Friday, March 20, 2026

2603201. Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Kalender Liturgi 20 Mar 2026
Jumat Prapaskah IV

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Keb 2:1a.12-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 34:17-18.19-20.21.23
Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b
Bacaan Injil: Yoh 7:1-2.10.25-30



*Kebenaran itu subjektif, tergantung perspektif orang yang melihatnya. Kebenaran, sesuatu yang sesuai dengan fakta/ realitas, tidak ada dusta/ manipulasi. Orang benar, hidupnya sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai yang baik, jujur, tidak melanggar hak orang lain, tidak korupsi, serta bertanggung jawab atas tindakannya. Katanya, orang benar sering dicobai orang jahat/ munafik, termasuk orang baik. Orang baik itu selalu berusaha berbuat baik, peduli sama orang lain, suka membantu, punya empati dan hati yang lembut serta tidak menyakiti orang. 


*Kitab Kebijaksanaan, mengisahkan perkataan orang fasik (karena angan-angan mereka tidak tepat),
"Marilah menghadang orang baik,
sebab orang baik menjadi gangguan dan menentang pelanggaran hukum, mempersalahkan
dosa.
Orang baik membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, menyebut dirinya anak Tuhan...
Hidup orang baik sungguh berlainan langkah lakunya.
Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia dan bermegah bahwa bapanya ialah Allah.
Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah,
niscaya Allah akan menolongnya dan melepaskannya dari tangan para lawannya.
Mari mencobainya dengan aniaya dan siksa,
agar mengenal kelembutannya dan kesabaran hatinya.
Jatuhkan hukuman mati keji terhadapnya,
sebab katanya ia pasti mendapat pertolongan."

Orang fasik berangan-angan sesat, dibutakan kejahatan, tidak tahu rahasia Allah, tidak yakin ganjaran kesucian dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.


*Hari ini saya belajar dari Injil Suci Yohanes, mengisahkan kecerdikan Yesus yang tidak mau tetap tinggal di Yudea (karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuh-Nya).
Yesus pergi ke pesta hari raya Pondok Daun juga tidak terang-terangan (diam-diam).

Saat orang Yerusalem melihat-Nya, lalu berkata,
"Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa,
dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.
Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu,
bahwa Ia adalah Kristus?
Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya,
padahal bila Kristus datang,
tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."


Yesus yang mengajar di Bait Allah itu berseru,
"Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku;
namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,
tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal.
Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia,
dan Dialah yang mengutus Aku."


Mereka berusaha menangkap Yesus,
tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Yesus,
sebab saat-Nya belum tiba.



*Ya Tuhan dan Allahku...
Orang yang patah hati dekat kepada-Mu.
Orang jahat ditentang wajah-Mu.
Dari muka bumi dilenyapkan-Mu.
Tuhan mendengarkan saat orang benar berseru.

Kaulepaskan segala kesesakan pengikut-Mu.
Orang yang remuk jiwa diselamatkan-Mu.
Kemalangan orang benar banyak disitu.
Tapi Engkau melepaskan semuanya itu.

*Engkau melindungi segala tulangku.
Engkau membebaskan jiwa hamba-Mu.

Berbahagialah yang berlindung pada-Mu.

Yang tidak menanggung hukuman-Mu.

Amin.

#


Thursday, March 19, 2026

2603192. Selamat Hari Raya Nyepi. Sejenak Bijak. Tidak semua harus diurai, cukup ditaati.

Sahabat beragama Hindu Bali.
Selamat Hari Raya Nyepi.
Hari hening Hari sunyi.
Mencari kedamaian alam suci.


Dalam keheningan refleksi diri.
Dalam keheningan menyucikan diri.
Dalam keheningan waktu meditasi.
Dalam keheningan mati Geni.


Tidak semua harus diurai.
Hanya perlu cukup ditaati.
Tidak semua harus dimengerti. Hanya perlu cukup dipercayai.


Hari Raya Nyepi, hari suci umat Hindu Bali.
Dirayakan setiap Tahun Baru Saka, (Sekitar bulan Maret/ April). 
Di pulau Bali, biasanya semua aktivitas duniawi dihentikan, termasuk bekerja, bepergian, dan bersenang-senang. Karena selama Nyepi, empat pantangan utama yang dijalankan:
- *Amati Geni*: tidak menyalakan api atau lampu
- *Amati Karya*: tidak bekerja
- *Amati Lelungan*: tidak bepergian
- *Amati Lelanguan*: tidak bersenang-senang.


Dampak positif Hari Nyepi bagi lingkungan, berkurangnya polusi udara dan kebisingan. 


Masyarakat Bali mengharapkan wisatawan di pulau Bali, untuk menghormati hari ini dengan tetap di dalam ruangan, tidak menyalakan api/ lampu dan tidak membuat kebisingan.
_(Izin khusus bisa diberikan dengan alasan tertentu yang bisa disetujui pemimpin adat & agama).


Setelah Nyepi, masyarakat Bali merayakan *Ngembak Geni*, hari untuk kembali beraktivitas dan mempererat hubungan sosial.

#






2603191. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu dan memuji-muji Engkau tanpa henti.

Kalender Liturgi 19 Mar 2026
Kamis Prapaskah IV

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: 2Sam 7:4-5a.12-14a.16
Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.4-5.27.29
Bacaan II: Rom 4:13.16-18.22
Bait Pengantar Injil: Mzm 84:5
Bacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a




*Salah satu tokoh legenda abadi adalah Daud, seorang raja Israel yang terkenal dalam Perjanjian Lama. Daud, putra Isai, seorang peternak domba di Betlehem, yang terkenal keberaniannya mengalahkan Goliat, prajurit raksasa Filistin. (Sebelumnya tidak ada manusia biasa yang dapat mengalahkan raksasa. Sesudahnya banyak manusia biasa yang dapat mengalahkan raksasa).
Daud juga dikenal sebagai seorang musisi dan penyair yang tertulis dalam kitab Mazmur. (Walaupun sebagian Mazmur bukan karya asli Daud). Daud memerintah Israel dengan adil dan membawa kemakmuran bagi rakyatnya. (Kelemahannya yang tercatat adalah perzinahannya dengan Batsyeba yang masih memiliki suami/ Uriah pada saat percintaannya di saat itu. Walaupun pada akhirnya putra mereka, Salomo, yang menjadi raja Israel berikutnya). Daud adalah seorang yang sangat dikasihi Allah sehingga (tercatat dalam Kitab Kedua Samuel), pada suatu malam
datanglah firman Tuhan kepada nabi Natan,
"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud:
Beginilah firman Tuhan:
Apabila umurmu sudah genap,
dan engkau telah mendapat istirahat bersama nenek moyangmu,
Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian,
anak kandungmu,
dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku,
dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya
untuk selama-lamanya.
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.
Keluarga dan kerajaanmu
akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku,
takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."



*Kisah berlanjut dengan raja Salomo yang membawa kemakmuran luar biasa bagi bangsa Israel. Dari keturunan Daud, Allah memilih Yusuf, menjadi pendamping Maria untuk menjadi pelindung dari putra-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, raja alam semesta.

Menurut kisah Injil Suci Matius, silsilah Yesus Kristus, dari keturunan Abraham lalu Daud, lalu Yakub yang memperanakkan Yusuf, tunangan Maria
(yang mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri). Lalu Maria melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
   Karena Yusuf tunangannya/ suaminya, seorang yang tulus hati,
dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,
Yusuf bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
   Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,
malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,
"Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,
sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Maria akan melahirkan anak laki-laki,
dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya
dari dosa mereka."

Sesudah bangun dari tidurnya,
Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.


*Ketulusan perbuatan Yusuf sungguh luar biasa beriman. Seperti kata Rasul Paulus dalam Suratnya kepada Jemaat di Roma:
   Bukan karena hukum Taurat
Abraham dan keturunannya diberi janji
bahwa mereka akan memiliki dunia,
tetapi karena kebenaran atas dasar iman.

Kebenaran yang berdasarkan iman itu
merupakan kasih karunia belaka.
Maka janji kepada Abraham itu berlaku bagi semua keturunannya,
bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat,
tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham.
Sebab di hadapan Allah Abraham adalah bapa kita semua,
seperti ada tertulis,
"Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa."
Kepada Allah itulah Abraham percaya,
yaitu Allah yang menghidupkan orang mati
dan yang dengan firman-Nya
menciptakan yang tidak ada menjadi ada.

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap,
Abraham tetap berharap dan percaya,
bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa,
sebab Allah telah berfirman kepadanya,
"Begitu banyaklah nanti keturunanmu."
Dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.


*Percaya setelah melihat itu biasa.
Percaya sebelum melihat itu luar biasa.
Tanpa dasar berharap tapi percaya itu beriman namanya.
Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.



*Ya Tuhan dan Allahku...
Selamanya aku hendak menyanyikan kasih setia-Mu.
Turun-temurun aku hendak menuturkan kesetiaan-Mu.
Sebab selama-lamanya kasih setia-Mu.

*Engkau mengikat perjanjian dengan orang pilihan-Mu.
Engkau bersumpah kepada Daud hamba-Mu.

Engkau hendak menegakkan anak cucunya selalu.

Turun-temurun takhtanya dibangun oleh-Mu.

*Aku pun akan berseru kepada-Mu
Bapakulah Engkau ya Allahku.
Engkau adalah tempat keselamatanku.
Karena Engkau memegang teguh perjanjian-Mu. 

Engkau memelihara kasih setia-Mu bagiku.
Selamanya aku hendak menyanyikan kasih setia-Mu.

Amin.

#


Wednesday, March 18, 2026

2603182. Akulah kebangkitan dan hidup sehingga setiap orang yang percaya kepada-Ku akan hidup sekalipun ia sudah mati.

Kalender Liturgi 18 Mar 2026
Rabu Prapaskah IV
PF S. Sirilus dari Yerusalem, Uskup dan Pujangga Gereja

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yes 49:8-15
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.13cd-14.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26
Bacaan Injil: Yoh 5:17-30



*Like father, like son.
Like mother, like daughter.
Air cucuran atap jatuhnya kepelimbahan juga.
Gajah anak gilang, gilang-gilang gajah.

*Maksudnya anak itu biasanya mirip bapaknya, baik dari sifat, perilaku atau kebiasaan. Dan bisa berlaku buat ibu dan anak perempuannya. Anak cenderung meniru orang tua mereka. 

*Menarik, Injil Suci Yohanes mengisahkan sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,
"Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.¹
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu
dari diri-Nya sendiri,
jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya;
sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.²
Sebab Bapa mengasihi Anak,
dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu
yang dikerjakan-Nya sendiri,
bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya
pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu,
sehingga kamu menjadi heran.
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati
dan menghidupkannya,
demikian juga Anak menghidupkan siapa saja
yang dikehendaki-Nya.³
Bapa tidak menghakimi siapa pun,
melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya
kepada Anak,⁴
supaya semua orang menghormati Anak
sama seperti mereka menghormati Bapa.
Barangsiapa tidak menghormati Anak,
ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.⁵
... barangsiapa mendengar perkataan-Ku
dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku,
ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum,
sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.⁶
... saatnya akan tiba dan sudah tiba,
bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah,
dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.⁷
Sebab sama seperti Bapak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,
demikian juga diberikan-Nya
Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.⁸
Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi,
karena Ia adalah Anak Manusia.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.
Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar,
dan penghakiman-Ku adil,
sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,
melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."⁹



*Nabi besar Yesaya menyampaikan banyak Firman Tuhan kepada umat-Nya, diantaranya:
Waktu Kuberkenan Aku akan menjawabmu 
Hari Aku menyelamatkan Aku akan menolongmu.
Aku membentuk dan membuatmu.
Menjadi perjanjian bagi umat-Ku. 

Untuk membangunkan bumi kembali.
Untuk membagikan tanah pusaka yang sepi.

Mengatakan Keluarlah kepada yang terkurung.

Tampillah kepada yang di dalam gelap.

Seperti domba yang merumput.
Di bukit gundulpun tersedia rumput.
Tidak tertimpa matahari terik.
Walau angin panas terik. 
 
Hai langit bersorak-sorailah.
Hai bumi bersorak-soraklah.
Hai gunung-gunung bersorak-sorailah.
Umat Tuhan tersayang bersorak-soraklah.

Mungkinkah Tuhan telah meninggalkanku.
Mungkinkah Tuhanku telah melupakanku.

Dapatkah ibu melupakan anak susu.

Bagaimanapun Tuhan tidak melupakanku.


*Ya Tuhan dan Allahku... 
Engkau mengasihi dan menyayangiku.
Engkau panjang sabar dan besar kasih setia-Mu.
Engkau baik kepada semua ciptaan-Mu.
Engkau penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Mu.

*Engkau setia dalam segala perkataan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.
Engkau penopang bagi diriku.
Engkau menegakkan perasaan tertundukku.

*Engkau adil dalam segala jalan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam perbuatan-Mu.
Engkau dekat pada yang berseru kepada-Mu.
Engkau menjawab yang setia berseru.

Ya Tuhan dan Allahku... 
Engkau mengasihi dan menyayangiku.
Amin.

#


2603181. Sejenak Bijak. Berjalanlah di tengah.

Bila berjalan di tengah kota.
Jangan berkeluh kesah saja.
Melihat perbuatan keji di sana.
Lakukan sesuatu mulailah bekerja.

Api padam pasti lama.
Selama ada bahannya disana.
Perlu ada yang berusaha.
Memadamkan api yang menyala.

Katanya semua ada waktunya.
Itu perkataan sang Bijaksana.
Mungkinkah sekarang adalah waktunya.
Untuk mulai menjalankan usahanya.


#





Tuesday, March 17, 2026

2603172. Ciptakan hati yang murni dalam diri dan bersukacitalah karena keselamatan Allah.

Kalender Liturgi 17 Mar 2026
Selasa Prapaskah IV
PF S. Patrisius, Uskup

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yeh 47:1-9.12
Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3.5-6.8-9
Bait Pengantar Injil: Mzm 51:12a.14a
Bacaan Injil: Yoh 5:1-3a.5-16




*Saat ada burning desire (motivasi kuat) itu seperti api yang membakar dalam diri, membuat sangat ingin mencapai sesuatu/ menggenggam tujuan. 

*Nabi besar Yehezkiel dalam nubuatnya mengisahkan pengalaman (entah benar/ hanya mimpi) tentang seorang malaikat membawanya ke pintu Bait Suci, dimana ada air mengalir keluar dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci yang menghadap ke timur...
Lalu malaikat itu ... menyuruh aku masuk dalam air itu; mulai dari pergelangan kaki, lutut, pinggang, hingga air itu sudah menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi lagi, di mana orang dapat berenang;

Lalu malaikat itu berkata,
"Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?"
Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai itu, ada amat banyak pohon,
di sebelah sini dan di sebelah sana.
Malaikat itu berkata kepadaku,
"Sungai ini mengalir menuju wilayah timur,
dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin,
maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar.
Ke mana saja sungai itu mengalir,
segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup.
Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir,
semua yang ada di sana hidup.


Pada kedua tepi sungai itu
tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan,
yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis...
Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."




*Ketika hati memiliki motivasi.
Segala hal diusahakan sekali.
Menunggu malaikat datang kesini.
Bertahun menunggu mukjizat terjadi. 

Akhirnya waktunya sudah tiba.
Penyembuh ajaib datang kesana.
Maukah engkau sembuh katanya.
Hampir menangis karena tak berdaya.

Selalu masuk terlambat kesana.
Padahal lainnya sembuh seketika.
Hati mau tapi kurang tenaga.
Tiada orang membantu kesana.

Saat sembuh hati bersuka.
Tubuh berjalan dengan perkasa.
Lupa Sabat karena gembira.
Saat ditegur menjalin kata. 


*Menurut Injil Suci Yohanes, pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem, lalu melewati sebuah kolam Betesda dimana 
di serambi-serambi berbaring sejumlah besar orang sakit.

Ada di situ

Ketika Yesus melihat seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit dan berbaring di sana, berkatalah Ia kepadanya, "Maukah engkau sembuh?"

Jawab orang sakit itu kepada-Nya,
"Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu,
apabila airnya mulai goncang;
dan sementara aku sendiri menuju kolam itu,
orang lain sudah turun mendahului aku."

Kata Yesus kepadanya,
"Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu,
lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Lalu kata orang-orang Yahudi kepada orang yang baru sembuh itu,
"Hari ini hari Sabat,
dan tidak boleh engkau memikul tilammu."

Akan tetapi ia menjawab mereka,
"Orang yang telah menyembuhkan aku,
dia yang mengatakan kepadaku:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah."

Mereka bertanya kepadanya,
"Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"

Oang yang baru sembuh itu
tidak tahu siapa orang itu,
sebab Yesus telah menghilang
ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah,
Yesus berkata kepadanya,
"Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi,
supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Orang itu lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi,
bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
Orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus,
karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.



*Ya Tuhan Allahku...
Engkaulah tempat perlindungan dan kekuatanku.
Engkaulah penolong dalam kesesakanku.
Bumi berubah tidak takut aku. 
Gunung goncang di dalam laut itu.

*Kota Allah kediaman Yang Mahatinggi.
Disukakan oleh aliran sungai.

Suasananya pasti menyenangkan sekali.

Allah menolongnya menjelang pagi.

*Tuhan semesta alam menyertaiku.
Kota bentengku ialah Allahku

Kupergi memandang semua pekerjaan-Mu.
Selalu luar biasa kuasa-Mu.  

Amin.

#


2603171. Semua mau kaya dan berkuasa serta sukses sejahtera.

Hampir semua mau kaya.
Mau kaya harta benda.
Setelah memilikinya mau apa.
Mau terus bertambah kaya.

Kaya bisa membuat suka.
Kaya bisa membuat duka.
Hampir semua berebut harta.
Seringkali lupa sanak saudara.

Dulu susah mau kaya.
Setelah kaya mau sejahtera.
Setelah sejahtera mau berkuasa.
Setelah berkuasa mau semuanya.


Susah awal untuk berusaha 
Stabil kenaikan hidup pertama.
Sukses harapan hidup kedua.
Sejahtera berbagi hidup bahagia.
(Survive - Stabil - Sukses - Signature)

#