Thursday, April 9, 2026

2604092. Bagaikan pohon tinggi yang bercabang elok dan berdaun rumpun sekali.

*Bagaikan pohon bertumbuhnya tinggi.
 Bercabang elok Berdaun rumpun sekali.
 Puncaknya tumbuh sangat tinggi.
 Seperti langit hampir tercapai.


Uploaded Image

*Mengalahkan segala pohon di padang.
 Ranting-rantingnya menjulur panjang.
 Cabang-cabangnya menjadi panjang.
 Sebab air yang melimpah datang.

 *Pada rantingnya bersarang burung.
Di bawah cabangnya berdiam binatang.
Tempat melahirkan anak binatang.
Semua bangsa duduk bernaung. 

*Ia elok karena besarnya.
Panjang-panjang cabang-cabangnya.
Menjulur-jalar semua akarnya 
Karena air melimpah disana.

*la menjadi sombong karena ketinggiannya.
Merasa besar dan mulia.
Merasa khalayak ramai mengikutinya.
Lupa semua ada waktunya.

#

Bagaikan pohon tinggi yang bercabang elok dan berdaun rumpun sekali.


2604091. Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.

Kalender Liturgi 09 Apr 2026
Kamis Oktaf Paskah

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Kis 3:11-26
Mazmur Tanggapan: Mzm 8:2a.5.6-7.8-9
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Luk 24:35-48




*Apakah Yesus itu wafat?
Apakah Yesus itu bangkit dari kematian?
Berabad-abad orang berdebat tanpa akhir karena yang berdebat saling merasa benar dengan memegang pemahamannya sendiri/ kelompoknya.
Mungkin perdebatan akan berakhir saat seseorang mendapat 'pencerahan' baik secara pribadi/ kelompok atau mengalami kejadian mukjizat atau kisah yang terungkap di akhir dunia. Setelah 'pencerahan', bila mengikuti-Nya akan memperoleh kepercayaan. Kepercayaan kepada Yang Hidup, yang mengantar orang kepada Hidup, Jalan dan Kebenaran.



*Orang lumpuh yang disembuhkan Petrus dan Yohanes tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka orang banyak yang sangat keheranan datang mengerumuni mereka
di Serambi Salomo.

Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata,
"Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu?
Allah Abraham, Ishak dan Yakub,
Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya,
yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus,
walaupun Pilatus berpendapat bahwa Ia harus dilepaskan.
Kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, malah menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.
Demikianlah Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh!
Tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati;
dan tentang hal itu kami adalah saksi.


Kepercayaan dalam Nama Yesus itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kenal ini;
kepercayaan itulah yang telah memberi kesembuhan
kepada orang ini di depan kamu semua.


Kamu telah berbuat demikian
karena ketidaktahuan,
sama seperti pemimpinmu.
Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi
apa yang telah difirmankan-Nya dahulu
dengan perantaraan nabi-nabi-Nya,
yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus,
yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Kristus itu harus tinggal di surga
sampai waktu pemulihan segala sesuatu,
seperti yang difirmankan Allah
dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.


Ia berfirman kepada Abraham:
Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.
Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya
dan mengutus-Nya kepada kamu,
supaya Ia memberkati kamu
dengan memimpin kamu masing-masing
kembali dari segala kejahatanmu."


*Injil Suci Lukas mengisahkan dua murid yang berjalan ke Emaus (yang ditemui Yesus sesudah bangkit),
segera kembali ke Yerusalem.
Kedua murid menceriterakan kepada saudara-saudara
apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Yesus saat memecahkan roti.

Tiba-tiba Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata,
"Damai sejahtera bagi kamu!"

Mereka terkejut dan takut,
karena menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Sehingga Ia berkata,
"Mengapa kamu terkejut,
dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hatimu?
Lihatlah tangan dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini!
Rabalah Aku dan lihatlah,
karena hantu kan tidak ada daging dan tulangnya,
seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Sambil berkata demikian
Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.

"Adakah padamu makanan di sini?"
Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

"Inilah perkataan yang telah Kukatakan kepadamu
ketika Aku masih bersama-sama kamu,
yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku
dalam kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Yesus membuka pikiran mereka,
sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

"Mesias harus menderita
dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga.
Dalam nama-Nya
berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa
harus disampaikan kepada segala bangsa,
mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya ini."




*Ya Tuhan dan Allahku...
Seluruh bumi memuliakan nama-Mu.
Bila kuingat segala kelemahanku
Apakah aku sehingga Engkau mengingatku.

*Apakah aku sehingga Engkau mengindahkanku.
Kauciptakan aku hampir setara dengan-Mu.
Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak-Mu.
Kauberi aku kuasa atas buatan tangan-Mu.

Ya Tuhan Yesusku...
Engkaulah andalanku.

Amin.

#

Uploaded Image

Wednesday, April 8, 2026

2604081. Mereka mengenali Yesus pada waktu Yesus memecah-mecahkan roti.

Kalender Liturgi 08 Apr 2026
Rabu Oktaf Paskah

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Kis 3:1-10
Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Luk 24:13-35




*Melihat itu memandang sesuatu.
Memahami atau menyadari sesuatu.
Memiliki mata belum tentu tahu.
Bila hati pikiran ragu.


*Bagaikan mata tertutup salju 
Semua nampak putih disitu. 
Tindakan membuka tabir itu.
Mata Hati Pikiran menyatu.
 


*Salah satu kisah Injil yang terkenal adalah perjalanan ke Emaus (Emaus Journey, kelompok favorit saat ini di KAJ). Injil Suci Lukas mengisahkan dua orang murid Yesus pergi (berjalan kaki) ke Emaus 7 mil dari Yerusalem) sambil bercakap-cakap dan bertukar pikiran. Alkisah datanglah Yesus mendekati mereka (ada sesuatu yang menghalangi mata sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia), lalu mereka berjalan bersama-sama dan bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang terjadi dengan Yesus.

Kata Kleopas, "Yesus orang Nazaret adalah seorang nabi,
yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan
di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami
telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati
dan mereka telah menyalibkan-Nya.
Padahal kami mengharapkan, Dialah yang membebaskan bangsa Israel.
Telah lewat tiga hari kematian-Nya itu, beberapa perempuan yang 
pergi ke kubur di pagi-pagi buta,
telah mengejutkan kami, karena mereka tidak menemukan mayat-Nya lalu memberitakan malaikat-malaikat yang dilihat mereka mengatakan bahwa 
Yesus hidup.
Lalu beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati kebenaran perkatakan perempuan-perempuan itu,
tetapi 
Yesus sendiri tidak mereka lihat."

Lalu Yesus berkata kepada mereka,
"Hai kamu orang bodoh,
betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya
akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu
untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"

Lalu Ia menjelaskan apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa (Taurat) dan segala kitab nabi-nabi.

Saat mereka mendekati kampung Emaus, Yesus berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya, tetapi kedua murid mendesak-Nya agar tinggal bersama sebab hari telah menjelang malam
dan matahari hampir terbenam.

Lalu masuklah Yesus untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Waktu duduk makan dengan mereka,
Yesus mengambil roti, mengucap berkat,
lalu memecah-mecahkannya dan
memberikannya kepada mereka.
Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia,
tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain,
"Bukankah hati kita berkobar-kobar,
ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan
dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"


Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem, mendapati kesebelas murid yang sedang berkumpul bersama.
Kata mereka kepada kedua murid itu,
"Sungguh, Tuhan telah bangkit,
dan telah menampakkan diri kepada Simon."

Lalu kedua orang itu pun menceriterakan
apa yang terjadi di tengah jalan,
dan bagaimana mereka mengenal Yesus
pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.



*Perbuatan rutin menjadi pekerjaan.
Pekerjaan rutin menjadi kebiasaan.
Kebiasaan rutin menjadi monoton.
Apalagi tidak punya pilihan.


*Alkisah pada waktu sembahyang, pukul tiga petang, Petrus dan Yohanes sampai di Gerbang Indah Bait Allah.
Seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahirnya berada disitu untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah, lalu meminta sedekah kepada Petrus dan Yohanes yang hendak masuk ke Bait Allah.

Petrus dan Yohanes menatap dia lalu Petrus berkata,
"Lihatlah kepada kami.
Emas dan perak tidak ada padaku!
Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu:
Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Lalu Petrus memegang tangan kanan orang itu
dan membantu dia berdiri.
Seketika itu juga kuatlah kaki orang itu, lalu berjalan kian ke mari mengikuti Petrus dan Yohanes ke dalam Bait Allah sambil melompat-lompat serta memuji Allah.
Ketika seluruh rakyat melihat dia berjalan sambil memuji Allah, mereka mengenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah.
Mereka takjub dan tercengang
tentang apa yang telah terjadi padanya.



*Ya Tuhan dan Allahku...
Kubersyukur kepada-Mu dan kuserukan nama-Mu. 
Kubernyanyi dan bermazmurlah bagi-Mu.
Kupercakapkan segala keajaiban perbuatan-Mu.

*Kumegahkan kekudusan nama-Mu selalu.
Kubersukahati saat orang mencari-Mu.

Kucari Engkau dan kekuatan-Mu.

Kucari selalu wajah-Mu.

*Selamanya Engkau ingat perjanjian-Mu
Akan firman yang diperintahkan-Mu.
Akan perjanjian yang diikat-Mu.
Akan sumpah-Mu kepada orang pilihan-Mu.

*Ya Tuhan dan Allahku...
Kubersyukur kepada-Mu dan kuserukan nama-Mu. 
Amin.

#

Uploaded Image

2604081. Sejenak Bijak.

*Bila Hari sudah dekat.
Hari terakhir sudah mendekat.
Hari berawan gelap pekat.
Saat lidah bertemu langit-langit.


Uploaded Image


*Kenangan saat menyerakkan suasana.
Saat menghamburkan Waktu Dana.
Merasa hidup terus berkuasa.
Merasa mampu mengetahui semuanya.

#

Tuesday, April 7, 2026

2604072. Sejenak Bijak. Semua ada saatnya.

*Bila datang pedang atasmu.
Melenyapkan makhluk dari hadapanmu.
Karma pekerjaan yang dilakukanmu.
Apakah yang dapat dikerjakanmu.
 

 
Uploaded Image


*Semua ada saatnya selalu.
Ada saat menumbuhkan tandukmu.
Ada saatnya berbalik semu.
Ada saatnya mengetahui penguasamu.

#

2604071. Aku telah melihat Tuhan.

Kalender Liturgi 07 Apr 2026
Selasa Oktaf Paskah

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Kis 2:36-41
Mazmur Tanggapan: Mzm 33:4-5.18-19.20.22
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Yoh 20:11-18




Perasaan terharu itu saat hati dan pikiran terasa sangat tersentuh, seperti saat mengalami momen kebersamaan yang manis atau kata-kata motivasi atau kenangan lama yang muncul tiba-tiba. Hati orang-orang Yahudi sangat terharu setelah mendengar perkataan Petrus bahwa Allah telah membuat Yesus, yang disalibkan itu,
menjadi Tuhan dan Kristus
lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain,
"Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

Jawab Petrus kepada mereka,
"Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing
memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus
untuk pengampunan dosamu;
maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
Sebab bagi kamulah janji itu,
bagi anak-anakmu dan bagi semua orang yang masih jauh,
yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita... 
Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."



*Saat hati terlarut duka.
Terasa buram pikiran dan mata.
Tidak melihat walaupun di depan mata.
Saat dipanggil barulah mata terbuka.



*Maria Magdalena berdiri dekat makam Yesus yang kosong, menangis lalu menjenguk ke dalam kubur itu, melihat dua malaikat namun pikirannya "Tuhan telah diambil orang, dan tidak tahu di mana Ia diletakkan."

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang,
dan melihat Yesus berdiri di situ,
tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Kata Yesus kepadanya,
"Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?"

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman.
Maka ia berkata kepada-Nya,
"Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia,
katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia,
supaya aku dapat mengambil-Nya."

Kata Yesus kepadanya, "Maria!"

Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani,
"Rabuni!", artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya,
"Janganlah engkau memegang Aku,
sebab Aku belum pergi kepada Bapa.
Tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku
dan katakanlah kepada mereka,
bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu,
kepada Allah-Ku dan Allahmu."

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid,
"Aku telah melihat Tuhan!"



*Ya Tuhan Allahku ...
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu.
Sungguh benar Firman-Mu itu.
Dengan kesetiaan segala sesuatu dikerjakan-Mu.

*Kepada yang takwa tertuju mata-Mu.
Kepada yang berharap kasih setia-Mu.
Dari maut Kaulepaskan jiwaku.
Masa kelaparan Kaupelihara hidupku.

*Jiwaku menanti-nantikan-Mu. 
Engkaulah penolongku dan perisaiku.

Kasih setia-Mu kiranya menyertaiku.

Karena aku berharap kepada-Mu.

Amin.

#

Uploaded Image

Monday, April 6, 2026

2604061. Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karena inilah hari yang dijadikan Tuhan.

Kalender Liturgi 06 Apr 2026
Senin Oktaf Paskah

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Kis 2:14.22-32
Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2a.5.7-8.9-10.11
Bait Pengantar Injil: Mzm 118:24
Bacaan Injil: Mat 28:8-15



*Saya tertarik dengan perubahan sikap Petrus dari yang mengingkari Yesus saat Yesus menderita namun bertobat dan berubah menjadi berani. Kisah Para Rasul mengisahkan pada hari Pentakosta, bangkitlah Petrus berdiri bersama kesebelas rasul, lalu dengan suara nyaring Petrus berkata kepada orang banyak, 
"Hai kamu orang Yahudi
dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem,
ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini:
Yesus dari Nazaret,
seorang yang telah ditentukan Allah
dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan,
mujizat dan tanda-tanda
yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia
di tengah-tengah kamu,
seperti yang kamu tahu.
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya,
telah kamu salibkan dan kamu bunuh
dengan tangan bangsa-bangsa durhaka.
Tetapi Allah membangkitkan Dia
dengan melepaskan-Nya dari sengsara maut,
karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.


Sebab Daud berkata tentang Dia _(Tuhan Yesus)_ :
Aku senantiasa memandang kepada Tuhan.
Karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak,
bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.
Sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati,
dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;
Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

Aku berkata-kata dengan terus terang
kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita.
Ia telah mati dan dikubur,
dan kuburnya masih ada pada kita sampai hari ini.
Tetapi ia adalah seorang nabi,
dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya
dengan mengangkat sumpah,
bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri
di atas takhtanya.
Karena itu Daud telah melihat ke depan
dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias,
ketika ia mengatakan,
bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati,
dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,
dan tentang hal itu kami semua adalah saksi."

Semoga saya bisa berubah menjadi berani mewartakan kabar baik, tidak seperti kotbah romo saat Jumat Agung tentang Pilatus. Pilatus, orang berkuasa mencari aman, munafik, tahu kebenaran tetapi berlindung di balik kebenaran seolah-olah tidak tahu itu dosa, sehingga dia bersalah _(karena tidak berbuat benar)_


*Dari masih remaja, saya selalu didebat oleh teman beragama lain, bahwa Yesus tidak mati di salib atau Yesus mati tetapi tidak bangkit karena mayat-Nya dicuri murid-murid-Nya saat para penjaga tidur di malam hari. Tetapi menurut Injil Suci Matius, pada waktu pagi,
perempuan-perempuan pergi dari kubur,
diliputi rasa takut dan sukacita yang besar, sehingga mereka berlari cepat-cepat
untuk memberitahukan kepada para murid
bahwa Yesus telah bangkit.

Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,
"Salam bagimu."
Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!
Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,
supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku."


Sementara perempuan-perempuan itu masih di tengah jalan,
datanglah beberapa orang dari penjaga makam Yesus ke kota
dan memberitahukan segala yang terjadi itu
kepada imam-imam kepala.
Dan sesudah berunding dengan tua-tua,
mereka mengambil keputusan,
lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
dan berkata,
"Kamu harus mengatakan,
bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam
dan mencuri jenazah-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri,
kami akan berbicara dengan dia,
sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."


Mereka menerima uang itu
dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka.
Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi
sampai sekarang ini.


*Semoga saya bisa berubah menjadi berani mewartakan kabar baik & benar, tidak seperti imam-imam kepala dan 'tua-tua', orang-orang yang berkuasa namun menutup kebenaran dengan kebohongan dan dengan uang/ harta menyogok para serdadu. Para serdadu juga menutup kebenaran dengan kebohongan karena menerima uang/ harta, selain mencari aman akibat ketidakmampuan/ kegagalan menjaga makam Yesus.



*Ya Allah Tuhanku...
Jagalah aku sebab kuberlindung pada-Mu.
Sebab Engkaulah Tuhanku.
Engkaulah warisanku dan pialaku.

*Aku memuji-Mu yang menasihatiku.
Malam aku diajar hati nuraniku.

Aku senantiasa memandang kepada-Mu.

Karena Engkau berdiri di sebelah kananku.

*Sebab itu bersukacitalah hatiku. 
Dan bersorak-soraklah jiwaku.
Akan diam dengan tenteram tubuhku.
Engkau tidak menyerahkanku melihat kebinasaanku.

*Kauberitahukan jalan kehidupan kepadaku.
Kauberitahukan ada sukacita berlimpah di hadapan-Mu.
Kauberitahukan ada nikmat abadi di tangan-Mu.
Engkau tidak menyerahkanku melihat kebinasaanku.

Amin.

#