Kalender Liturgi 06 Mar 2026
Jumat Prapaskah II
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Kej 37:3-4.12-13a.17b-28
Mazmur Tanggapan: Mzm 105:16-17.18-19.20-21
Bait Pengantar Injil: Yoh 3:16
Bacaan Injil: Mat 21:33-43.45-46
*Blessing in disguise (kebaikan yang tersembunyi atau berkah terselubung). Sesuatu yang awalnya terlihat buruk atau tidak menyenangkan, tapi kemudian membawa kebaikan atau manfaat di balik itu. Kejadian yang tidak terduga, tapi akhirnya jadi positif!
*Menarik kisah Yusuf dari Kitab Kejadian, awalnya karena ayahnya, Israel lebih mengasihi Yusuf daripada semua anaknya yang lain,
sebab Yusuf adalah anak yang lahir pada masa tuanya (dan dari Rahel, isteri yang dicintainya sejak masa mudanya)
Maka Yusuf dibuatkannya sebuah jubah yang maha indah.
Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka lalu mereka bermufakat
mencari daya upaya untuk membunuhnya.
Kata mereka seorang kepada yang lain,
"Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
Sekarang, marilah kita bunuh dia,
dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini,
lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya.
Dan kita akan lihat nanti,
bagaimana jadinya dengan mimpinya itu!"
Ketika mereka sedang makan,
kelihatanlah suatu kafilah orang Ismael
yang datang dari Gilead
dengan untanya yang membawa damar,
balsam dan damar ladam, sedang dalam perjalanan mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu,
"Apakah untungnya kita membunuh adik kita itu
dan menyembunyikan darahnya?
Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini,
tetapi janganlah kita apa-apakan dia,
karena ia saudara kita, darah daging kita."
Dan saudara-saudaranya pun mendengarkan perkataannya itu.
Maka Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu,
kemudian dijual kepada orang Ismael itu
dengan harga dua puluh syikal perak.
Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
(Kisah akhirnya, Yusuf menjadi pejabat tertinggi dibawah raja Firaun di Mesir dimana suatu ketika saudara-saudaranya datang menyembahnya saat mereka membeli makanan di Mesir)
*Kadangkala orang tidak/ kurang menghargai apa yang dimilikinya, seperti kisah (menurut Injil Suci Matius) perumpamaan Yesus kepada imam-imam kepala
Kata Yesus kepada mereka,
"Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru?
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,
suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Sebab itu Aku berkata kepadamu,
Kerajaan Allah akan diambil dari padamu,
dan akan diberikan kepada suatu bangsa
yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu."
Mendengar perumpamaan Yesus itu,
imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mengerti
bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Maka mereka berusaha menangkap Dia,
tetapi mereka takut kepada orang banyak,
karena orang banyak itu menganggap Yesus nabi.
*Akhirnya Raja menyuruh melepaskannya.
Penguasa para bangsa membebaskannya.
Dijadikannya tuan atas istananya.
Pengelola segala harta kepunyaannya.
Jumat Prapaskah II
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Kej 37:3-4.12-13a.17b-28
Mazmur Tanggapan: Mzm 105:16-17.18-19.20-21
Bait Pengantar Injil: Yoh 3:16
Bacaan Injil: Mat 21:33-43.45-46
*Blessing in disguise (kebaikan yang tersembunyi atau berkah terselubung). Sesuatu yang awalnya terlihat buruk atau tidak menyenangkan, tapi kemudian membawa kebaikan atau manfaat di balik itu. Kejadian yang tidak terduga, tapi akhirnya jadi positif!
*Menarik kisah Yusuf dari Kitab Kejadian, awalnya karena ayahnya, Israel lebih mengasihi Yusuf daripada semua anaknya yang lain,
sebab Yusuf adalah anak yang lahir pada masa tuanya (dan dari Rahel, isteri yang dicintainya sejak masa mudanya)
Maka Yusuf dibuatkannya sebuah jubah yang maha indah.
Namun ini membuat iri hati & kebencian saudara-saudaranya yang lain ibu karena ayah mereka lebih mengasihi Yusuf
daripada semua saudaranya, sehingga mereka tidak menyapanya dengan ramah.
Pada suatu hari
pergilah saudara-saudara Yusuf
daripada semua saudaranya, sehingga mereka tidak menyapanya dengan ramah.
Pada suatu hari
pergilah saudara-saudara Yusuf
menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
Lalu Israel menyuruh Yusuf kepada mereka.
Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu,
dan didapatinyalah mereka di Dotan.
Lalu Israel menyuruh Yusuf kepada mereka.
Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu,
dan didapatinyalah mereka di Dotan.
Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka lalu mereka bermufakat
mencari daya upaya untuk membunuhnya.
Kata mereka seorang kepada yang lain,
"Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
Sekarang, marilah kita bunuh dia,
dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini,
lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya.
Dan kita akan lihat nanti,
bagaimana jadinya dengan mimpinya itu!"
(Yusuf pernah menceritakan dua mimpinya, yang dapat diartikan bahwa saudara-saudaranya akan menyembahnya. Ini salah satu kemarahan & kebencian mereka terhadap Yusuf)
Ketika Ruben (kakak tertua mereka) mendengar hal ini, ia berkata,
Ketika Ruben (kakak tertua mereka) mendengar hal ini, ia berkata,
"Janganlah kita bunuh dia!
Janganlah tumpahkan darah!
Lemparkan saja dia ke dalam sumur
yang ada di padang gurun ini,
tetapi janganlah apa-apakan dia."
Maka ketika Yusuf sampai,
mereka pun menanggalkan
jubah maha indah yang dipakainya itu.
Lalu mereka melemparkan dia ke dalam sumur kosong, tidak berair.
Janganlah tumpahkan darah!
Lemparkan saja dia ke dalam sumur
yang ada di padang gurun ini,
tetapi janganlah apa-apakan dia."
Maka ketika Yusuf sampai,
mereka pun menanggalkan
jubah maha indah yang dipakainya itu.
Lalu mereka melemparkan dia ke dalam sumur kosong, tidak berair.
Ketika mereka sedang makan,
kelihatanlah suatu kafilah orang Ismael
yang datang dari Gilead
dengan untanya yang membawa damar,
balsam dan damar ladam, sedang dalam perjalanan mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu,
"Apakah untungnya kita membunuh adik kita itu
dan menyembunyikan darahnya?
Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini,
tetapi janganlah kita apa-apakan dia,
karena ia saudara kita, darah daging kita."
Dan saudara-saudaranya pun mendengarkan perkataannya itu.
Maka Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu,
kemudian dijual kepada orang Ismael itu
dengan harga dua puluh syikal perak.
Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
(Kisah akhirnya, Yusuf menjadi pejabat tertinggi dibawah raja Firaun di Mesir dimana suatu ketika saudara-saudaranya datang menyembahnya saat mereka membeli makanan di Mesir)
*Kadangkala orang tidak/ kurang menghargai apa yang dimilikinya, seperti kisah (menurut Injil Suci Matius) perumpamaan Yesus kepada imam-imam kepala
serta tua-tua bangsa Yahudi,
"Seorang tuan tanah membuka kebun anggur
dan menanam pagar sekelilingnya.
Ia menggali lubang tempat memeras anggur
dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu.
Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap
lalu berangkat ke negeri lain.
Ketika hampir tiba musim petik,
ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu
untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu:
yang seorang mereka pukul,
yang lain mereka bunuh,
dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu.
Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka,
pikirnya, 'Anakku pasti mereka segani.'
Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu,
mereka berkata seorang kepada yang lain:
Ia adalah ahli waris!
Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Maka mereka menangkap
lalu membunuhnya.
Maka tuan kebun anggur itu datang, membinasakan orang-orang jahat itu,
dan kebun anggurnya akan disewakannya
kepada penggarap-penggarap lain
yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya."
dan menanam pagar sekelilingnya.
Ia menggali lubang tempat memeras anggur
dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu.
Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap
lalu berangkat ke negeri lain.
Ketika hampir tiba musim petik,
ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu
untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu:
yang seorang mereka pukul,
yang lain mereka bunuh,
dan yang lain lagi mereka lempari dengan batu.
Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka,
pikirnya, 'Anakku pasti mereka segani.'
Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu,
mereka berkata seorang kepada yang lain:
Ia adalah ahli waris!
Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Maka mereka menangkap
lalu membunuhnya.
Maka tuan kebun anggur itu datang, membinasakan orang-orang jahat itu,
dan kebun anggurnya akan disewakannya
kepada penggarap-penggarap lain
yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya."
Kata Yesus kepada mereka,
"Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru?
Hal itu terjadi dari pihak Tuhan,
suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Sebab itu Aku berkata kepadamu,
Kerajaan Allah akan diambil dari padamu,
dan akan diberikan kepada suatu bangsa
yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu."
Mendengar perumpamaan Yesus itu,
imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mengerti
bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Maka mereka berusaha menangkap Dia,
tetapi mereka takut kepada orang banyak,
karena orang banyak itu menganggap Yesus nabi.
*Ya Tuhan Allahku ...
Kuingat perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Mu.
Saat terjadi kelaparan karena kemarau.
Engkau mengutus Yusuf hamba-Mu.
Engkau mengutus Yusuf hamba-Mu.
Yusuf dijual sebagai budak terbelenggu.
*Akhirnya Raja menyuruh melepaskannya.
Penguasa para bangsa membebaskannya.
Dijadikannya tuan atas istananya.
Pengelola segala harta kepunyaannya.
Ya Tuhan Allahku ...
Semua kejadian ada dalam rencana-Mu.
Engkau merencanakan hidup terindah bagiku.
Semoga kusadari dan melakukan rencana-Mu.
Amin.