Selasa Pekan Biasa XXI, 25 Agt 2026
PF S. Yosef dari Calasanz, Imam
PF S. Ludowikus
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Tes 2:1-3a.13b-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:10.11-12a.12b-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 23:23-26
Bacaan Injil hari ini membuat saya teringat lirik *"Berita Kepada Kawan" - karya Ebiet G. Ade* tahun 1980:
Saya membayangkan jika saya menjadi salah satu ahli Taurat dan kelompok orang Farisi yang ditegur '2' sabda Yesus pada waktu itu,
Atau saya membayangkan sebagai umat Tesalonika yang menerima surat dari Paulus, sekitar tahun 50 M.
Dimana umat sedang terjadi kebingungan dan kegelisahan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus
dan berkumpulnya kita dengan Dia,
Paulus minta, jangan lekas bingung dan gelisah,
baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat
yang dikatakan berasal dari kami,
seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Jangan sampai disesatkan orang
dengan cara yang bagaimanapun juga.
Ia telah memanggil kalian lewat Injil
yang kami wartakan,
sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus,
Tuhan kita.
Sebab itu berdirilah teguh
dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kalian terima dari kami,
baik secara lisan, maupun secara tertulis.
Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita,
menghibur dan memperkuat hatimu
dalam segala karya dan tutur kata yang baik,
sebab Allah mengasihi kita,
Ia memberi kita hiburan dan harapan baik
karena kasih karunia-Nya.
Amin.
*Ya Tuhan Allahku...
Engkau menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.
Engkaulah Raja karena dunia ditegakkan-Mu.
PF S. Yosef dari Calasanz, Imam
PF S. Ludowikus
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 2Tes 2:1-3a.13b-17
Mazmur Tanggapan: Mzm 96:10.11-12a.12b-13
Bait Pengantar Injil: Ibr 4:12
Bacaan Injil: Mat 23:23-26
Bacaan Injil hari ini membuat saya teringat lirik *"Berita Kepada Kawan" - karya Ebiet G. Ade* tahun 1980:
> Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih ...
> Suci lahir dan di dalam batin...
"Telanjang dan bersih" maksudnya lepas dari kepalsuan, hidup apa adanya, dan tulus.
Saya membayangkan jika saya menjadi salah satu ahli Taurat dan kelompok orang Farisi yang ditegur '2' sabda Yesus pada waktu itu,
"Hai kamu orang munafik,
persepuluhan kalian bayar,
tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan,
yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan.¹
tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan,
yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan.
Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan.¹
Nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu
tetapi unta di dalamnya kalian telan.
Celakalah kalian, hai ahli Taurat dan orang Farisi,
yang munafik,
sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya,
tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
Bersihkanlah dahulu sebelah dalam,
maka sebelah luarnya juga akan bersih.²"
tetapi unta di dalamnya kalian telan.
Celakalah kalian, hai ahli Taurat dan orang Farisi,
yang munafik,
sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya,
tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
Bersihkanlah dahulu sebelah dalam,
maka sebelah luarnya juga akan bersih.²"
Atau saya membayangkan sebagai umat Tesalonika yang menerima surat dari Paulus, sekitar tahun 50 M.
Dimana umat sedang terjadi kebingungan dan kegelisahan tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus
dan berkumpulnya kita dengan Dia,
Paulus minta, jangan lekas bingung dan gelisah,
baik oleh ilham roh, maupun oleh kabar atau surat
yang dikatakan berasal dari kami,
seolah-olah hari Tuhan telah tiba.
Jangan sampai disesatkan orang
dengan cara yang bagaimanapun juga.
Ia telah memanggil kalian lewat Injil
yang kami wartakan,
sehingga kalian dapat memperoleh kemuliaan Yesus Kristus,
Tuhan kita.
Sebab itu berdirilah teguh
dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kalian terima dari kami,
baik secara lisan, maupun secara tertulis.
Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita,
menghibur dan memperkuat hatimu
dalam segala karya dan tutur kata yang baik,
sebab Allah mengasihi kita,
Ia memberi kita hiburan dan harapan baik
karena kasih karunia-Nya.
Amin.
*Ya Tuhan Allahku...
Engkau menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.
Engkaulah Raja karena dunia ditegakkan-Mu.
Engkau mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran-Mu.
*Biarlah bumi bersorak-sorai dan langit bersukacita.
*Biarlah bumi bersorak-sorai dan langit bersukacita.
Biarlah laut bergemuruh beserta segala isinya.
Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya.
Biarlah segala pohon di hutan bersukacita.
*Biarlah mereka bersukacita di hadapan-Mu.
Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya.
Biarlah segala pohon di hutan bersukacita.
*Biarlah mereka bersukacita di hadapan-Mu.
Sebab kedatangan-Mu untuk menghakimi bumi ku.
Engkau akan menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.
Kauhakimi bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Mu.
Engkau akan menghakimi dunia dengan keadilan-Mu.
Kauhakimi bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Mu.