Friday, August 28, 2026

2608271. Berjaga-jaga dan bersiap-siaplah sebab kalian tidak tahu bilamana Dia datang.

Kamis Pekan Biasa XXI, 27 Agt 2026
PW S. Monika

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: 1Kor 1:1-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-3.4-5.6-7
Bait Pengantar Injil: Mat 24:42a.44
Bacaan Injil: Mat 24:42-51




*Berjaga-jaga,* bisa diartikan sikap waspada dan siap setiap saat serta tidak lengah dalam keadaan apapun.
Berjaga-jaga itu bisa seperti bapak satpam yang menjaga saat malam hari, tidak tidur pas jam jaga, siaga memperhatikan sekeliling, tahu bila ada bahaya langsung sehingga siap bertindak bila ada apa-apa.

"Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang" (Matius 24:42), bisa berarti *Siap secara rohani*. Hidup dengan benar, menjaga iman karena tidak tahu kapan Tuhan datang atau kapan hidup berakhir/ dipanggil/ meninggal.
*Intinya ada 3 hal*
1. *Sadar* - Tahu apa yang lagi terjadi dalam hidup ini.
2. *Siap* - Iman dicerminkan dalam karakter dan dinyatakan dalam tindakan yang sudah selaras 
3. *Setia* - Terus konsisten dan persisten.

*Berjaga-jaga, dapat disimpulkan hidup dengan lampu menyala*. 



*Saya membayangkan menjadi salah satu murid saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Berjaga-jagalah,
sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini:
Jika tuan rumah tahu
pada waktu mana pencuri datang waktu malam,
pastilah ia berjaga-jaga dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar.
Sebab itu hendaklah kalian selalu siap siaga,
sebab Anak Manusia datang pada saat yang tidak kalian duga."

"Berbahagialah hamba,
yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya itu,
ketika tuannya datang.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia
menjadi pengawas segala miliknya..."


*Saya membayangkan menjadi salah satu jemaat Allah di Korintus yang menerima surat dari Paulus
(yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus), bahwa jemaat dikuduskan dalam Kristus Yesus
dan dipanggil menjadi orang-orang kudus.

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita,
dan dari Tuhan Yesus Kristus
menyertai kalian.

Sebab di dalam Kristus kalian telah menjadi kaya dalam segala macam perkataan dan pengetahuan,
sesuai dengan kesaksian tentang Kristus
yang telah diteguhkan di antara kalian,
sehingga kalian tidak kekurangan dalam suatu karunia pun
sementara kalian menantikan penampakan Tuhan kita Yesus Kristus.
Dia juga akan meneguhkan kalian sampai kesudahannya,
sehingga kalian tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus.
Sebab setialah Allah
yang telah memanggil kalian
kepada persekutuan dengan Putera-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita.



Ya Allah Rajaku...
Aku hendak memuji nama-Mu 
Setiap hari aku memuji-Mu.

Selama-lamanya memuliakan nama-Mu.

Sungguh sangat terpuji kebesaran-Mu. 

*Setiap angkatan memegahkan karya-Mu.
Dan selalu memberitakan keperkasaan-Mu.

Kukidungkan keagungan semarak kemuliaan-Mu.
Kunyanyikan keajaiban karya-karya-Mu.

*Kumaklumkan kedahsyatan kekuatan karya-Mu.
Kuceritakan kemasyhuran besarnya kebaikan-Mu. 
Semua bersorak-sorai tentang keadilan-Mu.
Sungguh sangat terpuji kebesaran-Mu. 

Amin.



#




Uploaded Image






Tuesday, August 25, 2026

2608251. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Selasa Pekan Biasa XXI, 25 Agt 2026
PF S. Yosef dari Calasanz, Imam
PF S. Ludowikus

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Tes 2:1-3a.13b-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:10.11-12a.12b-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 23:23-26




Bacaan Injil hari ini membuat saya teringat lirik *"Berita Kepada Kawan" - karya Ebiet G. Ade* tahun 1980:

> Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih  ...
> Suci lahir dan di dalam batin...

"Telanjang dan bersih" maksudnya lepas dari kepalsuan, hidup apa adanya, dan tulus.



Saya membayangkan jika saya menjadi salah satu ahli Taurat dan kelompok orang Farisi yang ditegur '2' sabda Yesus pada waktu itu,

"Hai kamu orang munafik,
persepuluhan kalian bayar,
tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan,
yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan
Nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu
tetapi unta di dalamnya kalian telan.


Celakalah kalian, hai ahli Taurat dan orang Farisi,
yang munafik,
sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya,
tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
Bersihkanlah dahulu sebelah dalam,
maka sebelah luarnya juga akan bersih.²"



Atau saya membayangkan sebagai umat Tesalonika yang menerima surat dari Paulus, sekitar tahun 50 M.
Dimana umat sedang terjadi kebingungan dan kegelisahan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus
dan berkumpulnya kita dengan Dia,
Paulus minta, jangan lekas bingung dan gelisah,
baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat
yang dikatakan berasal dari kami,
seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Jangan sampai disesatkan orang
dengan cara yang bagaimanapun juga.


Ia telah memanggil kalian lewat Injil
yang kami wartakan,
sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus,
Tuhan kita.
Sebab itu berdirilah teguh
dan berpeganglah pada ajaran-ajaran
yang kalian terima dari kami,
baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita,
menghibur dan memperkuat hatimu
dalam segala karya dan tutur kata yang baik,
sebab Allah mengasihi kita,
Ia memberi kita hiburan dan harapan baik
karena kasih karunia-Nya.
Amin.



*Ya Tuhan Allahku...
Engkau menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.

Engkaulah Raja karena dunia ditegakkan-Mu.
Engkau mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran-Mu.

*Biarlah bumi bersorak-sorai dan langit bersukacita.
Biarlah laut bergemuruh beserta segala isinya.
Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya.

Biarlah segala pohon di hutan bersukacita.

*Biarlah mereka bersukacita di hadapan-Mu.
Sebab kedatangan-Mu untuk menghakimi bumi ku.
Engkau akan menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.

Kauhakimi bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Mu.

Amin.


#





Uploaded Image

Monday, August 24, 2026

2608242. Sejenak Bijak. Harapan.

Harapan laksana sekam yang diterbangkan angin.
 Seperti buih angin ribut yang dihalaukan.
Harapan seperti asap yang dicerai-beraikan angin.
 Bagaikan tamu yang berlalu seperti kenangan.

Bila hidup dapat selama-lamanya.
 Bila mendapat ganjaran sesuai perbuatannya.
Bila menerima kerajaan yang mulia.
 Bila di kepala terdapat mahkota. 

  
#



Uploaded Image

2608241. Seorang 'Israel' yang sejati tidak ada kepalsuan di dalamnya.

Senin Pekan Biasa XXI, 24 Agt 2026
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Why 21:9b-14
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:10-11.12-13ab.17-18
Bait Pengantar Injil: Yoh 1:49b
Bacaan Injil: Yoh 1:45-51




*Percaya* itu bagi saya adalah _berani menyerahkan diri ke sesuatu/seseorang._

*1. Percaya = *yakin + aman + bersandar* 
- Berani duduk di kursi tanpa takut roboh.
- Berani cerita rahasia ke sahabat tanpa takut dibocorin.

*2. "Percaya" perlu proses & waktu, kejujuran, konsistensi, dan perlu bukti.

*3. *Percaya bisa sama diri sendiri /& sama orang lain 
/& sama Tuhan /& sama alam semesta /& sama proses.

*4. Percaya itu pilihan, perlu waktu, bila patah mungkin bisa disambung lagi, tapi percaya ≠ naif (Percaya itu seharusnya tidak buta, tetap pakai logika + batasan/ ukuran). 



* Saya membayangkan jika saya adalah Natanael.
Sekali peristiwa,
Filipus bertemu dengan Natanael (saya) dan berkata,
"Kami telah menemukan Dia,
yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi,
yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Kata Natanael (aku) kepadanya,
"Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"

Kata Filipus kepadaku, "Mari dan lihatlah!"

Melihat Natanael (aku) datang kepada-Nya,
Yesus berkata tentangku,
"Lihat, inilah seorang Israel sejati,
tidak ada kepalsuan di dalamnya!"

Kata Natanael (aku) kepada Yesus,
"Bagaimana Engkau mengenal aku?"

Jawab Yesus kepadaku,
"Sebelum Filipus memanggil engkau,
Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."

Kata Natanael (aku) kepada-Nya,
"Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"

Yesus menjawab, kata-Nya,
"Karena Aku berkata kepadamu
'Aku melihat engkau di bawah pohon ara',
maka engkau percaya?
Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan engkau lihat!"

Lalu kata Yesus kepadaku,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka,
dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."



Wow, it's amazing. Luar biasa bagi saya jika dapat melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah.



* Dan saya membayangkan jika saya adalah Yohanes (penulis Kitab Wahyu).

Kudengar malaikat berkata kepadaku.
Marilah kutunjukkan pengantin perempuan kepadamu.
Dibawanya ke atas gunung di dalam rohku.
Ia menunjukkan kota yang kudus kepadaku.

Yerusalem 'baru' turun dari surga dari Allah.
Kota yang penuh dengan kemuliaan Allah.
Cahayanya seperti permata yaspis terindah.
Bagaikan kristal permata yang jernih.

Di Timur terdapat tiga pintu gerbang.
Di Utara tiga pintu gerbang.

Di Selatan tiga pintu gerbang.

Di Barat tiga pintu gerbang.

Jadi pintu gerbangnya ada dua belas.
Di atasnya ada malaikat dua belas.

Di atasnya tertulis nama suku Israel dua belas.
Temboknya mempunyai batu dasar dua belas.
Di atasnya tertulis nama rasul Anak Domba dua belas.


Wow, it's really amazing. Luar biasa juga bagi saya jika mendapat penampakan/ wahyu. Mungkin perlu kesucian hati. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.




*Ya Tuhan Allahku ..
Para kudus-Mu memaklumkan semarak mulia Kerajaan-Mu.
Segala yang Kaujadikan bersyukur kepada-Mu.
Orang-orang yang Kaukasihi memuji-Mu.

Mereka mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
Mereka membicarakan keperkasaan-Mu.

Mereka memaklumkan semarak mulia kerajaan-Mu.
Kerajaan abadi ialah Kerajaan-Mu.
Lestari melalui segala keturunan pemerintahan-Mu.

*Engkau adil dalam segala jalan-Mu.
Engkau penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Mu.

Engkau dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Mu.

Pada setiap orang yang setia berseru kepada-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

Tuesday, August 18, 2026

2608181. Yesus Kristus yang kaya telah menjadi miskin agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.

Selasa Pekan Biasa XX, 18 Agt 2026
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 28:1-10
Mazmur Tanggapan: Ul 32:26-28,30.35c-36d
Bait Pengantar Injil: 2Kor 8:9
Bacaan Injil: Mat 19:23-30




*Mengikuti* = jalan bersama, turut, dan meniru dari yang diikuti.

*Mengikuti = Meniru arah & langkah/ petunjuk seseorang*  

*Mengikuti = Follow / Subscribe*  dalam media sosial.

*Mengikuti Yesus = Murid-murid-Nya*
 _“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”_
*3 cirinya mengikuti Yesus:*
1.  *Dengar* → Baca Firman, doa
2.  *Turut* → Lakukan apa yang Yesus ajarkan, walau susah
3.  *Mirip* → Karakter kita makin hari makin seperti Yesus
 "Jalan bersama Dia tiap hari"

*Mengikuti = Akibat/ terpaksa dari sesuatu yang terjadi*  

*Mengikuti ada pemimpinnya, dan ada kerelaan pengikutnya untuk jalan di belakangnya.*



Engkau tinggi hati saat berkuasa.
Merasa diri Allah penguasa.

Padahal engkau itu manusia.
Hatimu menempatkan diri sama dengan-Nya.

Hikmatmu melebihi hikmat manusia biasa.
Tiada yang tersembunyi ataupun rahasia.

Hikmat dan pengertian menjadikanmu kaya.

Emas dan perak kaukumpulkan disana.

Aku membawa orang asing melawanmu
Mereka akan melawan hikmatmu.
Mereka akan menajiskan semarakmu.
Mereka akan membunuhmu.

Bagi penikammu engkau adalah manusia.
Engkau mati seperti orang biasa.
Mati terbunuh oleh orang biasa.

Akulah Allah yang mengatakannya.



Saya membayangkan keterkejutan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Sukar sekali bagi orang kaya
untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga."


Mendengar itu gemparlah para murid dan berkata,
"Jika demikian siapakah yang dapat diselamatkan?"

Yesus memandang mereka dan berkata,
"Bagi manusia hal ini tidak mungkin,
tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

Lalu Petrus berkata kepada Yesus,
"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu
dan mengikuti Engkau;
jadi apakah yang akan kami peroleh?"

Kata Yesus kepada mereka, "Pada waktu penciptaan kembali,
apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya,
kalian yang telah mengikuti Aku,
akan duduk juga di atas dua belas takhta
untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Dan setiap orang yang demi nama-Ku meninggalkan rumahnya,
saudara-saudarinya, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya,
akan menerima kembali seratus kali lipat
dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir,
dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."




*Ya Tuhan ...
Engkaulah yang berkuasa mematikan
Engkau pulalah yang menghidupkan.
Engkau berkuasa melenyapkan ingatan.

*Engkaulah yang melakukan semuanya.
Tiada manusia yang jaya.
Terbatas pengertian pada manusia.
Engkaulah yang punya kuasa.

*Tetapi Engkau mengenal umat-Mu.
Engkau mengetahui pikiran umat-Mu.
Engkau adil kepada umat-Mu.
Engkau sayang hamba-hamba-Mu.

*Amin.


#



Uploaded Image

Friday, August 14, 2026

2608141. Sambutlah pewartaan ini sebagai sabda Allah, bukan sebagai perkataan manusia.

Jumat Pekan Biasa XIX, 14 Agt 2026
PW S. Maksimilianus Maria
Kolbe, Imam dan Martir
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Yeh 16:1-15.60.63
Mazmur Tanggapan: Yes 12:2-3.4bcd.5-6
Bait Pengantar Injil: 1Tes 2:13
Bacaan Injil: Mat 19:3-12



Secara umum, dapat dikatakan:
*Bercerai / Menceraikan* = *mengakhiri ikatan pernikahan secara sah di mata hukum dan agama*

*Bercerai:* Memutuskan pernikahan, bisa atas kesepakatan berdua.

*Menceraikan:Tindakan salah satu pihak yang memutuskan pernikahan.


*Kenapa orang bercerai?*
1. *Komunikasi putus* 
2. *Perselingkuhan / KDRT*
3. *Beda tujuan hidup (anak, uang, agama, tempat tinggal)*
4. *Ekonomi (biasanya sulit)* 
5. *Sudah tidak ada cinta & respect* 


*Proses Perceraian melalui Pengadilan Negeri (& Agama) di Indonesia*
1. *Cerai Talak* - Suami yang mengajukan ke Pengadilan Agama.
2. *Cerai Gugat* - Istri yang ajukan gugatan ke Pengadilan
3. *Cerai Kesepakatan* - Dua-duanya sepakat, tetap harus disahkan hakim Pengadilan Negeri (& Agama)
Setelah putusan keluar → dapat Akta Cerai, sehingga secara hukum sudah bukan suami istri.

*Bercerai ≠ Gagal sebagai manusia*  
Kadangkala bercerai itu justru bentuk tanggung jawab, daripada anak lihat orang tuanya ribut/ berkelahi tiap hari.

*Bercerai ≠ Benci*  
Banyak yang bercerai tetapi tetap co-parenting yang baik buat anak.

*Bercerai = Berani mengakui bahwa "bersama" sudah tidak membuat kedua-duanya bertumbuh lagi, tujuannya bukan menyakiti, tetapi membuat kedua-duanya bisa hidup lebih tenang.


Itu adalah pendapat secara umum, lalu bagaimana dengan agama katolik (kristen) yang menentang perceraian?

Alkisah, orang-orang Farisi datang mencobai Yesus tentang perceraian. 
Yesus berkata bahwa 
1. Pernikahan itu dari dua menjadi satu.
2. Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Orang-orang Farisi mencoba membalas perkataan-Nya,
"Jika demikian,
mengapa Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai
jika orang menceraikan isterinya?"

Kata Yesus kepada mereka,
"Karena ketegaran hatimu
Musa mengizinkan kalian menceraikan isterimu,
tetapi sejak semula tidaklah demikian.
Tetapi Aku berkata kepadamu,
'Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah,
lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zinah'."


"... Siapa yang dapat mengerti, hendaklah ia mengerti."


Saya tidak mengerti dulu.
Sekarang saya baru tahu.
Rencana Tuhan baik selalu.
Masalahnya apakah saya mau.



"Aku mengingat perjanjian-Ku denganmu.
Aku memperlakukanmu seperti yang berlaku.

Namun engkau mengingkari sumpah dan  perjanjianmu.
Seharusnya engkau merasa malu.

Aku mengingat perjanjian-Ku pada masa mudamu.
Perjanjian kekal yang Kuteguhkan bagimu.
Barulah engkau teringat kelakuanmu.

Seharusnyalah engkau merasa malu.

Aku meneguhkan perjanjian-Ku denganmu.
Engkau mengetahui bahwa Akulah Tuhanmu.

Bila engkau teringat-ingat masa lampau.

Seharusnya engkau merasa malu.
 


*Ya Tuhan Allahku...
Aku terhibur saat surut murka-Mu
. Engkaulah Allah sumber keselamatanku.
Dengan tidak gementar kupercaya kepada-Mu.

*Tuhan Allah kekuatan dan mazmurku.
Engkau telah menjadi keselamatanku.

Aku menimba Air hidup-Mu.
Dengan girang dari mata air keselamatan-Mu.

*Kubersyukur kepada-Mu dan kupanggil nama-Mu.
Di antara bangsa-bangsa kuberitahukan karya-Mu.
Kumasyhurkan ketinggian dan keluhuran nama-Mu.

*Kumuliakan dan kuserukan karya-Mu.
Sebab Allah Yang Mahakudus di tengah-tengahku.

Amin.
#



Uploaded Image

Thursday, August 13, 2026

2608131. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Kamis Pekan Biasa XIX, 13 Agt 2026
PF S. Hippolitus, Imam dan Martir
PF S. Pontianus, Paus

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 12:1-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:56-59.61-62
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:135
Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1



Suatu pemikiran positip menyatakan bahwa *Mengampuni* bisa berarti *melepaskan rasa sakit & marah ke orang yang menyakiti, tanpa menunggu dia minta maaf dulu*

*Tiga hal penting tentang mengampuni:*

*1. Mengampuni bukan berarti "melupakan"*  
Tetap ingat kejadiannya, tapi lukanya sudah tidak diungkit-ungkit tiap hari.

*2. Mengampuni bukan berarti "benar"*  
Mengampuni ≠ "yang dilakukan benar" tetapi berarti "menolak diracunin sama kebencian terus"

*3. Mengampuni bukan berarti "balikan"*  
Mengampuni dia tapi tetap menjaga jarak apalagi dia tidak berubah.
Ampuni = urusan hati. Hubungan = urusan pilihan.

*Kenapa susah mengampuni?*
Karena pikiran pendek merasa: "Kalau aku maafin, berarti dia yang menang"  
Padahal yang sebenarnya terjadi: *Kalau tidak maafin, kita yang kalah* karena kita terus membawa beban, susah tidur, kepikiran terus bisa menjadi penyakit.

Dibohongin temen → Marah 1 minggu, wajar.  
Marah 1 tahun → Yang rugi diri sendiri.  
Mengampuni = "Oke, aku sakit, tapi aku lepasin biar aku bisa jalan lagi"

*Di agama*
Islam: _"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?"_ Q.S An-Nur:22  

Kristen: _"Ampunilah kami seperti kami mengampuni"_  

Buddha: Kebencian nggak akan selesai dengan kebencian.

*Mengampuni = Hadiah yang dikasih ke diri sendiri* Buat ketenangan sendiri.



Kepadaku Yehezkiel Tuhan bersabda.
Engkau tinggal di tengah-tengah pemberontak disana.

Tidak melihat walau mempunyai mata.
Tidak mendengar walau mempunyai telinga.

Siapkanlah barang-barang seperti seorang buangan.
Siang hari berjalanlah seperti seorang buangan.
Berangkatlah dari tempatmu sekarang ke tempat lain.
Di depan mata berjalanlah seperti seorang buangan. 
 
Pada malam hari engkau sendiri harus keluar.
Seperti seorang pergi ke pembuangan luar.
Buatlah lubang untuk engkau keluar.
Taruhlah barangmu di bahumu dan bawa ke luar.

Engkau harus menutupi mukamu.
Sehingga tanah tidak dilihatmu.
Sebagai lambang Kubuat dirimu.
Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku.

Jika kaum pemberontak itu bertanya kepadamu.
Beginilah sabda Tuhan Allah-Mu.

Aku menjadi lambang bagimu.
Yang kulakukan akan berlaku bagimu.



*Saya membayangkan diri menjadi Petrus yang bertanya kepada Yesus,
"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kalikah?"


Yesus menjawab,
"Bukan hanya sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Setelah ia mulai mengadakan perhitungan,
dihadapkanlah kepadanya
seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya,
raja lalu memerintahkan,
supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual
untuk membayar utangnya.
Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya,
"Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi."

Tergeraklah hati raja oleh belas kasihan akan hamba itu,
sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapuskannya.

Tetapi ketika hamba itu keluar,
ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berutang seratus dinar kepadanya.
Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya,
"Bayarlah hutangmu!"

Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya,
"Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi."

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara
sampai semua utangnya ia lunasi.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih,
lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu
dan berkata kepadanya,
"Hai hamba yang jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan
karena engkau memohonnya.
Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu
seperti aku telah mengasihani engkau?"

Maka marahlah tuannya
dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo,
sampai ia melunasi seluruh utangnya.

"Demikian pula Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadapmu,
jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."



Pikiran saya, mengampuni adalah suatu hal yang sulit-sulit mudah. Kalau dia menyesal dan meminta maaf, mungkin akan mudah mengampuni. Yang sulit adalah masing-masing merasa benar sehingga sulit mengampuni. Ternyata bagi saya, mengampuni itu tidak mudah (tapi bukan tidak bisa, mungkin hanya perlu waktu).
:-)


*Ya Tuhan Allahku...
Mereka mencobai dan memberontak terhadap-Mu.
Mereka tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu.

Mereka murtad dan berkhianat kepada-Mu.

*Mereka menyakiti hati-Mu.
Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan itu. 
Patung-patung membuat Engkau cemburu.
Maka Engkau menolak mereka itu.

*Engkau membiarkan mereka tertawan.
Engkau membiarkan mereka jatuh ke tangan lawan.

Engkau membiarkan mereka dimangsa pedang lawan.

Engkau murka sehingga memberikan peringatan.

*Ya Tuhan Allahku...
Takkan kulupakan karya-karya-Mu.
Engkau mengajarkan pengampunan kepadaku.
Ampunilah maka aku pun diampuni-Mu.

Amin.

#




Uploaded Image