Tuesday, October 6, 2026

2610064. Q & A. TTS ANGKA

2610064. Question & Answer. TTS ANGKA.
Uploaded Image Uploaded Image

2610063. Q & A. Sudoku.

2610063. Question & Answer. Sudoku. 
Uploaded Image Uploaded Image

2610065. Duduk, diam, dengarkan Sabda-Nya.

Inti Injil Selasa ini tentang Maria & Marta, bukan Yesus melarang kerja. 
Yesus melarang hati yang kuatir dan mengeluh karena lupa duduk mendengarkan dulu Sabda-Nya.


Paulus di bacaan pertama Selasa ini (Gal 1:13-24) adalah contoh Marta yang bertobat. Dulu Paulus sibuk sekali menganiaya Gereja, sangat aktif untuk agamanya tapi tidak pernah duduk mendengarkan Yesus. Begitu dia berhenti dan mendengarkan-Nya di jalan Damaskus, seluruh hidupnya berubah dari penganiaya jadi pewarta.


Jadi bagaimana kalau sebelum sibuk seperti Marta, luangkan waktu 5-10 menit jadi Maria ?
 Duduk, diam, dengarkan Sabda-Nya.



#




Uploaded Image

2610062. Ora et Labora — Berdoa dan Bekerja.


Alkisah Benediktus pendiri biara menulis aturan hidup: 
*Ora et Labora — Berdoa dan Bekerja.*

Biarawan Benediktin kerja keras di ladang, masak, menyalin kitab. _(seperti Marta dalam Injil)._
Tapi lonceng berbunyi 7 kali sehari untuk berhenti dan berdoa.
_(seperti Maria dalam Injil)._
 

Benediktus bilang: 
Kalau hanya kerja (Marta saja), kita jadi budak.
Kalau hanya doa (Maria saja), kita jadi pemalas. 
Harus dua-duanya, tapi Maria dulu, baru Marta.


*Kenapa Yesus bilang "Maria memilih bagian yang terbaik yang tidak akan diambil"?*

Karena makanan yang dibuat Marta akan habis, piring kotor lagi, rumah berantakan lagi. Tapi apa yang didengarkan Maria di kaki Yesus akan tinggal selamanya.




*Ada juga kisah nyata di keluarga, saat ibu yang sibuk seharian di dapur pas Natal atau Lebaran.  Masak, beres-beres, marah-marah karena merasa tidak dibantu.

Sementara anak-anaknya duduk ngobrol tertawa dengan keluarga besar (ada kakek, nenek dan para tua-tua) di ruang tamu.

Ibu itu merasa seperti Marta: "Tidakkah kalian peduli aku repot sendiri?" 
Tapi keluarga besar sebenarnya lebih senang kalau ibu duduk 5-10 menit ngobrol dulu, daripada dapat makanan banyak tapi dengan wajah marah.



#




Uploaded Image

2610061. Berbahagia yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Selasa Pekan Biasa XXVII, 06 Okt 2026. (Hijau)
PF S. Bruno, Imam

Warna Liturgi: 
Bacaan I: Gal 1:13-24
Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15
Bait Pengantar Injil: Luk 11:28
Bacaan Injil: Luk 10:38-42




*Bagi saya, menarik perkataan Yesus kepada Marta yang sibuk melayani dan meminta kepedulian-Nya untuk menegur saudarinya, Maria 'yang' hanya duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya,
"Marta, Marta,
engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
padahal hanya satu saja yang perlu.
Maria telah memilih bagian yang terbaik,
yang tidak akan diambil dari padanya."




*Alkisah ada kisah nyata, Bunda Teresa dari Kalkuta menegur suster 'yang terlalu jadi Marta' karena suster itu mengeluh, "Mother, tugas melayani orang miskin terlalu banyak, bisakah jam doa di depan Sakramen Maha Kudus dikurangi supaya lebih banyak kerja?"

Bunda Teresa jawab kebalikannya: _"Kalau kerja kalian bertambah banyak, maka jam doa kalian harus ditambah, bukan dikurangi."_

Jadilah Maria dulu yang mendengarkan Sabda Yesus, lalu jadilah Marta yang sibuk melayani agar tidak jadi keletihan dan keluhan dalam melayani sesama (baca: Yesus).




Ya Tuhan Allahu...
Tuntunlah aku di kekekalan jalan-Mu.
Engkau menyelidiki dan mengenalku.

Engkau mengetahui posisi aku. 

Dari jauhpun Engkau mengerti pikiranku.


Engkau memeriksa dan memaklumi segala jalanku.
Engkaulah yang membentuk buah pinggangku.
Engkaulah yang menenunku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena misteri kejadianku.

*Jiwaku benar-benar menyadari keajaiban perbuatan-Mu.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu.

Di tempat yang tersembunyi Kau jadikan aku.
Aku bersyukur kepada-Mu selalu.

Amin.



#




Uploaded Image

Monday, October 5, 2026

260052. Good Samaritan Laws.

Kisah Inspiratif:

 *Dia yang dianggap musuh, yang berbeda agama/ keyakinan, yang direndahkan, justru dia yang berhenti menolong.*


Di negara seperti Australia dan Kanada ada _Good Samaritan Laws_ 
— hukum yang melindungi orang yang menolong orang tidak dikenal di jalan, supaya tidak dituntut kalau korbannya tidak tertolong. 


*Banyak kasus di tol Jakarta-Cikampek: pengemudi yang kecelakaan ditolong justru oleh sopir truk yang biasanya dianggap kasar, sementara mobil mewah lewat saja.


* Seorang ibu rumah tangga jatuh di pasar, yang menolong dan bawa ke klinik bukan tetangga se-lingkungan, tapi ibu penjual sayur yang beragama beda dan sering kita anggap "orang lain".

* Anak muda yang mogok di jalan jam 11 malam, yang berhenti dan pinjamkan alat bukan temannya, tapi tukang ojek pangkalan yang beda suku.



 *"Maukah engkau menjadi sesama bagi orang yang terluka di depanmu, bahkan jika dia adalah orang yang selama ini kau anggap musuh?"*

> "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"


#




Uploaded Image

260051. Kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.

Senin Pekan Biasa XXVII, 05 Okt 2026. (Hijau)
PF S. Faustina Kowalska, Perawan

Warna Liturgi: 
Bacaan I: Gal 1:6-12
Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-2.7-9.10c
Bait Pengantar Injil: Yoh 13:34
Bacaan Injil: Luk 10:25-37



*"Kasihilah Tuhan, Allahmu,
dengan segenap hati dan dengan segenap jiwamu,
dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu.
dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."


*Tahu bukan berarti melakukan.

*Saya terinspirasi kisah Pastor yang ditolong Gusdurian — Ketapang, Kalimantan. (http://Sesawi.net).

*Alkisah, seorang Pastor Katolik dari Tayap jatuh motor di jalan berpasir, tanki pecah, bensin tumpah. Motor tidak bisa dinyalakan.

Beberapa motor lewat, tidak mau berhenti. Imam dan Lewi versi modern.

Lalu datang seorang bapak pulang dari ladang, pakai motor bebek. Dia berhenti, mendorong motor pastor sejauh 50 km kembali ke Ketapang dengan kakinya di pedal.

Saat ngobrol, bapak itu bilang: _"Saya muridnya Gus Dur, Romo. Awake dhewe seduluran."_ 

Seorang Muslim menolong seorang Pastor Katolik. 
(Miripkah Orang Samaria menolong orang Yahudi?).



*Saya rasanya pernah ditanya seseorang tentang pertanyaan yang hampir sama dari seorang ahli kitab yang mencobai Yesus, tentang siapakah sesama manusia, saya menjawab, 
"Ada seorang yang pergi dari desa ke kota dan harus melewati hutan/ daerah rawan bahaya, lalu dia jatuh ke tangan para perampok yang merampoknya, memukulinya, lalu meninggalkannya setengah mati disana.

Kemudian ada seorang imam (pemimpin agama) turun melalui jalan itu, hanya melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Berikutnya seorang seorang pemimpin umat datang ke tempat itu. Ia melihat orang itu tapi ia segera melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datanglah seorang desa yang ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya,
sesudah menyiraminya dengan minyak dan anggur (obat).
Kemudian
ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri
lalu membawanya ke tempat penginapan terdekat dan merawatnya.
Keesokan harinya
ia menyerahkan dua ratus ribu yang hanya dimilikinya kepada pemilik penginapan itu,
katanya, 'Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini,
aku akan menggantinya waktu aku kembali.'"


*Pertanyaan refleksi untuk saya:
Siapakah sesama manusia
dari orang yang jatuh ke tangan perampok (kesusahan) itu?

Saya juga pernah diposisi orang 'yang menolong' dan juga"yang melewati" orang yang sedang kesusahan (kecelakaan).

Saya juga pernah diposisi orang 'yang ditolong' dan juga"yang dilewati" saat saya sedang kesusahan (kecelakaan).



*Ya Tuhan Allahku...
Engkau selalu ingat akan perjanjian-Mu.
Sungguh besarlah perbuatan-perbuatan-Mu.
Aku bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku.

*Kebenaran dan keadilan ialah Perbuatan tangan-Mu.
Perintah-Mu kokoh lestari selalu.
Engkau memberikan kebebasan kepada umat-Mu.

Perjanjian-Mu kudus dan dahsyatlah nama-Mu.

*Amin.


#



Uploaded Image