Thursday, March 12, 2026

2603122. Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku ini pengasih dan penyayang.

Kalender Liturgi 12 Mar 2026
Kamis Prapaskah III

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yer 7:23-28
Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2.6-7.8-9
Bait Pengantar Injil: Yl 2:12-13
Bacaan Injil: Luk 11:14-23



*Suatu kisah renungan.
Dalam sebuah kafe yang tenang, terdapat percakapan serius, An dan Cin membicarakan hubungan An dengan Ben, teman prianya sesudah reuni alumni beberapa waktu yang lalu.

An berkata dengan penuh perasaan, "Aku merasa seperti sedang mengalami cinta pertama saat WA dengan Ben setiap hari. Aku tidak menyangka Ben masih mencintaiku."

Cin menatapnya dengan serius lalu berkata, "Tetapi Ben sudah beristri dan kamu pun sudah bersuami. Apa yang membuat kalian tetap menjalani hubungan itu?"

"Kasih," jawab An dengan senyum. "Kasih yang telah menyatukan kami."

Cin terdiam sejenak, lalu berkata dengan lembut namun tegas, "Menurutku itu bukan kasih, melainkan ego dan nostalgia sesaat. Kasih sejati tidak akan memisahkan apa yang telah dipersatukan oleh Allah."

Suasana hening beberapa waktu. Lalu An menatap dalam dan bertanya pelan, "Lalu apa yang harus kulakukan, Cin?"

Cin menjawab, "Mintalah ampun kepada Tuhan dan doakan kehidupan keluargamu. Berdoalah, mohon Roh Kudus. Rasakanlah Roh Kudus hadir dan menyatukan hati kalian kembali dalam ikatan kasih suci. Putuskan hubungan nostalgia sesaat itu dan layanilah suamimu. Ingatlah setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh."

An terdiam dan meneteskan air mata, tampaknya berusaha memahami antara kasih Tuhan, keluarga, mengampuni diri atas kenangan masa lalu.



Nabi Yeremia menyampaikan firman Tuhan,
"... Dengarkanlah suara-Ku,
maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku,
dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu,
supaya kamu berbahagia!


Tetapi mereka tidak mau mendengarkan
dan tidak mau memberi perhatian,...
Tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku
dan tidak mau memberi perhatian...

... Inilah bangsa
yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka,
dan yang tidak mau menerima pengajaran!
Ketulusan mereka sudah lenyap,
sudah musnah dari mulut mereka."



*Injil Suci Lukas mengisahkan, sekali peristiwa Yesus mengusir keluar suatu setan yang membisukan dari seorang bisu sehingga ia dapat berkata-kata, membuat heran orang banyak.

Tetapi ada yang berkata,
"Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga untuk mencobai Dia.

Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata,
"Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa,
dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
Jikalau Iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri,
bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan?
Sebab kamu berkata,
bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
Jadi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul,
dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?
Nah, merekalah yang akan menjadi hakimmu!
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah,
maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
Apabila seorang yang kuat dan yang bersenjata lengkap
menjaga rumahnya sendiri,
maka amanlah segala miliknya.
Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya
menyerang dan mengalahkannya,
maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata
yang diandalkannya,
dan akan membagi-bagikan rampasannya.
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku,
dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku,
ia mencerai-beraikan."




*Aku bernyanyi-nyanyi bagi Tuhanku.
Kubersorak bagi Gunung Batu keselamatanku.

Aku menghadap-Mu dengan syukurku.
Aku bersorak-sorai dengan mazmurku.

*Kubersujud menyembah dan
berlutut di hadapan-Mu.
Engkaulah yang menjadikan aku.
Hanya Engkaulah Allah Tuhanku.

Aku ini domba gembalaan-Mu. 

*Saat aku mendengar suara-Mu.
Aku takkan menegarkan hatiku. 
Aku takkan mencobai dan menguji-Mu.
Karena aku melihat perbuatan-Mu.

Amin.



2603121. Sejenak Bijak. Dengarkanlah dan bertobatlah serta kabarkanlah Firman-Nya.

   Makanlah yang dilihat di sini.
   Makanlah gulungan kitab ini.
   isilah perutmu dengan ini. 
   Rasakan makanan seperti madu ini.


   Berikanlah telingamu dengarkan suara.
   Pergilah dan berbicaralah disana.
   Katakan segala perkataan-Ku saja.
   Agar kemuliaan-Nya tampak bercahaya.


 Saat Roh itu mengangkatku
 Aku mendengar suara di belakangku 
 Terdengar suatu gemuruh suara itu.
  Tampak kemuliaan-Nya naik disitu.


  
  Jika tidak memperingatkan dia.
  Bahwa dia akan celaka.
  Hingga mati dalam kesalahannya.
  Dia akan menuntut nyawanya.


  Jika sudah diperingatkan dirinya.
  Namun tidak bertobat dirinya .
  Lalu mati dalam dosanya.
  Engkau tidak bersalah ataupun berdosa.
.




Wednesday, March 11, 2026

2603111. Sabda Tuhan adalah roh dan kehidupan kekal.

Kalender Liturgi 11 Mar 2026
Rabu Prapaskah III

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Ul 4:1.5-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-13.15-16.19-20
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:63b.68a
Bacaan Injil: Mat 5:17-19



*Salah satu tokoh besar dari Alkitab (khususnya Perjanjian Lama) adalah Musa. Musa (hidup ± tahun 1200-an SM) adalah seorang nabi dan pemimpin besar dalam agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Musa adalah tokoh yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan mengajarkan Sepuluh Perintah Allah yang diterimanya di Gunung Sinai serta memimpin bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun agar memiliki mental bangsa pilihan saat memasuki tanah terjanji, Kanaan. Kitab Ulangan menuliskan saat di padang gurun seberang Sungai Yordan, Musa berkata kepada bangsanya,
"Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhan, Allahku agar kuajarkan kepadamu untuk dilakukan,
supaya kamu hidup
dan memasuki serta menduduki negeri
yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu.

Lakukanlah itu dengan setia,
sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu sebagai bangsa yang besar di mata bangsa-bangsa lain. 
Sebab bangsa besar manakah
yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil
seperti seluruh hukum,
yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

Jangan engkau melupakan hal-hal
yang dilihat oleh matamu sendiri itu,
dan hilang dari ingatanmu
seumur hidup.
Beritahukanlah semuanya itu
kepada anak-anakmu dan kepada cucu cucumu serta cicitmu."




*Salah satu tokoh besar dari Alkitab (khususnya Perjanjian Baru) adalah Yesus. Yesus (Diperkirakan lahir ± 6-4 SM di Betlehem, sebelum kematian Raja Herodes Agung, dan wafat ± 30-33 M di Yerusalem, di masa pemerintahan Kaisar Augustus) adalah tokoh utama dalam agama Kristen, dipercaya sebagai Anak Allah, Mesias, dan Juruselamat umat manusia. Yesus adalah pengajar, penyembuh, dan pemimpin spiritual yang mengajarkan tentang kasih, pengampunan, dan Kerajaan Allah. Salah satu kotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya (menurut Injil Suci Matius), 
"...Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat,
melainkan untuk menggenapinya...
Selama belum lenyap langit dan bumi ini,
satu iota atau satu titik pun
tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,
sebelum semuanya terjadi...
Siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat
sekalipun yang paling kecil,
dan mengajarkannya demikian kepada orang lain,
ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah
di dalam Kerajaan Surga...
Siapa yang melakukan dan mengajarkan
segala perintah Taurat,
ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga."



*Megahkanlah Tuhan hai jiwaku.
Pujilah Allah hai tubuhku.

Sebab Tuhan meneguhkan hidupku.

Tuhan memberkati anak-anakku. 

*Engkau menyampaikan perintah-Mu ke bumi.
Dengan segera firman-Mu berlari.
Engkau memberitakan firman-Mu kepada kami.
Ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada kami.

*Engkau tidak berbuat demikian kepada segala bangsa.
Hukum-hukum-Mu tidak  dikenal mereka.
Tuhan mengajarkan kepada murid-murid-Nya.
Lalu hukum kasih-Mu diajarkan ke semua manusia.

Amin.


Monday, March 9, 2026

2603092. Aku menantikan dan mengharapkan firman-Nya sebab pada Tuhan ada kasih setia.

Kalender Liturgi 09 Mar 2026
Senin Prapaskah III
PF S. Fransiska dari Roma, Biarawati

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: 2Raj 5:1-15a
Mazmur Tanggapan: Mzm 42:2.3;43:3.4
Bait Pengantar Injil: Mzm 130:5.7
Bacaan Injil: Luk 4:24-30



*Seringkali hidup itu bagaikan drama/ sinetron. Ada yang sakit bertahun-tahun tapi tidak sembuh-sembuh juga. Ada yang sakit berat tinggal menghitung hari-harinya namun ternyata dapat sembuh/ hidup hingga belasan/ puluhan tahun lagi. 

*Alkisah menurut Kitab Kedua Raja-Raja, banyak orang sakit kusta di Israel saat itu namun tak seorang pun dari mereka
yang ditahirkan, selain daripada Naanam orang Syiria itu oleh nabi Elisa.

*Naaman adalah panglima yang terpandang di hadapan  dan sangat disayangi raja Aram sebab dia memberikan
kemenangan kepada orang Aram. Tetapi panglima tentara itu sakit kusta.

Sekali peristiwa seorang anak perempuan Israel yang menjadi pelayan pada isteri Naaman, berkata kepada nyonyanya,
"Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu,
tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."


Lalu pergilah Naaman kepada tuannya, lalu raja Aram mengirim surat kepada raja Israel agar raja menyembuhkan Naaman dari penyakit kustanya. Walaupun Naaman membawa persembahan sepuluh talenta perak, enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian kepadanya, raja Israel mengoyakkan pakaiannya serta berkata,
"Allahkah aku ini, yang dapat mematikan dan menghidupkan,
sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku,
supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?

Sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah,
ia mencari gara-gara terhadap aku."

Segera hal itu didengar oleh Elisa, abdi Allah itu, maka
dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya, 
"Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu?
Biarlah orang itu datang kepadaku,
supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."


Kemudian datanglah Naaman dengan kuda dan keretanya,
lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan,
"Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan,
maka tubuhmu akan pulih kembali,
sehingga engkau menjadi tahir."

Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata,
"Aku sangka, setidak-tidaknya ia datang ke luar
dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya,
lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu,
dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
Bukankah sungai-sungai Damsyik,
lebih baik dari segala sungai di Israel?
Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?"


Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat
serta berkata kepadanya,
"Panglima, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar
kepadamu, bukankah panglima akan melakukannya?
Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu:
Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."


Maka turunlah panglima Naaman membenamkan dirinya tujuh kali
dalam sungai Yordan,
sesuai dengan perkataan abdi Allah itu.
Lalu tahirlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak. Naaman kembali dengan seluruh pasukannya
kepada abdi Allah itu.
Sesampai di sana majulah ia ke depan Elisa dan berkata,
"Sekarang aku tahu,
bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel.
Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"



*Belajar dari pengalaman panglima Naaman, ada beberapa hal jika mau sembuh dari sakit:
1. Berusaha/ berpengharapan untuk berobat/ sembuh dengan sikap rendah hati mendengarkan usul & saran.
2. Taat kepada perintah/ anjuran sang penyembuh.
3. Mengucapkan syukur dengan sikap yang baik & benar.


*Suatu hal pengulangan kisah dari perkataan Yesus berkata kepada umat di rumah ibadat di Nazaret (menurut Injil Suci Lukas),
"Sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Tetapi Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:
Pada zaman Elia terdapat banyak janda di Israel,
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan,
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel,
tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain dari pada Naaman, orang Siria itu."

Mendengar itu,
sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat di Nazaret itu.
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota
dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Tetapi Yesus berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.


*Ya Tuhan Allahku...
Jiwaku haus akan Dikau.
Akan Dikau sumber hidupku.
Bolehkah aku datang melihat-Mu.

*Seperti rusa merindukan sungai berair itu.
Demikianlah jiwaku merindukan Engkau.
Haus akan Sumber Hidupku.
Bolehkah aku datang melihat-Mu.

*Datangah terang dan kesetiaan-Mu.
Tuntunlah dan bawalah ke gunung-Mu.

Ke tempat yang kudus kediaman-Mu.
Bersukacita bergembira bersyukur kepada-Mu. 

Amin.


Bukalah mataku...
Bukalah hatiku..
Melihat rencana-Mu..
Lalu melakukan kehendak-Mu.

Amin.  

2603091. Sejenak Bijak. Tiada yang abadi.


 Ingatlah apa yang terjadi 
 Pandanglah dan lihatlah situasi.
 Ingatlah keadaan bisa kembali. 
 Dunia tiada yang abadi.

  




Saturday, March 7, 2026

2603072. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku karena aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa.

Kalender Liturgi 07 Mar 2026
Sabtu Prapaskah II
PF S. Perpetua dan Felisitas, Martir

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Mi 7:14-15.18-20
Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12
Bait Pengantar Injil: Luk 15:18
Bacaan Injil: Luk 15:1-3.11-32



*Salah satu tokoh terkenal yang mengampuni adalah Nelson Mandela (18 Juli 1918 - 5 Desember 2013), Presiden Afrika Selatan (10 Mei 1994 - 14 Juni 1999). Aktivis anti-apartheid, yang berjuang untuk kesetaraan ras dan kebebasan di Afrika Selatan, dimana dia dipenjara selama 27 tahun, tapi setelah dibebaskan, dia mengampuni para lawan politiknya, sehingga dia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993. 


*Nabi Mikha yang hidup (sekitar 750-700 SM), pada masa pemerintahan Raja Jotam, Ahaz, dan Hezekia di Kerajaan Yehuda, dalam pengharapan nubuatnya,
"Ya Tuhan, dengan tongkat-Mu gembalakanlah umat-Mu,
kambing domba milik-Mu sendiri.
Mereka terpencil,
mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan.
Biarlah mereka merumput
seperti pada zaman dahulu kala.
Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib
seperti pada waktu keluar dari Mesir.
Adakah Allah lain seperti Engkau,
yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran?
Yang tidak murka untuk selama-lamanya,
melainkan berkenan kepada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita,
menghapuskan kesalahan-kesalahan kita
dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub
dan kasih-Mu kepada Abraham
sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah
kepada nenek moyang kami
sejak zaman purbakala!"



*Salah kisah yang terkenal di Injil Suci Lukas adalah perkataan Yesus kepada para pemungut cukai dan orang-orang berdosa dan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut, dalam perumpamaan Bapa yang baik hati, si Bungsu yang menghamburkan harta ayahnya dan si Sulung yang melayani bapanya (Anak yang hilang).

*Alkisah si Bungsu kepada ayahnya,
'Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita
yang menjadi hakku.'

Lalu ayahnya terpaksa membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. (Menurut hukum saat itu, si Bungsu sungguh berdosa meminta harta saat ayahnya masih hidup)

Kemudian si Bungsu menjual seluruh bagiannya, lalu pergi ke negeri yang jauh dan memboroskan harta miliknya
dengan hidup berfoya-foya hingga habis harta miliknya.

Timbullah bencana kelaparan di negeri itu saat si Bungsu mulai melarat. Maka si Bungsu terpaksa bekerja di ladang untuk menjaga babi pada seorang majikan di negeri itu. (Suatu pekerjaan haram/ hina bagi bangsanya & agamanya saat itu)

Kelaparan membuat si Bungsu ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi, tetapi tidak seorang pun memberikannya kepadanya.
Kemudian si Bungsu menyadari keadaannya, katanya:
'Betapa banyak orang upahan bapaku
yang berlimpah-limpah makanannya,
tetapi aku di sini hampir mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku
dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa;
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa;
jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.'


Maka bangkitlah si Bungsu dan pulang kepada bapanya.
Ketika si Bungsu masih jauh, ayahnya telah melihat dia,
lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayah itu berlari mendapatkan dia
lalu merangkul dan mencium dia.
Kata si Bungsu kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa.

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya,
'Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik,
dan pakaikanlah kepadanya;
kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu,
sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali.


Maka mulailah mereka bersukaria.

Ketika si Sulung pulang dari ladang dan dekat rumah,
si Sulung mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu si Sulung memanggil seorang hamba
dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.

Jawab hamba itu, 'Adikmu telah kembali,
dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun,
karena ia mendapatnya kembali anak itu dengan selamat.'


Maka marahlah si Sulung dan ia tidak mau masuk, sehingga ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

Si Sulung menjawab ayahnya,
'Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa,
dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa,
tetapi kepadaku
belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun
untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak Bapa
yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa
bersama dengan pelacur-pelacur,
maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.'

Kata ayahnya kepadanya,
'Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku,
dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira
karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali."



*Inilah kisah yang terkenal dari pengikut Yesus Kristus (Orang Kristen), melupakan kesalahan yang lama, lalu memulai hidup yang baru. Hidup lama biarlah menjadi nostalgia/ masa lalu, hidup baru selalu ada harapan masa depan (selama bertobat dan berusaha tidak berbuat dosa lagi).



*Pujilah Tuhan hai jiwaku.
Pujilah nama-Nya hai batinku.
Pujilah Tuhan hai jiwaku.
Takkan kulupakan segala kebaikan-Mu.

*Engkaulah yang mengampuni kesalahanku.
Engkaulah yang menyembuhkan penyakitku.
Engkaulah yang menebus hidupku.
Engkaulah yang memahkotai daku.

*Engkau tidak terus murka kepada umat-Mu.
Engkau tidak selamanya dendam kepada umat-Mu.
Engkau tidak pernah menghukum umat-Mu. 

Setimpal dengan dosa umat-Mu.

*Setinggi langit dari bumiku.
Besarnya kasih setia dan rahmat-Mu.
Kepada umat-Mu yang berbalik kepada-Mu.
Engkau lupakan pelanggaran-pelanggaran umat-Mu.

Amin.

2603071. Tak berkesudahan kasih setiaNya dan rahmatNya.


  Tak berkesudahan kasih setiaNya.
  Tak habis-habisnya rahmatNya.
  Selalu baru setiap harinya.
  Sungguh besar kasih kesetiaanNya

 
   Jiwa adalah bagian dariNya.
   Sebab itu berharaplah kepadaNya.
   Baiklah yang berharap kepadaNya.
   Bagi jiwa yang mencariNya.


  Adalah baik menanti pertolonganNya.
 Dia tidak mengucilkan selamanya.
  Susah didatangkan sesaat saja.
  Selalu menyayangi dasar kasihNya.


   Mengapa hidup mengeluh saja.
   Seringkali mengeluh tentang dosa.
   Selidiki dan periksalah jiwa.
   Apakah berpaling dari padaNya.


  Angkat hati dan jiwa.
  Kepada Dia Sang Penguasa 
  Panggil dengan hormat namaNya
  Dari dasar hati dan jiwa.


 Dia selalu mendengar suara.
 Dia tidak menutup telingaNya.
 Dia dekat tatkala dipanggil namaNya.
  DiselamatkanNya hidup setiap jiwa.