Tuesday, October 13, 2026

2610132. Semoga 'bagian luar' cawan yang bersih adalah hasil dari "bagian dalam" yang tulus mengasihi.

Kisah Nyata sesuai Injil.
*Selasa, 13 Oktober 2026. (Lukas 11:37-41)*


1. Kisah Peralatan piring Cantik dan Bagus di sebuah rumah.

Alkisah, seorang ibu CC di Jakarta sharing, dimana setiap ada tamu, ia keluarkan koleksi piring-piring bagus diatas meja yang telah dilap sampai mengkilap, rumah diberi wewangian mahal. Semua orang bilang "keluarganya pasti harmonis ya".

Padahal sesungguhnya di dalam rumah, tiap hari ia dan suami perang dingin, bisa tidak bicara berhari-hari karena masalah uang, dll, sehingga anak-anak mereka menjadi korban, dimarahi dan dibentak.

Katanya, "Cawan-cawanku yang dibersihkan luarnya, terlihat sangat bagus, tapi didalamnya penuh kepalsuan, diantaranya kehilangan kedamaian bagi anak-anakku dan suasana rumah yang sepi dan panas."



2. Kisah Bos yang berkolekte Besar tapi menunggak Gaji Karyawannya.


Alkisah, seorang pengusaha Katolik dari Surabaya mensharingkan kisahnya,
Di gereja, saya selalu kasih kolekte besar, duduk paling depan, baju rapi, rantai salib yang besar. Semua orang hormat dan berkata, "Orang saleh".

Tapi karyawanku selalu kugaji telat 2 bulan, THR mereka kupotong, agar aku bisa ganti mobil mewah terbaru dan menikmati hidup senang. _(Pikirku, itu OPM, Other People Money, uang orang dipakai dulu)_

 
*Bagian luar cawan bersih, bagian dalam penuh rampasan dan kejahatan.* (ayat 39)

*Kebersihan hati tidak datang dari pencitraan, tapi dari *kemurahan hati dan tulus mengasihi.*



#




Uploaded Image

2610131. Apakah kita hidup di zaman ini seperti orang Farisi.

*Renungan Selasa, 13 Oktober 2026*

*Injil: Lukas 11:37-41*
*Tema: Bersih Luar, Bersih Dalam?*


Alkisah, pada suatu waktu, Yesus diundang seorang Farisi untuk makan di rumahnya. Yesus masuk ke rumah itu, lalu duduk makan. Orang Farisi itu heran melihat Yesus tidak mencuci tangan sebelum makan.

Tuhan Yesus tahu hati dan pikiran orang Farisi itu, maka berkata kepadanya, _"Hai orang-orang Farisi, kamu membersihkan cawan dan pinggan bagian luar, tetapi bagian dalam dirimu penuh rampasan dan kejahatan."_



Apakah kita hidup di zaman yang seperti orang Farisi ?


Dari luar tampak sempurna. Foto makan makanan tampak estetik, rumah terlihat rapi dan bersih, penampilan seperti orang rohani. Kita cuci 
Tangan dicuci berkali-kali, pakai hand sanitizer, tubuh pakai parfum mahal, supaya tampak dari luar, wangi dan berkelas atas yang sempurna.


Yesus hari ini diundang makan, Dia sengaja tidak cuci tangan ritual. Bukan karena jorok, tapi karena Dia mau bongkar topeng.
*Kalian sibuk ritual luar, tapi lupa ritual hati.*


Orang Farisi cuci tangan sampai siku, tapi tangannya dipakai merampas tanah janda. 
Bersihkan cawan sampai mengkilap, tapi cawan yang dipakai minum adalah hasil menipu.


Renungan pribadi:

Apakah mulut yang rajin berdoa Bapa Kami, tapi mulut yang sama dipakai gosip ?

Apakah tangan yang rajin membuat tanda salib, tapi tangan yang sama malas membantu di dapur/ rumah ?

Apakah ada rasa marah melihat orang tidak cuci tangan, tapi tidak pernah marah melihat hati sendiri penuh iri dan dendam ?

 _"Bukankah yang menjadikan bagian luar, Dialah juga yang menjadikan bagian dalam? Maka berikanlah isinya sebagai sedekah, dan semuanya akan menjadi bersih bagimu."_ (ay 40-41)


Jangan mulai dari luar ke dalam. Mulai dari dalam ke luar.

*Bagaimana membersihkan dalam? Sedekah.*

Sedekah bukan hanya uang, tapi mau membersihkan isi hati yang kotor, pelit, dendam, sombong menjadi kemurahan.

- Sedekahkan maaf.
- Sedekahkan waktu.
- Sedekahkan 10 menit berdoa di hari ini.

*Jangan tanya,*
"Seberapa bersih tanganmu?"
Tapi tanyalah,
"Seberapa bersih hatimu?"

*Ya Tuhan Yesusku...
Ampunilah aku yang lebih sibuk membersihkan penampilan daripada membersihkan hatiku.
Hari ini aku mau memberikan isi hatiku.
Kemarahanku, pelitku sebagai sedekah kasihku.

Bersihkanlah aku dari dalam sesuai kasih kerahiman-Mu.
Supaya luarku pun memancarkan kemurahan-Mu. 
Amin.



#




Uploaded Image

2610134. Q & A. TTS. ANGKA.

2610134. Question & Answer. TTS. ANGKA. 
Uploaded Image Uploaded Image

2610133. Q & A. SUDOKU.

2610133. Question & Answer. SUDOKU. 
Uploaded Image Uploaded Image

Friday, October 9, 2026

2610096. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.

Jumat Pekan Biasa XXVII, 09 Okt 2026.



*Mereka yang hidup dari iman akan diberkati bersama Abraham yang beriman.



*Beriman tanpa perbuatan adalah Teori agama.
Beriman dan berbuat kebaikan adalah bukti orang beriman yaitu seperti Anak-anak Abraham.


*Ada 2 kisah nyata yang menarik.

*1. Alkisah seorang Ibu di Bekasi yang setiap Misa, duduk paling belakang dan tidak pernah komuni. Saat seorang umat tanya kenapa, jawabnya:

"Saya malu. Saya masih sering marah sama anak, masih ngomong kasar ke suami. Saya belum layak diberkati."
Ia hidup seperti di bawah kutuk dan berpikir berkat Tuhan harus dibeli dengan kesempurnaan.

Sampai suatu hari Ibu ini membaca hari ini: *"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita."*
Yesus sudah ambil semua kutuk "kamu tidak layak" itu di kayu salib, supaya tidak perlu jadi sempurna dulu baru disayang/ diberkati.

Minggu depannya, ia maju komuni sambil menangis. Bukan karena ia sudah sempurna, tapi ia percaya dan beriman. Dan sejak itu, hidupnya pelan-pelan berubah, karena merasa dicintai.



*2. Alkisah ada seorang bapak OB, seorang ojek online di Jakarta yang ditipu teman Rp 50 juta. Habis semua uang & harapannya. Bapak OB cerita, "Saya tidak punya hukum Taurat untuk dibanggakan. Tidak pernah pelayanan, jarang ke gereja. Yang saya punya cuma iman kecil: Tuhan tidak akan tinggalkan anak saya kelaparan."

Bapak OB berdoa Rosario setiap hari di atas motornya. Enam bulan kemudian, tanpa ia cari, orang yang menipunya balik dan mulai mencicil. Pelanggannya tiba-tiba mulai banyak.

Bapak OB merasa, bukan karena ia taat aturan agama dengan sempurna, tapi karena ia seperti Abraham, *hidup dari iman*.

_"Karena Yesus sudah terkutuk di salib gantikan saya, saya sudah diberkati. Karena sudah diberkati, saya mau hidup benar."_



*Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Galatia, menuliskan anak-anak Abraham
ialah mereka yang hidup dari iman.
Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi berkat iman.
 
"Oleh Abraham, segala bangsa akan diberkati."
Jadi mereka yang hidup dari iman akan diberkati
bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.

"Orang yang benar akan hidup berkat imannya."
"Barangsiapa melakukannya, akan hidup karenanya."


Dalam Yesus Kristus yang digantung pada kayu salib (menebus kutukan),
berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (baca: kita),
sehingga oleh iman, kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Amin.

 

#



Uploaded Image