghapuskan hutangnya (XM).

Selesai perhitungan raja, maka bubarlah para hamba-hamba raja itu. Saat keluar hamba (XM) itu bertemu dengan seorang hamba lain (C) yang berhutang kepadanya seratus dinar (Estimasi: 100dinar @Rp.100.000/hari =~Rp.10. Juta).
Ia (XM) menangkap dan mencekik kawannya (C) itu, agar segera membayar hutangnya. 
Sujud & permohonan kawannya itu (C), ditolaknya. Ia (XM) menyerahkan kawannya itu (C), ke dalam penjara sampai dilunaskannya segala hutang itu.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih, lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada raja.
Raja itu menyuruh memanggil hamba pertama tadi (XM)
dan berkata kepadanya (XM),
Hai hamba (XM) yang jahat!
Seluruh hutangmu telah kuhapuskan
karena engkau 
(XM) memohonnya kepadaku.
Bukankah engkau pun 
(XM) harus mengasihani kawanmu
seperti aku telah mengasihani engkau (XM) ?

Maka marahlah raja itu
dan menyerahkan dia (XM) kepada algojo-algojo,
sampai ia (XM) melunaskan seluruh hutangnya.

Demikianlah Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadap kamu,
apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu

dengan segenap hatimu."



*Ya Tuhan Allahku...
Engkau mengasihi dan menyayangiku.
Engkau panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Mu.
Engkau mengampuni segala kesalahanku.

*Engkau menyembuhkan segala penyakitku.
Engkau menebus hidupku dari dosaku.

Engkau memahkotaiku dengan kasih setia dan rahmat-Mu.

*Tidak terus menerus kemurkaan-Mu.
Tidak untuk selamanya dendam-Mu.

Engkau tidak memperlakukanku setimpal dosaku.

Engkau tidak membalasku setimpal kesalahanku.

*Segenap jiwaku memuji-Mu.
Segenap batinku memuji nama-Mu.
Takkan kulupa segala kebaikan-Mu.
Sungguh besar kasih setia-Mu.

Amin.


#



Uploaded Image


Friday, September 11, 2026

2609112. Mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan.

*Mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan.
Siapa yang bijaksana mewarisi kemuliaan.
Percaya kebijaksanaan mewarisi kebijaksanaan.
Kebijaksanaan mendatangkan kebaikan yang menggembirakan.


*Pagi-pagi bijaksana akan penuh sukacita.
Bijaksana menyingkapkan pelbagai rahasia.
Bijaksana terdengar saat bicara.
Bijaksana dari setiap perkataannya.



#



Uploaded Image

2609114. Q & A TTS ANGKA.

2609114. Question & Answer TTS ANGKA.
Uploaded Image Uploaded Image

2609113. Q & A SUDOKU.

2609113. Question & Answer SUDOKU.
Uploaded Image Uploaded Image

2609111. Kuduskanlah kami dalam kebenaran Sabda-Mu.

Jumat Pekan Biasa XXIII, 11 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 9:16-19.22b-27
Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3.4.5-6.12
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17b.a
Bacaan Injil: Luk 6:39-42




Menarik perumpamaan Yesus kepada murid-murid-Nya tentang 'membimbing & melihat',
"¹Mungkinkah seorang buta membimbing orang buta?
Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lubang?

²Seorang murid tidak melebihi gurunya,
tetapi orang yang sudah tamat pelajarannya
akan menjadi sama dengan gurunya.


³Mengapakah engkau melihat selumbar dalam mata saudaramu,
sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak kauketahui?

Bagaimana mungkin engkau berkata kepada saudaramu,
'Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar dalam matamu,'
padahal balok dalam matamu tidak kaulihat?


Keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."



Renungan saya pribadi: 
Kadangkala apa yang terlihat, bisa menjadi pikiran/ pendapat, belum tentu yang sebenarnya. Perlunya check n X.check. Mungkin perlunya cinta kasih dipraktekkan.


Menarik juga Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus, tentang memberitakan Injil,
memberitakan Injil ..
bagiku itu suatu keharusan.
.. aku melakukannya
bukan menurut kehendakku sendiri,
.. itu adalah tugas penyelenggaraan
yang ditanggungkan kepadaku.

Kalau demikian apakah upahku?
Upahku ialah bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah,
dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
..
Segala-galanya itu kulakukan demi Injil,
agar aku mendapat bagian di dalamnya.

Tidak tahukah kalian,
bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari,
tetapi hanya satu orang saja yang mendapat hadiah?
Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kalian memperolehnya.
Tiap-tiap orang yang mengikuti pertandingan,
menguasai dirinya dalam segala hal.
Mereka berbuat demikian
untuk memperoleh suatu mahkota yang fana,
tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Sebab itu aku berlari bukan tanpa tujuan,
.. aku melatih dan menguasai tubuhku sepenuhnya,
jangan sampai aku sendiri ditolak
sesudah memberitakan Injil kepada orang lain.


Renungan saya pribadi: 
Perlunya Injil dipraktekkan, bukan hanya diberitakan.



*Ya Tuhan Allahku...
Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu.

Jiwaku merindukan pelataran-Mu.

Jiwa dan ragaku bersorak-sorai
kepada-Mu.

*Berbahagialah yang diam di rumah-Mu.
Yang tanpa henti memuji-Mu.

Berbahagialah yang mendapat kekuatan-Mu.

Yang penuh gairah karena-Mu.

*Engkaulah bentengku dan perisaiku.
Kasih dan kemuliaan Kau kepadaku.

Engkau tidak menahan kebaikan-Mu.

Dari yang hidup tidak bercela dihadapan-Mu.

Amin.


#



Uploaded Image