Kalender Liturgi 14 Mei 2026
Kamis Paskah VI
Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Kis 1:1-11
Mazmur Tanggapan: Mzm 47:2-3.6-7.8-9
Bacaan II: Ef 1:17-23
Bait Pengantar Injil: Mat 28:19a.20b
Bacaan Injil: Mat 28:16-20
*Alkisah menurut Kisah Para Rasul (ditulis Lukas utk Teofilus), menuliskan tentang segala sesuatu
yang dikerjakan dan diajarkan Yesus
(berulang-ulang menampakkan diri selama empat puluh hari, membuktikan bahwa Ia hidup, berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan memberi perintah kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya)
sampai pada hari Ia terangkat.
Yesus melarang mereka meninggalkan Yerusalem,
dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa,
"
Yohanes membaptis dengan air,
tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus...
Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu,
yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
Kamu akan menerima kuasa,
dan menjadi saksi-Ku
di Yerusalem, di seluruh Yudea dan Samaria,
bahkan sampai ke ujung bumi."
Sesudah mengatakan demikian,
terangkatlah Yesus disaksikan oleh murid-murid-Nya,
sampai awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Yesus naik,
tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
dan berkata kepada mereka,
"Hai orang-orang Galilea,
mengapakah kamu berdiri menatap langit?
Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini,
akan datang kembali
dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga."
*Menurut Injil Suci Matius, sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati,
kesebelas murid berangkat ke Galilea,
ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya,
tetapi beberapa orang ragu-ragu.
Yesus mendekati mereka dan berkata,
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.
Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku,
dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah,
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
**Ya Tuhan Allahku...
Kubermazmur dan kukidungkan mazmur bagi Rajaku.
Kukidungkan mazmur dengan lagu.
Engkau bersemayam di takhta kudus-Mu.
Engkau mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Bertepuk-tanganlah hai segala bangsa.
Engkau merajai segala bangsa,
Engkau telah naik diiringi sorak-sorai.
Kuelukan Engkau dengan sorak-sorai.
Sebab dahsyatlah Tuhanku Yang Mahatinggi.
Engkaulah Raja agung seluruh bumi.
Amin.
#
*Bukti Yesus Kristus naik ke Surga* (menurut Alkitab dan catatan sejarah Kristen). Bukti utamanya adalah kesaksian Lukas (Injil Lukas dan Kisah Para Rasul), didukung referensi di kitab lain, yang konsistensi dengan narasi kebangkitan, dan pengakuan jemaat awal di Yerusalem.
I. *Dalam Alkitab (3):*
*a. Lukas 24:50-51*
> Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.
*b. Kisah Para Rasul 1:9-11 (bacaan pertama)*
> Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka... dua orang berpakaian putih berkata: 'Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.'
*c. Markus 16:19*
> Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
II. *Penegasan tidak langsung dari beberapa surat dan Injil merujuk kenaikan sebagai fakta yang diketahui jemaat awal.*
- *Yohanes 3:13; 6:62; 14:3-4; 16:5-7; 20:17*.
Yesus sendiri beberapa kali bilang Dia akan "pergi kepada Bapa".
- *Efesus 4:8-10; Ibrani 1:3; 1 Petrus 3:22* menyebut Kristus naik/tinggi/naik ke surga.
- *Roma 8:34, Efesus 1:19-20, Kolose 3:1, Filipi 2:9-11, 1 Timotius 3:16* merujuk kenaikan sebagai "pengangkatan" ke kanan Allah.
III. *Kesaksian Kelompok*
1. *Saksi mata*: Kisah Para Rasul 1:9 mencatat "mereka" melihatnya. Kesaksian kelompok mengurangi kemungkinan halusinasi individu.
2. *Terjadi di Yerusalem*: Lukas menulis untuk Theofilus. Pemberitaan ini dimulai di Yerusalem, kota tempat Yesus disalib. Kebenaran yang tidak dibantah orang zaman itu.
3. *Konsistensi dengan kebangkitan jasmani*: Lukas 24:39-43 menekankan Yesus bangkit dengan tubuh daging dan tulang, makan ikan. Kenaikan jasmani Yesus adalah kelanjutan yang logis.
4. *Dikonfirmasi dalam kredo awal*: Surat 1 Korintus 15:3-7 mencatat kemunculan Yesus kepada 500 orang. Kredo/nyanyian awal seperti Filipi 2:6-11 berakhir dengan "pengangkatan".
4. *Saksi di luar Alkitab*
Dari para Bapa Gereja abad 1-2:
- *Klemens dari Roma* 95 M: Kristus "diangkat ke atas"
- *Ignatius* 107 M: "Ia benar-benar menderita... dibangkitkan dan diangkat"
- *Irenaeus* 180 M: "Tuhan menerima kuasa setelah kebangkitan ketika Ia naik"
*Makna Teologis kenaikan Yesus:
1. *Menegaskan bahwa misi Yesus di bumi selesai*
Kenaikan menutup periode 40 hari setelah kebangkitan. Yesus sudah menyelesaikan penebusan di salib, membuktikan kemenangan lewat kebangkitan, lalu naik. Itu tanda tugas sebagai “Mesias yang menderita” sudah tuntas.
2. *Yesus dimuliakan dan duduk di sebelah kanan Allah*
Ini posisi kuasa tertinggi (istilah Perjanjian Lama)
- *Efesus 1:20-22*: Allah “mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh di atas semua pemerintah dan penguasa”
- *Ibrani 1:3*: “Setelah Ia selesai menyucikan dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar”
Yesus memerintah, sebagai Raja dan Imam Besar.
3. *Menjadi Pembela dan Imam Besar kita*
*Roma 8:34 & Ibrani 7:25*: Di surga Yesus “menjadi pembela kita” dan “senantiasa hidup untuk menjadi Pengantara”.
Yesus mewakili manusia di hadapan Allah, inilah alasan doa bisa langsung sampai ke Bapa “dalam nama Yesus”.
4. *Mengirim Roh Kudus*
*Yohanes 16:7*: “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu.”
Kenaikan Yesus membuka jalan untuk Pentakosta (Dicurahkan Roh Kudus)
5. *Menjamin kedatangan-Nya kembali*
Dua malaikat bilang di *Kisah 1:11*: “Yesus ini... akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”
Kenaikan menjadi janji dan pola kedatangan Yesus kedua kali. Dia pergi secara jasmani, Dia akan kembali secara jasmani juga.
6. *Membuka jalan ke surga bagi orang percaya*
*Yohanes 14:2-3*: “Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu... Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku.”
Kenaikan Yesus adalah “pintu masuk” yang sudah dibuka. Karena Dia manusia sekaligus Allah, manusia sekarang punya jalan masuk ke hadirat Allah.
IV. Kenapa kenaikan Yesus setelah 40 hari kebangkitan?
*Kisah 1:3* Yesus “menampakkan diri kepada mereka selama 40 hari dan berbicara tentang Kerajaan Allah”.
Angka 40 di Alkitab punya makna masa persiapan/pengujian:
- Musa 40 hari di Gunung Sinai sebelum terima Hukum Taurat - Kel 24:18
- Elia 40 hari berjalan ke Horeb - 1 Raj 19:8
- Yesus puasa 40 hari di padang gurun - Mat 4:2
- Israel 40 tahun di padang gurun sebelum masuk Kanaan
Jadi Yesus pakai waktu 40 hari masa “transisi” untuk:
1. *Buktikan kebangkitan-Nya itu nyata*: Dia makan, bicara, bisa disentuh (Bukan hantu) Luk 24:39-43
2. *Mengajar ulang para murid*: Yesus membuka pikiran mereka supaya mengerti nubuat PL tentang Dia - Luk 24:45
3. *Mempersiapkan mereka* jadi saksi sebelum Roh Kudus dicurahkan
V. Kenapa naiknya di Bukit Zaitun?
*Kisah 1:12* “maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun”.
Tiga alasan teologis:
*a. Penggenapan nubuat Zakharia 14:4*
> “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di sebelah timur Yerusalem”
Nubuat tentang Tuhan datang menghakimi dan memerintah. Yesus naik dari tempat yang sama.
*b. Tempat Yesus sering berdoa dan mengajar*
Bukit Zaitun itu “basecamp” Yesus selama minggu sengsara. Dia sering ke sana malam-malam - Luk 21:37, 22:39. Jadi kenaikan terjadi di tempat yang akrab bagi murid-murid.
*c. Simbolik: dari tempat ratapan jadi tempat kemuliaan*
Bukit Zaitun juga tempat Yesus menangis atas Yerusalem - Luk 19:41. Tempat Getsemani, tempat Dia bergumul sebelum disalib. Dari tempat penderitaan itu juga Dia naik dalam kemuliaan. Jadi ada kontras yang kuat.
Catatan: Bukit Zaitun cuma 1 km dari Yerusalem, bisa ditempuh “sejauh perjalanan Sabat” - Kis 1:12. Jadi murid-murid bisa pulang tanpa melanggar hukum Sabat.
Bila dibandingkan perubahannya sebelum (Sblm) & setelah (Stlh) kenaikan:
**Keadaan Fisik**
(Sblm): Tubuh jasmani terbatas: lapar, lelah, bisa mati. Tetap di satu tempat saja.
Tubuh kebangkitan yang dimuliakan. Tidak terbatas ruang dan waktu.
**Posisi**
(Sblm): Hamba yang merendahkan diri - Fil 2:7. Dianggap orang biasa, bahkan dihukum.
(Stlh): Duduk di sebelah kanan Allah - Mrk 16:19. Punya kuasa atas segala sesuatu - Mat 28:18.
**Pelayanan**
(Sblm): Mengajar, menyembuh, mengusir setan, mati untuk dosa manusia.
(Stlh): Menjadi Imam Besar dan Pembela - Ibr 7:25, Rom 8:34. Mendoakan orang percaya.
**Hubungan dengan Murid** (Sblm): Hadir secara fisik, terbatas. Hanya bisa bersama beberapa orang sekaligus.
(Stlh): Hadir lewat Roh Kudus di semua tempat. “Aku menyertai kamu sampai akhir zaman” - Mat 28:20.
**Fokus Misi**
(Sblm): Menebus dosa lewat salib dan kebangkitan.
(Stlh): Memerintah dan membangun gereja. Menunggu waktu kedatangan kedua kali.
**Cara Dilihat Manusia**
(Sblm): Dilihat, disentuh, didengar langsung oleh murid.
(Stlh): Tidak terlihat secara fisik, tapi nyata lewat iman dan Roh Kudus.
*VI. Kenapa perubahan ini penting?*
1. *Kalau Yesus tetap di bumi*, Dia hanya bisa bersama 100-200 murid waktu itu. Setelah naik dan mengutus Roh Kudus, Dia bisa “tinggal” di jutaan orang sekaligus.
2. *Kalau Dia tetap dalam keadaan terhina*, karya penebusan tidak “disahkan”. Kenaikan adalah tanda Bapa menerima korban-Nya.
3. *Kalau Dia tidak naik*, janji kedatangan kembali tidak ada. Kenaikan jadi jaminan Dia akan datang lagi.
Jadi kenaikan adalah transisi dari “Allah bersama kita” menjadi “Allah di dalam kita”.
Catatan: Lukas memang unik karena dia satu-satunya penulis Injil yang mencatat kenaikan 2 kali: *Lukas 24:50-53* dan *Kisah Para Rasul 1:9-11*. Ini strategi sastra dan teologi Lukas.
1. *Lukas nulis 2 jilid, jadi kenaikan jadi "jembatan"*
Lukas 1:1-4 bilang dia nulis 2 kitab untuk Theofilus:
- *Jilid 1 = Injil Lukas*: tentang "semua yang Yesus mulai lakukan dan ajarkan"
- *Jilid 2 = Kisah Para Rasul*: tentang "semua yang Yesus lanjutkan lakukan dan ajarkan" lewat Roh Kudus dan gereja.
Kenaikan ditaruh di akhir Lukas lalu disambung di awal Kisah Para Rasul.
- *Lukas 24*: penutup pelayanan Yesus di bumi. Fungsinya _vindication_ - pembuktian bahwa pelayanan Yesus sah dan dimuliakan
- *Kisah 1*: pembuka pelayanan murid. Fungsinya _authorization_ - memberi wewenang dan dasar bagi gereja untuk berkhotbah.
2. *2 fokus yang berbeda*
Para ahli nyebut ini perbedaan tujuan:
*Lukas 24:50-53 - Fokus pengenalan siapa Yesus*
- Kejadiannya singkat, di Betania
- Penekanan: murid menyembah Yesus dan pulang dengan sukacita besar
- Tujuannya biar pembaca sadar: "Oh, Yesus ini Tuhan yang naik ke surga"
*Kisah 1:9-11 - Fokus peralihan misi ke murid*
- Kejadiannya lebih detail: 40 hari mengajar, awan, 2 malaikat, janji kedatangan kembali
- Penekanan: "kamu akan jadi saksi-Ku"
- Tujuannya biar murid siap jadi penerus Yesus yang sah.
3. *Kenapa Matius, Markus, Yohanes cuma nyinggung?*
- *Matius & Yohanes*: Fokusnya pada gereja yang sudah ada. Kenaikan dianggap sudah dipahami, jadi cuma disiratkan.
- *Markus*: Ending asli Markus 16:8 memang tiba-tiba berhenti. Ayat 9-20 itu tambahan belakangan
- *Lukas*: Dia nulis sejarah 2 jilid tentang asal-usul kekristenan. Kenaikan penting banget buat dia karena itu titik balik dari "Yesus di bumi" ke "gereja di bumi, Yesus di surga"
4. *Lukas pakai gaya historiografi kuno*
Penulis kuno sering kasih ringkasan singkat di akhir jilid 1, lalu detail di awal jilid 2. Pembaca zaman itu tidak bingung, karena mereka paham itu kitab bersambung.
Lukas 24 tidak bilang kenaikan terjadi hari yang sama dengan kebangkitan. Dia cuma merangkas. Kisah 1:3 baru jelasin ada jeda 40 hari.
*Intinya*: Lukas nulis 2 kali biar jelas ada peralihan tongkat estafet. Yesus selesai kerja-Nya di bumi → naik → murid mulai kerja lewat Roh Kudus. Tanpa 2 catatan ini, transisinya jadi putus.