Tuesday, October 31, 2017

Bacaan Liturgi 31 Oktober 2017 Selasa Pekan Biasa XXX. Menghadirkan Kerajaan Allah.

TANPA  tetes air, tidak ada samudra

tanpa anak tangga, tidak ada tangga;  

tanpa hal kecil, tidak ada hal besar!

*Mehmet Murat Ildan*

#


*Menghadirkan Kerajaan Allah*

PERUMPAMAAN tentang biji sesawi menggambarkan hal kecil yang bekerja secara tersembunyi dan menghasilkan sesuatu yang besar. 

Sedangkan perumpamaan tentang ragi menggambarkan jumlah yang kecil tapi membawa pengaruh yang besar bagi sekitarnya.

Kedua perumpamaan tersebut mengajak kita untuk setia bekerja menebarkan kasih dan kebaikan kepada sesama. Tidak harus berupa tindakan yang menakjubkan, namun cukup dimulai dengan hal-hal kecil seperti kejujuran di tempat kerja, bersikap ramah dan suka menolong, pemaaf bukan pendendam. Namun tentunya tindakan tersebut harus dilakukan dengan penuh ketekunan, kesabaran dan ketulusan.

Memang tidak mudah karena di dunia modern ini, di mana semuanya disajikan secara cepat dan instan, membuat orang-orang hanya berorientasi kepada hasil saja, bukan kepada prosesnya. Budaya instan secara perlahan-lahan membentuk karakter yang kurang menghargai faktor ketekunan dan kesabaran, lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri daripada orang lain.

Oleh sebab itu, marilah kita selalu bersandar kepadaNya supaya hidup kita menjadi seperti biji sesawi dan ragi yang berdampak positif bagi orang di sekitar kita.

Semoga dengan campur tanganNya,  kesaksian hidup kita menghasilkan transformasi bagi orang-orang yang kita jumpai. Dengan demikian kita ikut serta menghadirkan kerajaan Allah di tengah dunia ini menciptakan kerukunan, perdamaian dan persaudaraan sejati.

#


Bacaan Liturgi 31 Oktober 2017

Selasa Pekan Biasa XXX


Bacaan Pertama
Rom 8:18-25
Seluruh mahluk dengan rindu menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:

Saudara-saudara, aku yakin,
penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan
dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

Sebab dengan sangat rindu
seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.
Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan,
bukan karena kehendaknya sendiri,
melainkan oleh kehendak Dia yang telah menaklukkannya;
tetapi penaklukan ini dalam pengharapan,
sebab makhluk itu sendiri
juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan,
dan masuk ke dalam kemerdekaan mulian anak-anak Allah.

Kita tahu, sampai sekarang ini seluruh makhluk mengeluh
dan merasa sakit bersalin;
dan bukan hanya mahluk-mahluk itu saja!
Kita yang telah menerima Roh Kudus
sebagai kurnia sulung dari Allah,
kita pun mengeluh dalam hati
sambil menantikan pengangkatan sebagai anak,
yaitu pembebasan tubuh kita.

Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan.
Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan lagi pengharapan.
Sebab bagaimana orang masih mengharapkan
apa yang sudah dilihatnya?
Tetapi kalau kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat,
maka kita akan menantikannya dengan tekun.


Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 126:1-6
R:3a
Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita.


*Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion,
kita seperti orang-orang yang bermimpi.
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria,
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

*Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa,
"Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita,
maka kita bersukacita.

*Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan,
seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata,
akan menuai dengan bersorak-sorai.

*Orang yang berjalan maju dengan menangis
sambil menabur benih,
pasti pulang dengan sorak-sorai
sambil membawa berkas-berkasnya.

Bait Pengantar Injil
Mat 11:25
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,
sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.


Bacaan Injil
Luk 13:18-21
Biji itu tumbuh dan menjadi pohon.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Ketika mengajar di salah satu rumah ibadat, Yesus bersabda,
"Kerajaan Allah itu seumpama apa?
Dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi,

yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya.
Biji itu tumbuh dan menjadi pohon,
dan burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya."

Dan Yesus berkata lagi,
"Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
Kerajaan Allah itu seumpama ragi, yang diambil seorang wanita
dan diaduk-aduk ke dalam tepung terigu tiga sukat
sampai seluruhnya beragi."

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Mutiara Iman

*HARAPAN*

31 Oktober 2017

_"..kita MENANTIKANNYA dengan TEKUN"_
(Rm 8:25)


Lectio
Rm 8:18-25; Mzm 126:1-2ab, 2cd-3,4-5,6; Luk 13:18-21

Sejak lulus Kursus Evangelisasi Pribadi, Sony bertekad dalam hatinya untuk mewartakan Sabda Tuhan. Namun karena merasa dirinya pendiam, Sony berkata pada dirinya sendiri :
"Saya akan membuat renungan setiap hari yang akan saya bagikan kepada teman-teman."


Hari pertama mulai melakukannya, tidak ada satupun yang merespon. Tetapi pada hari ketiga, ada seorang temannya menjawab :
"Son, kamu sekarang sangat RELIGIUS."


Lalu Sony menjawab :
"Iya Rob, semoga selalu memberikan kita HARAPAN."


Lalu Roby menjawab :
"Bukannya Harapan itu di Dunia ini ya Rob? Seperti bisa ke Amerika, ke Eropa?"


Jawab Sony :
"HARAPAN adalah sesuatu yang tak pernah kita lihat, namun kita PERCAYA. Itulah yang saya bagikan agar setiap orang memiliki PENGHARAPAN akan KESELAMATAN bersama Yesus bagi orang yang PERCAYA."

Paulus berkata dalam suratnya :
"Tetapi jika kita MENGHARAPKAN apa yang TIDAK kita LIHAT, kita menantikannya dengan TEKUN."

Hidup kita adalah HIDUP yang PENUH HARAPAN.

Oratio
Ya Tuhan Yesus, Engkaulah HARAPANKU. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan penuh HARAPAN akan KESELAMATAN dalam Kristus Tuhan._

*Have a Blessed Tuesday*


Mutiara-Iman.org

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.