SabdaNya
Selasa 31 -10 -17
Rm 8 : 18-25
Luk 13 : 18-21
Shalom,
Kebahagiaan didalam kehidupan tidak selalu berasal dari suatu kesuksesan2 besar atau peristiwa2 besar yg dialami.
Kebahagiaan dan kedamaian justru akan menetap didalam hati dan pikiran kalau dalam segala peristiwa kehidupan kita dapat melihat karya Allah yg luar biasa sehingga dapat mensyukurinya.
Kristus mengatakan bahwa Kerajaan Allah, seperti biji sesawi yg sangat kecil,akan tetapi kalau sudah tumbuh,biji itu akan menjadi pohon yg besar yg malahan dapat dipakai banyak burung untuk berteduh dan bersarang. Banyak orang yg kecewa dan merasa tidak dapat meihat kehadiran Allah ditengah dunia ini, karena yg diharapkan/ dibayangkan kehadiranNya hanya terwujud dalam peristiwa2 spektakuler yg tidak terduga : mujizat2 terutama mujizat penyembuhan, pengusiran roh2 jahat yg dramatis, mendapatkan keberuntungan besar yg diluar dugaan dlsb.
Sedangkan kehadiran Tuhan dalam perbuatan2 kasih yg kita alami dari keluarga, para sahabat dan tetangga, kesehatan yg prima ditengah segala kesibukan dlsb, dianggap sebagai sesuatu yg biasa2 saja yg memang sudah sewajarnya kita alami (take it for granted). Padahal semakin orang dapat melihat kebaikan Allah dalam peristiwa se hari2, dia akan semakin dapat bersyukur dan terdorong untuk membalas cinta Allah, serta menjadi suatu pegangan kuat saat menghadapi hal2 yg sulit.
Semakin kita mempunyai relasi yg baik dg Tuhan, semakin kita tidak membutuhkan peristiwa2 ajaib untuk dapat melihat kehadiran Allah.Dg demikian iman kita tidak tergantung dari segala mujizat atau penampakan2, karena yakin setiap hari Allah sesungguhnya telah membuat mujizat dan menanmpakkan diri kepada kita melalui orang2 dan peristiwa2 disekitar kita
Iman akan membuat kita dapat bertahan dan tetap mempunyai pengharapan kepada Allah sekalipun sedang menghadapi peristiwa2 yg sulit dan menyedihkan.
Paulus mengatakan: 'sebab aku yakin, bahwa penderitaan jaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dg kemuliaan yg akan dinyatakan kepada kita'. (Rm8:18)
Karena itu dalam segala situasi tetaplah bepegang pada ajaran2Nya. Jangan biarkan diri kita me ngejar2 nafsu /ambisi duniawi karena pada saatnya kita akan merasakan bahwa itu semua hanya suatu kehampaan, suatu ke sia2an.
Iman tidak membuat kita dapat selalu terhindar dari sakit penyakit, kegagalan dlsb. Tetapi dg iman kita percaya dan berpengharapan, segala perjuangan yg harus dihadapi adalah seperti seorang wanita yg mengalami kesakitan dan harus berjuang saat akan melahirkan anak yg dikandungnya. Ketika bayinya telah lahir,suka cita akan menghapus segala penderitaan yg pernah dialami. Dibalik salib yg harus kita panggul, ada kebangkitan yg gilang gemilang.
Kerajaan Allah yaitu Kebahagiaan dan kedamaian dalam diri kita, sesungguhnya bukan terutama ditentukan hal2 apa yg kita alami, tetapi bagaimana iman dan pengharapan didalam hati dan pikiran kita bekerja saat menghadapi segala peristiwa kehidupan.
Marilah kita lebih men celikkan mata untuk dapat melihat kebaikan2 Allah yg Dia anugerahkan kepada setiap kita setiap hari. Dg demikian iman dan pengharapan kita akan semakin bertumbuh seperti biji sesawi yg bertumbuh menjadi pohon yg besar.
Gbu all n hv a blessed Tuesday.
#
*Selasa, 31 Oktober 2017*
*Pekan Biasa XXX*
¤ Rm 8:18-25
¤ Mzm 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6
¤ Luk 13:18-21
*"Vires et Efficaciam"*
~ Kekuatan dan Keefektifan ~
Inilah semangat yang mengajak kita menemukan Allah dalam realitas konkret dengan _semangat merangkul_ dalam karya pelayanan Gereja.
Disinilah kita diajak untuk menjadi orang yang selalu mengikutsertakan yang ilahi dalam segala yang insani untuk mengusahakan kesucian: _menjadi semakin manusiawi semakin mendunia, tapi demi kemuliaan Allah._
Mengacu pada bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan Kerajaan Allah melalui _perumpamaan tentang_:
1. *Biji Sesawi*
2. *Ragi*
Perumpamaan tentang _biji sesawi_ dan _ragi_ menunjukkan *kekuatan* dan *keefektifan* Kerajaan Allah, yaitu dapat bertumbuh sangat pesat dan luar biasa mulai dari hal-hal yang sangat kecil dan sederhana.
1. *Biji Sesawi*
Perumpamaan tentang _biji sesawi_ yang merupakan biji terkecil. Meskipun pada mulanya kecil namun akhirnya akan tumbuh menjadi pohon besar yang memiliki cabang yang lebat.
Demikian pula halnya dengan para rasul yang jumlahnya terbatas, sederhana tetapi mereka bekerja sebagai utusan-Nya bisa mengubah dunia berkat daya kekuatan pertumbuhan dan keefektifan dari Allah sendiri yang menyertai mereka untuk menghadirkan Kerajaan Allah.
Disinilah kita diajak untuk _menyadari penyertaan Allah_ yang seharusnya membuat kita bersukacita, karena daya kekuatan pertumbuhan dan keefektifan yang diberikan kepada kita melalui sakramen-sakramen di dalam Gereja.
2. *Ragi*
Perumpamaan tentang _ragi_ ini menegaskan proses _daya transformasi_ menyeluruh Kerajaan Allah yang berlangsung secara diam-diam, namun hasilnya nyata.
Proses transformasinya tidak kelihatan tetapi dampak dari proses ini terlihat jelas, yakni memperbarui seluruh dunia.
Disinilah kita diajak untuk _menghadirkan_ Kerajaan Allah dengan melakukan tindakan-tindakan kecil dan sederhana yang mengubah menjadi lebih baik, sehingga bisa menjadi tanda dan sarana hadirnya Kerajaan Allah.
Saudaraku, apakah hati kita terbuka terhadap _daya kekuatan dan keefektifan_ dari Allah, agar tindakan kita sungguh bermakna bagi sesama untuk merasakan kehadiran Kerajaan Allah?
Salam Kasih dan Damai Sejahtera Kristus senantiasa menyertai kita sekeluarga yang tekun dan setia mewartakan Kerajaan Allah. Amin.
#

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.