Saturday, June 13, 2026

*KISAH NYATA Mengharukan Dari Mesir*

_(Ditulis oleh: Syeikh Abdullah Al Hazimi)_


Seorang petugas kebersihan setiap hari meletakkan sebungkus makanan dan sejumlah uang di dalam tempat sampah, agar seorang ibu miskin tidak perlu mencari sisa-sisa makanan di depan anak-anaknya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa hari ketika sang ibu berhenti datang, akan mengungkap sebuah rahasia yang membuatnya menangis seperti belum pernah ia tangisi di sepanjang hidupnya.
------------

_Pemilik kisah ini bercerita :_

Sudah bertahun-tahun yang lalu, aku bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah kawasan pinggiran kota. Kami berjumlah 6 orang, dan setiap pagi berkeliling menggunakan truk kecil untuk mengosongkan tempat-tempat sampah di depan rumah warga.
Pekerjaan itu berat. Bau sampah menyengat. Banyak orang berlalu-lalang seolah-olah kami tidak ada. Namun aku tetap bersyukur, karena aku yakin rezeki yang halal, meskipun melelahkan. Jauh lebih mulia daripada meminta-minta kepada manusia.

Suatu hari, ketika kami tiba di sebuah lingkungan yang tenang, seperti biasanya aku turun dari truk untuk mengosongkan tempat sampah. Saat mendekati salah satunya, aku tiba-tiba terdiam.
Aku melihat seorang wanita berdiri di samping tempat sampah itu. Dengan tangan gemetar ia mengais-ngais isinya, mengumpulkan sisa-sisa makanan ke dalam sebuah kantong tua.
Di belakangnya berdiri 7 anak. 4 laki-laki dan 3 perempuan.
Wajah mereka pucat. Mata mereka tertuju kepada tangan ibu mereka, seakan sedang menunggu secercah harapan dari tumpukan sampah.
Aku terpaku.
Aku tidak ingin mendekat agar tidak membuatnya merasa malu. Aku juga tidak ingin memanggil siapa pun agar rekan-rekanku tidak melihatnya.
Aku hanya berdiri dari kejauhan sambil menahan air mata.
Wanita itu mencari sisa-sisa makanan dengan tergesa dan penuh rasa malu. Ia mengambil sepotong roti, sedikit sayuran, dan beberapa sisa makanan yang masih bisa dimakan. Sesekali ia menoleh ke kanan & kiri dengan cemas, seolah kemiskinan adalah kejahatan yang harus disembunyikan.
Setelah selesai, ia menggandeng anak-anaknya dan pergi dengan cepat, seakan ingin melarikan diri dari pandangan manusia sebelum lari dari bau sampah itu sendiri.

Ketika aku mendekati tempat sampah tersebut, hatiku terasa hancur.
Aku juga seorang ayah.
Aku tahu bagaimana rasanya melihat seorang anak kelaparan dan menatap orang tuanya dengan penuh harapan.
Keesokan harinya kami kembali ke tempat yang sama.
Aku segera berlari menuju tempat sampah itu sebelum rekan-rekanku tiba. Aku khawatir ada yang melihat wanita itu lalu melukainya dengan kata-kata atau pandangan yang merendahkan.

Dan benar saja.
Ia datang lagi.
Wanita yang sama.
Anak-anak yang sama.
Rasa malu yang sama.
Dan kelaparan yang sama yang tak mengenal belas kasihan.

Sejak hari itu aku memutuskan untuk menolongnya, tetapi dengan cara yang tidak merendahkan martabatnya.

Sesampainya di rumah, aku berkata kepada istriku:
_"Besok tolong siapkan makanan yang banyak. Roti, nasi, daging ayam kalau ada, dan apa pun yang bisa kita masukkan ke dalam kantong"._
Istriku bertanya,
_"Untuk siapa?"_
Aku menjawab,
_"Untuk seorang ibu yang mencari makanan di tempat sampah demi memberi makan anak-anaknya"._
Istriku terdiam sesaat.
Lalu ia masuk ke dapur.

Keesokan paginya ia menyerahkan sebuah kantong hitam besar berisi makanan yang masih baik dan tertata rapi. Aku pun menambahkan sejumlah uang ke dalamnya.
Aku meminta sopir agar kami mendatangi lingkungan itu terlebih dahulu.
Sebelum wanita itu datang, aku meletakkan kantong hitam tersebut di dalam tempat sampah pada posisi yang mudah terlihat, lalu bersembunyi agak jauh.

Beberapa menit kemudian wanita itu datang bersama anak-anaknya.
Dan seperti biasa ia mulai mencari-cari.
Lalu ia menemukan kantong itu.
Dengan hati-hati ia membukanya.
Saat melihat makanan bersih dan sejumlah uang di dalamnya, tangannya seketika berhenti.
Ia memandang ke sekeliling dengan bingung dan takut.
Kemudian ia memeluk kantong itu erat-erat di dadanya dan menangis dalam diam.
Sementara anak-anaknya menatap makanan itu dengan mata berbinar, seolah menemukan hari raya di dalam sebuah kantong hitam.

Hari itu ia tidak mengambil apa pun dari tempat sampah.
Ia membawa kantong tersebut pulang sambil mengusap air matanya.
Sedangkan aku berdiri dibalik truk dan menangis.
Tetapi kali ini aku menangis karena bahagia.
Sejak hari itu aku melakukan hal yang sama setiap pagi.
Aku menaruh makanan dan uang dalam kantong hitam di tempat yang sama.
Aku melihatnya dari kejauhan mengambil kantong itu, menyaksikan kebahagiaan di wajah anak-anaknya, lalu kembali bekerja seolah aku telah memiliki seluruh dunia.

Bahkan setiap akhir bulan aku menyisihkan hampir setengah gajiku untuk mereka.
Padahal gajiku tidak besar.
Namun aku selalu berkata dalam hati:
_"Aku masih punya rumah, istri, dan kehidupan yang layak. Sedangkan ia memiliki 7 anak dan rasa lapar yang tidak bisa menunggu"._

Bulan demi bulan berlalu.
Beberapa tahun telah berlalu.
Lalu aku mulai menyadari sesuatu yang aneh.
Awalnya ia selalu datang bersama dengan ke 7 anaknya.
Kemudian ia mulai datang sendirian.
Aku sempat senang.
Mungkin anak-anaknya sudah bersekolah, pikirku.
Atau mungkin ia tidak ingin mereka melihat ibunya mencari makanan di dekat tempat sampah.
Aku terus meletakkan kantong itu setiap hari.

Hingga suatu saat ia tidak datang lagi.
Sehari.
Dua hari.
Seminggu.
Kantong yang kutinggalkan tetap berada di tempatnya, tidak ada yang mengambil.
Aku mulai cemas.
Hatiku mengatakan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.
Aku bertanya tentang dia kepada beberapa penduduk sekitar, tetapi aku tidak tahu namanya.

Aku hanya bisa berkata:
_"Seorang wanita yang biasa datang ke tempat sampah di ujung jalan"._
Akhirnya seorang lelaki tua berkata:
_"Mungkin yang kau maksud itu Ummu Khalid. Seorang janda dengan banyak anak. Tapi sudah lama kami tidak melihatnya"._

Aku segera pergi ke rumah yang ditunjukkan lelaki itu.
Rumahnya sederhana.
Pintunya tua.
Dindingnya kusam.
Aku mengetuk pintu.
Seorang pemuda berusia sekitar 20 tahun membukanya.
Aku bertanya,
_"Apakah Ummu Khalid tinggal di sini?"_
Wajahnya langsung berubah.
_"Apakah bapak mengenal ibu saya?"_
Aku menjawab terbata-bata,
_"Aku...pernah membantunya dari jauh"._

Ia mempersilakanku masuk.
Ketika masuk, mataku tertuju pada sebuah foto wanita itu yang tergantung di dinding.
Foto itu dihiasi dengan pita hitam.
Saat itu aku langsung mengerti.
Pemuda itu berkata dengan suara sedih,
_"Ibu kami telah meninggal 2 bulan yang lalu"._

Kakiku terasa lemas.
Aku duduk dan air mata mengalir tanpa bisa kutahan.

Lalu ia berkata,
_"Sebelum meninggal, ibu selalu bercerita tentang seorang lelaki yang tidak pernah ia kenal. Lelaki yang selalu meletakkan makanan & uang dalam kantong hitam. Ibu selalu berkata, "Dia adalah malaikat yang Tuhan kirim untuk anak-anakku"."_

Aku tak sanggup berkata apa-apa.
Kemudian seorang gadis datang membawa sebuah kotak kecil.
Ia berkata,
_"Ibu meninggalkan ini untuk pemilik kantong hitam. Ia berpesan, jika suatu hari lelaki itu datang, berikanlah kepadanya"._

Aku membuka kotak itu dengan tangan gemetar.
Di dalamnya ada secarik surat tua, beberapa keping uang receh, dan foto anak-anaknya ketika masih kecil.

Aku membuka surat itu.
Isinya:
_"Untuk lelaki yang menjaga kehormatanku sebelum memberi makan anak-anakku..._
_Aku tidak mengenal namamu, tetapi Tuhan mengenalmu._
_Aku mencari-cari makanan di tempat sampah dengan hati yang hancur karena malu. Namun engkau membuatku pulang seolah aku membeli makanan itu dengan tanganku sendiri._
_Engkau tidak hanya menyelamatkanku dari kelaparan, tetapi juga menyelamatkan anak-anakku dari melihat ibunya dalam keadaan terhina._
_Maafkan aku karena tidak sempat berterima kasih kepadamu semasa hidupku. Dan setelah aku tiada, doakanlah aku"._

Aku tidak sanggup lagi melanjutkan membaca, karena tangisku semakin pecah.
Namun kejutan terbesar belum berakhir.

Putra sulungnya memegang tanganku lalu berkata:
_"Paman, anda tidak tahu apa yang telah anda lakukan. Uang yang anda berikan membuat kami bisa melanjutkan sekolah. Sekarang saya menjadi guru. Adik perempuan saya menjadi perawat. Adik laki-laki saya menjadi insinyur. Kami semua tumbuh dengan mendengar ibu berkata: "Jangan pernah lupakan pemilik kantong hitam itu!"."_

Aku menangis lebih keras lagi.
Aku tidak pernah menyangka bahwa makanan yang kutaruh di dalam tempat sampah ternyata menjadi sebab berubahnya masa depan satu keluarga.

Lalu pemuda itu berkata:
_"Ibu berpesan, jika kami menemukan anda suatu hari nanti, sampaikan satu kalimat ini:_
_"Anda tidak memberikan sisa harta anda kepada kami, tetapi anda telah memberikan kehidupan kepada kami"._

Aku keluar dari rumah itu sebagai orang yang berbeda.
Aku hanyalah seorang petugas kebersihan biasa.
Aku tidak memiliki harta yang banyak.
Tidak memiliki jabatan yang tinggi.
Namun hari itu aku memahami bahwa rahmat dan kasih sayang yang lahir dari hati dapat mencapai tempat-tempat yang tidak pernah kita bayangkan.

Sejak saat itu, setiap kali aku melihat tempat sampah, aku tidak lagi melihat sampah semata.
Aku melihat seorang ibu yang berjuang mencari makanan untuk anak-anaknya.
Aku melihat sebuah kantong hitam kecil yang menjadi jalan keselamatan.

Dan aku berkata dalam hati:
_"Seseorang tidak harus menjadi kaya untuk memberkati hidup orang lain. Terkadang cukup dengan melihat penderitaan mereka, lalu menolong tanpa membuka aib dan tanpa merendahkan martabatnya"._



Semoga KISAH NYATA ini menginspirasi hidup kita.
 🙏🏻😇

#



Uploaded Image

Friday, June 12, 2026

2606122. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku sebab Aku lemah lembut dan rendah hati.

Kalender Liturgi 12 Jun 2026
Jumat Hari Raya
HR Hati Yesus Yang Mahakudus 
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Ul 7:6-11
Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.6-7.8.10
Bacaan II: 1Yoh 4:7-16
Bait Pengantar Injil: Mat 11:29ab
Bacaan Injil: Mat 11:25-30



*Kamulah umat kudus bagi Allahmu.
Kamulah yang dipilih Allahmu.
Dari segala bangsa itu.

Jadilah umat kesayangan-Nya selalu.


*Allah kita adalah setia.
Peganglah perjanjian dan kasih setia-Nya.

Percayalah akan kasih kepada-Nya.

Berpeganglah terus pada perintah-Nya.


*Terhadap orang yang membenci-Nya. 
Dia akan melakukan pembalasan-Nya.
Dia akan membinasakan pembenci-Nya.
Dia tidak bertangguh terhadap pembenci-Nya.
 


*Marilah kita saling mengasihi.
Allah sumber kasih ini.
Hendaknya orang saling mengasihi.

Lahir dan mengenal Allah ini.


Barangsiapa tidak mengasihi Allah.
Ia tidak mengenal Allah.
Sebab Allah adalah kasih.
Diutus Anak-Nya sebagai perwujudan kasih.


Bukan kita yang telah mengasihi-Nya.
Tetapi kita yang telah dikasihi-Nya.
Dia telah mengutus Anak-Nya. Sebagai silih dosa-dosa kita.



*Allah sungguh begitu mengasihi.
Maka kita juga saling mengasihi.

Jika kita saling mengasihi.

Allah berada di dalam hati.


*Kasih-Nya sempurna di dalam kita.
Kita di dalam Allah dan Dia di dalam kita.

Allah telah mengaruniakan kita.

Mendapat bagian dalam Roh-Nya.


*Bapa telah mengutus Anak-Nya.
Anak-Nya menjadi Penyelamat dunia.
Barangsiapa mengaku Yesus adalah Anak-Nya.

Allah di dalam dia dan dia di dalam-Nya.


*Kita telah mengenal dan percaya.
Kasih Allah kepada kita.
Barangsiapa tetap berada di dalam-Nya.
Ia di dalam Allah dan Allah di dalam dia.



*Sekali peristiwa berkatalah Yesus,
_"Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi!
Sebab *misteri Kerajaan* Kausembunyikan
bagi orang bijak dan orang pandai,
tetapi *Kaunyatakan kepada orang kecil.*
Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.

Semua telah diserahkan oleh Bapa kepada-Ku,
dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa,
dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak,
serta orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.


Datanglah kepada-Ku,
kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah kuk yang Kupasang, dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku."



*Ya Tuhan Allahku...
Kekal abadilah kasih setia-Mu.
Semua orang takwa kepada-Mu.
Jiwaku memuji-Mu ya Tuhanku.
Batinku memuji kekudusan nama-Mu.


*Aku takkan melupakan segala kebaikan-Mu.
Engkaulah yang mengampuni kesalahanku
Engkaulah yang menyembuhkan penyakitku.
Engkaulah yang menebus hidupku.


*Engkau memahkotaiku dengan kasih rahmat-Mu.
Engkau menjalankan keadilan dan hukum-Mu.
Engkau memperkenalkan jalan-Mu kepadaku.
Engkau memaklumkan perbuatan-Mu kepadaku.


*Engkau mengasihi dan menyayangiku.
Sabar penuh kasih setia-Mu.

Tidak memperlakukanku setimpal dosaku.

Tidak membalasku setimpal kesalahanku.


Amin.


#
Uploaded Image




2606121. Teruslah bergerak dan berjalan. 

*Naik ke gunung dengan berjalan.
Langkah mengajarkan tentang jalan.
Teruslah bergerak selama berjalan.  
Perjalanan alam menikmati keindahan.
  

#


Uploaded Image

Monday, June 8, 2026

2606082. Bersukacita dan bergembiralah karena besarlah ganjaranmu di surga.

Kalender Liturgi 08 Jun 2026
Senin Pekan Biasa X

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Raj 17:1-6
Mazmur Tanggapan: Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8
Bait Pengantar Injil: Mat 5:12a
Bacaan Injil: Mat 5:1-12



*Seringkali dosa membuat luka 
Saat senang membuat dosa.
Sering berbuat apapun sesukanya.
Lupa perlunya hidup setia.


*_Saya terinspirasi nabi besar Elia di Perjanjian Lama, yang hidup sekitar abad ke-9 SM saat Kerajaan Israel Utara dipimpin Raja Ahab._

*Nabi Elia, orang Tisbe yang berapi-api, penentang keras penyembahan berhala orang Israel*  
Elia menang dalam mukjizat _memanggil api turun dari langit bakar korban persembahan di Gunung Karmel,_ padahal sendirian melawan 450 nabi Baal. 

*Beberapa mujizatnya nabi Elia:*  
   - Elia berdoa maka tiada hujan selama 3,5 tahun.
   - Saat bersembunyi dari pembunuhan di sungai Kerit, diberi makan burung gagak. 
   - Mampu nenghidupkan anak janda di Sarfat.
   - Menggandakan minyak & tepung si janda

*Akhir karyanya di dunia, Elia naik ke surga dengan kereta berapi*  _Elia hadir bersama Musa saat Yesus transfigurasi._
   


*Salah satu yang menarik hati saya menjadi Katolik adalah 8 Sabda Bahagia / Beatitude Yesus di bukit _("Mount of Beatitudes" di dekat Danau Galilea, sekitar Kapernaum di Israel Utara)_. 
*Delapan (8) Sabda Bahagia:*
1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah 
2. Berbahagialah orang yang berduka cita
3. Berbahagialah orang yang lemah lembut
4. Berbahagialah orang yang lapar & haus akan kebenaran
5. Berbahagialah orang yang murah hatinya
6. Berbahagialah orang yang suci hatinya
7. Berbahagialah orang yang membawa damai
8. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran

Delapan (8) Sabda Bahagia ini juga menginspirasi Mahatma Gandhi dari India untuk berjuang untuk kemerdekaan India dari Inggris. Saya terinspirasi oleh 3 Prinsip dasar perjuangan Mahatma Gandhi:

*1. Satyagraha = Kekuatan Kebenaran*  Percaya perlawanan penjajah Inggris harus pakai kebenaran & cinta, tetap menjaga martabat manusia, bukan kebencian. "Kekuatan kebenaran lebih tajam dari pedang"
*2. Ahimsa = Tanpa Kekerasan*  
Menolak kekerasan _(damai)_ dalam bentuk apapun, tidak membalas saat dipukul. Contoh terkenalnya: Salt March 1930, protes pajak garam dengan berjalan kaki 240km.
*3. Swaraj + Swadesi = Mandiri*  
Swaraj = memerintah diri sendiri. Swadesi = memakai produk sendiri. 
Memakai pakaian sendiri dari hasil produksi kain sendiri. (India nomor 2 di dunia dengan tekstilnya setelah RRT)



*Ya Tuhan Allahku...
Ke gunung-gunung kulayangkan mataku.
Dari sanakah datang pertolongan bagiku.

Ternyata Tuhan adalah penolongku.


*Tuhan takkan membiarkan goyah kakiku. 
Tidak akan terlelap penjagaku.
Tuhanlah naunganku di sebelah kananku.

Matahari dan bulan tidak menyakitiku.


*Terhadap segala kecelakaan Tuhan menjagaku 
Tuhan selalu menjaga nyawaku
.
Tuhan menjaga keluar masukku.

Kupercaya kepada Tuhan Allahku.

Amin.


#

2606081. Saat ada kasih setia membuat kesempatan hidup bersama.

Saat aku merenung sendiri.
Aku seorang pemarah dan iri.
Tidak rela saat mengampuni.
Namun selalu minta diampuni.


Ketika dipanggil untuk melayani.
Aku pergi melarikan diri.
Sifat-Mu pengasih dan penyayang ini.
Panjang sabar mengasihi dan mengampuni.


Engkau berlimpah kasih setia.
Tak rencana mendatangkan malapetaka.
Kepada yang menyesal dosanya.
Pengampunan-Mu selalu ada tersedia.


Bagaimana mungkin bisa bersama.
Bila memiliki banyak beda.
Kasih menghilangkan perbedaan rasa.
Kemurahan membuat kesempatan tercipta.


#Saat ada kasih setia membuat kesempatan hidup bersama.

Uploaded Image

Friday, June 5, 2026

2606052. Barangsiapa mengasihi-Ku akan mentaati sabda-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihinya dan Kami akan datang kepadanya.

Kalender Liturgi 05 Jun 2026
Jumat Pekan Biasa IX
PW S. Bonifasius, Uskup dan Martir

Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: 2Tim 3:10-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:157.160.161.165.166.168
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:23
Bacaan Injil: Mrk 12:35-37




*Salah satu contoh copycat (meniru) adalah *Timotius (artinya: yang menghormati Allah)* yang menjadi murid & anak rohani Paulus. Ibunya Eunike, neneknya Lois, orang Yahudi yang percaya dengan kuat sehingga menjadi dasar imannya. Sementara ayahnya orang Yunani yang tidak percaya Yesus. Timotius, orang Listra, kota di wilayah Galatia (sekarang Turki).
Paulus bilang kepada Timotius yang masih muda saat bertemu dalam misi Paulus yang kedua, "Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda." (1 Tim 4:12). Paulus mengakui Timotius sebagai "anakku yang kekasih dalam Tuhan" (1 Kor 4:17). 
Timotius yang pemalu & penakut sangat menurut kepada Paulus, dan Paulus mendorongnya, "Allah memberikan kita bukan roh ketakutan" (2 Tim 1:7). Paulus mengirimnya dengan misi mengurus jemaat bermasalah di Korintus, Tesalonika, dan menjadi gembala di Efesus. Timotius mengangkat penatua, melawan ajaran sesat, menjaga doktrin sehat di Efesus. Timotius menjadi uskup Efesus dan martir.
Walau muda, Timotius menjadi contoh dalam perkataan, tingkah laku, kasih, iman, dan kesucian. (1 Tim 4:12) sesuai surat Paulus kepadanya, "Engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku,
pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Hendaklah tetap berpegang pada kebenaran
yang telah engkau terima dan yakini,
dengan selalu mengingat
orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci
yang dapat memberi hikmat kepadamu
dan menuntun engkau kepada keselamatan
oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah
memang bermanfaat untuk mengajar,
untuk menyatakan kesalahan,
untuk memperbaiki kelakuan,
dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Dengan demikian
orang-orang kepunyaan Allah diperlengkapi
untuk setiap perbuatan baik."



*Salah satu hal menarik adalah perkataan Yesus saat mengajar di Bait Allah,
"Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan,
bahwa Mesias adalah anak Daud?
Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus,
'Tuhan telah bersabda kepada Tuanku:
Duduklah di sisi kanan-Ku,
sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.'
Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya,
bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?"




*Ya Tuhan Allahku...
Walaupun banyak pengejar dan lawanku.
Aku tidak menyimpang dari peringatan-Mu.

Kupercaya kebenaran adalah 
dasar firman-Mu.
Adil selamanya segala hukum-Mu.


*Tanpa alasan para pembesar mengejarku.
Hatiku gemetar hanya terhadap firman-Mu.

Kuyakin besarlah ketenteraman pencinta hukum-Mu.

Bersama-Mu tiada batu sandungan bagiku.


*Kunantikan keselamatan dari pada-Mu.
Kulakukan semua perintah-perintah-Mu.
Kuberpegang pada titah dan peringatan-Mu.
Seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

Amin.


#



Uploaded Image

2606051. Tuhan sang pencipta lautan.

*Angkatlah dan campakkanlah aku.
Maka laut tidak menyerangmu. Akulah penyebab badai menyerangmu.
Diangkatlah lalu dicampakkannya dia itu.


Seketika berhenti mengamuklah lautan.
Maka takutlah kepada TUHAN.
Persembahkanlah korban bagi TUHAN.
Tuhan sang pencipta lautan.


#



Uploaded Image