
Lalu Ia (Yesus) menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau."
Yesus tahu kapan saat-Nya harus menjalankan tugas terakhir-Nya yang sangat berat, yaitu harus wafat untuk menebus dosa sahabat-sahabat-Nya. Wafat bukan karena kesalahan sendiri tapi untuk kesalahan orang lain, sesuatu yang masih langka sampai dengan saat ini.
Paulus juga tahu saatnya harus menderita dan wafat karena kuasa Roh Kudus. Paulus memberi salam terakhir, membuat surat perpisahan agar sahabat-sahabatnya dapat tetap bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan. Membuat surat perpisahan adalah hal yang banyak dilakukan orang, tapi untuk berpisah dalam hal tertentu bukanlah untuk sesuatu pengorbanan diri.
Andi dan Endi adalah anak kembar identik yang tumbuh di tempat yang berbeda. Andi hidup bersama Ayahnya dan Endi bersama ibunya. Dalam pengawasan ayahnya yang disiplin, Andi hidup serba berkecukupan, mendapat pendidikan yang baik, pergaulan yang baik. Sementara Endi harus hidup prihatin, pergaulan yang kompleks dan perjuangan hidup yang keras dalam lingkungan hidup yang kurang baik, karena ibunya telah menikah lagi dengan seorang lelaki yang keras dengan penghasilan yang tidak menentu.
Tahun demi tahun berjalan, Andi dan Endi telah tumbuh dewasa. Andi menjadi seorang pengacara yang terkenal dan Endi menjadi seorang bandar narkoba yang juga terkenal. Sampai suatu ketika, Endi tertangkap dan sidang pengadilan hukuman mati untuknya. Andi telah berusaha memperingati saudaranya dari dulu, namun kehidupan yang bebas dan penuh kesenangan telah membuat Endi mengabaikan semua saran dari saudaranya.
Besok adalah hari terakhir Endi hidup. Andi mengunjungi Endi dalam penjaranya. Andi melihat raut wajah Endi yang penuh penyesalan, mendengar penyesalan Endi yang telah banyak melakukan kesalahan, mendengar harapan Endi untuk dapat memiliki waktu lebih banyak untuk bertobat dan berbuat baik. Andi sangat terharu dan merasa sangat dekat dengan saudaranya ini, maka Andi meminta Endi untuk membuka pakaian penjaranya dan menukar dengan pakaiannya. Andi mengatakan bahwa Endi diberi kesempatan kedua untuk melakukan harapan dan impiannya yang belum dilakukannya. Endi sempat keberatan namun Andi memaksa dan membujuk Endi agar mau melakukan banyak hal baik yang belum dilakukannya. Dan pada hari itu Endi keluar dari penjara sebagai Andi.
Hukuman telah dilaksanakan dan pada saat itu Andi (yang sebenarnya Endi) tampak hadir dan menangis keras dalam hatinya serta berjanji dalam hatinya untuk melakukan yang terbaik. Sebagai pengacara, Andi meminta izin untuk merubah namanya menjadi Andre, yang merupakan gabungan nama Andi dan Endi. Andre belajar hukum secara otodidak dan kemudian melanjutkan kuliahnya, sehingga akhirnya Andre banyak melakukan pekerjaan yang luar biasa, membela yang benar dan baik tanpa memikirkan upahnya. Kemampuan dan keterkenalan nama Andre, membuat kehidupan Andre pun menjadi sangat baik. Bahkan beberapa tahun kemudian, Andre berhasil membantu ayah dan ibunya untuk kembali bersatu dan bisa memulai hidup baru yang lebih bahagia.
Referensi bacaan:
Kis.20:17-27 + Mzm.68:10-11,20-21 + Yoh.17:1-11
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.