Thursday, February 12, 2026

2602121. Sejenak Bijak. Tiada yang mustahil untuk-Nya.

  
  Langit dan bumi dijadikan-Nya.
  Dijadikan dengan kebesaran kekuatan-Nya.
  Dijadikan dengan merentangkan lengan-Nya.
   Tiada yang mustahil untuk-Nya.


  Dia menunjukkan kasih setia.
  Dialah pencipta alam semesta.
  Dia membalaskan kesalahan Dosa.
   Dia besar dan perkasa.


  Sungguh besar rancangan-Nya.
  Sungguh agung perbuatan-Nya.
  Segala tingkah terbuka di mata-Nya.
  Sesuai perbuatannya semua dibalas-Nya.


 
#2602121. Sejenak Bijak. Tiada yang mustahil untuk-Nya.





Wednesday, February 11, 2026

2602111. Firman-Nya menguasai Semesta alam. 


  Dari jauh Dia menampakkan diri.
  Dia mengasihi dengan abadi.
  Selalu setia kasih sejati.
  Dia memuaskan jiwa dan hati.


 Milikilah imam dengan kelimpahan.
  Jadilah hidup penuh kebajikan.
  Jadilah kesukaan dan kesayangan. 
  Sehingga tak putus kemuliaan.

  
  Firman-Nya ditaruh dalam batin.
  Dalam hati Firman-Nya dituliskan.
  Firman-Nya menguasai segenap pikiran. 
  Namun tetap memiliki kebebasan.


 Tidak usah Firman diajarkannya.   
 Mengajar mengenali Firman Penguasa.
  Besar kecil sudah mengenal-Nya.
  Dia mengampuni kesalahan dosa 


  Diberi-Nya matahari menerangi dunia.
  Bulan Bintang menerangi sesudah senja.
  Laut mengharu biru gelombangnya.
  Semesta alam adalah ciptaan-Nya.


#2602111. Firman-Nya menguasai Semesta alam. 





2602116.  Apa yang najis adalah yang keluar dari seseorang.

Kalender Liturgi 11 Feb 2026
Rabu Pekan Biasa V
PF S.P. Maria dari Lourdes

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Raj 10:1-10
Mazmur Tanggapan: Mzm 37:5-6.30-31.39-40
Bait Pengantar Injil: Yoh 17:17ba
Bacaan Injil: Mrk 7:14-23



*2602116.  Apa yang najis adalah yang keluar dari seseorang.  
Kuduskanlah kami dalam kebenaran sabda-Mu.


*Alkisah menurut Kitab Pertama Raja-Raja,
Ratu negeri Syeba (Ethiopia) dengan pasukan yang sangat besar, membawa rempah-rempah, emas dan batu permata yang mahal-mahal, datang ke Yerusalem hendak menguji Salomo dengan teka-teki yang ada dalam hatinya kepada Salomo.
Salomo menjawab semua pertanyaan ratu itu.
Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo
dan rumahnya, makanannya, cara melayani, berpakaian,
minumannya, dan korban bakaran yang dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka ia berkata kepada Salomo,
"Benar juga kabar yang kudengar di negeriku
tentang engkau dan tentang hikmatmu!
Tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu
sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri;
sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku.
Dalam hal hikmat dan kemakmuran,
engkau melebihi kabar yang kudengar.
Berbahagialah para isterimu!
Berbahagialah para pegawaimu,
yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!
Terpujilah Tuhan, Allahmu,
yang telah berkenan kepadaku sedemikian,
hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel!
Karena Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya,
maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja
untuk melakukan keadilan dan kebenaran."


Salomo berhasil mengagungkan Tuhan Allah dengan menunjukkan kemampuannya, kekayaannya, kemuliaannya dan sembah baktinya.


* Alkisah menurut Injil Suci Markus, pada suatu hari, Yesus berkata kepada orang banyak,
"Dengarkanlah Aku dan camkanlah ini!
Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang,
tidak dapat menajiskan dia! (karena tidak masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya,
lalu dibuang di jamban).
Tetapi apa yang keluar dari seseorang,
itulah yang menajiskannya! (Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat,
percabulan, pencurian, pembunuhan,
perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan,
hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang)."
Yesus menyatakan semua makanan halal.
Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!


*Kuserahkan hidupku kepada Tuhanku.
 Kupercayakan hidupku kepada Tuhanku.
  Ia bertindak muncullah kebenaranku 
  Seperti terang dimunculkan-Nya kebenaranku.
  Seperti siang ditampilkan hakku.

*Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan.
  Lidah orang benar mengatakan kebenaran.
  Di dalam hatinya ada Firman. 
  Tidak goyah sebab beriman.

*Semoga aku benar diselamatkan-Mu.
Engkau adalah tempat perlindunganku 
Kuberlindung pada-Mu saat kesesakanku.
Penolong yang meluputkanku dari musuhku.

Amin.

Tuesday, February 10, 2026

2602101. Sejenak Bijak. Janganlah takut dan gentar hatimu.


  Janganlah takut dalam pikiranmu. 
  Janganlah gentar dalam hatimu.
  Dia akan menyelamatkan engkau.
  Tenanglah pasti aman hidupmu.
 

 Walaupun semua kekasihmu melupakanmu.
  Mereka tidak lagi menanyakanmu.
  Karena banyak kesalahan dosamu.
  Dia akan memukul musuhmu.
  

 Dia mendatangkan kesembuhan bagimu.
 Dia akan mengobati luka-lukamu.
 Selama menjadi umat-Nya selalu.
  Dan Dia menjadi penguasamu.


 Murka-Nya menyala-nyala tidak akan berlalu.
  Sampai Dia melaksanakan tepat waktu.
  Semua rancangan-Nya terwujud selalu.
  Saat terakhirmu akan mengerti itu. 



#2602101. Sejenak Bijak. Janganlah takut dan gentar hatimu.





Monday, February 9, 2026

2602091. Sejenak Bijak. Rancangan damai sejahtera untukmu.


  Aku mengetahui rancangan-rancangan-Ku mengenaimu.     
  Rancangan damai sejahtera untukmu.
  Bukan rancangan kecelakaan itu.
  Kuberikan harapan hari depan kepadamu.


  Apabila kamu berseru kepada-Ku.
  Datang untuk berdoa kepada-Ku. 
  Aku akan mendengarkan kamu.
  Aku selalu setia menunggu.


  Apabila kamu mencari Aku.
  Kamu akan menemukan Aku.
  Apabila kamu menanyakan Aku.
  Aku akan menjawab kamu.


#2602091. Sejenak Bijak. Rancangan damai sejahtera untukmu.





Tuesday, February 3, 2026

2601037. *Meninggalkan Harvard Untuk Papa.*




*Kisah seorang putri yang meninggalkan beasiswa Harvard untuk merawat ayahnya yang stroke di kampung—mengajarkan bahwa "Mari ikutlah Aku" kadang berarti meninggalkan "jala emas" dan membawa terang ke dalam kegelapan keluarga yang hancur.*

*Maria (25 tahun)* baru diterima beasiswa S2 full di Harvard University—impian semua orang. Total nilai 2 miliar rupiah. Keluarganya di Flores bangga luar biasa.

Tapi sebulan sebelum berangkat, *Papanya (52 tahun)* stroke berat. Lumpuh total. Mamanya meninggal 5 tahun lalu, jadi tidak ada yang urus Papa.

Kakaknya *Andreas (28 tahun)* sudah berkeluarga dan kerja di Jakarta. "Maria, aku tidak bisa pulang. Aku harus kerja. Kamu kan belum nikah, kamu yang urus Papa."

"Tapi Kak, aku ada beasiswa Harvard! Ini kesempatan sekali seumur hidup !" protes Maria.

"Maria, Papa lebih penting dari Harvard !. Kamu egois !" bentak Andreas.

Maria bingung. 
Ia berdoa berhari-hari. "Tuhan, apa yang harus aku lakukan ?"

Dalam doa, ia teringat Injil Matius: Yesus memanggil Simon dan Andreas yang sedang menebarkan jala. "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Mereka segera meninggalkan jala mereka.

"Harvard adalah 'jala emas'ku," bisik Maria. "Tapi Tuhan memanggil aku pulang untuk Papa."

Maria mengumumkan keputusannya: ia tolak beasiswa Harvard dan pulang kampung urus Papa.

Keluarga besar marah. "Maria gila !. Membuang 2 miliar dan Harvard untuk urus orang tua yang sudah tua !. Egois !".

Teman-temannya shock. "Maria, kamu bisa sewa caregiver (pengasuh)! Jangan buang masa depanmu!"

Tapi Maria tenang. "Yesus berkata 'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat.' Aku harus bertobat dari egoisku—mengejar karir dan melupakan Papa."

Ia pulang kampung. 2 tahun merawat Papa—memandikan, menyuapi, mengajak bicara meski Papa tidak bisa jawab.

Tapi sesuatu ajaib terjadi. Kampung yang dulu gelap—banyak anak putus sekolah, pemuda mabuk—mulai berubah karena Maria.

Setiap sore, setelah urus Papa, Maria mengajar anak-anak kampung gratis. Ia ajari mereka bahasa Inggris, matematika, bahkan coding. 50 anak yang dulu putus asa kini punya harapan.

Maria juga mulai program kesehatan gratis—cek tekanan darah, gula darah, edukasi stroke untuk orang tua. Ratusan keluarga terbantu.

Yang paling mengharukan: Papa Maria—yang lumpuh—mulai tersenyum melihat putrinya melayani. Dan perlahan, Papa pulih. Setahun kemudian, Papa bisa bicara lagi. 18 bulan kemudian, Papa bisa jalan dengan walker.

"Maria," bisik Papa dengan air mata, "Maafkan Papa. Kamu korbankan Harvard untuk Papa."

Maria memeluk Papanya. "Papa, aku tidak korbankan apa-apa. Aku dapat yang lebih berharga: Papa pulih, dan kampung kita jadi terang."

2 tahun kemudian, program Maria jadi perhatian nasional. Kementerian Pendidikan datang, lalu UNESCO, lalu bahkan... Harvard.

Profesor dari Harvard datang ke kampung Maria. "Maria, kami dengar apa yang kamu lakukan. Kami tawarkan kamu beasiswa lagi—tapi kali ini untuk program Ph.D. Community Development. Kamu bisa research (meneliti) di kampungmu sendiri."

Maria tersenyum. "Terima kasih, Professor. Tapi saya harus tanya Papa dan komunitas saya dulu."

Papa, yang sudah bisa jalan, berkata dengan bangga, "Maria, pergilah. Kamu sudah bawa terang ke kampung ini. Sekarang bawa terang ke dunia."

Komunitas kampung membuat surat dukungan: "Maria mengajarkan kami: meninggalkan 'jala emas' untuk mengikut panggilan bukan pengorbanan, tapi penemuan harta yang lebih berharga."

Andreas, kakaknya yang dulu marah, datang dengan menangis. "Maria, maafkan aku. Aku yang egois. Kamu meninggalkan Harvard dan membawa terang bagi Papa dan kampung kita. Kamu mengajarkan aku arti 'ikutlah Aku'—bukan mengejar karir, tapi mengikut panggilan."

Maria akhirnya ke Harvard untuk Ph.D.—tapi dengan Papa yang pulih, kampung yang berubah, dan hati yang penuh syukur.

"Injil Matius mencatat: Yesus berkeliling mengajar, memberitakan Injil, menyembuhkan. Aku belajar: ikut Dia bukan duduk di kelas teologi, tapi turun ke kegelapan—keluarga yang hancur, kampung yang putus asa—dan bawa terang," kata Maria dalam wisudanya di Harvard 4 tahun kemudian.

Dan semua belajar: "Mari ikutlah Aku" kadang berarti meninggalkan "jala emas"—tapi yang kita dapat jauh lebih berharga: terang bagi yang dalam kegelapan.


Seperti nubuat Yesaya "Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar" (Yesaya 9:1).
   Maria membawa terang bagi kampung yang kegelapan.

Monday, February 2, 2026

2602026. Yesus adalah terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa dan menjadi kemuliaan.

Kalender Liturgi 02 Feb 2026
Senin Pekan Biasa IV

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Mal 3:1-4
Mazmur Tanggapan: Mzm 24:7.8.9.10
Bacaan II: Ibr 2:14-18
Bait Pengantar Injil: Luk 2:32
Bacaan Injil: Luk 2:22-40



*2602026. Yesus adalah terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa dan menjadi kemuliaan.

*Pengumuman gereja sudah dimulai untuk mengumpulkan daun" palma kering tahun" lalu. Berarti beberapa hari lagi akan masuk Prapaskah yang diawali dengan pertobatan dilambangkan dengan abu di dahi. Saatnya saya merefleksi diri dan menyadari kesalahan untuk berusaha lebih baik. 

Saya merasakan tanda/ Nubuat Maleakhi, mengenai firman Tuhan semesta alam,
"Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku,
supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! ...
Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri?

Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam...
Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak;
dan Ia mentahirkan ...
menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak,
supaya mereka menjadi orang-orang
yang mempersembahkan korban yang benar kepada Tuhan...
 persembahan ... menyenangkan hati Tuhan...

Semoga hati & tubuh saya disucikan di tahun 2026 ini dengan mengikuti teladan Santo Fransiskus Asisi yang melepaskan diri dari kehendak bebas dan mengikuti rencana-Nya.


*Saya merasakan rasa syukur setelah membaca Surat (Paulus/ Barnabas/ Lukas/ Apolos?) kepada Orang Ibrani, bahwa Orang-orang (saya) yang dipercayakan Allah kepada Yesus
adalah anak-anak dari darah dan daging.
Maka Yesus menjadi sama dengan mereka (saya)
dan mendapat bagian dalam keadaan mereka,
supaya oleh kematian-Nya
Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut;
dan supaya ...
Ia membebaskan mereka (saya) yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan
oleh karena takutnya kepada maut.

... dalam segala hal
Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya,
supaya Ia menjadi Imam Agung yang menaruh belas kasihan,
yang setia kepada Allah
untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
Karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan,
maka Ia dapat menolong mereka (saya) yang dicobai.


*Bagi saya, suatu hal yang menarik dari Injil Lukas hari ini, kisah saat Yesus dikuduskan bagi Allah adalah hadirnya dan ucapan dari dua (2) orang benar dan saleh hidupnya, yang hidupnya dibimbing oleh Roh Kudus sehingga bisa bertemu dengan bayi Yesus, Maria dan Yosef.

Simeon, seorang yang benar dan saleh hidupnya dan Roh Kudus ada di atasnya,
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus,
bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias,
yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

Atas dorongan Roh Kudus,
Simeon menyambut Anak itu
dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya,
"Sekarang Tuhan,
biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera,
sesuai dengan firman-Mu,
sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain
dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."

   Lalu Simeon memberkati Yusuf dan Maria,
dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu,
"Sesungguhnya Anak ini ditentukan
untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel
dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -,
supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."


Hana, seorang nabi perempuan juga disitu,
anak Fanuel dari suku Asyer, seorang janda berumur delapan puluh empat tahun yang tidak pernah meninggalkan Bait Allah, siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

Pada saat Anak Yesus dipersembahkan di Bait Allah
Hana pun datang ke Bait Allah dan bersyukur kepada Allah
serta berbicara tentang Anak Yesus kepada semua orang
yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Bagi saya, kisah ini adalah salah satu bukti iman bahwa bagi orang beriman, tidak ada yang kebetulan, semuanya ada dalam rencana-Nya yang sangat baik dan tepat waktu.



*Kuangkatlah kepalaku melihat Raja.
Raja Kemuliaan yang jaya.

Tuhan Yesus yang perkasa.

Namun berkenan menjadi manusia.

Tuhan Yesus Engkaulah andalanku.
Kepada-Mu aku percayakan hidupku.
Hidupku bukan lagi kehendakku.
Karena Tuhan Yesus di dalamku.

Amin.

#