Monday, March 23, 2026

2603231. Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik supaya ia hidup bukan kematiannya.

Kalender Liturgi 23 Mar 2026
Senin Prapaskah V
PF S. Turibius dari Mongrovejo, Uskup

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: T.Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
Bait Pengantar Injil: Yoh 33:11
Bacaan Injil: Yoh 8:1-11




*Bagi saya, fitnah itu kejam bisa membunuh orang tanpa senjata tajam karena fitnah dapat membunuh jiwa/ masa depan. Fitnah/ tuduhan/ pernyataan palsu bisa merusak reputasi/ merugikan/ merusak masa depan seseorang. Fitnah bisa berupa kata-kata/ tulisan/ tindakan yang membuat orang lain memiliki opini buruk tentang seseorang yang benar. 


*Kisah menarik dalam kitab tambahan Daniel adalah kisah Susana, isteri Yoyakim yang amat sangat cantik dan takwa pada Allah, karena orang tuanya (Hilkia) mendidik Susana dengan benar menurut Taurat Musa. Yoyakim itu amat kaya dan paling terhormat di antara sekalian orang,
maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul di rumahnya hingga tengah hari.
Yoyakim memiliki sebuah taman berdekatan dengan rumahnya, dimana Susana yang amat sangat cantik sering berjalan-jalan dan mandi di taman suaminya itu.
Pada suatu siang hari saat cuaca panas, Susana disertai dua orang dayang masuk dan berjalan-jalan di situ, Kata Susana kepada dayang-dayangnya,
"Ambilkanlah aku minyak dan urap, dan tutuplah pintu taman,
supaya aku dapat mandi."

Segera setelah dayang-dayang itu keluar,
bangunlah kedua orang tua-tua yang bersembunyi sambil mengintip Susana (setiap hari mereka mengintip maka timbullah dalam hati kedua orang tua-tua itu
nafsu berahi kepada Susana), 
lalu bergegas-gegas menuju Susana.
Berkatalah mereka,
"Pintu-pintu taman sudah tertutup
dan tidak ada seorangpun melihat kita.
Kami sangat cinta berahi kepadamu.
Tidurlah bersama-sama dengan kami.
Kalau engkau tidak mau, pasti kami akan naik saksi terhadapmu,
bahwa seorang pemuda kedapatan padamu,
dan bahwa oleh karena itulah
maka dayang-dayang itu kausuruh pergi."

Berdesahlah Susana, lalu berkata,
"Aku terdesak sekeliling.
Sebab jika hal itu kulakukan, niscaya kematian menanti aku.
Jika tidak kulakukan, maka aku tidak lolos dari tangan kamu. (Buah simakalama)
Namun
lebih baik aku jatuh ke tanganmu dengan tidak berbuat demikian
daripada berbuat dosa di hadapan Tuhan."

Lalu Susana berteriak-teriak dengan suara nyaring.
Tetapi kedua orang tua-tua itu berteriak-teriak pula
melawan Susana, dan lari membuka pintu taman.

Teriakan di taman itu didengar orang-orang
yang ada di dalam rumah,
bergegas-gegaslah mereka
untuk melihat apa yang terjadi dengan Susana.
Setelah kedua orang tua-tua itu memberikan keterangan,
maka amat malulah para pelayan,
sebab belum pernah hal semacam itu dikatakan tentang Susana.

Keesokan harinya,
ketika rakyat berkumpul lagi di rumah Yoyakim, suami Susana,
datang pulalah kedua orang tua-tua itu
penuh angan-angan fasik untuk membunuh Susana.
Di depan rakyat mereka berkata,
"Suruhlah ambil Susana, anak Hilkia, isteri Yoyakim!"
Maka diambillah Susana.
Ia datang disertai orang tuanya, anak-anak dan kaum kerabatnya.
Sanak saudara dan semua yang melihat Susana, menangis.
Sementara kedua orang tua-tua itu berdiri di tengah rakyat
dan meletakkan tangan mereka di atas kepala Susana,
Susana menengadah ke Surga sambil menangis,
sebab hatinya tetap percaya pada Tuhan.

Maka kata kedua orang tua-tua itu,
"Sedang kami berdua berjalan-jalan di taman,
masuklah Susana bersama dua 
dayang-dayang.
Lalu pintu taman itu ditutup,
dan disuruhnya 
dayang-dayang itu pergi.
Lalu datanglah seorang pemuda yang bersembunyi di situ
dan ia berbaring bersama Susana.
Ketika kami, yang ada di sudut taman,
melihat kefasikan itu,
berlari-larilah kami kepada mereka.
Walaupun kami melihat mereka tidur bersama-sama di sana,
namun kami tidak dapat menangkap pemuda itu
karena ia lebih kuat dari kami.
Ia membuka pintu lalu melarikan diri.
Tetapi Susana kami pegang,
dan kami menanyakan siapa pemuda itu.
Ia tidak mau memberitahu kami.
Inilah kesaksian kami."


Himpunan rakyat percaya akan kesaksian mereka,
karena mereka adalah orang tua-tua dan hakim.
Atas dasar kesaksian itu,
dijatuhkannya hukuman mati kepada Susana.
Maka berserulah Susana dengan suara nyaring,
"Allah yang kekal, yang mengetahui apa yang tersembunyi,
dan mengenal sesuatu sebelum terjadi,
Engkau pun tahu
bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku.
Sungguh, aku mati,
meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun
dari yang mereka dustakan tentang aku."


Maka Tuhan mendengarkan suaranya.
Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya,
Allah membangkitkan roh suci Daniel.
Daniel berseru dengan suara nyaring,
"Aku tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!"

Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya,
"Apakah maksudnya kata-katamu itu?"

Daniel pun lalu berdiri di tengah-tengah mereka.
Katanya, "Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel?
Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel
tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti?
Kembalilah ke tempat pengadilan,
sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu
terhadap perempuan ini!"

Maka bergegaslah rakyat kembali ke tempat pengadilan.
Orang tua-tua itu berkata kepada Daniel,
"Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami,
sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu
martabat orang tua-tua."

Lalu Daniel berkata kepada orang yang ada di situ,
"Pisahkanlah kedua orang tua-tua tadi jauh-jauh,
maka mereka akan diperiksa."


Setelah mereka dipisahkan satu sama lain,
Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya,
"... jikalau engkau sungguh-sungguh melihat dia,
katakanlah: Di bawah pohon apakah
telah kaulihat mereka bercampur?"

Sahut orang tua-tua itu, "Di bawah pohon mesui!"

Kembali Daniel berkata,
"Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri!
Sebab malaikat Allah telah menerima firman dari Allah
untuk membelah engkau!"

Setelah orang itu disuruh pergi,
Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya.
Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu,
"... kecantikan telah menyesatkan engkau
dan nafsu berahi telah membengkokkan hatimu.

Oleh karena itu katakanlah kepadaku:
Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?"

Sahut orang tua-tua itu,
"Di bawah pohon berangan!"

Kembali Daniel berkata,
"Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri.
Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu
dengan pedang terhunus untuk membahan engkau,
supaya engkau binasa!"


Maka berserulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring memuji Allah yang menyelamatkan yang berharap kepada-Nya.
Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu,
sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri yang memberikan kesaksian palsu.
Lalu mereka diperlakukan sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh.
Demikian pada hari itu diselamatkan darah Susana yang tak bersalah.



*Zinah, perbuatan tidak senonoh/ hubungan seksual di luar pernikahan. Dari dulu dianggap berdosa besar namun banyak orang pernah/ berulang melakukannya dan biasanya perempuan yang dianggap berdosa/ patut dihukum berat/ dilempari batu dalam hukum Taurat yang diajarkan Musa. 

*Injil Suci Yohanes menceritakan kisah menarik dimulai dengan Yesus yang mengajar rakyat di Bait Allah, lalu ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah, lalu berkata kepada Yesus,
"Rabi, perempuan ini tertangkap basah
ketika ia sedang berbuat zinah.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita
untuk melempari dengan batu
perempuan-perempuan yang demikian.
Apakah pendapatmu tentang hal itu?"

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus,
supaya memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. (Mereka pikir itu buah simakalama/ serba salah. Menghukumnya akan tidak sesuai dengan ajaran Kasih dan Pengampunan). 
Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya.
 
Saat mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya,
Ia pun bangkit berdiri lalu berkata,
"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa,
hendaklah ia yang pertama melemparkan batu
kepada perempuan itu."

Lalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah. (Perkataan Yesus, 'out of the box'/ melepaskan-Nya dari buah simakalama itu).

Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu,
pergilah mereka seorang demi seorang,
mulai dari yang tertua.
Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu,
yang tetap di tempatnya.

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya,
"Hai perempuan, di manakah mereka?
Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"

Jawabnya, "Tidak ada, Tuhan."
 
Lalu kata Yesus, "Aku pun tidak menghukum engkau.
Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."




*Ya Tuhan dan Allahku...
Engkaulah gembalaku.
Takkan kekurangan aku 
Kaubaringkan aku di padang rumput hijau.
Ke air yang tenang Kaubimbing aku.

*Di jalan lurus Kautuntun aku.
Demi kekudusan nama-Mu.
Aku tidak takut bahaya disitu. Sebab Engkau besertaku.
Tongkat gembalaan-Mu yang menghiburku.

*Engkau menyediakan hidangan bagiku.
Di hadapan segala lawanku.

Dengan minyak Kauurapi kepalaku.
Penuh berlimpah pialaku.

*Kemurahan-Mu mengiringiku seumur hidupku.
Aku diam di dalam rumah-Mu selalu.

Amin.

#

Sunday, March 22, 2026

2603222. Sejenak Bijak. Segala sesuatu ada waktunya.

*Melihat perkara yang menipu.
Mendengar perkataan yang menipu.
Lepaskan diri dari penipu.
Segala sesuatu ada waktu.






*Kadangkala hukum bisa diaturnya.
Kadangkala peraturan bisa dirubahnya.
Bisa berkuasa di atas segalanya.
Segala sesuatu ada waktunya.


#Segala sesuatu ada waktunya.

2603221. Setiap orang yang percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya karena Akulah kebangkitan dan hidup.

Kalender Liturgi 22 Mar 2026
Minggu Prapaskah V

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yeh 37:12-14
Mazmur Tanggapan: Mzm 130:1-2.3-4b.4c-6.7-8
Bacaan II: Rom 8:8-11
Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26

Bacaan Injil: Yoh 11:1-45


*Konsep "bangkit sesudah mati" lebih sering dikaitkan dengan kepercayaan/ agama/ spiritual. Beberapa agama percaya adanya kehidupan setelah kematian, tapi dari sudut pandang sains, kematian adalah proses biologis akhir dari fungsi tubuh. 
   Kalau dari sisi ilmiah, bangkit sesudah mati itu sulit dijelaskan, tapi ada beberapa teori tentang pengalaman mendekati kematian yang mungkin membuat orang merasa "bangkit" atau mengalami hal spiritual,  yang umum didefinisikan sebagai berhentinya fungsi jantung, otak, dan pernapasan. 
- *Koma*: Kondisi di mana seseorang tidak sadar dan tidak responsif, tapi masih bisa pulih dengan perawatan.
- *Henti jantung*: Jantung berhenti berdetak, tapi bisa dibangkitkan dengan CPR atau defibrilasi.
- *Near-Death Experience (NDE)*: Beberapa orang mengalami pengalaman spiritual saat hampir mati, tapi ini lebih terkait persepsi otak.

*Kalau dari agama katolik, nabi Yehezkiel bernubuat firman Tuhan Allah,
"Sungguh, kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu
dan membangkitkan umat-Ku dari dalamnya.
Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalam dirimu,
sehingga kamu hidup kembali,
dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan,
yang mengatakannya dan membuatnya."


*Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma bersaksi tentang imannya yang membuat banyak orang menjadi Kristen Katolik.

Jika Kristus ada dalam kamu,
maka tubuhmu memang mati karena dosa,
tetapi rohmu hidup karena kebenaran.
Dan jika Roh Allah,
yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati,
diam di dalam dirimu,
maka Ia yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati,
akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana
oleh Roh-Nya yang diam dalam dirimu.


Believe It or Not ?


*Rasul Yohanes, murid terkasih Yesus, menuliskan dalam Injilnya, kisah mukjizat Lazarus (saudara Maria & Marta) yang hidup kembali/ dibangkitkan sesudah mati dikubur dalam gua selama 3 hari.

Ketika Lazarus jatuh sakit,
kedua saudaranya, Maria dan Marta, mengirim kabar kepada Yesus, namun Yesus berkata,
"Penyakit itu tidak akan membawa kematian,
tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah,
sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."


Yesus sengaja tinggal dua hari lagi, lalu Ia bersama murid-murid-Nya kembali lagi ke Yudea (penduduk daerah yang mengancam akan membunuh-Nya karena Yesus menyembuhkan orang di hari Sabat)

Ketika Yesus tiba di Betania,
didapati-Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur.
Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, berkata kepada Yesus,
"Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini,
saudaraku pasti tidak mati.
Tetapi sekarang pun aku tahu,
bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu
segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."

Kata Yesus kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit."

"Aku tahu bahwa ia akan bangkit
pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."

"Akulah kebangkitan dan hidup.
Barangsiapa percaya kepada-Ku,
ia akan hidup walaupun sudah mati;
dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku,
tidak akan mati selama-lamanya.
Percayakah engkau akan hal ini?"

"Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah,
Dia yang akan datang ke dalam dunia."


Ketika melihat Maria menangis,
Yesus terharu dan berkata,
"Di manakah dia kamu baringkan?"

Jawab mereka, "Tuhan, marilah dan lihatlah!"

Maka menangislah Yesus.

Kata orang-orang Yahudi,
"Lihatlah, betapa besar kasih-Nya kepadanya!"
"Ia yang memelekkan mata orang buta,
tidak mampukah Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?"


Lalu Yesus pergi ke kubur Lazarus, sebuah gua yang ditutup dengan batu.
Kata Yesus, "Angkat batu itu!"

Marta
, saudara Lazarus yang meninggal, berkata kepada Yesus,
"Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."

Jawab Yesus, "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu:
Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Maka mereka mengangkat batu itu.
Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata,
"Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu,
karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku.
Tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri mengelilingi Aku ini,
Aku mengatakannya,
supaya mereka percaya,
bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."

Sesudah berkata demikian, berserulah Yesus dengan suara keras,
"Lazarus, marilah ke luar!"

Lazarus yang telah mati itu datang ke luar,
kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan,
dan mukanya tertutup dengan kain peluh.
 
Kata Yesus kepada mereka,
"Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria
dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus,
percaya kepada-Nya.


*Beberapa kesaksian menyatakan bahwa banyak orang kudus tetap 'hidup' anggota tubuhnya sehingga mereka disebut Santo/ Santa/ Orang kudus dalam gereja katolik.



*Ya Tuhan dan Allahku...
Dari jurang aku berseru kepada-Mu.
Ya Tuhan dengarkanlah suaraku.
Biarlah telinga-Mu mendengar permohonanku.

*Janganlah Engkau mengingat-ingat kesalahanku.
Siapakah yang tahan ya Tuhanku.
Tetapi ada pengampunan pada-Mu.

Maka kami takwa kepada-Mu.

*Jiwaku menanti-Mu dan mengharapkan-Mu.
Seperti pengawal mengharap selesainya waktu.
Aku mengharapkan kasih setia-Mu.
Engkau membebaskanku
dari kesalahanku.

Amin.

Saturday, March 21, 2026

2603212. Selamat Hari Raya Lebaran. Minal Aidin wal Faizin.

Selamat Hari Raya Lebaran.
Di Hari yang Fitri bersalaman.
Minal Aidin wal Faizin.
Mohon maaf Lahir dan Batin.




Bersalaman memerlukan kebersamaan gerakan.
Memaafkan memerlukan ketulusan perasaan.
Menjalin keakraban memerlukan pengertian. 
Kerjasama dibina membangun persahabatan.


Untuk melihat memerlukan mata.
Tidak melihat perlu percaya.
Untuk mendengar memerlukan telinga.
Tidak mendengar gunakan indera 'lainnya'.



2603211. Orang yang mendengarkan dan menyimpan firman Tuhan dalam hati yang baik akan menghasilkan buah dalam ketekunan.

Kalender Liturgi 21 Mar 2026
Sabtu Prapaskah IV

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yer 11:18-20
Mazmur Tanggapan: Mzm 7:2-3.9bc-10.11-12
Bait Pengantar Injil: Luk 8:15
Bacaan Injil: Yoh 7:40-53



*Di jaman digital seringkali ancaman berupa pernyataan yang dapat membuat emosi dan psikologis, dibandingkan dengan tindakan fisik. Ancaman menunjukkan niat untuk menyakiti/ merugikan seseorang/ sesuatu. Nabi besar Yeremia mendapat pemberitahuan/ penglihatan dari Tuhan, tentang ancaman/ persepakatan jahat
yang dirancang orang terhadapnya, bagaikan anak domba jinak
yang dibawa untuk disembelih
atau seperti membinasakan pohon dengan buah-buahnya, intinya Yeremia mau dilenyapkan dari negeri orang-orang yang hidup,
sehingga namanya tidak diingat orang lagi.
Tetapi Yeremia menyerahkan perkaranya kepada Tuhan semesta alam, yang menghakimi dengan adil,
yang menguji batin dan hati, dengan hanya melihat pembalasan Tuhan terhadap mereka.


*Menurut Injil Suci Yohanes, akibat Yesus mengajar di Yerusalem, membuat pendengarnya mengatakan, 
"Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
"Ia ini Mesias."
(Tetapi dibantah/ ditentang karena Mesias tidak datang dari Galilea berdasarkan Kitab Suci Perjanjian lama (salah satunya kitab Yeremia) mengatakan
bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud, dari Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."


Beberapa penjaga-penjaga
yang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mau menangkap Dia,
tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya, karena mereka kagum kepada-Nya, kata mereka, 
"Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
Maka imam-imam kepala,
orang-orang Farisi berkata (kasar) kepada mereka,
"Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
"Adakah kamu juga disesatkan?
Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin
yang percaya kepada-Nya,
atau seorang di antara orang-orang Farisi?
Orang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat!
Terkutuklah mereka!"


Nikodemus, yang dahulu datang kepada Yesus,
berkata kepada mereka,
"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang
sebelum ia didengar,
dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"

Tapi hati mereka 'tertutup', emosi, sehingga menjawab, 
"Apakah engkau juga orang Galilea?
Selidikilah Kitab Suci,
dan engkau akan tahu
bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."




*Ya Tuhan dan Allahku...
Aku berlindung kepada-Mu.
Selamatkanlah aku dari para pengejarku.

Lepaskanlah aku dari mereka itu.

Janganlah seperti singa menerkam lalu menyeretku.


*Ya Tuhan Allahku...
Hakimilah kebenaran dan ketulus ikhlasanku.
Ujilah hati dan batinku.
Teguhkanlah aku saat terbukti kebenaranku.

Engkau adalah Allah yang adil kepadaku.

*Amin. 

#

Friday, March 20, 2026

2603201. Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Kalender Liturgi 20 Mar 2026
Jumat Prapaskah IV

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Keb 2:1a.12-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 34:17-18.19-20.21.23
Bait Pengantar Injil: Mat 4:4b
Bacaan Injil: Yoh 7:1-2.10.25-30



*Kebenaran itu subjektif, tergantung perspektif orang yang melihatnya. Kebenaran, sesuatu yang sesuai dengan fakta/ realitas, tidak ada dusta/ manipulasi. Orang benar, hidupnya sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai yang baik, jujur, tidak melanggar hak orang lain, tidak korupsi, serta bertanggung jawab atas tindakannya. Katanya, orang benar sering dicobai orang jahat/ munafik, termasuk orang baik. Orang baik itu selalu berusaha berbuat baik, peduli sama orang lain, suka membantu, punya empati dan hati yang lembut serta tidak menyakiti orang. 


*Kitab Kebijaksanaan, mengisahkan perkataan orang fasik (karena angan-angan mereka tidak tepat),
"Marilah menghadang orang baik,
sebab orang baik menjadi gangguan dan menentang pelanggaran hukum, mempersalahkan
dosa.
Orang baik membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, menyebut dirinya anak Tuhan...
Hidup orang baik sungguh berlainan langkah lakunya.
Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia dan bermegah bahwa bapanya ialah Allah.
Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah,
niscaya Allah akan menolongnya dan melepaskannya dari tangan para lawannya.
Mari mencobainya dengan aniaya dan siksa,
agar mengenal kelembutannya dan kesabaran hatinya.
Jatuhkan hukuman mati keji terhadapnya,
sebab katanya ia pasti mendapat pertolongan."

Orang fasik berangan-angan sesat, dibutakan kejahatan, tidak tahu rahasia Allah, tidak yakin ganjaran kesucian dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.


*Hari ini saya belajar dari Injil Suci Yohanes, mengisahkan kecerdikan Yesus yang tidak mau tetap tinggal di Yudea (karena di sana orang-orang Yahudi berusaha membunuh-Nya).
Yesus pergi ke pesta hari raya Pondok Daun juga tidak terang-terangan (diam-diam).

Saat orang Yerusalem melihat-Nya, lalu berkata,
"Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
Lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa,
dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.
Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu,
bahwa Ia adalah Kristus?
Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya,
padahal bila Kristus datang,
tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."


Yesus yang mengajar di Bait Allah itu berseru,
"Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku;
namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri,
tetapi diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal.
Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia,
dan Dialah yang mengutus Aku."


Mereka berusaha menangkap Yesus,
tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Yesus,
sebab saat-Nya belum tiba.



*Ya Tuhan dan Allahku...
Orang yang patah hati dekat kepada-Mu.
Orang jahat ditentang wajah-Mu.
Dari muka bumi dilenyapkan-Mu.
Tuhan mendengarkan saat orang benar berseru.

Kaulepaskan segala kesesakan pengikut-Mu.
Orang yang remuk jiwa diselamatkan-Mu.
Kemalangan orang benar banyak disitu.
Tapi Engkau melepaskan semuanya itu.

*Engkau melindungi segala tulangku.
Engkau membebaskan jiwa hamba-Mu.

Berbahagialah yang berlindung pada-Mu.

Yang tidak menanggung hukuman-Mu.

Amin.

#


Thursday, March 19, 2026

2603192. Selamat Hari Raya Nyepi. Sejenak Bijak. Tidak semua harus diurai, cukup ditaati.

Sahabat beragama Hindu Bali.
Selamat Hari Raya Nyepi.
Hari hening Hari sunyi.
Mencari kedamaian alam suci.


Dalam keheningan refleksi diri.
Dalam keheningan menyucikan diri.
Dalam keheningan waktu meditasi.
Dalam keheningan mati Geni.


Tidak semua harus diurai.
Hanya perlu cukup ditaati.
Tidak semua harus dimengerti. Hanya perlu cukup dipercayai.


Hari Raya Nyepi, hari suci umat Hindu Bali.
Dirayakan setiap Tahun Baru Saka, (Sekitar bulan Maret/ April). 
Di pulau Bali, biasanya semua aktivitas duniawi dihentikan, termasuk bekerja, bepergian, dan bersenang-senang. Karena selama Nyepi, empat pantangan utama yang dijalankan:
- *Amati Geni*: tidak menyalakan api atau lampu
- *Amati Karya*: tidak bekerja
- *Amati Lelungan*: tidak bepergian
- *Amati Lelanguan*: tidak bersenang-senang.


Dampak positif Hari Nyepi bagi lingkungan, berkurangnya polusi udara dan kebisingan. 


Masyarakat Bali mengharapkan wisatawan di pulau Bali, untuk menghormati hari ini dengan tetap di dalam ruangan, tidak menyalakan api/ lampu dan tidak membuat kebisingan.
_(Izin khusus bisa diberikan dengan alasan tertentu yang bisa disetujui pemimpin adat & agama).


Setelah Nyepi, masyarakat Bali merayakan *Ngembak Geni*, hari untuk kembali beraktivitas dan mempererat hubungan sosial.

#