
Dalam perang antar negara, kaki kiri seorang serdadu muda terluka parah sehingga dokter yang merawatnya, terpaksa mengoperasi dan mengamputasi kaki kirinya yang bernanah dan sebagian besar jaringannya telah membusuk. Dokter yang mengoperasi kaki kiri prajurit itu, merasa kasihan kepada sang prajurit karena dia harus kehilangan salah satu kakinya di usianya yang masih sangat muda.
Karena kuatir bahwa prajurit muda itu akan histeris, maka sang dokter ada di samping ranjang sang prajurit itu saat dia sadar.
"Aku menyesal sekali harus mengatakan bahwa karena luka yang terlalu parah sehingga kaki kirimu terpaksa di amputasi, sehingga kamu kehilangan salah satu kakimu"
"Dokter, tidak perlu kuatir, "kata sang prajurit, "Aku tidak kehilangan kakiku tetapi aku memberikan kakiku untuk kemerdekaan keluarga, bangsa dan negaraku."

NILAI DARI HARTA DAN KEBERSAMAAN.
Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan,lewatlah sebuah motor di depan mereka, berkatalah petani ini pada istrinya "lihatlah bu,betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu,meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai dirumah, tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai kerumah".
Sementara itu pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan melihat sebuah mobil pick up lewat didepan mereka, pengendara motor itu berkata kepada istrinya "lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu, mereka tidak perlu kehujanan seperti kita".
Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri terjadi perbincangan ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat dihadapan mereka "lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu, mobil itu pasti nyaman di kendarai,tidak seperti mobil kita yang sering mogok".
Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya "betapa bahagianya suami istri itu, mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini, sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing".
Seorang bijak pernah berkata, "Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain,dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain. Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada."