Thursday, October 1, 2026

2610014. Q & A. TTS ANGKA.

2610014. Question & Answer. TTS ANGKA.
Uploaded Image Uploaded Image

2610013. Q & A. SUDOKU.

2610013. Question & Answer. SUDOKU.
Uploaded Image Uploaded Image

2609301. Segala sesuatu kuanggap sebagai sampah agar aku memperoleh Kristus dan bersatu dengan-Nya.

Rabu Pekan Biasa XXVI, 30 Sep 2026. (Putih)
PW S. Hieronimus, Imam dan Pujangga Gereja

Bacaan I: Ayb 9:1-12.14-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 88:10bc-11.12-13.14-15
Bait Pengantar Injil: Flp 3:8-9
Bacaan Injil: Luk 9:57-62




Pernah dengar tentang dua kalimat 'Bos is never wrong'. (Bos tidak pernah salah). Kedua kalimat itu adalah:
1. Bos tidak pernah salah.
2. Kalau merasa Bos salah, ingat peraturan pertama.

Saya merasa Ayub percaya kedua peraturan ini. Ayub punya keyakinan yang 'sangat' kuat kepada Allah. Ayub memiliki totalitas kepercayaan kepada-Nya.

"... masakan manusia benar di hadapan Allah?
Jika ia ingin beperkara dengan Allah
satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya.

Allah itu bijak dan kuat,
siapakah dapat berkeras melawan Dia dan tetap selamat?
Dialah yang memindahkan gunung-gunung tanpa diketahui orang,
yang menjungkir-balikkan dalam murka-Nya.
Ia menggeserkan bumi dari tempatnya,
sehingga tiangnya bergoyang-goyang.
Ia memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit,
dan mengurung bintang-bintang dengan meterai.
Seorang diri Ia membentangkan langit,
dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut.
Ia menjadikan bintang ...
dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan.
Dialah yang melakukan perbuatan-perbuatan tegar yang terduga,
dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyak.

Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya,
dan bila Ia lalu, aku tidak tahu.
Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya?
Siapa akan menegur-Nya, 'Apa yang Kaulakukan?'
Bagaimana mungkin aku dapat membantah Dia,
dan memilih kata-kata di hadapan Dia?


Walaupun benar, aku tidak mungkin membantah Dia,
malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku.
Bila aku berseru, Ia menjawab;
aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku."





Sekali peristiwa,
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan,
datanglah seorang di tengah jalan, berkata kepada Yesus
"Aku akan mengikut Engkau, ke mana pun Engkau pergi."

Yesus menjawab,
"Serigala mempunyai liang, dan burung mempunyai sarang,
tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat
untuk meletakkan kepala-Nya."

Lalu kepada orang lain Yesus berkata, "Ikutlah Aku."
Berkatalah orang itu,
"Izinkanlah aku mengubur ayahku."
Tetapi Yesus menjawab, "Biarlah orang mati mengubur orang mati;
tetapi engkau, pergilah,
dan wartakanlah Kerajaan Allah di mana-mana."


Dan seorang lain lagi berkata, "Tuhan, aku akan mengikuti Engkau,
tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku."

Tetapi Yesus berkata,
"Setiap orang yang siap untuk membajak,
tetapi menoleh ke belakang,
tidak layak untuk Kerajaan Allah."




Bagi saya kisah Injil diatas, Yesus menghendaki 'totalitas'. Totalitas percaya lalu melakukan sesuai perkataan-Nya seperti kisah para rasulnya yang segera mengikuti-Nya sesaat setelah diajak mengikuti-Nya.



*Ya Tuhan Allahku...
Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu.
Sepanjang hari kuberseru kepada-Mu.
Aku mengulurkan tanganku kepada-Mu.

*Kuberteriak minta tolong kepada-Mu.
Waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.
Janganlah Kaubuang aku.

Janganlah Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku.

*Amin.



#




Uploaded Image

Thursday, September 24, 2026

2609241. Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

Kamis Pekan Biasa XXV, 24 Sep 2026. (Hijau)
Bacaan I: Pkh 1:2-11
Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-6.12-14.17
Bait Pengantar Injil: Yoh 14:6
Bacaan Injil: Luk 9:7-9



Benarkah semuanya adalah kesia-siaan di bumi?
(Ini pertanyaan Raja Salomo ±3000 tahun lalu yang menuliskannya di Kitab *Pengkhotbah*).

Kesia-siaan atau *"Hevel"* (Ibrani), artinya *uap, embusan napas, asap*. 
. Kelihatan ada, tapi hilang saat dipegang. 
. Dikejar tidak pernah tertangkap.
. Berasa mengejar angin, tapi tidak pernah bisa digenggam.


*Ada 3 kesia-siaan yang dialami:*

*1. Kesia-siaan Waktu*
_"Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia." (Pengkhotbah 1:2)_
Hari berganti hari, tahun berganti tahun, bangun, makan, bekerja, tidur, dan terus berulang. 

*2. Kesia-siaan Harta dan Prestasi*
Membangun rumah terindah di Bumi, mengumpulkan uang, mengejar jabatan, tapi semua ditinggalkan, tidak ada yang dibawa saat meninggal (Salomo).

*3. Kesia-siaan Jika Tanpa Allah*
Segala usaha menjadi sia-sia kalau hanya untuk diri sendiri. 
> _"Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." (Pengkhotbah 12:13)_
- Mendengarkan Sabda Allah 
- Melaksanakannya dengan kasih
- Mengasihi sesama, mengampuni, berbuat baik

. Harta bisa habis. 
. Rumah bisa rusak. 
. Tapi kasih dan ketaatan pada Allah, itu kekal, tidak pernah sia-sia.


*Raja Salomo*, putra Daud adalah Penulis Kitab Pengkhotbah  *(Qohelet)*, artinya *"Sang Pengkhotbah" / "Sang Pemimpin Jemaat".*

> _"Perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem." (Pengkhotbah 1:1)_
> _"Aku, Pengkhotbah, adalah raja atas Israel di Yerusalem." (Pengkhotbah 1:12)_

Salomo adalah orang yang paling layak menulis ini, karena:

*1. Dia paling berhikmat* — Allah beri hikmat luar biasa (1 Raja-raja 3)
*2. Dia paling kaya* — emas, perak, istana, kebun anggur, semuanya melimpah.
*3. Dia paling berkuasa* — wilayahnya luas, damai, tidak ada perang.

Dia sudah mencoba SEMUA yang dikejar manusia: hikmat, pesta, anggur, proyek besar, harta, musik, wanita. Dan di akhir hidupnya, di usia tuanya, dia menulis kesimpulan jujurnya:

_"Semua itu sia-sia jika tanpa Allah."_

Kitab Pengkhotbah bukan ditulis oleh orang gagal, tapi oleh orang yang *paling berhasil di bumi* dan dia berkesimpulan: keberhasilan tanpa Tuhan pun sia-sia.

Mungkin beberapa tokoh dunia yang tercatat meninggal karena bunuh diri/ kesia-siaan, bisa menjadi contoh: 

*Seni & Sastra*
- *Ernest Hemingway* (1899-1961) - Penulis Amerika, pemenang Nobel Sastra
- *Virginia Woolf* (1882-1941) - Penulis Inggris
- *Yukio Mishima* (1925-1970) - Penulis Jepang
- *Vincent van Gogh* (1853-1890) - Pelukis Belanda.

*Musik & Hiburan*
- *Kurt Cobain* (1967-1994) - Vokalis Nirvana
- *Robin Williams* (1951-2014) - Aktor Amerika
- *Anthony Bourdain* (1956-2018) - Chef dan pembawa acara
- *Chester Bennington* (1976-2017) - Vokalis Linkin Park
- *Avicii / Tim Bergling* (1989-2018) - DJ Swedia

*Pemimpin & Sejarah*
- *Cleopatra VII* (69-30 SM) - Ratu terakhir Mesir
- *Adolf Hitler* (1889-1945) - Diktator Jerman

*Teknologi & Bisnis*
- *Aaron Swartz* (1986-2013) - Programmer, co-founder Reddit
- *George Eastman* (1854-1932) - Pendiri dan pemilik awal Kodak.




Alkisah ketika Herodes, raja Galilea, mendengar segala yang terjadi tentang Yesus,
ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan,
bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati.
Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali,
dan ada pula yang mengatakan,
bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit.

Tetapi Herodes berkata, "Yohanes kan telah kupenggal kepalanya.
Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"
Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.



*Ya Tuhan Allahku ..
Engkaulah tempat perteduhanku.
Engkau mengembalikan manusia kepada debu.
Di mata-Mu seribu tahun seperti kemarin itu

*Engkau menghanyutkanku seperti mimpi itu.
Seperti rumput tumbuh dan berkembang lalu lisut dan layu.

Ajarlah aku menghitung hari-hariku.

Hingga beroleh kebijaksanaan hatiku.

Ya Tuhan sayangilah hamba-Mu.
Kenyangkanlah aku dengan kasih setia-Mu.

Supaya aku bersorak-sorai dan bersukacita sepanjang hayatku.

Kiranya kemurahan Tuhan melimpah atasku.

Ya Tuhan Allahku ..
Aku percaya kepada rencana-Mu.
Teguhkanlah perbuatan tanganku.
Amin.


#





Uploaded Image

Wednesday, September 23, 2026

2609221. Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan melakukannya.

Selasa Pekan Biasa XXV, 22 Sep 2026. (Hijau).
Bacaan I: Ams 21:1-6.10-13
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:1.27.30.34.35.44
Bait Pengantar Injil: Luk 11:28
Bacaan Injil: Luk 8:19-21



> _“Mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya”_ — Lukas 11:28

Seorang teman berkata, walaupun memiliki rumah di Mars atau di Bumi atau dimanapun yang seindah apapun — semuanya itu hanya titipan. Tapi kalau kita mendengarkan Sabda dan melakukannya dengan kasih, di mana pun kita tinggal, rumah itu jadi terang.

Di siang hari, bekerja adalah pemberian-Nya, di malam kita diterangi bulan dan kunang-kunang ciptaan-Nya, dan hati tetap damai karena Sabda-Nya tinggal di dalam rumah.


Menurut Injil Suci Lukas, pada suatu hari
datanglah Ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia.
Tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
Maka diberitahukan kepada Yesus,
"Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar
dan ingin bertemu dengan Dikau."

Tetapi Yesus menjawab,
"Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah
mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya."



Hati raja laksana batang air di tangan-Nya.
Dia bisa mengalirkan ke mana saja.

Setiap jalan adalah lurus menurut pandangannya.

Tetapi Dia yang menguji hati dan kebenarannya.

Melakukan kebenaran dan keadilan.
Lebih berkenan di hati-Nya daripada kurban.
Rancangan yang rajin mendatangkan kelimpahan.
Rancangan yang tergesa-gesa mengalami kekurangan.

Jikalau orang bijak diberi pengajaran.
Ia akan memperoleh pengetahuan.
Menjadi bijak dan berpengalaman.
Kepada sesamanya menaruh belas kasihan.


*Ya Tuhan Allahku ..
Berbahagialah yang hidupnya menurut Taurat-Mu.
Buatlah aku mengerti titah-titah-Mu.
Bimbinglah hidupku menurut perintah-Mu.
Supaya kurenungkan keajaiban perbuatan-Mu.

*Aku telah memilih jalan kebenaran-Mu.
Menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.
Buatlah aku mengerti dan memegang Hukum-Mu.

Aku hendak memeliharanya dengan segenap hatiku. 

*Amin.



#




Uploaded Image