Thursday, August 13, 2026

2608131. Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Kamis Pekan Biasa XIX, 13 Agt 2026
PF S. Hippolitus, Imam dan Martir
PF S. Pontianus, Paus

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 12:1-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 78:56-59.61-62
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:135
Bacaan Injil: Mat 18:21-19:1



Suatu pemikiran positip menyatakan bahwa *Mengampuni* bisa berarti *melepaskan rasa sakit & marah ke orang yang menyakiti, tanpa menunggu dia minta maaf dulu*

*Tiga hal penting tentang mengampuni:*

*1. Mengampuni bukan berarti "melupakan"*  
Tetap ingat kejadiannya, tapi lukanya sudah tidak diungkit-ungkit tiap hari.

*2. Mengampuni bukan berarti "benar"*  
Mengampuni ≠ "yang dilakukan benar" tetapi berarti "menolak diracunin sama kebencian terus"

*3. Mengampuni bukan berarti "balikan"*  
Mengampuni dia tapi tetap menjaga jarak apalagi dia tidak berubah.
Ampuni = urusan hati. Hubungan = urusan pilihan.

*Kenapa susah mengampuni?*
Karena pikiran pendek merasa: "Kalau aku maafin, berarti dia yang menang"  
Padahal yang sebenarnya terjadi: *Kalau tidak maafin, kita yang kalah* karena kita terus membawa beban, susah tidur, kepikiran terus bisa menjadi penyakit.

Dibohongin temen → Marah 1 minggu, wajar.  
Marah 1 tahun → Yang rugi diri sendiri.  
Mengampuni = "Oke, aku sakit, tapi aku lepasin biar aku bisa jalan lagi"

*Di agama*
Islam: _"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?"_ Q.S An-Nur:22  

Kristen: _"Ampunilah kami seperti kami mengampuni"_  

Buddha: Kebencian nggak akan selesai dengan kebencian.

*Mengampuni = Hadiah yang dikasih ke diri sendiri* Buat ketenangan sendiri.



Kepadaku Yehezkiel Tuhan bersabda.
Engkau tinggal di tengah-tengah pemberontak disana.

Tidak melihat walau mempunyai mata.
Tidak mendengar walau mempunyai telinga.

Siapkanlah barang-barang seperti seorang buangan.
Siang hari berjalanlah seperti seorang buangan.
Berangkatlah dari tempatmu sekarang ke tempat lain.
Di depan mata berjalanlah seperti seorang buangan. 
 
Pada malam hari engkau sendiri harus keluar.
Seperti seorang pergi ke pembuangan luar.
Buatlah lubang untuk engkau keluar.
Taruhlah barangmu di bahumu dan bawa ke luar.

Engkau harus menutupi mukamu.
Sehingga tanah tidak dilihatmu.
Sebagai lambang Kubuat dirimu.
Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku.

Jika kaum pemberontak itu bertanya kepadamu.
Beginilah sabda Tuhan Allah-Mu.

Aku menjadi lambang bagimu.
Yang kulakukan akan berlaku bagimu.



*Saya membayangkan diri menjadi Petrus yang bertanya kepada Yesus,
"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku
jika ia berbuat dosa terhadap aku?
Sampai tujuh kalikah?"


Yesus menjawab,
"Bukan hanya sampai tujuh kali,
melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali."

Sebab hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja
yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Setelah ia mulai mengadakan perhitungan,
dihadapkanlah kepadanya
seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi utangnya,
raja lalu memerintahkan,
supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual
untuk membayar utangnya.
Maka bersujudlah hamba itu dan menyembah dia, katanya,
"Sabarlah dahulu, segala utangku akan kulunasi."

Tergeraklah hati raja oleh belas kasihan akan hamba itu,
sehingga hamba itu dibebaskannya, dan utangnya pun dihapuskannya.

Tetapi ketika hamba itu keluar,
ia bertemu dengan seorang hamba lain
yang berutang seratus dinar kepadanya.
Kawan itu segera ditangkap dan dicekik, katanya,
"Bayarlah hutangmu!"

Maka sujudlah kawan itu dan minta kepadanya,
"Sabarlah dahulu, utangku itu akan kulunasi."

Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya ke dalam penjara
sampai semua utangnya ia lunasi.

Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih,
lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Kemudian raja memerintahkan memanggil orang itu
dan berkata kepadanya,
"Hai hamba yang jahat! Seluruh utangmu telah kuhapuskan
karena engkau memohonnya.
Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu
seperti aku telah mengasihani engkau?"

Maka marahlah tuannya
dan menyerahkan dia kepada algojo-algojo,
sampai ia melunasi seluruh utangnya.

"Demikian pula Bapa-Ku yang di surga akan berbuat terhadapmu,
jika kalian tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."



Pikiran saya, mengampuni adalah suatu hal yang sulit-sulit mudah. Kalau dia menyesal dan meminta maaf, mungkin akan mudah mengampuni. Yang sulit adalah masing-masing merasa benar sehingga sulit mengampuni. Ternyata bagi saya, mengampuni itu tidak mudah (tapi bukan tidak bisa, mungkin hanya perlu waktu).
:-)


*Ya Tuhan Allahku...
Mereka mencobai dan memberontak terhadap-Mu.
Mereka tidak berpegang pada peringatan-peringatan-Mu.

Mereka murtad dan berkhianat kepada-Mu.

*Mereka menyakiti hati-Mu.
Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan itu. 
Patung-patung membuat Engkau cemburu.
Maka Engkau menolak mereka itu.

*Engkau membiarkan mereka tertawan.
Engkau membiarkan mereka jatuh ke tangan lawan.

Engkau membiarkan mereka dimangsa pedang lawan.

Engkau murka sehingga memberikan peringatan.

*Ya Tuhan Allahku...
Takkan kulupakan karya-karya-Mu.
Engkau mengajarkan pengampunan kepadaku.
Ampunilah maka aku pun diampuni-Mu.

Amin.

#




Uploaded Image

Wednesday, August 12, 2026

2608121. Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Yesus Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Rabu Pekan Biasa XIX, 12 Agt 2026
PF S. Yohana Frasiska dari Chanta
l
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: Yeh 9:1-7;10:18-22
Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-2.3-4.5-6
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mat 18:15-20




*MENDENGARKAN ada 3 tingkat :*

*1. *Mendengar pakai telinga*_  
Suaranya masuk, tapi pikiran kita kemana-mana.  

*2. *Mendengarkan pakai hati*
Ini "mendengarkan": Fokus, tidak memotong pembicaraan, dan berusaha mengerti perasaan orang yang berbicara.  

*3. *Mendengarkan Tuhan* = diam, baca Firman, berdoa, terus peka sama bisikan Roh Kudus karena menyediakan waktu khusus buat mendengarkan Bapa.
Seperti Yesus di *Matius 14:23* _"...Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri"_.  

*CIRI ORANG YANG PANDAI MENDENGARKAN:*

1.  *Diam dulu sebelum jawab* - Amsal 18:13 _"...siapa memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan"_
2.  *Tidak segera memberikan solusi* - Kadang orang hanya perlu butuh didengarkan bukan dinasehati.
3.  *Bisa ingat detailnya

*MENDENGARKAN ITU BENTUK MELAYANI.*
Waktu kita mendengarkan orang, kita bilang tanpa kata: _"Kamu penting. Ceritamu penting."_  

*Mendengarkan = Telinga + Hati + Waktu*




*Saya membayangkan bagaimana perasaan nabi Yehezkiel mendengarkan Tuhan berseru dengan suara nyaring kepada enam malaikat-Nya untuk memukul sampai mati,
(semua orang yang tidak ditandai T), tanpa merasa sayang dan belas kasihan. Dimana orang-orang tua, teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan para wanita, dibunuh dan dimusnahkan.

Sebelum penghukuman, Tuhan bersabda kepada malaikat yang berpakaian lenan, yang mempunyai alat tulis di sisinya, "Berjalanlah dari tengah-tengah kota Yerusalem
dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan keji yang terjadi di sana."


Dan kepada malaikat yang lain, nabi Yehezkiel mendengar Tuhan berkata,
"Ikutilah dia dari belakang melintasi kota itu, dan mulai menghukum, tetapi semua orang yang ditandai huruf T, jangan kalian sentuh!
Dan mulailah dari tempat kudus-Ku."


Maka mulailah mereka dengan tua-tua yang dibunuh di depan Bait Suci.
Lalu mereka pergi ke luar
dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.
(Kemuliaan Tuhan pergi dari ambang pintu Bait Suci
dan hinggap di atas kerub-kerub. Kerub-kerub mempunyai empat muka dan empat sayap, dan di bawah sayap mereka
ada bagian yang berbentuk tangan manusia).




*Saya membayangkan saat Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegurlah dia di bawah empat mata.
Jika ia mendengarkan nasihatmu
engkau telah mendapatnya kembali.
Jika ia tidak mendengarkan dikau,
bawalah seorang atau dua orang lain,
supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi,
perkara itu tidak disangsikan.
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka,
sampaikanlah soalnya kepada jemaat.
Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat,
pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah
atau seorang pemungut cukai.

Aku berkata kepadamu:
Sungguh, apa yang kalian ikat di dunia ini akan terikat di surga,
dan apa yang kalian lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Dan lagi Aku berkata kepadamu,
Jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun,
permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga.
Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku,
Aku hadir di tengah-tengah mereka."



Ternyata Tuhan Maha Baik memberikan kesempatan setiap orang untuk bertobat dari dosa-dosanya. Hal yang baik untuk semua umat-Nya. Pointnya apakah saya mau bertobat sesudah mendengarkan atau kembali berbuat dosa lagi karena berpikir masih ada kesempatan.



*Ya Tuhan Allahku...
Kemuliaan-Mu mengatasi langit ciptaan-Mu.
Terpujilah hamba-Mu dan nama-Mu. 

Kiranya nama-Mu dimasyhurkan selalu.

*Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya.
Terpujilah nama-Mu sang pencipta.
Engkau tinggi mengatasi segala bangsa.
Kemuliaan-Mu mengatasi langit semesta.

*Siapakah seperti Tuhan Allahku.
Engkau diam di tempat tinggi-Mu.

Namun Engkau merendahkan diri-Mu.
Melihat ke langit dan ke bumi itu.

Amin.



#



Uploaded Image

Tuesday, August 11, 2026

2608111. Terimalah beban-Ku dan belajarlah daripada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

Selasa Pekan Biasa XIX, 11 Agt 2026
PW S. Klara, Perawan

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Yeh 2:8-3:4
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:14.24.72.103.111.131
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29
Bacaan Injil: Mat 18:1-5.10.12-14



*Survey sederhana, 
1. *Batas usia "anak kecil"* umumnya 1 - 9 tahun*  
Di atas 10 tahun udah mulai disebut "anak besar" / "pra-remaja".

Di UU Perlindungan Anak Indonesia, "anak" itu sampai usia 18 tahun. Tapi "kecil" biasanya yang belum puber.

*2. Sifat Anak Kecil Usia 1-9 tahun*

*A. Dari sisi Fisik & Otak*
1. *Rasa ingin tahunya tinggi*
2. *Meniru yang dilihat* 
3. *Energi hampir tiada habis-habis*
4. *Ingatan kuat walaupun pendek (Gampang lupa)*

*B. Dari sisi Emosi & Sosial*
1. *Jujur & polos*
2. *Egosentris*
3. *Gampang senang, gampang nangis* 
4. *Butuh validasi/ pujian* - 
5. *Imajinasi masih liar/ bebas*

*C. Dari sisi Moral*
1. *Belum paham benar-salah sepenuhnya* 
2. *Mau menang sendiri*
3. *Tulus menyayangin*

*Kesimpulan:*
*Anak kecil = Usia 1-9 tahun*  
*Sifat utamanya = Penasaran/ mau belajar, jujur, aktif, manja, butuh bimbingan*
Mereka itu kayak "spons"/ menyerap semua yang dilihat dan didengar.



*Seandainya Tuhan bersabda kepadaku.
Dengarkanlah sabda-Ku kepadamu.
Janganlah membantah seperti dulu.

Bukalah mulutmu.
Makanlah yang Kuberikan kepadamu.

*Kulihat tangan terulur kepadaku.
Dibentangkan-Nya gulungan kitab di hadapanku.

Ditulisi timbal balik kitab itu.
Kisah duka tertulis disitu.

*Sabda-Nya makanlah yang kaulihat itu.
Makanlah gulungan kitab itu.

Maka kumakan gulungan kitab itu.
Rasanya manis seperti madu dalam mulutku.

*Tuhan bersabda lagi kepadaku.
Pergilah kepada semua umat-Ku.
Sampaikanlah sabda-Ku kepada umat-Ku.

Semoga mereka mendengarkan sabda-Ku.



*Saya mengalami dilema dalam membayangkan, apakah menjadi murid atau menjadi anak kecil yang dipuji Tuhan. Sekali peristiwa
datanglah murid-murid (termasuk saya) dan bertanya kepada Yesus,
"Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?"
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil,
dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, lalu berkata,
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh,
jika kalian tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini,
kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Sedangkan barangsiapa merendahkan diri
dan menjadi seperti anak kecil ini,
dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga.
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini
dalam nama-Ku,
ia menyambut Aku.


Ingatlah,
jangan menganggap rendah seorang pun dari anak-anak kecil ini.
Karena Aku berkata kepadamu:
Malaikat-malaikat mereka di surga
selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di surga."

Lalu Yesus bersabda lagi,
"Bagaimana pendapatmu?
Jika seorang mempunyai seratus ekor domba
dan seekor di antaranya sesat,
tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan
lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu,
sungguh, jika ia berhasil menemukannya,
lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu
daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Demikian juga
Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari
anak-anak ini hilang."



*Karena faktor usia, saya membayangkan menjadi murid. Dan saya dikagetkan dengan perkataan Yesus di atas bahwa perlunya sikap seorang anak kecil dalam mengikuti-Nya, diantaranya merendahkan diri ('bukan rendah hati'). Merendahkan diri 'tidak' termasuk dalam hal positif dalam motivasi umumnya dan sikap orang dewasa yang mau berkuasa dan menjadi yang ter..'besar'.



*Ya Tuhan Allahku...
Aku bergembira atas peringatan-peringatan-Mu.
Peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku.

Kehendak-Mu menjadi penasehat bagiku.

*Taurat-Mu adalah baik bagiku.
Lebih berharga daripada ribuan emas itu.
Betapa manisnya janji-Mu bagi langit-langitku.

Melebihi madu bagi mulutku.

*Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku.
Semuanya itu kegirangan hatiku.

Mulutku kungangakan menerima Sabda-Mu.

Sebab kudambakan perintah-perintah-Mu.

Amin.


#


Uploaded Image

Monday, August 10, 2026

2608101. Barangsiapa mengikut-Nya tidak akan berjalan dalam kegelapan karena mempunyai terang hidup.

Senin Pekan Biasa XIX, 10 Agt 2026
Bacaan I: 2Kor 9:6-10
Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-2.5-9
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Yoh 12:24-26



Bagi saya, *Melayani hingga rela berkorban nyawa* artinya: 
*Memberikan diri sepenuhnya buat Tuhan dan sesama, sampai rela mengorbankan nyawa.*

*ADA 3 CIRI MELAYANI SAMPAI RELA BERKORBAN NYAWA:*

*1. *Prioritasnya Tuhan*
Mencontoh Yesus yang terus melayani ribuan orang dengan waktu, tenaga, sampai akhirnya nyawa-Nya di kayu salib.  , Namun tetap naik ke bukit buat berdoa. 
Yoh 15:13 - _"Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya"_

*2. *Tidak hitung untung rugi*
Petrus mau turun dari perahu pas badai karena perkataan Yesus mengajak berjalan di atas air.  
Melayani dengan pikiran: "Tuhan mau apa?"

*3. *Cinta harus lebih besar dari takut.*  
Di Mat 14:30, Petrus mulai tenggelam karena takut, maka dia berteriak "Tuhan tolong". 
Rela berkorban nyawa itu bukan tidak takut, tapi cintanya ke Tuhan _(& ke jiwa orang lain)_ lebih besar dari rasa takutnya.

*CONTOH DI HIDUP SEKARANG:*
1.  *Waktu*: Rela begadang doain temen yang sakit
2.  *Tenaga*: Melayani Bina Iman di hari Minggu walaupun kerjaan banyak. 
3.  *Harga diri*: Dihina karena iman, tapi tetap mengampuni.
4.  *Nyawa*: Mencontoh misionaris yang pergi ke daerah bahaya demi Injil

*"Hidupku bukan aku lagi, tapi Kristus yang hidup di dalam aku" - Gal 2:20*

Yesus sudah kasih contoh duluan. Dia melayani sampai mati di salib. Sekarang giliran saya menjawab kasih-Nya.




Yang menabur sedikit saja.
Akan menuai sedikit pula.
Yang menabur banyak disana.
Akan menuai banyak disana.

Hendaklah memberi menurut kerelaan hatinya.
Janganlah memberi dengan terpaksa.

Dikasihi-Nya yang memberi dengan sukacita.

Dilimpahkan-Nya segala kasih karunia-Nya. 

Cukupkan diri dalam segala sesuatu.
Lebihkan di dalam berbagai kebajikanmu.

Berikan orang miskin dermamu.
Agar berkat-Nya tetap untukmu.

Dia akan menyediakan benihmu.
Dia akan melipatgandakannya untukmu.
Dia akan menumbuhkan buah-buahmu.
Selama Dia berkenan kepadamu.



*Saya membayangkan saya adalah salah satu murid-Nya, saat Yesus berkata kepada murid-murid-Nya (termasuk saya),
"Jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia tetap satu biji saja;
tetapi jika mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barangsiapa mencintai nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini,
ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikuti Aku,
dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada.
Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa."


Bagi saya, ini berarti pengorbanan diri total dalam melayani tanpa memikirkan/ mencintai nyawa secara berlebihan.



*Ya Tuhan Allahku...
Berbahagialah yang takwa kepada-Mu.
Yang suka segala perintah-Mu.

Kaupelihara dari anak hingga cucu.
Keturunan orang benar akan diberkati-Mu.

*Taruhlah belaskasihan dalam hatiku.
Memberikan pinjaman kepada sesamaku.
Melakukan urusan sepenuh hatiku.

Agar nanti dikenang selalu.

*Tambahkanlah ketabahan dalam hatiku.
Hati penuh kepercayaan kepada-Mu.

Teguhkan agar tidak takut hatiku.

Kuserahkan segala kekuatiranku kepada-Mu.

* Amin.


#



Uploaded Image

2608091. Aku menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan firman-Nya.

Minggu, 9-Agustus-2026.


Salah satu kata yang menarik adalah kata *Percaya (keyakinan di hati tanpa harus melihat bukti dulu)*

*Menurut saya, ada 3 unsur utama dari "percaya":*

*1. Yakin*  
Merasa "ini benar" atau "saya/dia bisa" meskipun belum ada hasil.  


*2. Pasrah / Menyerahkan*  
Berani lepas kendali sedikit/ pasrah.  


*3. Ada hubungan*  
Percaya tidak muncul sembarangan tetapi pasti ada "kamu" dan "yang dipercaya".
Bisa ke Tuhan, ke orang, ke proses, ke diri sendiri.


*Percaya* = ada hati, ada keyakinan
*Percaya = Berani berharap + Berani kecewa*




*Dimanakah Tuhan berada.
Kisah Elia di gunung Horeb mengikuti Firman-Nya.
Angin besar dan kuat dirasakannya pertama.
Namun Tuhan tidak berada disana.

*Sesudah angin itu datanglah gempa.
Namun dalam dalam gempa pun Tuhan tidak ada.
Sesudah gempa menyusullah api berikutnya.
Namun dalam api itu juga Tuhan tidak berada.

*Sesudah api disusul bunyi angin sepoi-sepoi basa.
Segeralah Elia menyelubungi wajahnya dengan jubahnya.

Elia ke luar dan berdiri di depan pintu gua.
Lalu berfirmanlah Tuhan kepadanya.



*Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma.
Demi Kristus aku tidak berdusta.

Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh-Nya.

Bahwa aku sangat berdukacita.

*Demi saudara-saudaraku bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari-Nya.
Orang Israel telah diangkat menjadi anak-Nya.

Mereka telah menerima kemuliaan dan perjanjian-Nya.

Mereka itu keturunan bapa-bapa.

*Mereka yang menurunkan Mesias sebagai manusia.
Mesias yang mengatasi segalanya.

Dialah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. 



*Inilah salah satu kisah favorit saya, Yesus berjalan di atas air. Saya membayangkan bila saya salah satu murid-Nya, Petrus.

Sesudah mengenyangkan 5.000 orang dengan roti dan menyuruh mereka pulang.
Yesus menyuruh murid-murid-Nya (termasuk saya) naik perahu dan mendahului-Nya ke seberang.
Lalu Yesus mendaki bukit untuk berdoa seorang diri.

Menjelang malam Yesus masih sendirian di bukit itu.
Perahu para murid (termasuk saya) sudah beberapa mil jauhnya dari pantai,
dan 'sedang' diombang-ambingkan gelombang,
karena angin sakal.

Kira-kira pukul tiga pagi, para murid (termasuk saya) terkejut melihat Yesus berjalan di atas air, maka 
para murid (termasuk saya) berteriak-teriak ketakutan sambil berseru, "Itu hantu!"

Tetapi Yesus segera menyapa para murid (termasuk saya), kata-Nya,
"Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!"
Lalu Petrus (saya) berkata,
"Tuhan, jika benar Tuhan sendiri,
suruhlah aku datang kepada-Mu
dengan berjalan di atas air."

Kata Yesus, "Datanglah!"
Lalu Petrus (saya) turun dari perahu
dan berjalan di atas air mendekati Yesus.
Tetapi ketika dirasa saya tiupan angin,
Petrus (saya) menjadi takut dan mulai tenggelam,
lalu berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!"
Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya,
memegang Petrus (saya) dan berkata,
"Hai orang yang kurang percaya,
mengapa engkau bimbang?"


Keduanya lalu naik ke perahu dan angin pun reda.
Orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia,
katanya, "Sesungguhnya, Engkau Putra Allah."


Sesaat saya merenung kisahnya.
Petrus (saya) bisa berjalan di atas air sesuai perkataan-Nya.
Saya bisa karena perkataan-Nya.
Jadi saya harus percaya Sabda-Nya.


*Ya Tuhan Allahku ...
Perlihatkanlah kepadaku kasih setia-Mu.
Berilah aku keselamatan yang dari pada-Mu.

Aku mendengarkan yang difirmankan-Mu.

*Engkau berbicara damai sejahtera-Mu.
Keselamatan-Mu pada orang-orang takwa kepada-Mu.

Kemuliaan-Mu diam di negeri yang diberkati-Mu.
Aku percaya kepada kasih setia-Mu.

*Saat Kasih dan kesetiaan bertemu.
Keadilan dan damai sejahtera berpelukan disitu.

Saat Kesetiaan tumbuh dari bumi kediamanku.

Maka keadilan merunduk dari langit-Mu.

*Engkau memberikan kesejahteraan kepada umat-Mu.
Negeri memberikan hasil karena-Mu.

Keadilan berjalan di hadapan-Mu.

Dan damai menyusul di belakang-Mu.

Amin.


#




Uploaded Image

Friday, August 7, 2026

2708072. Kecantikan Wanita laksana Mutiara yang menggoda.

Ketika dibukanya kain kabung yang sedang dipakainya. 
Ditanggalkannya pakaian jandanya.
Dipakainya minyak wangi-wangian terbaiknya.
Dipatutkannya rambut kepalanya.
Dikenakannya pakaian gembira.
Dipasangnya anting-anting dan segala perhiasannya. 
Dia cantik sekali bagi mata semua laki-laki yang melihatnya.


Tercengang-cenganglah mereka atas kecantikannya.
Siapa gerangan yang menghina bangsa yang memiliki perempuan cantik di tengah-tengahnya? 
Dia sangat menakjubkan bagi lelaki karena kecantikannya. 
Semua mendengar perkataannya dan melihat roman mukanya.
Diantarnya si cantik sampai ke tangan panglima.
Pesan mereka adalah jangan takut bilamana berdiri di hadapan panglima.


#



Uploaded Image


2608071. Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan sebab bagi merekalah Kerajaan Allah.

Jumat Pekan Biasa XVIII, 07 Agt 2026.
PF S. Kayetanus, Imam
PF S. Sistus II, Paus, dkk. Martir

Bacaan I: Nah 1:15;2:2;3:1-3.6-7
Mazmur Tanggapan: Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41
Bait Pengantar Injil: Mat 5:10
Bacaan Injil: Mat 16:24-28




*Nyawa manusia* = hal yang membuat tubuh kita "hidup" dan "berfungsi".

Ada 3 sudut pandang:

*1. Biologi / Kedokteran
Nyawa itu suatu proses *jantung berdetak, otak aktif, paru bernapas, sel" hidup* → itu artinya nyawa masih ada.  
Kalau semua fungsi vital itu berhenti, secara medis disebut meninggal. 
Jadi nyawa = energi + sistem organ yang bekerja sama.

*2. Agama / Spiritual*
Nyawa disebut *"roh"*.
Itu titipan dari Tuhan. Bukan benda, tapi yang membuat tubuh bisa merasa, mikir, dan bergerak.  
Bila ajal tiba, roh diambil. Tubuhnya masih ada, tapi sudah nggak ada "penghuninya".

*3. Filsafat / Psikologi*
Nyawa = *kesadaran + perasaan + jati diri*. 
Yang membuat orang mempunyai memori, mimpi, bisa sedih, bisa sayang, bisa memilih.  
Tanpa nyawa, tubuh hanya jadi jasad.

*Simpelnya:*
*Tubuh = Rumahnya*  
*Nyawa = Penghuninya*  

Kalau penghuninya pergi, rumahnya kosong.

Karena itu nyawa itu satu-satunya yang tidak bisa diganti dan tidak bisa dibeli.



*Di atas gunung orang membawa berita.
Mengabarkan berita damai sejahtera.
Maka rayakanlah pesta-pesta.
Sebab Tuhan menolong umat-Nya.

*Celakalah kota penuh dusta. 
Penuh perampasan tiada henti-hentinya.
Terdengar lecut cambuk dan derak-derik roda.
Terlihat tombak berkilat-kilat dan pedang bernyala-nyala.

*Bila orang saling menghina.
Tontonan yang menjadi biasa.

Siapakah yang meratapi dia.
Dari manakah mencari pelipur lara.



*Saya membayangkan, bagaimana rasanya bila terjadi peristiwa langsung Yesus bersabda kepada saya seperti dulu kepada murid-murid-Nya,
"Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri,
memikul salibnya, dan mengikuti Aku.
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya,
akan kehilangan nyawanya.
Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku,
ia akan memperolehnya.
Apa gunanya bagi seorang jika ia memperoleh seluruh dunia,
tetapi kehilangan nyawanya?
Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya
diiringi malaikat-malaikat-Nya.
Pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang
setimpal dengan perbuatannya.
Aku berkata kepadamu:
Sungguh, di antara orang yang hadir di sini
ada yang tidak akan mati
sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja
dalam Kerajaan-Nya."


Percayakah saya akan sabda-Nya ?
Maukah saya mengikuti-Nya? 
Maukah saya memikul salib saya?
Beranikah mempercayakan nyawa saya kepada-Nya?


*Ya Tuhan Allahku...
Engkaulah yang menghidupkan daku.
Engkau pula yang dapat mematikanku.
Karena semua berada dalam kuasa-Mu.

*Saat kurasa sudah dekat hari bencana.
Aku segera datang mencari yang telah disediakan-Nya.
Sebab Tuhan akan memberi keadilan kepada umat-Nya.
Dia sayang akan hamba-hamba-Nya.

*Engkau yang dapat menghidupkan.
Engkau pulalah yang mematikan.
Engkau yang dapat meremukkan.
Engkau pulalah yang dapat menyembuhkan.

*Kupercayakan penghukuman-Mu kepada lawan-Ku.
Kupercayakan pembalasan-Mu kepada yang membenciku.
Sebab Engkaulah Tuhan Allahku.
Tiada allah kecuali Engkau.

Amin.

#



Uploaded Image