Sunday, October 4, 2026

2610042. Kisah Wayang Pandawa dan Kurawa.

Kisah Wayang Pandawa dan Kurawa.


Alkisah Pandu menitipkan kerajaan Astina kepada kakaknya Destarastra, dengan pesan "Kembalikan nanti kalau Pandawa sudah dewasa". Namun Destarastra dan anak-anaknya, Kurawa, sudah terlanjur enak merasakan manisnya kuasa. 

Pepatah Jawanya: 
_"bareng wis ngrasakke manising gula banjur emoh nglepeh"_
- sudah merasakan enaknya gula, tidak mau melepas.

Berkali-kali Pandawa kirim utusan: Kunti, Drupada, terakhir Kresna. Semua ditolak. Akhirnya harus perang Bharatayudha.



#




Uploaded Image

2610041. Aku telah memilihmu supaya kamu menghasilkan buah yang tetap.

Minggu Pekan Biasa XXVII, 04 Okt 2026. (Hijau)
Bacaan I: Yes 5:1-7
Mazmur Tanggapan: Mzm 80:9.12.13-14.15-16.19-20
Bacaan II: Flp 4:6-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 15:16
Bacaan Injil: Mat 21:33-43




Menarik perumpamaan Yesus
kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi,
"Seorang tuan tanah membuka kebun anggur, kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap, karena harus berangkat ke negeri lain.

Ketika hampir tiba musim petik,
ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu
untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Tetapi para penggarap menangkap hamba-hambanya itu:
ada yang dipukuli,
ada yang dibunuh,
ada yang dilempari batu.
Kejadian berulang kembali bila tuan itu menyuruh hamba-hamba yang lain, dengan lebih banyak daripada yang pertama.
Akhirnya tuan itu menyuruh anaknya kepada mereka,
pikirnya, 'Anakku pasti mereka segani.'


Tetapi ketika para penggarap melihat anak itu,
mereka saling berkata,
'Ia adalah ahli waris!
Mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.'
Maka mereka menangkap dia,
lalu membunuhnya.

Akhirnya terpaksa tuan kebun anggur itu datang, membinasakan orang-orang jahat itu,
dan kebun anggur itu ia sewakan
kepada penggarap-penggarap lain,
yang akan menyerahkan hasil kepadanya pada waktunya."


*Ada kisah nyata dengan pola yang hampir sama dengan Injil Minggu ini. Pola *"Tuan baik - Penggarap lupa diri - Ingin memiliki - Bunuh ahli waris"* itu terjadi. Kisah Nyata di Sumatera - PTPN IV vs Penggarap

Tahun 1997, sekelompok penggarap mengklaim lahan 105 hektar milik PTPN IV di Sumatera, karena mereka sudah menggarap, membangun rumah, menanam disana.

PTPN menggugat dan menang di semua tingkat: PN tahun 1998, Pengadilan Tinggi, bahkan Kasasi di MA tahun 2000 dan PK tahun 2009. Secara hukum sah itu kebun PTPN.

Tapi penggarap tetap menolak keluar, karena merasa "kami yang sudah menghidupkan kebun ini, jadi ini milik kami." Butuh eksekusi bertahun-tahun baru kebun bisa kembali ke PTPN IV.
Miripkah dengan penggarap dalam Injil yang terkena penyakit "lupa diri" (dari penyewa jadi pemilik) ?


* Atau mungkin mirip kisah Anda di Kantor/ di Keluarga ?
- Teman / Saudara yang dipercaya pegang toko / usaha, lama-lama bawa pelanggan sendiri, buka toko saingan di sebelahnya dan mematikan toko utamanya ?

- Teman / Saudara yang dititipi tanah / rumah karena harus merantau, tapi beberapa tahun kemudian mengklaim "ini sudah jadi hak saya karena saya yang merawat".

Polanya sama: *Kebun dipercayakan, tapi penggarap ingin jadi pewaris dengan cara membunuh.*


*Tiba-tiba saya berpikir, Tuhan tidak kekurangan penggarap. Jadi jika saya tidak mau berbuah, maka Tuhan akan kasih kepercayaan itu kepada orang lain yang mau berbuah. 
Mungkin jika saya tidak mau bekerja, maka Tuhan akan kasih kepercayaan itu kepada orang lain yang mau bekerja di ladang-Nya.
#


*Temanku mempunyai kebun anggur.
Kebun di lereng bukit yang subur.

Ditanaminya dengan pilihan pokok anggur.

Menggali lubang tempat memeras anggur.

*Dinantinya kebun menghasilkan buah anggur.
Namun Asam hasil buah anggur.
Apa yang harus diperbuatnya untuk kebun anggur.

Apa harus ditebangnya semua pokok anggur.


*Ya Tuhan Allahku...
Tengoklah pohon di kebun anggur-Mu.
Lindungilah batang yang ditanam oleh tangan-Mu.

Aku tidak akan menyimpang dari-Mu.

Aku hidup menyerukan nama-Mu.

*Ya Tuhan Allahku...
Pulihkanlah aku dari sakitku.
Buatlah bersinar wajah-Mu.
Dan selamatlah daku.
Amin.


#




Uploaded Image

2610044. Q & A. TTS ANGKA.

2610044. Question & Answer. TTS ANGKA.
Uploaded Image Uploaded Image

2610043. Q & A. SUDOKU.

2610043. Question & Answer. SUDOKU.
Uploaded Image Uploaded Image

Thursday, October 1, 2026

2610014. Q & A. TTS ANGKA.

2610014. Question & Answer. TTS ANGKA.
Uploaded Image Uploaded Image

2610013. Q & A. SUDOKU.

2610013. Question & Answer. SUDOKU.
Uploaded Image Uploaded Image

2609301. Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

Rabu Pekan Biasa XXVI, 30 Sep 2026. (Putih)
PW S. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Bacaan I: Ayb 9:1-12.14-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15
Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9
Bacaan Injil: Luk 9:57-62




Pernah dengar tentang dua kalimat 'Bos is never wrong'. (Bos tidak pernah salah). Kedua kalimat itu adalah:
1. Bos tidak pernah salah.
2. Kalau merasa Bos salah, ingat peraturan pertama.

Saya merasa Ayub percaya kedua peraturan ini. Ayub punya keyakinan yang 'sangat' kuat kepada Allah. Ayub memiliki totalitas kepercayaan kepada-Nya.

"... masakan manusia benar di hadapan Allah?
Jika ia ingin beperkara dengan Allah
satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya.

Allah itu bijak dan kuat,
siapakah dapat berkeras melawan Dia dan tetap selamat?
Dialah yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang,
yang menjungkir-balikkan dalam murka-Nya.
Ia menggeserkan bumi dari tempatnya,
sehingga tiangnya bergoyang-goyang.
Ia memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit,
dan mengurung bintang-bintang dengan meterai.
Seorang diri Ia membentangkan langit,
dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut.
Ia menjadikan bintang ...
dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan.
Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan tegar yang terduga,
dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyak.

Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya,
dan bila Ia lalu, aku tidak tahu.
Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya?
Siapa akan menegur-Nya, 'Apa yang Kaulakukan?'
Bagaimana mungkin aku dapat membantah Dia,
dan memilih kata-kata di hadapan Dia?


Walaupun benar, aku tidak mungkin membantah Dia,
malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.
Bila aku berseru, Ia menjawab;
aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku."





Sekali peristiwa,
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan,
datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus
"Aku akan mengikut Engkau, ke mana pun Engkau pergi."

Yesus menjawab,
"Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang,
tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat
untuk meletakkan kepala-Nya."

Lalu kepada orang lain Yesus berkata, "Ikutlah Aku."
Berkatalah orang itu,
"Izinkanlah aku mengubur ayahku."
Tetapi Yesus menjawab, "Biarlah orang mati mengubur orang mati;
tetapi engkau, pergilah,
dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."


Dan seorang lain lagi berkata, "Tuhan, aku akan mengikuti Engkau,
tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."

Tetapi Yesus berkata,
"Setiap orang yang siap untuk membajak,
tetapi menoleh ke belakang,
tidak layak untuk Kerajaan Allah."




Bagi saya kisah Injil diatas, Yesus menghendaki 'totalitas'. Totalitas percaya lalu melakukan sesuai perkataan-Nya seperti kisah para rasulnya yang segera mengikuti-Nya sesaat setelah diajak mengikuti-Nya.



*Ya Tuhan Allahku...
Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu.
Sepanjang hari kuberseru kepada-Mu.
Aku mengulurkan tanganku kepada-Mu.

*Kuberteriak minta tolong kepada-Mu.
Waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.
Janganlah Kaubuang aku.

Janganlah Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku.

*Amin.



#




Uploaded Image