Monday, August 24, 2026

2608242. Sejenak Bijak. Harapan.

Harapan laksana sekam yang diterbangkan angin.
 Seperti buih angin ribut yang dihalaukan.
Harapan seperti asap yang dicerai-beraikan angin.
 Bagaikan tamu yang berlalu seperti kenangan.

Bila hidup dapat selama-lamanya.
 Bila mendapat ganjaran sesuai perbuatannya.
Bila menerima kerajaan yang mulia.
 Bila di kepala terdapat mahkota. 

  
#



Uploaded Image

2608241. Seorang 'Israel' yang sejati tidak ada kepalsuan di dalamnya.

Senin Pekan Biasa XXI, 24 Agt 2026
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Why 21:9b-14
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-11.12-13ab.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 1:49b
Bacaan Injil: Yoh 1:45-51




*Percaya* itu bagi saya adalah _berani menyerahkan diri ke sesuatu/seseorang._

*1. Percaya = *yakin + aman + bersandar* 
- Berani duduk di kursi tanpa takut roboh.
- Berani cerita rahasia ke sahabat tanpa takut dibocorin.

*2. "Percaya" perlu proses & waktu, kejujuran, konsistensi, dan perlu bukti.

*3. *Percaya bisa sama diri sendiri /& sama orang lain 
/& sama Tuhan /& sama alam semesta /& sama proses.

*4. Percaya itu pilihan, perlu waktu, bila patah mungkin bisa disambung lagi, tapi percaya ≠ naif (Percaya itu seharusnya tidak buta, tetap pakai logika + batasan/ ukuran). 



* Saya membayangkan jika saya adalah Natanael.
Sekali peristiwa,
Filipus bertemu dengan Natanael (saya) dan berkata,
"Kami telah menemukan Dia,
yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,
yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Kata Natanael (aku) kepadanya,
"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Kata Filipus kepadaku, "Mari dan lihatlah!"

Melihat Natanael (aku) datang kepada-Nya,
Yesus berkata tentangku,
"Lihat, inilah seorang Israel sejati,
tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Kata Natanael (aku) kepada Yesus,
"Bagaimana Engkau mengenal aku?"

Jawab Yesus kepadaku,
"Sebelum Filipus memanggil engkau,
Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Kata Natanael (aku) kepada-Nya,
"Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"

Yesus menjawab, kata-Nya,
"Karena Aku berkata kepadamu
'Aku melihat engkau di bawah pohon ara',
maka engkau percaya?
Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan engkau lihat!"

Lalu kata Yesus kepadaku,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka,
dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."



Wow, it's amazing. Luar biasa bagi saya jika dapat melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah.



* Dan saya membayangkan jika saya adalah Yohanes (penulis Kitab Wahyu).

Kudengar malaikat berkata kepadaku.
Marilah kutunjukkan pengantin perempuan kepadamu.
Dibawanya ke atas gunung di dalam rohku.
Ia menunjukkan kota yang kudus kepadaku.

Yerusalem 'baru' turun dari surga dari Allah.
Kota yang penuh dengan kemuliaan Allah.
Cahayanya seperti permata yaspis terindah.
Bagaikan kristal permata yang jernih.

Di Timur terdapat tiga pintu gerbang.
Di Utara tiga pintu gerbang.

Di Selatan tiga pintu gerbang.

Di Barat tiga pintu gerbang.

Jadi pintu gerbangnya ada dua belas.
Di atasnya ada malaikat dua belas.

Di atasnya tertulis nama suku Israel dua belas.
Temboknya mempunyai batu dasar dua belas.
Di atasnya tertulis nama rasul Anak Domba dua belas.


Wow, it's really amazing. Luar biasa juga bagi saya jika mendapat penampakan/ wahyu. Mungkin perlu kesucian hati. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.




*Ya Tuhan Allahku ..
Para kudus-Mu memaklumkan semarak mulia Kerajaan-Mu.
Segala yang Kaujadikan bersyukur kepada-Mu.
Orang-orang yang Kaukasihi memuji-Mu.

Mereka mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Mereka membicarakan keperkasaan-Mu.

Mereka memaklumkan semarak mulia kerajaan-Mu.
Kerajaan abadi ialah Kerajaan-Mu.
Lestari melalui segala keturunan pemerintahan-Mu.

*Engkau adil dalam segala jalan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.

Engkau dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Mu.

Pada setiap orang yang setia berseru kepada-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

Tuesday, August 18, 2026

2608181. Yesus Kristus yang kaya telah menjadi miskin agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Selasa Pekan Biasa XX, 18 Agt 2026
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 28:1-10
Mazmur Tanggapan: Ul 32:26-28,30.35c-36d
Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9
Bacaan Injil: Mat 19:23-30




*Mengikuti* = jalan bersama, turut, dan meniru dari yang diikuti.

*Mengikuti = Meniru arah & langkah/ petunjuk seseorang*  

*Mengikuti = Follow / Subscribe*  dalam media sosial.

*Mengikuti Yesus = Murid-murid-Nya*
 _“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”_
*3 cirinya mengikuti Yesus:*
1.  *Dengar* → Baca Firman, doa
2.  *Turut* → Lakukan apa yang Yesus ajarkan, walau susah
3.  *Mirip* → Karakter kita makin hari makin seperti Yesus
 "Jalan bersama Dia tiap hari"

*Mengikuti = Akibat/ terpaksa dari sesuatu yang terjadi*  

*Mengikuti ada pemimpinnya, dan ada kerelaan pengikutnya untuk jalan di belakangnya.*



Engkau tinggi hati saat berkuasa.
Merasa diri Allah penguasa.

Padahal engkau itu manusia.
Hatimu menempatkan diri sama dengan-Nya.

Hikmatmu melebihi hikmat manusia biasa.
Tiada yang tersembunyi ataupun rahasia.

Hikmat dan pengertian menjadikanmu kaya.

Emas dan perak kaukumpulkan disana.

Aku membawa orang asing melawanmu
Mereka akan melawan hikmatmu.
Mereka akan menajiskan semarakmu.
Mereka akan membunuhmu.

Bagi penikammu engkau adalah manusia.
Engkau mati seperti orang biasa.
Mati terbunuh oleh orang biasa.

Akulah Allah yang mengatakannya.



Saya membayangkan keterkejutan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Sukar sekali bagi orang kaya
untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga."


Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata,
"Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?"

Yesus memandang mereka dan berkata,
"Bagi manusia hal ini tidak mungkin,
tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Lalu Petrus berkata kepada Yesus,
"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu
dan mengikuti Engkau;
jadi apakah yang akan kami peroleh?"

Kata Yesus kepada mereka, "Pada waktu penciptaan kembali,
apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya,
kalian yang telah mengikuti Aku,
akan duduk juga di atas dua belas takhta
untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya,
saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya,
akan menerima kembali seratus kali lipat
dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir,
dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."




*Ya Tuhan ...
Engkaulah yang berkuasa mematikan
Engkau pulalah yang menghidupkan.
Engkau berkuasa melenyapkan ingatan.

*Engkaulah yang melakukan semuanya.
Tiada manusia yang jaya.
Terbatas pengertian pada manusia.
Engkaulah yang punya kuasa.

*Tetapi Engkau mengenal umat-Mu.
Engkau mengetahui pikiran umat-Mu.
Engkau adil kepada umat-Mu.
Engkau sayang hamba-hamba-Mu.

*Amin.


#



Uploaded Image

Friday, August 14, 2026

2608141. Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia.

Jumat Pekan Biasa XIX, 14 Agt 2026
PW S. Maksimilianus Maria
Kolbe, Imam dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Yeh 16:1-15.60.63
Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6
Bait Pengantar Injil: 1Tes 2:13
Bacaan Injil: Mat 19:3-12



Secara umum, dapat dikatakan:
*Bercerai / Menceraikan* = *mengakhiri ikatan pernikahan secara sah di mata hukum dan agama*

*Bercerai:* Memutuskan pernikahan, bisa atas kesepakatan berdua.

*Menceraikan:Tindakan salah satu pihak yang memutuskan pernikahan.


*Kenapa orang bercerai?*
1. *Komunikasi putus* 
2. *Perselingkuhan / KDRT*
3. *Beda tujuan hidup (anak, uang, agama, tempat tinggal)*
4. *Ekonomi (biasanya sulit)* 
5. *Sudah tidak ada cinta & respect* 


*Proses Perceraian melalui Pengadilan Negeri (& Agama) di Indonesia*
1. *Cerai Talak* - Suami yang mengajukan ke Pengadilan Agama.
2. *Cerai Gugat* - Istri yang ajukan gugatan ke Pengadilan
3. *Cerai Kesepakatan* - Dua-duanya sepakat, tetap harus disahkan hakim Pengadilan Negeri (& Agama)
Setelah putusan keluar → dapat Akta Cerai, sehingga secara hukum sudah bukan suami istri.

*Bercerai ≠ Gagal sebagai manusia*  
Kadangkala bercerai itu justru bentuk tanggung jawab, daripada anak lihat orang tuanya ribut/ berkelahi tiap hari.

*Bercerai ≠ Benci*  
Banyak yang bercerai tetapi tetap co-parenting yang baik buat anak.

*Bercerai = Berani mengakui bahwa "bersama" sudah tidak membuat kedua-duanya bertumbuh lagi, tujuannya bukan menyakiti, tetapi membuat kedua-duanya bisa hidup lebih tenang.


Itu adalah pendapat secara umum, lalu bagaimana dengan agama katolik (kristen) yang menentang perceraian?

Alkisah, orang-orang Farisi datang mencobai Yesus tentang perceraian. 
Yesus berkata bahwa 
1. Pernikahan itu dari dua menjadi satu.
2. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Orang-orang Farisi mencoba membalas perkataan-Nya,
"Jika demikian,
mengapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai
jika orang menceraikan isterinya?"

Kata Yesus kepada mereka,
"Karena ketegaran hatimu
Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu,
tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Tetapi Aku berkata kepadamu,
'Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah,
lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah'."


"... Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti."


Saya tidak mengerti dulu.
Sekarang saya baru tahu.
Rencana Tuhan baik selalu.
Masalahnya apakah saya mau.



"Aku mengingat perjanjian-Ku denganmu.
Aku memperlakukanmu seperti yang berlaku.

Namun engkau mengingkari sumpah dan  perjanjianmu.
Seharusnya engkau merasa malu.

Aku mengingat perjanjian-Ku pada masa mudamu.
Perjanjian kekal yang Kuteguhkan bagimu.
Barulah engkau teringat kelakuanmu.

Seharusnyalah engkau merasa malu.

Aku meneguhkan perjanjian-Ku denganmu.
Engkau mengetahui bahwa Akulah Tuhanmu.

Bila engkau teringat-ingat masa lampau.

Seharusnya engkau merasa malu.
 


*Ya Tuhan Allahku...
Aku terhibur saat surut murka-Mu
. Engkaulah Allah sumber keselamatanku.
Dengan tidak gementar kupercaya kepada-Mu.

*Tuhan Allah kekuatan dan mazmurku.
Engkau telah menjadi keselamatanku.

Aku menimba Air hidup-Mu.
Dengan girang dari mata air keselamatan-Mu.

*Kubersyukur kepada-Mu dan kupanggil nama-Mu.
Di antara bangsa-bangsa kuberitahukan karya-Mu.
Kumasyhurkan ketinggian dan keluhuran nama-Mu.

*Kumuliakan dan kuserukan karya-Mu.
Sebab Allah Yang Mahakudus di tengah-tengahku.

Amin.
#



Uploaded Image

Thursday, August 13, 2026

2608131. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Kamis Pekan Biasa XIX, 13 Agt 2026
PF S. Hippolitus, Imam dan Martir
PF S. Pontianus, Paus

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 12:1-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:56-59.61-62
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:135
Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1



Suatu pemikiran positip menyatakan bahwa *Mengampuni* bisa berarti *melepaskan rasa sakit & marah ke orang yang menyakiti, tanpa menunggu dia minta maaf dulu*

*Tiga hal penting tentang mengampuni:*

*1. Mengampuni bukan berarti "melupakan"*  
Tetap ingat kejadiannya, tapi lukanya sudah tidak diungkit-ungkit tiap hari.

*2. Mengampuni bukan berarti "benar"*  
Mengampuni ≠ "yang dilakukan benar" tetapi berarti "menolak diracunin sama kebencian terus"

*3. Mengampuni bukan berarti "balikan"*  
Mengampuni dia tapi tetap menjaga jarak apalagi dia tidak berubah.
Ampuni = urusan hati. Hubungan = urusan pilihan.

*Kenapa susah mengampuni?*
Karena pikiran pendek merasa: "Kalau aku maafin, berarti dia yang menang"  
Padahal yang sebenarnya terjadi: *Kalau tidak maafin, kita yang kalah* karena kita terus membawa beban, susah tidur, kepikiran terus bisa menjadi penyakit.

Dibohongin temen → Marah 1 minggu, wajar.  
Marah 1 tahun → Yang rugi diri sendiri.  
Mengampuni = "Oke, aku sakit, tapi aku lepasin biar aku bisa jalan lagi"

*Di agama*
Islam: _"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?"_ Q.S An-Nur:22  

Kristen: _"Ampunilah kami seperti kami mengampuni"_  

Buddha: Kebencian nggak akan selesai dengan kebencian.

*Mengampuni = Hadiah yang dikasih ke diri sendiri* Buat ketenangan sendiri.



Kepadaku Yehezkiel Tuhan bersabda.
Engkau tinggal di tengah-tengah pemberontak disana.

Tidak melihat walau mempunyai mata.
Tidak mendengar walau mempunyai telinga.

Siapkanlah barang-barang seperti seorang buangan.
Siang hari berjalanlah seperti seorang buangan.
Berangkatlah dari tempatmu sekarang ke tempat lain.
Di depan mata berjalanlah seperti seorang buangan. 
 
Pada malam hari engkau sendiri harus keluar.
Seperti seorang pergi ke pembuangan luar.
Buatlah lubang untuk engkau keluar.
Taruhlah barangmu di bahumu dan bawa ke luar.

Engkau harus menutupi mukamu.
Sehingga tanah tidak dilihatmu.
Sebagai lambang Kubuat dirimu.
Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku.

Jika kaum pemberontak itu bertanya kepadamu.
Beginilah sabda Tuhan Allah-Mu.

Aku menjadi lambang bagimu.
Yang kulakukan akan berlaku bagimu.



*Saya membayangkan diri menjadi Petrus yang bertanya kepada Yesus,
"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kalikah?"


Yesus menjawab,
"Bukan hanya sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Setelah ia mulai mengadakan perhitungan,
dihadapkanlah kepadanya
seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya,
raja lalu memerintahkan,
supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual
untuk membayar utangnya.
Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya,
"Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi."

Tergeraklah hati raja oleh belas kasihan akan hamba itu,
sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapuskannya.

Tetapi ketika hamba itu keluar,
ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berutang seratus dinar kepadanya.
Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya,
"Bayarlah hutangmu!"

Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya,
"Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi."

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara
sampai semua utangnya ia lunasi.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih,
lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu
dan berkata kepadanya,
"Hai hamba yang jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan
karena engkau memohonnya.
Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu
seperti aku telah mengasihani engkau?"

Maka marahlah tuannya
dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo,
sampai ia melunasi seluruh utangnya.

"Demikian pula Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadapmu,
jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."



Pikiran saya, mengampuni adalah suatu hal yang sulit-sulit mudah. Kalau dia menyesal dan meminta maaf, mungkin akan mudah mengampuni. Yang sulit adalah masing-masing merasa benar sehingga sulit mengampuni. Ternyata bagi saya, mengampuni itu tidak mudah (tapi bukan tidak bisa, mungkin hanya perlu waktu).
:-)


*Ya Tuhan Allahku...
Mereka mencobai dan memberontak terhadap-Mu.
Mereka tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu.

Mereka murtad dan berkhianat kepada-Mu.

*Mereka menyakiti hati-Mu.
Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan itu. 
Patung-patung membuat Engkau cemburu.
Maka Engkau menolak mereka itu.

*Engkau membiarkan mereka tertawan.
Engkau membiarkan mereka jatuh ke tangan lawan.

Engkau membiarkan mereka dimangsa pedang lawan.

Engkau murka sehingga memberikan peringatan.

*Ya Tuhan Allahku...
Takkan kulupakan karya-karya-Mu.
Engkau mengajarkan pengampunan kepadaku.
Ampunilah maka aku pun diampuni-Mu.

Amin.

#




Uploaded Image

Wednesday, August 12, 2026

2608121. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Rabu Pekan Biasa XIX, 12 Agt 2026
PF S. Yohana Frasiska dari Chanta
l
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 9:1-7;10:18-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-2.3-4.5-6
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20




*MENDENGARKAN ada 3 tingkat :*

*1. *Mendengar pakai telinga*_  
Suaranya masuk, tapi pikiran kita kemana-mana.  

*2. *Mendengarkan pakai hati*
Ini "mendengarkan": Fokus, tidak memotong pembicaraan, dan berusaha mengerti perasaan orang yang berbicara.  

*3. *Mendengarkan Tuhan* = diam, baca Firman, berdoa, terus peka sama bisikan Roh Kudus karena menyediakan waktu khusus buat mendengarkan Bapa.
Seperti Yesus di *Matius 14:23* _"...Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri"_.  

*CIRI ORANG YANG PANDAI MENDENGARKAN:*

1.  *Diam dulu sebelum jawab* - Amsal 18:13 _"...siapa memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan"_
2.  *Tidak segera memberikan solusi* - Kadang orang hanya perlu butuh didengarkan bukan dinasehati.
3.  *Bisa ingat detailnya

*MENDENGARKAN ITU BENTUK MELAYANI.*
Waktu kita mendengarkan orang, kita bilang tanpa kata: _"Kamu penting. Ceritamu penting."_  

*Mendengarkan = Telinga + Hati + Waktu*




*Saya membayangkan bagaimana perasaan nabi Yehezkiel mendengarkan Tuhan berseru dengan suara nyaring kepada enam malaikat-Nya untuk memukul sampai mati,
(semua orang yang tidak ditandai T), tanpa merasa sayang dan belas kasihan. Dimana orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, dibunuh dan dimusnahkan.

Sebelum penghukuman, Tuhan bersabda kepada malaikat yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya, "Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem
dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana."


Dan kepada malaikat yang lain, nabi Yehezkiel mendengar Tuhan berkata,
"Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu, dan mulai menghukum, tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh!
Dan mulailah dari tempat kudus-Ku."


Maka mulailah mereka dengan tua-tua yang dibunuh di depan Bait Suci.
Lalu mereka pergi ke luar
dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
(Kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu Bait Suci
dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka
ada bagian yang berbentuk tangan manusia).




*Saya membayangkan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
Jika ia mendengarkan nasihatmu
engkau telah mendapatnya kembali.
Jika ia tidak mendengarkan dikau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu:
Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga,
dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu,
Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun,
permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
Aku hadir di tengah-tengah mereka."



Ternyata Tuhan Maha Baik memberikan kesempatan setiap orang untuk bertobat dari dosa-dosanya. Hal yang baik untuk semua umat-Nya. Pointnya apakah saya mau bertobat sesudah mendengarkan atau kembali berbuat dosa lagi karena berpikir masih ada kesempatan.



*Ya Tuhan Allahku...
Kemuliaan-Mu mengatasi langit ciptaan-Mu.
Terpujilah hamba-Mu dan nama-Mu. 

Kiranya nama-Mu dimasyhurkan selalu.

*Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya.
Terpujilah nama-Mu sang pencipta.
Engkau tinggi mengatasi segala bangsa.
Kemuliaan-Mu mengatasi langit semesta.

*Siapakah seperti Tuhan Allahku.
Engkau diam di tempat tinggi-Mu.

Namun Engkau merendahkan diri-Mu.
Melihat ke langit dan ke bumi itu.

Amin.



#



Uploaded Image

Tuesday, August 11, 2026

2608111. Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

Selasa Pekan Biasa XIX, 11 Agt 2026
PW S. Klara, Perawan

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yeh 2:8-3:4
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:14.24.72.103.111.131
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29
Bacaan Injil: Mat 18:1-5.10.12-14



*Survey sederhana, 
1. *Batas usia "anak kecil"* umumnya 1 - 9 tahun*  
Di atas 10 tahun udah mulai disebut "anak besar" / "pra-remaja".

Di UU Perlindungan Anak Indonesia, "anak" itu sampai usia 18 tahun. Tapi "kecil" biasanya yang belum puber.

*2. Sifat Anak Kecil Usia 1-9 tahun*

*A. Dari sisi Fisik & Otak*
1. *Rasa ingin tahunya tinggi*
2. *Meniru yang dilihat* 
3. *Energi hampir tiada habis-habis*
4. *Ingatan kuat walaupun pendek (Gampang lupa)*

*B. Dari sisi Emosi & Sosial*
1. *Jujur & polos*
2. *Egosentris*
3. *Gampang senang, gampang nangis* 
4. *Butuh validasi/ pujian* - 
5. *Imajinasi masih liar/ bebas*

*C. Dari sisi Moral*
1. *Belum paham benar-salah sepenuhnya* 
2. *Mau menang sendiri*
3. *Tulus menyayangin*

*Kesimpulan:*
*Anak kecil = Usia 1-9 tahun*  
*Sifat utamanya = Penasaran/ mau belajar, jujur, aktif, manja, butuh bimbingan*
Mereka itu kayak "spons"/ menyerap semua yang dilihat dan didengar.



*Seandainya Tuhan bersabda kepadaku.
Dengarkanlah sabda-Ku kepadamu.
Janganlah membantah seperti dulu.

Bukalah mulutmu.
Makanlah yang Kuberikan kepadamu.

*Kulihat tangan terulur kepadaku.
Dibentangkan-Nya gulungan kitab di hadapanku.

Ditulisi timbal balik kitab itu.
Kisah duka tertulis disitu.

*Sabda-Nya makanlah yang kaulihat itu.
Makanlah gulungan kitab itu.

Maka kumakan gulungan kitab itu.
Rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

*Tuhan bersabda lagi kepadaku.
Pergilah kepada semua umat-Ku.
Sampaikanlah sabda-Ku kepada umat-Ku.

Semoga mereka mendengarkan sabda-Ku.



*Saya mengalami dilema dalam membayangkan, apakah menjadi murid atau menjadi anak kecil yang dipuji Tuhan. Sekali peristiwa
datanglah murid-murid (termasuk saya) dan bertanya kepada Yesus,
"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil,
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata,
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh,
jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,
kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri
dan menjadi seperti anak kecil ini,
dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini
dalam nama-Ku,
ia menyambut Aku.


Ingatlah,
jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat-malaikat mereka di surga
selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."

Lalu Yesus bersabda lagi,
"Bagaimana pendapatmu?
Jika seorang mempunyai seratus ekor domba
dan seekor di antaranya sesat,
tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan
lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu,
sungguh, jika ia berhasil menemukannya,
lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu
daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Demikian juga
Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari
anak-anak ini hilang."



*Karena faktor usia, saya membayangkan menjadi murid. Dan saya dikagetkan dengan perkataan Yesus di atas bahwa perlunya sikap seorang anak kecil dalam mengikuti-Nya, diantaranya merendahkan diri ('bukan rendah hati'). Merendahkan diri 'tidak' termasuk dalam hal positif dalam motivasi umumnya dan sikap orang dewasa yang mau berkuasa dan menjadi yang ter..'besar'.



*Ya Tuhan Allahku...
Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu.
Peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku.

Kehendak-Mu menjadi penasehat bagiku.

*Taurat-Mu adalah baik bagiku.
Lebih berharga daripada ribuan emas itu.
Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku.

Melebihi madu bagi mulutku.

*Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku.
Semuanya itu kegirangan hatiku.

Mulutku kungangakan menerima Sabda-Mu.

Sebab kudambakan perintah-perintah-Mu.

Amin.


#


Uploaded Image