Wednesday, August 12, 2026

2608121. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Rabu Pekan Biasa XIX, 12 Agt 2026
PF S. Yohana Frasiska dari Chanta
l
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 9:1-7;10:18-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-2.3-4.5-6
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20




*MENDENGARKAN ada 3 tingkat :*

*1. *Mendengar pakai telinga*_  
Suaranya masuk, tapi pikiran kita kemana-mana.  

*2. *Mendengarkan pakai hati*
Ini "mendengarkan": Fokus, tidak memotong pembicaraan, dan berusaha mengerti perasaan orang yang berbicara.  

*3. *Mendengarkan Tuhan* = diam, baca Firman, berdoa, terus peka sama bisikan Roh Kudus karena menyediakan waktu khusus buat mendengarkan Bapa.
Seperti Yesus di *Matius 14:23* _"...Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri"_.  

*CIRI ORANG YANG PANDAI MENDENGARKAN:*

1.  *Diam dulu sebelum jawab* - Amsal 18:13 _"...siapa memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan"_
2.  *Tidak segera memberikan solusi* - Kadang orang hanya perlu butuh didengarkan bukan dinasehati.
3.  *Bisa ingat detailnya

*MENDENGARKAN ITU BENTUK MELAYANI.*
Waktu kita mendengarkan orang, kita bilang tanpa kata: _"Kamu penting. Ceritamu penting."_  

*Mendengarkan = Telinga + Hati + Waktu*




*Saya membayangkan bagaimana perasaan nabi Yehezkiel mendengarkan Tuhan berseru dengan suara nyaring kepada enam malaikat-Nya untuk memukul sampai mati,
(semua orang yang tidak ditandai T), tanpa merasa sayang dan belas kasihan. Dimana orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, dibunuh dan dimusnahkan.

Sebelum penghukuman, Tuhan bersabda kepada malaikat yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya, "Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem
dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana."


Dan kepada malaikat yang lain, nabi Yehezkiel mendengar Tuhan berkata,
"Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu, dan mulai menghukum, tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh!
Dan mulailah dari tempat kudus-Ku."


Maka mulailah mereka dengan tua-tua yang dibunuh di depan Bait Suci.
Lalu mereka pergi ke luar
dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
(Kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu Bait Suci
dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka
ada bagian yang berbentuk tangan manusia).




*Saya membayangkan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
Jika ia mendengarkan nasihatmu
engkau telah mendapatnya kembali.
Jika ia tidak mendengarkan dikau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu:
Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga,
dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu,
Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun,
permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
Aku hadir di tengah-tengah mereka."



Ternyata Tuhan Maha Baik memberikan kesempatan setiap orang untuk bertobat dari dosa-dosanya. Hal yang baik untuk semua umat-Nya. Pointnya apakah saya mau bertobat sesudah mendengarkan atau kembali berbuat dosa lagi karena berpikir masih ada kesempatan.



*Ya Tuhan Allahku...
Kemuliaan-Mu mengatasi langit ciptaan-Mu.
Terpujilah hamba-Mu dan nama-Mu. 

Kiranya nama-Mu dimasyhurkan selalu.

*Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya.
Terpujilah nama-Mu sang pencipta.
Engkau tinggi mengatasi segala bangsa.
Kemuliaan-Mu mengatasi langit semesta.

*Siapakah seperti Tuhan Allahku.
Engkau diam di tempat tinggi-Mu.

Namun Engkau merendahkan diri-Mu.
Melihat ke langit dan ke bumi itu.

Amin.



#



Uploaded Image

Tuesday, August 11, 2026

2608111. Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

Selasa Pekan Biasa XIX, 11 Agt 2026
PW S. Klara, Perawan

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yeh 2:8-3:4
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:14.24.72.103.111.131
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29
Bacaan Injil: Mat 18:1-5.10.12-14



*Survey sederhana, 
1. *Batas usia "anak kecil"* umumnya 1 - 9 tahun*  
Di atas 10 tahun udah mulai disebut "anak besar" / "pra-remaja".

Di UU Perlindungan Anak Indonesia, "anak" itu sampai usia 18 tahun. Tapi "kecil" biasanya yang belum puber.

*2. Sifat Anak Kecil Usia 1-9 tahun*

*A. Dari sisi Fisik & Otak*
1. *Rasa ingin tahunya tinggi*
2. *Meniru yang dilihat* 
3. *Energi hampir tiada habis-habis*
4. *Ingatan kuat walaupun pendek (Gampang lupa)*

*B. Dari sisi Emosi & Sosial*
1. *Jujur & polos*
2. *Egosentris*
3. *Gampang senang, gampang nangis* 
4. *Butuh validasi/ pujian* - 
5. *Imajinasi masih liar/ bebas*

*C. Dari sisi Moral*
1. *Belum paham benar-salah sepenuhnya* 
2. *Mau menang sendiri*
3. *Tulus menyayangin*

*Kesimpulan:*
*Anak kecil = Usia 1-9 tahun*  
*Sifat utamanya = Penasaran/ mau belajar, jujur, aktif, manja, butuh bimbingan*
Mereka itu kayak "spons"/ menyerap semua yang dilihat dan didengar.



*Seandainya Tuhan bersabda kepadaku.
Dengarkanlah sabda-Ku kepadamu.
Janganlah membantah seperti dulu.

Bukalah mulutmu.
Makanlah yang Kuberikan kepadamu.

*Kulihat tangan terulur kepadaku.
Dibentangkan-Nya gulungan kitab di hadapanku.

Ditulisi timbal balik kitab itu.
Kisah duka tertulis disitu.

*Sabda-Nya makanlah yang kaulihat itu.
Makanlah gulungan kitab itu.

Maka kumakan gulungan kitab itu.
Rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

*Tuhan bersabda lagi kepadaku.
Pergilah kepada semua umat-Ku.
Sampaikanlah sabda-Ku kepada umat-Ku.

Semoga mereka mendengarkan sabda-Ku.



*Saya mengalami dilema dalam membayangkan, apakah menjadi murid atau menjadi anak kecil yang dipuji Tuhan. Sekali peristiwa
datanglah murid-murid (termasuk saya) dan bertanya kepada Yesus,
"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil,
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata,
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh,
jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,
kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri
dan menjadi seperti anak kecil ini,
dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini
dalam nama-Ku,
ia menyambut Aku.


Ingatlah,
jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat-malaikat mereka di surga
selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."

Lalu Yesus bersabda lagi,
"Bagaimana pendapatmu?
Jika seorang mempunyai seratus ekor domba
dan seekor di antaranya sesat,
tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan
lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu,
sungguh, jika ia berhasil menemukannya,
lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu
daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Demikian juga
Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari
anak-anak ini hilang."



*Karena faktor usia, saya membayangkan menjadi murid. Dan saya dikagetkan dengan perkataan Yesus di atas bahwa perlunya sikap seorang anak kecil dalam mengikuti-Nya, diantaranya merendahkan diri ('bukan rendah hati'). Merendahkan diri 'tidak' termasuk dalam hal positif dalam motivasi umumnya dan sikap orang dewasa yang mau berkuasa dan menjadi yang ter..'besar'.



*Ya Tuhan Allahku...
Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu.
Peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku.

Kehendak-Mu menjadi penasehat bagiku.

*Taurat-Mu adalah baik bagiku.
Lebih berharga daripada ribuan emas itu.
Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku.

Melebihi madu bagi mulutku.

*Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku.
Semuanya itu kegirangan hatiku.

Mulutku kungangakan menerima Sabda-Mu.

Sebab kudambakan perintah-perintah-Mu.

Amin.


#


Uploaded Image

Monday, August 10, 2026

2608101. Barangsiapa mengikut-Nya tidak akan berjalan dalam kegelapan karena mempunyai terang hidup.

Senin Pekan Biasa XIX, 10 Agt 2026
Bacaan I: 2Kor 9:6-10
Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.5-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Yoh 12:24-26



Bagi saya, *Melayani hingga rela berkorban nyawa* artinya: 
*Memberikan diri sepenuhnya buat Tuhan dan sesama, sampai rela mengorbankan nyawa.*

*ADA 3 CIRI MELAYANI SAMPAI RELA BERKORBAN NYAWA:*

*1. *Prioritasnya Tuhan*
Mencontoh Yesus yang terus melayani ribuan orang dengan waktu, tenaga, sampai akhirnya nyawa-Nya di kayu salib.  , Namun tetap naik ke bukit buat berdoa. 
Yoh 15:13 - _"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya"_

*2. *Tidak hitung untung rugi*
Petrus mau turun dari perahu pas badai karena perkataan Yesus mengajak berjalan di atas air.  
Melayani dengan pikiran: "Tuhan mau apa?"

*3. *Cinta harus lebih besar dari takut.*  
Di Mat 14:30, Petrus mulai tenggelam karena takut, maka dia berteriak "Tuhan tolong". 
Rela berkorban nyawa itu bukan tidak takut, tapi cintanya ke Tuhan _(& ke jiwa orang lain)_ lebih besar dari rasa takutnya.

*CONTOH DI HIDUP SEKARANG:*
1.  *Waktu*: Rela begadang doain temen yang sakit
2.  *Tenaga*: Melayani Bina Iman di hari Minggu walaupun kerjaan banyak. 
3.  *Harga diri*: Dihina karena iman, tapi tetap mengampuni.
4.  *Nyawa*: Mencontoh misionaris yang pergi ke daerah bahaya demi Injil

*"Hidupku bukan aku lagi, tapi Kristus yang hidup di dalam aku" - Gal 2:20*

Yesus sudah kasih contoh duluan. Dia melayani sampai mati di salib. Sekarang giliran saya menjawab kasih-Nya.




Yang menabur sedikit saja.
Akan menuai sedikit pula.
Yang menabur banyak disana.
Akan menuai banyak disana.

Hendaklah memberi menurut kerelaan hatinya.
Janganlah memberi dengan terpaksa.

Dikasihi-Nya yang memberi dengan sukacita.

Dilimpahkan-Nya segala kasih karunia-Nya. 

Cukupkan diri dalam segala sesuatu.
Lebihkan di dalam berbagai kebajikanmu.

Berikan orang miskin dermamu.
Agar berkat-Nya tetap untukmu.

Dia akan menyediakan benihmu.
Dia akan melipatgandakannya untukmu.
Dia akan menumbuhkan buah-buahmu.
Selama Dia berkenan kepadamu.



*Saya membayangkan saya adalah salah satu murid-Nya, saat Yesus berkata kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia tetap satu biji saja;
tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barangsiapa mencintai nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini,
ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku,
dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.
Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa."


Bagi saya, ini berarti pengorbanan diri total dalam melayani tanpa memikirkan/ mencintai nyawa secara berlebihan.



*Ya Tuhan Allahku...
Berbahagialah yang takwa kepada-Mu.
Yang suka segala perintah-Mu.

Kaupelihara dari anak hingga cucu.
Keturunan orang benar akan diberkati-Mu.

*Taruhlah belaskasihan dalam hatiku.
Memberikan pinjaman kepada sesamaku.
Melakukan urusan sepenuh hatiku.

Agar nanti dikenang selalu.

*Tambahkanlah ketabahan dalam hatiku.
Hati penuh kepercayaan kepada-Mu.

Teguhkan agar tidak takut hatiku.

Kuserahkan segala kekuatiranku kepada-Mu.

* Amin.


#



Uploaded Image

2608091. Aku menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firman-Nya.

Minggu, 9-Agustus-2026.


Salah satu kata yang menarik adalah kata *Percaya (keyakinan di hati tanpa harus melihat bukti dulu)*

*Menurut saya, ada 3 unsur utama dari "percaya":*

*1. Yakin*  
Merasa "ini benar" atau "saya/dia bisa" meskipun belum ada hasil.  


*2. Pasrah / Menyerahkan*  
Berani lepas kendali sedikit/ pasrah.  


*3. Ada hubungan*  
Percaya tidak muncul sembarangan tetapi pasti ada "kamu" dan "yang dipercaya".
Bisa ke Tuhan, ke orang, ke proses, ke diri sendiri.


*Percaya* = ada hati, ada keyakinan
*Percaya = Berani berharap + Berani kecewa*




*Dimanakah Tuhan berada.
Kisah Elia di gunung Horeb mengikuti Firman-Nya.
Angin besar dan kuat dirasakannya pertama.
Namun Tuhan tidak berada disana.

*Sesudah angin itu datanglah gempa.
Namun dalam dalam gempa pun Tuhan tidak ada.
Sesudah gempa menyusullah api berikutnya.
Namun dalam api itu juga Tuhan tidak berada.

*Sesudah api disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa.
Segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubahnya.

Elia ke luar dan berdiri di depan pintu gua.
Lalu berfirmanlah Tuhan kepadanya.



*Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma.
Demi Kristus aku tidak berdusta.

Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh-Nya.

Bahwa aku sangat berdukacita.

*Demi saudara-saudaraku bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari-Nya.
Orang Israel telah diangkat menjadi anak-Nya.

Mereka telah menerima kemuliaan dan perjanjian-Nya.

Mereka itu keturunan bapa-bapa.

*Mereka yang menurunkan Mesias sebagai manusia.
Mesias yang mengatasi segalanya.

Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. 



*Inilah salah satu kisah favorit saya, Yesus berjalan di atas air. Saya membayangkan bila saya salah satu murid-Nya, Petrus.

Sesudah mengenyangkan 5.000 orang dengan roti dan menyuruh mereka pulang.
Yesus menyuruh murid-murid-Nya (termasuk saya) naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang.
Lalu Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri.

Menjelang malam Yesus masih sendirian di bukit itu.
Perahu para murid (termasuk saya) sudah beberapa mil jauhnya dari pantai,
dan 'sedang' diombang-ambingkan gelombang,
karena angin sakal.

Kira-kira pukul tiga pagi, para murid (termasuk saya) terkejut melihat Yesus berjalan di atas air, maka 
para murid (termasuk saya) berteriak-teriak ketakutan sambil berseru, "Itu hantu!"

Tetapi Yesus segera menyapa para murid (termasuk saya), kata-Nya,
"Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!"
Lalu Petrus (saya) berkata,
"Tuhan, jika benar Tuhan sendiri,
suruhlah aku datang kepada-Mu
dengan berjalan di atas air."

Kata Yesus, "Datanglah!"
Lalu Petrus (saya) turun dari perahu
dan berjalan di atas air mendekati Yesus.
Tetapi ketika dirasa saya tiupan angin,
Petrus (saya) menjadi takut dan mulai tenggelam,
lalu berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!"
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya,
memegang Petrus (saya) dan berkata,
"Hai orang yang kurang percaya,
mengapa engkau bimbang?"


Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun reda.
Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia,
katanya, "Sesungguhnya, Engkau Putra Allah."


Sesaat saya merenung kisahnya.
Petrus (saya) bisa berjalan di atas air sesuai perkataan-Nya.
Saya bisa karena perkataan-Nya.
Jadi saya harus percaya Sabda-Nya.


*Ya Tuhan Allahku ...
Perlihatkanlah kepadaku kasih setia-Mu.
Berilah aku keselamatan yang dari pada-Mu.

Aku mendengarkan yang difirmankan-Mu.

*Engkau berbicara damai sejahtera-Mu.
Keselamatan-Mu pada orang-orang takwa kepada-Mu.

Kemuliaan-Mu diam di negeri yang diberkati-Mu.
Aku percaya kepada kasih setia-Mu.

*Saat Kasih dan kesetiaan bertemu.
Keadilan dan damai sejahtera berpelukan disitu.

Saat Kesetiaan tumbuh dari bumi kediamanku.

Maka keadilan merunduk dari langit-Mu.

*Engkau memberikan kesejahteraan kepada umat-Mu.
Negeri memberikan hasil karena-Mu.

Keadilan berjalan di hadapan-Mu.

Dan damai menyusul di belakang-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

Friday, August 7, 2026

2708072. Kecantikan Wanita laksana Mutiara yang menggoda.

Ketika dibukanya kain kabung yang sedang dipakainya. 
Ditanggalkannya pakaian jandanya.
Dipakainya minyak wangi-wangian terbaiknya.
Dipatutkannya rambut kepalanya.
Dikenakannya pakaian gembira.
Dipasangnya anting-anting dan segala perhiasannya. 
Dia cantik sekali bagi mata semua laki-laki yang melihatnya.


Tercengang-cenganglah mereka atas kecantikannya.
Siapa gerangan yang menghina bangsa yang memiliki perempuan cantik di tengah-tengahnya? 
Dia sangat menakjubkan bagi lelaki karena kecantikannya. 
Semua mendengar perkataannya dan melihat roman mukanya.
Diantarnya si cantik sampai ke tangan panglima.
Pesan mereka adalah jangan takut bilamana berdiri di hadapan panglima.


#



Uploaded Image


2608071. Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Jumat Pekan Biasa XVIII, 07 Agt 2026.
PF S. Kayetanus, Imam
PF S. Sistus II, Paus, dkk. Martir

Bacaan I: Nah 1:15;2:2;3:1-3.6-7
Mazmur Tanggapan: Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41
Bait Pengantar Injil: Mat 5:10
Bacaan Injil: Mat 16:24-28




*Nyawa manusia* = hal yang membuat tubuh kita "hidup" dan "berfungsi".

Ada 3 sudut pandang:

*1. Biologi / Kedokteran
Nyawa itu suatu proses *jantung berdetak, otak aktif, paru bernapas, sel" hidup* → itu artinya nyawa masih ada.  
Kalau semua fungsi vital itu berhenti, secara medis disebut meninggal. 
Jadi nyawa = energi + sistem organ yang bekerja sama.

*2. Agama / Spiritual*
Nyawa disebut *"roh"*.
Itu titipan dari Tuhan. Bukan benda, tapi yang membuat tubuh bisa merasa, mikir, dan bergerak.  
Bila ajal tiba, roh diambil. Tubuhnya masih ada, tapi sudah nggak ada "penghuninya".

*3. Filsafat / Psikologi*
Nyawa = *kesadaran + perasaan + jati diri*. 
Yang membuat orang mempunyai memori, mimpi, bisa sedih, bisa sayang, bisa memilih.  
Tanpa nyawa, tubuh hanya jadi jasad.

*Simpelnya:*
*Tubuh = Rumahnya*  
*Nyawa = Penghuninya*  

Kalau penghuninya pergi, rumahnya kosong.

Karena itu nyawa itu satu-satunya yang tidak bisa diganti dan tidak bisa dibeli.



*Di atas gunung orang membawa berita.
Mengabarkan berita damai sejahtera.
Maka rayakanlah pesta-pesta.
Sebab Tuhan menolong umat-Nya.

*Celakalah kota penuh dusta. 
Penuh perampasan tiada henti-hentinya.
Terdengar lecut cambuk dan derak-derik roda.
Terlihat tombak berkilat-kilat dan pedang bernyala-nyala.

*Bila orang saling menghina.
Tontonan yang menjadi biasa.

Siapakah yang meratapi dia.
Dari manakah mencari pelipur lara.



*Saya membayangkan, bagaimana rasanya bila terjadi peristiwa langsung Yesus bersabda kepada saya seperti dulu kepada murid-murid-Nya,
"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri,
memikul salibnya, dan mengikuti Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,
akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan memperolehnya.
Apa gunanya bagi seorang jika ia memperoleh seluruh dunia,
tetapi kehilangan nyawanya?
Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya
diiringi malaikat-malaikat-Nya.
Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang
setimpal dengan perbuatannya.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, di antara orang yang hadir di sini
ada yang tidak akan mati
sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja
dalam Kerajaan-Nya."


Percayakah saya akan sabda-Nya ?
Maukah saya mengikuti-Nya? 
Maukah saya memikul salib saya?
Beranikah mempercayakan nyawa saya kepada-Nya?


*Ya Tuhan Allahku...
Engkaulah yang menghidupkan daku.
Engkau pula yang dapat mematikanku.
Karena semua berada dalam kuasa-Mu.

*Saat kurasa sudah dekat hari bencana.
Aku segera datang mencari yang telah disediakan-Nya.
Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya.
Dia sayang akan hamba-hamba-Nya.

*Engkau yang dapat menghidupkan.
Engkau pulalah yang mematikan.
Engkau yang dapat meremukkan.
Engkau pulalah yang dapat menyembuhkan.

*Kupercayakan penghukuman-Mu kepada lawan-Ku.
Kupercayakan pembalasan-Mu kepada yang membenciku.
Sebab Engkaulah Tuhan Allahku.
Tiada allah kecuali Engkau.

Amin.

#



Uploaded Image

Tuesday, July 28, 2026

2607281. Akhir zaman* adalah "masa terakhir" atau "ujung waktu"

Selasa Pekan Biasa XVII, 28 Jul 2026
Bacaan I: Yer  14:17-22
Mazmur Tanggapan: Mzm  79:8.9.11.13
Bacaan Injil: Mat  13:36-43




*Akhir zaman* bisa berarti "masa terakhir" atau "ujung waktu" sebelum kiamat terjadi. Konsep ini ada di hampir semua agama, diantaranya Islam, Kristen, dan Yahudi.

*I. Dalam Islam*
Tanda akhir zaman dibagi 2:

*Tanda-tanda kecil
- Ilmu agama makin sedikit, kebodohan merajalela
- Banyak gempa, bencana, fitnah
- Orang berlomba bangun gedung tinggi
- Anak durhaka ke orang tua, hubungan diputus
- Munculnya banyak "nabi palsu"

*Tanda-tanda besar
1. Munculnya *Imam Mahdi* - pemimpin adil
2. Datangnya *Dajjal* - pembawa fitnah besar
3. Turunnya *Nabi Isa AS* ke bumi
4. Keluarnya *Ya'juj dan Ma'juj*
5. Matahari terbit dari barat
6. Munculnya *Dabbah* - hewan yang bisa bicara


*II. Dalam Kristen*

- Injil Matius 24 & Kitab Wahyu jadi rujukan utama
- Tandanya: perang, kelaparan, gempa, muncul nabi palsu, Injil diberitakan ke seluruh dunia
- Puncaknya: *Kedatangan Yesus kedua kali*, penghakiman, langit baru bumi baru


*III. Dalam Yahudi*
Disebut "Yamot HaMashiach" - Zaman Mesias. 
Dunia akan dipimpin raja damai dari keturunan Daud, Bait Suci dibangun lagi, semua bangsa hidup damai.


*Akhir zaman mempunyai pesan yang sama:*
1. *Dunia tidak selamanya* - jadi jangan terlalu cinta dunia
2. *Perbanyak kebaikan* - karena akan ada hari perhitungan
3. *Jaga iman* - karena ujiannya makin berat

"Tidak ada yang tahu kapan saatnya. Tidak perlu menebak tanggal, terpenting siapin diri". 
Fokus: jujur, tolong orang, ibadah, perbaiki diri.



*Siang malam bercucuran air mataku.
Sebab luka parah anak daraku.
Luka yang tak tersembuhkan itu.
Di kota banyak orang sakit juga disitu.

*Mungkin Tuhan telah menolak bangsaku.
Mungkin Tuhan telah muak terhadap bangsaku.
Sehingga Tuhan memukul bangsaku.
Sehingga tiada kesembuhan bagi bangsaku.

*Kami insaf kejahatan kami.
Akan kesalahan dosa kami.

Janganlah kiranya menolak kami.
Kiranya kemuliaan-Mu mengampuni kami.

*Kami mengharapkan damai sejahtera.
Kami mengharapkan kesembuhan semua .
Perjanjian-Mu janganlah Engkau membatalkannya.
Karena Engkaulah pengharapan kami saja.



*Alkisah akhir zaman, menurut Yesus (hanya) dalam Injil Suci Matius tentang perumpamaan lalang di ladang itu, lalang akan dikumpulkan dan dibakar dalam api.
Penjelasan Yesus kepada para murid-Nya,
"Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia.
Ladang itu ialah dunia.
Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan
dan lalang adalah anak-anak si jahat.
Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis.
Waktu menuai ialah akhir zaman, dan para penuai itu malaikat.


Lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api pada akhir zaman.
Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya
dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan
dan semua orang yang melakukan kejahatan
dari dalam Kerajaan-Nya.
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api.
Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.
Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari
dalam Kerajaan Bapa mereka.

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!"




*Ya Tuhan Allahku...
Demi kemuliaan nama-Mu bebaskanlah daku.
Janganlah perhitungkan kesalahan daku.

Kiranya rahmat-Mu segera menyongsongku.

Sebab sudah sangat lemahlah daku.

*Demi kemuliaan nama-Mu.
Tolonglah dan lepaskanlah daku.

Ampunilah dosaku demi nama-Mu
.
Sehingga selamanya kubersyukur kepada-Mu.

Amin.


#



Uploaded Image