Wednesday, September 2, 2026

2609021. Tuhan  mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang hina dina dan mewartakan pembebasan kepada para tawanan.

Rabu Pekan Biasa XXII, 02 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 3:1-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:12-13.14-15.20-21
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18-19
Bacaan Injil: Luk 4:38-44





*Saya tertarik dengan Manusia Duniawi vs Manusia Rohani*  

*Bila Sumber hidupnya beda. Lalu Tujuannya beda. Hasilnya pasti beda.*

_*BAGAIMANA PINDAH DARI DUNIAWI KE ROHANI?_
1.  *Lahir Baru* - Perlu Roh Kudus 
2.  *Penuhi Roh Kudus tiap hari
3.  *Matikan kedagingan*

Ternyata manusia rohani bisa jatuh, tapi dia cepat bertobat dan bangkit lagi.

*Manusia duniawi* seperti HP tanpa charger (pakai baterai sendiri, cepat habis).  

*Manusia rohani* seperti HP yang selalu 'colok' (sumbernya dari Tuhan jadi tidak habis-habis).

Yesus menghendaki kita menjadi manusia rohani yang bisa diutus-Nya untuk mewartakan Injil Allah.



Menarik Surat Pertama Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus:
Dahulu aku tidak dapat berbicara kepada kalian
sebagai manusia rohani,
tetapi hanya kepada manusia duniawi
yang belum dewasa dalam Kristus.

Pada waktu itu aku memberikan susu kepadamu,
bukanlah makanan keras,
sebab kalian belum dapat menerimanya.
 
Sekarang pun sebenarnya kalian belum dapat menerimanya,
karena kalian masih manusia duniawi.
Sebab jika di antara kalian ada iri hati dan perselisihan, itu menunjukkan,
bahwa kalian masih manusia duniawi dan hidup secara manusiawi.
Sebagian merasa dari golongan Paulus,
yang lain merasa dari golongan Apolos,
hal itu menunjukkan bahwa kalian manusia duniawi dan bukan rohani.

Apolos dan Paulus,
Pelayan-pelayan Tuhan yang membawa kalian kepada iman,
masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Aku yang menanam, Apolos yang menyiram,
tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
Karena itu
yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram,
melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama.
Dan masing-masing akan menerima upah sesuai dengan pekerjaannya.
Sebab kami ini hanyalah kawan sekerja Allah;
sedangkan kalian adalah ladang Allah dan bangunan-Nya.




Suatu ketika Yesus pergi ke rumah Simon.
Adapun ibu mertua Simon sakit deman keras,
dan mereka minta kepada Yesus supaya menolong dia.
Maka Yesus berdiri di sisi wanita itu,
lalu menghardik demamnya.
Segera penyakit itu meninggalkan dia.
Wanita itu segera bangun dan melayani mereka.

Ketika matahari terbenam,
semua orang membawa kerabatnya yang sakit kepada Yesus.
Ia meletakkan tangan atas mereka masing-masing
dan menyembuhkan mereka.
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak,
"Engkaulah Anak Allah."

Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka berbicara,
karena mereka tahu bahwa Ia Mesias.

Yesus berkata kepada mereka,
"Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah
sebab untuk itulah Aku diutus."





*Ya Tuhan Allahku...
Berbahagialah bangsa
yang dipilih-Mu menjadi milik pusaka-Mu.

Berbahagialah bangsa yang Allahnya Engkau.

Suku bangsa yang dipilih-Mu menjadi milik pusaka-Mu.

Engkau memandang dari surga dan melihatku.
Engkaulah yang membentuk hatiku.

Dan memperhatikan segala pekerjaanku.

Jiwaku menanti-nantikan-Mu.

Engkaulah penolong dan perisaiku.
Karena-Mu bersukacitalah hatiku.

Aku percaya kepada kekudusan nama-Mu.
Engkaulah Tuhan Allah kekuatanku.

Amin.


#



Uploaded Image

Tuesday, September 1, 2026

2609011. Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Selasa Pekan Biasa XXII, 01 Sep 2026
Bacaan I: 1Kor 2:10b-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Luk 4:31-37




*Siapa saja yang tahu Yesus Kristus itu Tuhan?*  
Jawabannya: 
ada yang sadar sejak awal, 
ada yang baru ngerti belakangan,
 ada yang sampai sekarang masih nolak.


*Tahu karena wahyu*: 
Bapa, Roh Kudus, Malaikat, Maria  
*Tahu karena melihat mujizat*:
 Murid, orang banyak  
*Tahu karena kebangkitan*: 
Gereja awal. 

*Akan tahu semua orang*: 
Waktu Yesus datang kembali.

*Tidak mau tahu/ menolak*: 
Karena hati yang keras

*Kuncinya bukan cuma "tahu di kepala"*  
Setan juga tahu Yesus Tuhan. 

Yang diselamatkan adalah *mengaku + percaya + ikut* 

 *Roma 10:9*
_“Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu... maka kamu akan diselamatkan”_



Kisah menarik terjadi ketika 
Yesus pergi ke Kapernaum, di Galilea.
Yesus mengajar pada hari Sabat, orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya,
sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

Di rumah ibadat itu, seorang yang kerasukan setan berteriak dengan suara keras,
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?
Engkau datang hendak membinasakan kami?
Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah Yang Kudus dari Allah."


Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya,
"Diam, keluarlah dari padanya!"

Maka setan menghempaskan orang itu
ke tengah-tengah orang banyak,
lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya.

Semua orang takjub, lalu berkata satu sama lain,
"Alangkah hebatnya perkataan ini!
Dengan penuh wibawa dan kuasa
Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat,
dan mereka pun keluar."


Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.



Roh menyelidiki segala sesuatu,
bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Tiada manusia yang tahu
apa yang terdapat di dalam dirinya 
selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia.

Tiada orang yang tahu,
apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
Kita menerima roh yang berasal dari Allah,
supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

Kami menjelaskan hal-hal rohani
kepada mereka yang mempunyai Roh,
kami berbicara tentang karunia-karunia Allah
dengan perkataan yang diajarkan kepada kami
bukan oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
Kami memiliki pikiran Kristus.

Manusia duniawi
tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah.
Ia tidak dapat pula memahaminya,
sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Sebab manusia rohani menilai segala sesuatu.

"Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan,
sehingga ia dapat menasihati Dia."





*Ya Tuhan Allahku
Engkau adil dalam segala tindakan-Mu.
Engkau pengasih dan penyayang kepadaku.

Engkau panjang sabar dan besar kasih setia-Mu.

Engkau baik kepada semua umat-Mu.
Engkau penuh rahmat terhadap ciptaan-Mu.

Segala yang Kaujadikan itu bersyukur kepada-Mu.
Orang-orang yang Kaukasihi memuji-Mu.

Kami mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
Kami membicarakan keperkasaan-Mu.

Memaklumkan semarak mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu abadi dan lestari 
pemerintahan-Mu. 

*Engkau setia dalam segala perkataan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.

Engkaulah penopang bagi semua umat-Mu.

Engkau penegak dalam kelemahanku.

Amin.



#



Uploaded Image

Monday, August 31, 2026

2108311. Roh Tuhan menyertaiku untuk mewartakan kabar baik kepada orang-orang miskin.

Senin Pekan Biasa XXII, 31 Agt 2026
Bacaan I: 1Kor 2:1-5
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:97.98.99.100.101.102
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18
Bacaan Injil: Luk 4:16-30




Saya merenung sesaat, teringat singkatan kata SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), suatu istilah sikap keakraban seseorang yang merasa dekat walaupun baru dikenalnya. Tapi ada juga orang yang merasa "terlalu kenal" sama seseorang sampai tidak melihat kuasa "Allah" bisa kerja lewat dia.

 *Seperti orang Nazareth yang merasa "terlalu kenal" Yesus.* Mereka lihat Yesus tumbuh dari bayi. Tahu bapaknya tukang kayu, tahu keluarganya. Jadi di kepala mereka: _“Dia cuma anak Yusuf, masa bisa jadi Mesias?”_ Mereka terjebak sama penampilan luar. Mereka tidak percaya Allah bisa pakai orang "biasa". Mereka mau Yesus jadi "tukang sulap" buat Nazareth. Kalau di Kapernaum bisa, kenapa tidak bisa di sini ? Jawaban Yesus menarik dengan memberikan 2 contoh: *Naaman* dan *janda di Sarfat*. Orang asing yang justru terima mukjizat, bukan orang Israel. - *(Lukas 4:25-27)* Mereka mau berkatnya, tapi nggak mau bertobat. Iman mereka bersyarat. Yesus bongkar kemunafikan mereka. Mereka mau Mesias yang mengalahkan Romawi, bukan Mesias yang mengasihi musuh.

Lalu bagaimana dengan saya? Ternyata ada sebagian sifat orang Nazareth, tidak/ kurang percaya pada seseorang sampai dengan dia bisa membuktikan kemampuan dirinya. Saya juga terjebak _(mungkinkah itu sifat masyarakat umumnya?)_ Kebenaran seringkali tidak nyaman. Lebih gampang menolak Nabi/ orang daripada berubah. Saya seperti mereka yang menolak bukan karena kurang bukti, tetapi karena *hati yang keras + kesombongan*. 

Saya berharap ayat-ayat ini dapat mengingatkan saya.
*Lukas 4:30* _“Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”_  
Yesus tidak memaksa. Kalau saya menolak, Dia tetap jalan.
*Ibrani 3:15* _“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu”*



Saya dikuatkan melalui surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus, yang menuliskan, 
ketika aku datang kepadamu,
aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat
untuk mewartakan kesaksian Allah kepada kalian.
Sebab aku telah memutuskan
untuk tidak mengetahui apa pun di antaramu
selain Yesus Kristus, Dia yang disalibkan...
Baik ajaran maupun pemberitaanku
tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan,
tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia,
melainkan pada kekuatan Allah.




Saya membayangkan menjadi orang Nazareth, saat Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan.
Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat.
Yesus berdiri membacakan Kitab nabi Yesaya (yang diberikan) dan menemukan ayat-ayat berikut,
"Roh Tuhan ada pada-Ku.
Sebab Aku diurapi-Nya
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Dan Aku diutus-Nya
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
penglihatan kepada orang-orang buta,
serta membebaskan orang-orang yang tertindas;
Aku diutus-Nya memberitakan
bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang."
...
Lalu mata semua orang (termasuk saya) dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.

Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya,
"Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu
pada saat kalian mendengarnya."

Semua orang membenarkan Yesus dan heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.
Lalu kata mereka, "Bukankah Dia anak Yusuf?"
(Lalu semua orang mulai bergosip/ berbisik kepada teman disebelahnya)

Yesus '(mendengar dan)' berkata,
"Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku,
'Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri.
Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini,
segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!"
 "Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar,
'Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel
tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain Naaman, orang Siria itu."

Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu.
Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota,
dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.



*Ya Tuhan Allahku ..
Betapa besar cintaku kepada Hukum-Mu.

Betapa kucintai Taurat-Mu.

Aku merenungkannya selalu.

*Perintah-Mu membuatku lebih bijaksana dari pada musuhku.
Maka selamanya perintah-Mu ada padaku.

Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku.

Sebab peringatan-Mu kurenungkan selalu.

*Aku lebih mengerti daripada penatua itu.
Sebab aku memegang titah-Mu.

Terhadap kejahatan kutahan kakiku.

Karena aku berpegang firman-Mu.

*Aku tidak menyimpang dari hukum-Mu,
Sebab Engkaulah yang mengajarku
.
Aku percaya kepada-Mu.
Engkaulah Tuhan dan Gembalaku.

Amin.


#



Uploaded Image

Friday, August 28, 2026

2608271. Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah sebab kalian tidak tahu bilamana Dia datang.

Kamis Pekan Biasa XXI, 27 Agt 2026
PW S. Monika

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: 1Kor 1:1-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44
Bacaan Injil: Mat 24:42-51




*Berjaga-jaga,* bisa diartikan sikap waspada dan siap setiap saat serta tidak lengah dalam keadaan apapun.
Berjaga-jaga itu bisa seperti bapak satpam yang menjaga saat malam hari, tidak tidur pas jam jaga, siaga memperhatikan sekeliling, tahu bila ada bahaya langsung sehingga siap bertindak bila ada apa-apa.

"Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang" (Matius 24:42), bisa berarti *Siap secara rohani*. Hidup dengan benar, menjaga iman karena tidak tahu kapan Tuhan datang atau kapan hidup berakhir/ dipanggil/ meninggal.
*Intinya ada 3 hal*
1. *Sadar* - Tahu apa yang lagi terjadi dalam hidup ini.
2. *Siap* - Iman dicerminkan dalam karakter dan dinyatakan dalam tindakan yang sudah selaras 
3. *Setia* - Terus konsisten dan persisten.

*Berjaga-jaga, dapat disimpulkan hidup dengan lampu menyala*. 



*Saya membayangkan menjadi salah satu murid saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Berjaga-jagalah,
sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini:
Jika tuan rumah tahu
pada waktu mana pencuri datang waktu malam,
pastilah ia berjaga-jaga dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar.
Sebab itu hendaklah kalian selalu siap siaga,
sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga."

"Berbahagialah hamba,
yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya itu,
ketika tuannya datang.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia
menjadi pengawas segala miliknya..."


*Saya membayangkan menjadi salah satu jemaat Allah di Korintus yang menerima surat dari Paulus
(yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus), bahwa jemaat dikuduskan dalam Kristus Yesus
dan dipanggil menjadi orang-orang kudus.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita,
dan dari Tuhan Yesus Kristus
menyertai kalian.

Sebab di dalam Kristus kalian telah menjadi kaya dalam segala macam perkataan dan pengetahuan,
sesuai dengan kesaksian tentang Kristus
yang telah diteguhkan di antara kalian,
sehingga kalian tidak kekurangan dalam suatu karunia pun
sementara kalian menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus.
Dia juga akan meneguhkan kalian sampai kesudahannya,
sehingga kalian tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Sebab setialah Allah
yang telah memanggil kalian
kepada persekutuan dengan Putera-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.



Ya Allah Rajaku...
Aku hendak memuji nama-Mu 
Setiap hari aku memuji-Mu.

Selama-lamanya memuliakan nama-Mu.

Sungguh sangat terpuji kebesaran-Mu. 

*Setiap angkatan memegahkan karya-Mu.
Dan selalu memberitakan keperkasaan-Mu.

Kukidungkan keagungan semarak kemuliaan-Mu.
Kunyanyikan keajaiban karya-karya-Mu.

*Kumaklumkan kedahsyatan kekuatan karya-Mu.
Kuceritakan kemasyhuran besarnya kebaikan-Mu. 
Semua bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
Sungguh sangat terpuji kebesaran-Mu. 

Amin.



#




Uploaded Image






Tuesday, August 25, 2026

2608251. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Selasa Pekan Biasa XXI, 25 Agt 2026
PF S. Yosef dari Calasanz, Imam
PF S. Ludowikus

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Tes 2:1-3a.13b-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:10.11-12a.12b-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 23:23-26




Bacaan Injil hari ini membuat saya teringat lirik *"Berita Kepada Kawan" - karya Ebiet G. Ade* tahun 1980:

> Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih  ...
> Suci lahir dan di dalam batin...

"Telanjang dan bersih" maksudnya lepas dari kepalsuan, hidup apa adanya, dan tulus.



Saya membayangkan jika saya menjadi salah satu ahli Taurat dan kelompok orang Farisi yang ditegur '2' sabda Yesus pada waktu itu,

"Hai kamu orang munafik,
persepuluhan kalian bayar,
tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan,
yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan
Nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu
tetapi unta di dalamnya kalian telan.


Celakalah kalian, hai ahli Taurat dan orang Farisi,
yang munafik,
sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya,
tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
Bersihkanlah dahulu sebelah dalam,
maka sebelah luarnya juga akan bersih.²"



Atau saya membayangkan sebagai umat Tesalonika yang menerima surat dari Paulus, sekitar tahun 50 M.
Dimana umat sedang terjadi kebingungan dan kegelisahan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus
dan berkumpulnya kita dengan Dia,
Paulus minta, jangan lekas bingung dan gelisah,
baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat
yang dikatakan berasal dari kami,
seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Jangan sampai disesatkan orang
dengan cara yang bagaimanapun juga.


Ia telah memanggil kalian lewat Injil
yang kami wartakan,
sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus,
Tuhan kita.
Sebab itu berdirilah teguh
dan berpeganglah pada ajaran-ajaran
yang kalian terima dari kami,
baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita,
menghibur dan memperkuat hatimu
dalam segala karya dan tutur kata yang baik,
sebab Allah mengasihi kita,
Ia memberi kita hiburan dan harapan baik
karena kasih karunia-Nya.
Amin.



*Ya Tuhan Allahku...
Engkau menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.

Engkaulah Raja karena dunia ditegakkan-Mu.
Engkau mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran-Mu.

*Biarlah bumi bersorak-sorai dan langit bersukacita.
Biarlah laut bergemuruh beserta segala isinya.
Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya.

Biarlah segala pohon di hutan bersukacita.

*Biarlah mereka bersukacita di hadapan-Mu.
Sebab kedatangan-Mu untuk menghakimi bumi ku.
Engkau akan menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.

Kauhakimi bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Mu.

Amin.


#





Uploaded Image

Monday, August 24, 2026

2608242. Sejenak Bijak. Harapan.

Harapan laksana sekam yang diterbangkan angin.
 Seperti buih angin ribut yang dihalaukan.
Harapan seperti asap yang dicerai-beraikan angin.
 Bagaikan tamu yang berlalu seperti kenangan.

Bila hidup dapat selama-lamanya.
 Bila mendapat ganjaran sesuai perbuatannya.
Bila menerima kerajaan yang mulia.
 Bila di kepala terdapat mahkota. 

  
#



Uploaded Image

2608241. Seorang 'Israel' yang sejati tidak ada kepalsuan di dalamnya.

Senin Pekan Biasa XXI, 24 Agt 2026
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Why 21:9b-14
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-11.12-13ab.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 1:49b
Bacaan Injil: Yoh 1:45-51




*Percaya* itu bagi saya adalah _berani menyerahkan diri ke sesuatu/seseorang._

*1. Percaya = *yakin + aman + bersandar* 
- Berani duduk di kursi tanpa takut roboh.
- Berani cerita rahasia ke sahabat tanpa takut dibocorin.

*2. "Percaya" perlu proses & waktu, kejujuran, konsistensi, dan perlu bukti.

*3. *Percaya bisa sama diri sendiri /& sama orang lain 
/& sama Tuhan /& sama alam semesta /& sama proses.

*4. Percaya itu pilihan, perlu waktu, bila patah mungkin bisa disambung lagi, tapi percaya ≠ naif (Percaya itu seharusnya tidak buta, tetap pakai logika + batasan/ ukuran). 



* Saya membayangkan jika saya adalah Natanael.
Sekali peristiwa,
Filipus bertemu dengan Natanael (saya) dan berkata,
"Kami telah menemukan Dia,
yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,
yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Kata Natanael (aku) kepadanya,
"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Kata Filipus kepadaku, "Mari dan lihatlah!"

Melihat Natanael (aku) datang kepada-Nya,
Yesus berkata tentangku,
"Lihat, inilah seorang Israel sejati,
tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Kata Natanael (aku) kepada Yesus,
"Bagaimana Engkau mengenal aku?"

Jawab Yesus kepadaku,
"Sebelum Filipus memanggil engkau,
Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Kata Natanael (aku) kepada-Nya,
"Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"

Yesus menjawab, kata-Nya,
"Karena Aku berkata kepadamu
'Aku melihat engkau di bawah pohon ara',
maka engkau percaya?
Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan engkau lihat!"

Lalu kata Yesus kepadaku,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka,
dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."



Wow, it's amazing. Luar biasa bagi saya jika dapat melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah.



* Dan saya membayangkan jika saya adalah Yohanes (penulis Kitab Wahyu).

Kudengar malaikat berkata kepadaku.
Marilah kutunjukkan pengantin perempuan kepadamu.
Dibawanya ke atas gunung di dalam rohku.
Ia menunjukkan kota yang kudus kepadaku.

Yerusalem 'baru' turun dari surga dari Allah.
Kota yang penuh dengan kemuliaan Allah.
Cahayanya seperti permata yaspis terindah.
Bagaikan kristal permata yang jernih.

Di Timur terdapat tiga pintu gerbang.
Di Utara tiga pintu gerbang.

Di Selatan tiga pintu gerbang.

Di Barat tiga pintu gerbang.

Jadi pintu gerbangnya ada dua belas.
Di atasnya ada malaikat dua belas.

Di atasnya tertulis nama suku Israel dua belas.
Temboknya mempunyai batu dasar dua belas.
Di atasnya tertulis nama rasul Anak Domba dua belas.


Wow, it's really amazing. Luar biasa juga bagi saya jika mendapat penampakan/ wahyu. Mungkin perlu kesucian hati. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.




*Ya Tuhan Allahku ..
Para kudus-Mu memaklumkan semarak mulia Kerajaan-Mu.
Segala yang Kaujadikan bersyukur kepada-Mu.
Orang-orang yang Kaukasihi memuji-Mu.

Mereka mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Mereka membicarakan keperkasaan-Mu.

Mereka memaklumkan semarak mulia kerajaan-Mu.
Kerajaan abadi ialah Kerajaan-Mu.
Lestari melalui segala keturunan pemerintahan-Mu.

*Engkau adil dalam segala jalan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.

Engkau dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Mu.

Pada setiap orang yang setia berseru kepada-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image