Wednesday, March 18, 2026

2603182. Akulah kebangkitan dan hidup sehingga setiap orang yang percaya kepada-Ku akan hidup sekalipun ia sudah mati.

Kalender Liturgi 18 Mar 2026
Rabu Prapaskah IV
PF S. Sirilus dari Yerusalem, Uskup dan Pujangga Gereja

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yes 49:8-15
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.13cd-14.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 11:25a.26
Bacaan Injil: Yoh 5:17-30



*Like father, like son.
Like mother, like daughter.
Air cucuran atap jatuhnya kepelimbahan juga.
Gajah anak gilang, gilang-gilang gajah.

*Maksudnya anak itu biasanya mirip bapaknya, baik dari sifat, perilaku atau kebiasaan. Dan bisa berlaku buat ibu dan anak perempuannya. Anak cenderung meniru orang tua mereka. 

*Menarik, Injil Suci Yohanes mengisahkan sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi,
"Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.¹
Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu
dari diri-Nya sendiri,
jikalau Ia tidak melihat Bapa mengerjakannya;
sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.²
Sebab Bapa mengasihi Anak,
dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu
yang dikerjakan-Nya sendiri,
bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya
pekerjaan yang lebih besar lagi daripada pekerjaan-pekerjaan itu,
sehingga kamu menjadi heran.
Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati
dan menghidupkannya,
demikian juga Anak menghidupkan siapa saja
yang dikehendaki-Nya.³
Bapa tidak menghakimi siapa pun,
melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya
kepada Anak,⁴
supaya semua orang menghormati Anak
sama seperti mereka menghormati Bapa.
Barangsiapa tidak menghormati Anak,
ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.⁵
... barangsiapa mendengar perkataan-Ku
dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku,
ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum,
sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.⁶
... saatnya akan tiba dan sudah tiba,
bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah,
dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.⁷
Sebab sama seperti Bapak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri,
demikian juga diberikan-Nya
Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.⁸
Dan Bapa telah memberikan kuasa kepada Anak untuk menghakimi,
karena Ia adalah Anak Manusia.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri.
Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar,
dan penghakiman-Ku adil,
sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri,
melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku."⁹



*Nabi besar Yesaya menyampaikan banyak Firman Tuhan kepada umat-Nya, diantaranya:
Waktu Kuberkenan Aku akan menjawabmu 
Hari Aku menyelamatkan Aku akan menolongmu.
Aku membentuk dan membuatmu.
Menjadi perjanjian bagi umat-Ku. 

Untuk membangunkan bumi kembali.
Untuk membagikan tanah pusaka yang sepi.

Mengatakan Keluarlah kepada yang terkurung.

Tampillah kepada yang di dalam gelap.

Seperti domba yang merumput.
Di bukit gundulpun tersedia rumput.
Tidak tertimpa matahari terik.
Walau angin panas terik. 
 
Hai langit bersorak-sorailah.
Hai bumi bersorak-soraklah.
Hai gunung-gunung bersorak-sorailah.
Umat Tuhan tersayang bersorak-soraklah.

Mungkinkah Tuhan telah meninggalkanku.
Mungkinkah Tuhanku telah melupakanku.

Dapatkah ibu melupakan anak susu.

Bagaimanapun Tuhan tidak melupakanku.


*Ya Tuhan dan Allahku... 
Engkau mengasihi dan menyayangiku.
Engkau panjang sabar dan besar kasih setia-Mu.
Engkau baik kepada semua ciptaan-Mu.
Engkau penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Mu.

*Engkau setia dalam segala perkataan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.
Engkau penopang bagi diriku.
Engkau menegakkan perasaan tertundukku.

*Engkau adil dalam segala jalan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam perbuatan-Mu.
Engkau dekat pada yang berseru kepada-Mu.
Engkau menjawab yang setia berseru.

Ya Tuhan dan Allahku... 
Engkau mengasihi dan menyayangiku.
Amin.

#


2603181. Sejenak Bijak. Berjalanlah di tengah.

Bila berjalan di tengah kota.
Jangan berkeluh kesah saja.
Melihat perbuatan keji di sana.
Lakukan sesuatu mulailah bekerja.

Api padam pasti lama.
Selama ada bahannya disana.
Perlu ada yang berusaha.
Memadamkan api yang menyala.

Katanya semua ada waktunya.
Itu perkataan sang Bijaksana.
Mungkinkah sekarang adalah waktunya.
Untuk mulai menjalankan usahanya.


#





Tuesday, March 17, 2026

2603172. Ciptakan hati yang murni dalam diri dan bersukacitalah karena keselamatan Allah.

Kalender Liturgi 17 Mar 2026
Selasa Prapaskah IV
PF S. Patrisius, Uskup

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yeh 47:1-9.12
Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3.5-6.8-9
Bait Pengantar Injil: Mzm 51:12a.14a
Bacaan Injil: Yoh 5:1-3a.5-16




*Saat ada burning desire (motivasi kuat) itu seperti api yang membakar dalam diri, membuat sangat ingin mencapai sesuatu/ menggenggam tujuan. 

*Nabi besar Yehezkiel dalam nubuatnya mengisahkan pengalaman (entah benar/ hanya mimpi) tentang seorang malaikat membawanya ke pintu Bait Suci, dimana ada air mengalir keluar dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci yang menghadap ke timur...
Lalu malaikat itu ... menyuruh aku masuk dalam air itu; mulai dari pergelangan kaki, lutut, pinggang, hingga air itu sudah menjadi sungai yang tidak dapat diseberangi lagi, di mana orang dapat berenang;

Lalu malaikat itu berkata,
"Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?"
Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai itu, ada amat banyak pohon,
di sebelah sini dan di sebelah sana.
Malaikat itu berkata kepadaku,
"Sungai ini mengalir menuju wilayah timur,
dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin,
maka air laut yang mengandung banyak garam itu menjadi tawar.
Ke mana saja sungai itu mengalir,
segala makhluk yang berkeriapan di dalamnya akan hidup.
Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar, dan ke mana saja sungai itu mengalir,
semua yang ada di sana hidup.


Pada kedua tepi sungai itu
tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan,
yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis...
Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."




*Ketika hati memiliki motivasi.
Segala hal diusahakan sekali.
Menunggu malaikat datang kesini.
Bertahun menunggu mukjizat terjadi. 

Akhirnya waktunya sudah tiba.
Penyembuh ajaib datang kesana.
Maukah engkau sembuh katanya.
Hampir menangis karena tak berdaya.

Selalu masuk terlambat kesana.
Padahal lainnya sembuh seketika.
Hati mau tapi kurang tenaga.
Tiada orang membantu kesana.

Saat sembuh hati bersuka.
Tubuh berjalan dengan perkasa.
Lupa Sabat karena gembira.
Saat ditegur menjalin kata. 


*Menurut Injil Suci Yohanes, pada hari raya orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem, lalu melewati sebuah kolam Betesda dimana 
di serambi-serambi berbaring sejumlah besar orang sakit.

Ada di situ

Ketika Yesus melihat seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit dan berbaring di sana, berkatalah Ia kepadanya, "Maukah engkau sembuh?"

Jawab orang sakit itu kepada-Nya,
"Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu,
apabila airnya mulai goncang;
dan sementara aku sendiri menuju kolam itu,
orang lain sudah turun mendahului aku."

Kata Yesus kepadanya,
"Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu,
lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Lalu kata orang-orang Yahudi kepada orang yang baru sembuh itu,
"Hari ini hari Sabat,
dan tidak boleh engkau memikul tilammu."

Akan tetapi ia menjawab mereka,
"Orang yang telah menyembuhkan aku,
dia yang mengatakan kepadaku:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah."

Mereka bertanya kepadanya,
"Siapakah orang itu yang berkata kepadamu:
Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"

Oang yang baru sembuh itu
tidak tahu siapa orang itu,
sebab Yesus telah menghilang
ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian ketika bertemu dengan dia dalam Bait Allah,
Yesus berkata kepadanya,
"Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi,
supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."

Orang itu lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi,
bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
Orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus,
karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.



*Ya Tuhan Allahku...
Engkaulah tempat perlindungan dan kekuatanku.
Engkaulah penolong dalam kesesakanku.
Bumi berubah tidak takut aku. 
Gunung goncang di dalam laut itu.

*Kota Allah kediaman Yang Mahatinggi.
Disukakan oleh aliran sungai.

Suasananya pasti menyenangkan sekali.

Allah menolongnya menjelang pagi.

*Tuhan semesta alam menyertaiku.
Kota bentengku ialah Allahku

Kupergi memandang semua pekerjaan-Mu.
Selalu luar biasa kuasa-Mu.  

Amin.

#


2603171. Semua mau kaya dan berkuasa serta sukses sejahtera.

Hampir semua mau kaya.
Mau kaya harta benda.
Setelah memilikinya mau apa.
Mau terus bertambah kaya.

Kaya bisa membuat suka.
Kaya bisa membuat duka.
Hampir semua berebut harta.
Seringkali lupa sanak saudara.

Dulu susah mau kaya.
Setelah kaya mau sejahtera.
Setelah sejahtera mau berkuasa.
Setelah berkuasa mau semuanya.


Susah awal untuk berusaha 
Stabil kenaikan hidup pertama.
Sukses harapan hidup kedua.
Sejahtera berbagi hidup bahagia.
(Survive - Stabil - Sukses - Signature)

#




Monday, March 16, 2026

2603162. Sejenak Bijak. Dihakimi selaras Perbuatan.


Saat berkabung dalam kekagetan.
Pasti menjadi lemas ketakutan. 
Akibat tingkah laku pekerjaan.
Semua dihakimi selaras perbuatan.


Saat senang dalam keseharian.
Pasti bahagia penuh senyuman. 
Akibat tingkah laku pekerjaan.
Semua dihakimi selaras perbuatan.


#





2603161. Carilah yang baik dan jangan yang jahat supaya hidupmu disertai Allah.

Kalender Liturgi 16 Mar 2026
Senin Prapaskah IV

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yes 65:17-21
Mazmur Tanggapan: Mzm 30:2.4.5-6.11-12a.13b
Bait Pengantar Injil: Am 5:14
Bacaan Injil: Yoh 4:43-54




*Bagi saya, percaya kepada seseorang itu butuh proses, seperti menanam benih pohon. Perlu waktu tumbuh untuk melihat apakah dia itu konsisten, jujur, bisa diandalkan, saat ada masalah bagaimana reaksinya, apakah ada bantuannya lalu bagaimana sikap serta perkataannya. Konsisten & persentensi dalam sikap yang baik, menumbuhkan kepercayaan. Mungkin Kepercayaan itu seperti pondasi bangunan. Kalau pondasinya kuat, bangunan bisa berdiri teguh. Kepercayaan adalah dasar dari suatu hubungan, baik diri sendiri, atau dengan orang lain. Kepercayaan bisa timbul karena pendengaran atau melihat secara langsung atau merasakan suatu sentuhan kasih dan hal positip lainnya. Bilamana kepercayaan rusak, perlu waktu membangun dari awal lagi (bisa berhasil ataupun tidak tergantung kedua belah pihak).

*Bagi sayaYesaya adalah salah satu nabi besar dalam Alkitab Perjanjian Lama yang hidup di abad ke-8 SM di Yerusalem dan menyampaikan pesan Tuhan tentang pertobatan, keadilan, dan harapan. Salah satu harapan (saya) adalah saat Yesaya menyampaikan firman Allah,
"Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru!
Hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi,
dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

Bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya
atas apa yang Kuciptakan.
Sebab sesungguhnya,
Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorai,
dan penduduknya penuh kegirangan...

Tidak akan ada lagi bayi yang hidup beberapa hari
atau orang tua yang tidak mencapai umur seratus tahun, bahkan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun
akan dianggap kena kutuk...



*Bagi saya, sikap dan kepercayaan pegawai istana di Kapernaum itu luar biasa. Saat anaknya sedang sakit, pegawai itu pergi kepada Yesus yang sedang di Galilea, meminta supaya Yesus datang ke rumahnya dan menyembuhkan anaknya yang hampir mati.

Maka kata Yesus kepadanya,
"Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat,
kamu tidak percaya."

Pegawai istana itu berkata kepada-Nya,
"Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."

Kata Yesus kepadanya, "Pergilah, anakmu hidup!"

Pegawai istana itu percaya akan perkataan Yesus kepadanya, lalu pergi.
Di tengah jalan dia bertemu dengan hambanya yang mengabarkan anaknya telah kembali hidup.
Saat ditanya pukul berapa anak itu sembuh.
Jawab mereka, "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
Maka teringatlah pegawai istana itu bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, "Anakmu hidup."
Maka pegawai istana itu dan seluruh keluarganya percaya kepada Yesus.


Mendengar kabar menimbulkan harapan percaya.
Saat bertemu menjadi percaya.
Mendengar perkataannya langsung percaya.
Perkataannya terbukti menjadikan sekeluarga percaya.



*Ya Tuhan Allahku...
Aku mau memuji Engkau.
Sebab Engkau telah menarikku.

Tidak membiarkan musuhku bersukacita atasku.

Engkau mengangkatku dan menghidupkanku.

*Aku mau menyanyikan mazmur bagi-Mu.
Kupersembahkan syukur kepada kekudusan nama-Mu.

Sebab Engkau murah hati kepadaku.
Selalu ada sorak-sorai memuji-Mu.

*Engkau mendengarku dan mengasihaniku.
Engkau selalu menjadi penolongku.

Ratapanku Kauubah menjadi tarianku.

Selamanya kunyanyikan syukur bagi-Mu.

Amin.

#

Sunday, March 15, 2026

2603151. Barangsiapa mengikuti Aku mempunyai terang hidup karena Akulah terang dunia.

Kalender Liturgi 15 Mar 2026
Minggu Prapaskah IV

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: 1Sam 16:1b.6-7.10-13a
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
Bacaan II: Ef 5:8-14
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Yoh 9:1-41




*Filosof Yunani, Aristoteles, pernah bilang bahwa "Gelap adalah ketiadaan cahaya" atau "Gelap adalah tidak adanya terang". Lalu konsep ini juga dibahas oleh banyak filsuf dan ilmuwan lain, termasuk Isaac Newton. Albert Einstein pernah mengatakan sesuatu yang mirip, "Tidak ada gelap, yang ada hanya ketiadaan cahaya."  Thomas Edison"Tidak ada gelap, hanya ketiadaan cahaya."


*Salah satu tokoh dalam Alkitab perjanjian lama yang membawa terang adalah raja Daud. Kitab Pertama Samuel, mengisahkan setelah Raja Saul ditolak Tuhan, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel,
"Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah.
Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu,
sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."

Samuel melihat ketujuh anak Isai itu masuk, sempat berpikir bahwa yang akan diurapi adalah Eliab.
Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel,
"Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi,
sebab Aku telah menolaknya.
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;
manusia melihat apa yang di depan mata,
tetapi Tuhan melihat hati."


Hingga Samuel melihat Daud yang dipanggil Isai saat Daud sedang menggembalakan kambing domba mereka. Kulit Daud kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok.
Lalu Tuhan berfirman,
"Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
Samuel mengambil tabung tanduknya yang berisi minyak itu,
dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya.


*"Bangunlah, hai kamu yang tidur,
dan bangkitlah dari antara orang mati,
maka Kristus akan bercahaya atas kamu."

Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Efesus, menuliskan bahwa memang dahulu kamu adalah kegelapan,
tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.
Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.
Karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran.
Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan...
Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu
menjadi nampak,
sebab semua yang nampak adalah terang...



*Lahir sebagai orang buta.
Salah orang tua atau dirinya.
Kata-Nya bukan salah mereka.
Pekerjaan Allah harus dinyatakan di dia.


*Rasul Yohanes dalam Injilnya mengisahkan, Yesus sedang berjalan lewat, melihat seorang yang buta sejak lahir.
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya,
"Rabi, siapakah yang berbuat dosa,
orang ini sendiri atau orang tuanya,
sehingga ia dilahirkan buta?"


Jawab Yesus,
"Bukan dia dan bukan juga orang tuanya,
tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku,
selama masih siang.
Akan datang malam, di mana tak seorang pun dapat bekerja.
Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."

Sesudah mengatakan semua itu,
Yesus meludah ke tanah,
dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah,
lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
dan berkata kepadanya,
"Pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam (artinya: "Yang diutus.")"

Maka pergilah orang itu.
Ia membasuh dirinya,
lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Kemudian tetangga-tetangganya, mengenalinya, ada yang berkata,
"Bukankah dia ini yang selalu mengemis?"

"Bukan, tetapi ia serupa dengan dia."

Orang itu sendiri berkata, "Benar, akulah dia."

"Bagaimana matamu menjadi melek?"

"Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah,
mengoleskannya pada mataku,
dan berkata kepadaku:
Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu.
Lalu aku pergi, dan setelah membasuh diri,
aku dapat melihat."


Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu
kepada orang-orang Farisi...
Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya,
bagaimana matanya menjadi melek.
 
Jawabnya, "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku,
lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."

Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu,
"Orang ini tidak datang dari Allah,
sebab Ia tidak memelihara hari Sabat."

"Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?"

Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
Lalu kata mereka pula kepada orang yang tadinya buta itu,
"Dan engkau, karena Ia telah memelekkan matamu,
apakah katamu tentang Dia?"

Jawabnya, "Ia seorang nabi!"

"Katakanlah kebenaran di hadapan Allah:
Kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."

Jawabnya, "Apakah Dia itu orang berdosa, aku tidak tahu!
Tetapi satu hal yang aku tahu,
yaitu: Aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
... "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang,
padahal Ia telah memelekkan mataku.
Kita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa,
melainkan orang-orang yang saleh
dan yang melakukan kehendak-Nya.
Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar,
bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
Jikalau orang itu tidak datang dari Allah,
Ia tidak dapat berbuat apa-apa."


Jawab mereka,
"Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa,
dan engkau hendak mengajar kami?"

Lalu mereka mengusir dia ke luar.

Yesus mendengar bahwa orang itu telah diusir ke luar oleh orang-orang Farisi.
Maka, ketika bertemu dengan dia, Yesus berkata,
"Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"

Jawabnya, "Siapakah Dia, Tuhan?
Supaya aku percaya kepada-Nya."

Kata Yesus kepadanya, "Engkau bukan saja melihat Dia!
Dia yang sedang berbicara dengan engkau, Dialah itu!"

Kata orang itu, "Aku percaya, Tuhan!"
Lalu ia sujud menyembah Yesus.

Kata Yesus, "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi,
supaya barangsiapa tidak melihat dapat melihat,
dan supaya yang dapat melihat menjadi buta."

Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi
yang berada di situ,
dan mereka berkata kepada Yesus,
"Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"

Jawab Yesus kepada mereka,
"Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa.
Tetapi karena kamu berkata 'Kami melihat',
maka tetaplah dosamu."




*Ya Tuhan Allahku...
Engkau adalah gembalaku.
Takkan berkekurangan aku.
Engkau membaringkanku di padang rumput hijau.

Engkau membimbingku dan menyegarkanku.

*Di jalan yang lurus Kautuntun aku.
Aku tidak takut sebab Engkau besertaku.

Tongkat gembalaan-Mu yang menghiburku.

Kausediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku.

*Dengan minyak Kauurapi kepalaku
Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringiku

Aku akan diam di dalam rumah-Mu seumur hidupku.

Hidupku aman dalam gembalaan-Mu.


Amin.

#