Tuesday, June 16, 2026

2606162. Kasihilah sesama sebagaimana Aku mengasihi kamu.

Kalender Liturgi 16 Jun 2026
Selasa Pekan Biasa XI

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Raj 21:17-29
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4.5-6a.11.16
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34
Bacaan Injil: Mat 5:43-48



*Bagaimana rasanya bila sesudah mendapatkan 'tanah' yang diinginkan (dengan cara memfitnah dan membunuh pemiliknya), lalu datanglah nabi Tuhan yang menyampaikan kematiannya yang mengerikan? 


*Inilah lanjutan kisah Ahab yang kemarin (hari Senin, 15 Juni 2026) dimana Nabot, sang pemilik tanah mati karena kuasa Izebel, istri raja Ahab yang membuat tuduhan palsu tentang hujatan terhadap agama dan Tuhan. 
Nabi Elia, orang Tisbe, diutus menyampaikan sabda Tuhan, kepada Ahab, raja Israel yang di Samaria, 'Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot,
di situ pulalah anjing akan menjilat darahmu'.

Juga mengenai Izebel Tuhan telah bersabda,
'Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.
Siapa saja dari keluarga Ahab yang mati di kota
akan dimakan anjing,
dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara.'

Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab
yang memperbudak dirinya
dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan,
karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya.

Sesudah Ahab mendengar perkataan itu,
ia mengoyakkan pakaiannya,
mengenakan kain kabung pada tubuhnya, dan berpuasa.
Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung,
dan berjalan dengan langkah lamban.

Maka bersabdalah Tuhan kepada Elia orang Tisbe itu,
"Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku?
Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku,
maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya.
Barulah dalam zaman anaknya
Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya."



*Banyak orang yang tergerak hatinya saat mendengar (membaca) khotbah khotbah Yesus di bukit, 
"... 'Kasihilah musuh-musuhmu,
dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian.'
Karena dengan demikian
kalian menjadi anak-anak Bapamu yang di surga.

Sebab Ia membuat matahari-Nya terbit bagi orang yang jahat,
dan juga bagi orang yang baik.
Hujan pun diturunkan-Nya bagi orang yang benar
dan juga bagi orang yang tidak benar.

Apabila kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian,
apakah upahmu?
Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Dan apabila kalian hanya memberi salam kepada saudaramu saja,
apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?
Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
Karena itu kalian harus sempurna
sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya."

 


*Mudah itu mengasihi.
Untuk mereka yang dikasihi.

Sulit itu mengasihi.
Untuk mereka yang disakiti.



*Ya Tuhan Allahku...
Kasihanilah aku menurut kasih setia-Mu.
Hapuskanlah pelanggaranku menurut besarnya rahmat-Mu.
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku.

Tahirkanlah aku dari dosaku.

*Aku sadar akan pelanggaranku.
Dosaku selalu terbayang di hadapanku.

Aku berdosa terhadap Engkau.
Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku.

*Hapuskanlah segala kesalahanku.
Lepaskanlah aku dari dosaku.
Sebab Engkaulah Allah sang penyelamatku.
Lidahku akan memasyurkan keadilan-Mu.


Amin.


#



Uploaded Image



2606161.

Dia cemburu dan pembalas.
Penuh amarah dan pembalas.
Para lawannya pasti dibalas.
Para musuhnya tanpa belas.


Walaupun panjang sabar dan berkuasa.
Tidak sekali-kali membebaskan musuhnya.
Yang bersalah pasti dihukumnya.
 Puting beliung akan dikirimkannya.
  

 Dia itu baik sesungguhnya.
 Tempat pengungsian saat kesusahan melanda.
 Mengenal yang berlindung kepadanya.
Selama bersandar dengan benar kepadanya.


#



Uploaded Image


Monday, June 15, 2026

2606152. Sabda-Mu adalah pelita bagi kakiku dan cahaya bagi jalanku.

Kalender Liturgi 15 Jun 2026
Senin Pekan Biasa XI

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Raj 21:1-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:2-3.5-6.7
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:105
Bacaan Injil: Mat 5:38-42



*Bagi saya, saat hukum didasarkan kata 'siapa', maka hukum menjadi perpanjangan tangan atas nama 'siapa'. Berbagai kasus pengalaman hidup saya yang dialami adalah 'adu kuasa'. Dan kuasa yang paling luar biasa adalah kuasa Allah yang Maha Kuasa. 


*Jika sudah memiliki harta.
Apalagi ditambah memiliki kuasa.
Bisa merasa memiliki dunia.
Bisa mengikuti kemauan sesukanya.


Tolakan bisa berarti menghina.
Pikiran menjadikan dendam membara.
Lalu dicari daya upaya.
Mengambil harta dan nyawa.


Harta warisan sudah punya.
Kaya sudah pasti dirasa.
Tapi kalah melawan dusta.
Bila berhadapan dengan penguasa.


Nyawa hilang lenyaplah harta.
Mati tanpa membawa apa-apa.
Kuasa dusta berdasarkan agama.
Seringkali mampu membuat perkara.
 

*Kisah sejarah yang berulang selalu terjadi seperti Kitab Pertama Raja-Raja tentang 3 tokoh utama yaitu 
1. Nabot, orang Yizreel, pemilik kebun anggur di Yizreel.
2. Ahab, raja Israel yang ingin memiliki tanah Nabot. 
3. Izebel, isteri raja yang licik dan berkuasa berbuat apa saja demi diri suami/ rajanya.


Saat hartawan dihadapkan dengan kuasa maka kekuasaan mampu mengambil hartanya. Ini terjadi dengan Nabot, orang Yizreel yang kaya karena memiliki warisan kebun anggur. Hidup Nabot pasti senang dan hidupnya penuh suka sehingga relatif namanya terkenal sebagai pencinta dunia. Nabot tidak menyangka penolakannya menjual tanahnya kepada raja Ahab, membawa malapetaka, hilang harta dan nyawanya karena dusta yang dirancang Izebel, isteri raja yang licik yang berkuasa atas nama raja memerintahkan tua-tua dan pemuka-pemuka kotanya untuk naik saksi terhadap Nabot, dengan mengatakan,
'Nabot telah mengutuk Allah dan raja.' Maka dilemparilah dia dengan batu sampai mati di luar kotanya. Walaupun Nabot kenal para tua-tua dan pemuka-pemuka kotanya, namun bila hukum bisa diatur sesuai kata kuasa, maka terjadilah malapetaka bagi dirinya. Nabot yang kaya, mati meninggalkan harta dengan tak berdaya serta nama yang ternoda. 


Orang miskin kalah dengan orang kaya.
Orang kaya kalah dengan penguasa.
Penguasa kalah dengan raja.
Bila hukum sesuai kata siapa.



Saat ini, saya masih belajar menghayati perkataan Yesus dalam kotbah di bukit, 
"Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.
Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu,
berilah pipi kirimu.
Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,
serahkanlah juga jubahmu.
Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan
sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya,
dan jangan menolak orang
yang mau meminjam sesuatu dari padamu."
Sungguh ajaran-Nya yang berbeda dangan hukum/ ajaran dunia (Mata ganti mata, gigi ganti ganti, darah ganti darah, nyawa ganti nyawa, dsb).
Yang saya ingat saat sadar adalah pembalasan adalah bagian-Nya.



*Ya Tuhan Allahku ...
Berilah telinga kepada perkataanku.
Dan indahkanlah keluh kesahku.
Perhatikanlah suara hati teriakanku.

Saat aku berdoa kepada-Mu.

*Engkau tidak berkenan akan kefasikanku.
Kutahu orang jahat takkan menumpang pada-Mu.

Pembual tidak tahan di depan mata-Mu.

Engkau benci terhadap kejahatanku.

*Engkau membinasakan yang berbohong kepada-Mu.
Engkau jijik melihat penumpah darah dan penipu
.
Hilangkanlah amarah dalam hatiku.
Kupercayakan pembalasan di dalam tangan-Mu.

Amin.


#



Uploaded Image


2606151. Ada saat untuk menunggu.

Ada saat untuk menunggu.
Mengharapkan ada yang menyelamatkanku.
Percaya ada yang mendengarkanku.
Semua kesempatan ada waktu.


Sesaat kujatuh segera kubangun.
Bertobat dan melenyapkan kemarahan.
Berpikir tenang dalam kegelapan.
Menanti waktu kembali memperjuangkan.
  
    

  #



Uploaded Image

Saturday, June 13, 2026

*KISAH NYATA Mengharukan Dari Mesir*

_(Ditulis oleh: Syeikh Abdullah Al Hazimi)_


Seorang petugas kebersihan setiap hari meletakkan sebungkus makanan dan sejumlah uang di dalam tempat sampah, agar seorang ibu miskin tidak perlu mencari sisa-sisa makanan di depan anak-anaknya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa hari ketika sang ibu berhenti datang, akan mengungkap sebuah rahasia yang membuatnya menangis seperti belum pernah ia tangisi di sepanjang hidupnya.
------------

_Pemilik kisah ini bercerita :_

Sudah bertahun-tahun yang lalu, aku bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah kawasan pinggiran kota. Kami berjumlah 6 orang, dan setiap pagi berkeliling menggunakan truk kecil untuk mengosongkan tempat-tempat sampah di depan rumah warga.
Pekerjaan itu berat. Bau sampah menyengat. Banyak orang berlalu-lalang seolah-olah kami tidak ada. Namun aku tetap bersyukur, karena aku yakin rezeki yang halal, meskipun melelahkan. Jauh lebih mulia daripada meminta-minta kepada manusia.

Suatu hari, ketika kami tiba di sebuah lingkungan yang tenang, seperti biasanya aku turun dari truk untuk mengosongkan tempat sampah. Saat mendekati salah satunya, aku tiba-tiba terdiam.
Aku melihat seorang wanita berdiri di samping tempat sampah itu. Dengan tangan gemetar ia mengais-ngais isinya, mengumpulkan sisa-sisa makanan ke dalam sebuah kantong tua.
Di belakangnya berdiri 7 anak. 4 laki-laki dan 3 perempuan.
Wajah mereka pucat. Mata mereka tertuju kepada tangan ibu mereka, seakan sedang menunggu secercah harapan dari tumpukan sampah.
Aku terpaku.
Aku tidak ingin mendekat agar tidak membuatnya merasa malu. Aku juga tidak ingin memanggil siapa pun agar rekan-rekanku tidak melihatnya.
Aku hanya berdiri dari kejauhan sambil menahan air mata.
Wanita itu mencari sisa-sisa makanan dengan tergesa dan penuh rasa malu. Ia mengambil sepotong roti, sedikit sayuran, dan beberapa sisa makanan yang masih bisa dimakan. Sesekali ia menoleh ke kanan & kiri dengan cemas, seolah kemiskinan adalah kejahatan yang harus disembunyikan.
Setelah selesai, ia menggandeng anak-anaknya dan pergi dengan cepat, seakan ingin melarikan diri dari pandangan manusia sebelum lari dari bau sampah itu sendiri.

Ketika aku mendekati tempat sampah tersebut, hatiku terasa hancur.
Aku juga seorang ayah.
Aku tahu bagaimana rasanya melihat seorang anak kelaparan dan menatap orang tuanya dengan penuh harapan.
Keesokan harinya kami kembali ke tempat yang sama.
Aku segera berlari menuju tempat sampah itu sebelum rekan-rekanku tiba. Aku khawatir ada yang melihat wanita itu lalu melukainya dengan kata-kata atau pandangan yang merendahkan.

Dan benar saja.
Ia datang lagi.
Wanita yang sama.
Anak-anak yang sama.
Rasa malu yang sama.
Dan kelaparan yang sama yang tak mengenal belas kasihan.

Sejak hari itu aku memutuskan untuk menolongnya, tetapi dengan cara yang tidak merendahkan martabatnya.

Sesampainya di rumah, aku berkata kepada istriku:
_"Besok tolong siapkan makanan yang banyak. Roti, nasi, daging ayam kalau ada, dan apa pun yang bisa kita masukkan ke dalam kantong"._
Istriku bertanya,
_"Untuk siapa?"_
Aku menjawab,
_"Untuk seorang ibu yang mencari makanan di tempat sampah demi memberi makan anak-anaknya"._
Istriku terdiam sesaat.
Lalu ia masuk ke dapur.

Keesokan paginya ia menyerahkan sebuah kantong hitam besar berisi makanan yang masih baik dan tertata rapi. Aku pun menambahkan sejumlah uang ke dalamnya.
Aku meminta sopir agar kami mendatangi lingkungan itu terlebih dahulu.
Sebelum wanita itu datang, aku meletakkan kantong hitam tersebut di dalam tempat sampah pada posisi yang mudah terlihat, lalu bersembunyi agak jauh.

Beberapa menit kemudian wanita itu datang bersama anak-anaknya.
Dan seperti biasa ia mulai mencari-cari.
Lalu ia menemukan kantong itu.
Dengan hati-hati ia membukanya.
Saat melihat makanan bersih dan sejumlah uang di dalamnya, tangannya seketika berhenti.
Ia memandang ke sekeliling dengan bingung dan takut.
Kemudian ia memeluk kantong itu erat-erat di dadanya dan menangis dalam diam.
Sementara anak-anaknya menatap makanan itu dengan mata berbinar, seolah menemukan hari raya di dalam sebuah kantong hitam.

Hari itu ia tidak mengambil apa pun dari tempat sampah.
Ia membawa kantong tersebut pulang sambil mengusap air matanya.
Sedangkan aku berdiri dibalik truk dan menangis.
Tetapi kali ini aku menangis karena bahagia.
Sejak hari itu aku melakukan hal yang sama setiap pagi.
Aku menaruh makanan dan uang dalam kantong hitam di tempat yang sama.
Aku melihatnya dari kejauhan mengambil kantong itu, menyaksikan kebahagiaan di wajah anak-anaknya, lalu kembali bekerja seolah aku telah memiliki seluruh dunia.

Bahkan setiap akhir bulan aku menyisihkan hampir setengah gajiku untuk mereka.
Padahal gajiku tidak besar.
Namun aku selalu berkata dalam hati:
_"Aku masih punya rumah, istri, dan kehidupan yang layak. Sedangkan ia memiliki 7 anak dan rasa lapar yang tidak bisa menunggu"._

Bulan demi bulan berlalu.
Beberapa tahun telah berlalu.
Lalu aku mulai menyadari sesuatu yang aneh.
Awalnya ia selalu datang bersama dengan ke 7 anaknya.
Kemudian ia mulai datang sendirian.
Aku sempat senang.
Mungkin anak-anaknya sudah bersekolah, pikirku.
Atau mungkin ia tidak ingin mereka melihat ibunya mencari makanan di dekat tempat sampah.
Aku terus meletakkan kantong itu setiap hari.

Hingga suatu saat ia tidak datang lagi.
Sehari.
Dua hari.
Seminggu.
Kantong yang kutinggalkan tetap berada di tempatnya, tidak ada yang mengambil.
Aku mulai cemas.
Hatiku mengatakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.
Aku bertanya tentang dia kepada beberapa penduduk sekitar, tetapi aku tidak tahu namanya.

Aku hanya bisa berkata:
_"Seorang wanita yang biasa datang ke tempat sampah di ujung jalan"._
Akhirnya seorang lelaki tua berkata:
_"Mungkin yang kau maksud itu Ummu Khalid. Seorang janda dengan banyak anak. Tapi sudah lama kami tidak melihatnya"._

Aku segera pergi ke rumah yang ditunjukkan lelaki itu.
Rumahnya sederhana.
Pintunya tua.
Dindingnya kusam.
Aku mengetuk pintu.
Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun membukanya.
Aku bertanya,
_"Apakah Ummu Khalid tinggal di sini?"_
Wajahnya langsung berubah.
_"Apakah bapak mengenal ibu saya?"_
Aku menjawab terbata-bata,
_"Aku...pernah membantunya dari jauh"._

Ia mempersilakanku masuk.
Ketika masuk, mataku tertuju pada sebuah foto wanita itu yang tergantung di dinding.
Foto itu dihiasi dengan pita hitam.
Saat itu aku langsung mengerti.
Pemuda itu berkata dengan suara sedih,
_"Ibu kami telah meninggal 2 bulan yang lalu"._

Kakiku terasa lemas.
Aku duduk dan air mata mengalir tanpa bisa kutahan.

Lalu ia berkata,
_"Sebelum meninggal, ibu selalu bercerita tentang seorang lelaki yang tidak pernah ia kenal. Lelaki yang selalu meletakkan makanan & uang dalam kantong hitam. Ibu selalu berkata, "Dia adalah malaikat yang Tuhan kirim untuk anak-anakku"."_

Aku tak sanggup berkata apa-apa.
Kemudian seorang gadis datang membawa sebuah kotak kecil.
Ia berkata,
_"Ibu meninggalkan ini untuk pemilik kantong hitam. Ia berpesan, jika suatu hari lelaki itu datang, berikanlah kepadanya"._

Aku membuka kotak itu dengan tangan gemetar.
Di dalamnya ada secarik surat tua, beberapa keping uang receh, dan foto anak-anaknya ketika masih kecil.

Aku membuka surat itu.
Isinya:
_"Untuk lelaki yang menjaga kehormatanku sebelum memberi makan anak-anakku..._
_Aku tidak mengenal namamu, tetapi Tuhan mengenalmu._
_Aku mencari-cari makanan di tempat sampah dengan hati yang hancur karena malu. Namun engkau membuatku pulang seolah aku membeli makanan itu dengan tanganku sendiri._
_Engkau tidak hanya menyelamatkanku dari kelaparan, tetapi juga menyelamatkan anak-anakku dari melihat ibunya dalam keadaan terhina._
_Maafkan aku karena tidak sempat berterima kasih kepadamu semasa hidupku. Dan setelah aku tiada, doakanlah aku"._

Aku tidak sanggup lagi melanjutkan membaca, karena tangisku semakin pecah.
Namun kejutan terbesar belum berakhir.

Putra sulungnya memegang tanganku lalu berkata:
_"Paman, anda tidak tahu apa yang telah anda lakukan. Uang yang anda berikan membuat kami bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya menjadi guru. Adik perempuan saya menjadi perawat. Adik laki-laki saya menjadi insinyur. Kami semua tumbuh dengan mendengar ibu berkata: "Jangan pernah lupakan pemilik kantong hitam itu!"."_

Aku menangis lebih keras lagi.
Aku tidak pernah menyangka bahwa makanan yang kutaruh di dalam tempat sampah ternyata menjadi sebab berubahnya masa depan satu keluarga.

Lalu pemuda itu berkata:
_"Ibu berpesan, jika kami menemukan anda suatu hari nanti, sampaikan satu kalimat ini:_
_"Anda tidak memberikan sisa harta anda kepada kami, tetapi anda telah memberikan kehidupan kepada kami"._

Aku keluar dari rumah itu sebagai orang yang berbeda.
Aku hanyalah seorang petugas kebersihan biasa.
Aku tidak memiliki harta yang banyak.
Tidak memiliki jabatan yang tinggi.
Namun hari itu aku memahami bahwa rahmat dan kasih sayang yang lahir dari hati dapat mencapai tempat-tempat yang tidak pernah kita bayangkan.

Sejak saat itu, setiap kali aku melihat tempat sampah, aku tidak lagi melihat sampah semata.
Aku melihat seorang ibu yang berjuang mencari makanan untuk anak-anaknya.
Aku melihat sebuah kantong hitam kecil yang menjadi jalan keselamatan.

Dan aku berkata dalam hati:
_"Seseorang tidak harus menjadi kaya untuk memberkati hidup orang lain. Terkadang cukup dengan melihat penderitaan mereka, lalu menolong tanpa membuka aib dan tanpa merendahkan martabatnya"._



Semoga KISAH NYATA ini menginspirasi hidup kita.
 🙏🏻😇

#



Uploaded Image

Friday, June 12, 2026

2606122. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

Kalender Liturgi 12 Jun 2026
Jumat Hari Raya
HR Hati Yesus Yang Mahakudus 
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Ul 7:6-11
Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.6-7.8.10
Bacaan II: 1Yoh 4:7-16
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29ab
Bacaan Injil: Mat 11:25-30



*Kamulah umat kudus bagi Allahmu.
Kamulah yang dipilih Allahmu.
Dari segala bangsa itu.

Jadilah umat kesayangan-Nya selalu.


*Allah kita adalah setia.
Peganglah perjanjian dan kasih setia-Nya.

Percayalah akan kasih kepada-Nya.

Berpeganglah terus pada perintah-Nya.


*Terhadap orang yang membenci-Nya. 
Dia akan melakukan pembalasan-Nya.
Dia akan membinasakan pembenci-Nya.
Dia tidak bertangguh terhadap pembenci-Nya.
 


*Marilah kita saling mengasihi.
Allah sumber kasih ini.
Hendaknya orang saling mengasihi.

Lahir dan mengenal Allah ini.


Barangsiapa tidak mengasihi Allah.
Ia tidak mengenal Allah.
Sebab Allah adalah kasih.
Diutus Anak-Nya sebagai perwujudan kasih.


Bukan kita yang telah mengasihi-Nya.
Tetapi kita yang telah dikasihi-Nya.
Dia telah mengutus Anak-Nya. Sebagai silih dosa-dosa kita.



*Allah sungguh begitu mengasihi.
Maka kita juga saling mengasihi.

Jika kita saling mengasihi.

Allah berada di dalam hati.


*Kasih-Nya sempurna di dalam kita.
Kita di dalam Allah dan Dia di dalam kita.

Allah telah mengaruniakan kita.

Mendapat bagian dalam Roh-Nya.


*Bapa telah mengutus Anak-Nya.
Anak-Nya menjadi Penyelamat dunia.
Barangsiapa mengaku Yesus adalah Anak-Nya.

Allah di dalam dia dan dia di dalam-Nya.


*Kita telah mengenal dan percaya.
Kasih Allah kepada kita.
Barangsiapa tetap berada di dalam-Nya.
Ia di dalam Allah dan Allah di dalam dia.



*Sekali peristiwa berkatalah Yesus,
_"Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!
Sebab *misteri Kerajaan* Kausembunyikan
bagi orang bijak dan orang pandai,
tetapi *Kaunyatakan kepada orang kecil.*
Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.

Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku,
dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa,
dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak,
serta orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.


Datanglah kepada-Ku,
kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku."



*Ya Tuhan Allahku...
Kekal abadilah kasih setia-Mu.
Semua orang takwa kepada-Mu.
Jiwaku memuji-Mu ya Tuhanku.
Batinku memuji kekudusan nama-Mu.


*Aku takkan melupakan segala kebaikan-Mu.
Engkaulah yang mengampuni kesalahanku
Engkaulah yang menyembuhkan penyakitku.
Engkaulah yang menebus hidupku.


*Engkau memahkotaiku dengan kasih rahmat-Mu.
Engkau menjalankan keadilan dan hukum-Mu.
Engkau memperkenalkan jalan-Mu kepadaku.
Engkau memaklumkan perbuatan-Mu kepadaku.


*Engkau mengasihi dan menyayangiku.
Sabar penuh kasih setia-Mu.

Tidak memperlakukanku setimpal dosaku.

Tidak membalasku setimpal kesalahanku.


Amin.


#
Uploaded Image




2606121. Teruslah bergerak dan berjalan. 

*Naik ke gunung dengan berjalan.
Langkah mengajarkan tentang jalan.
Teruslah bergerak selama berjalan.  
Perjalanan alam menikmati keindahan.
  

#


Uploaded Image