
Hans, a monk who was accused of having impregnated a woman. Since then Hans and Lin (women who testified that), was expelled from the village. Hans received Lin who are pregnant, to live together in a house, but in a separate room. Every day, Hans had to work his farm to cultivate the fields and can turn both of them day after day, until Lin gave birth to a boy. Shortly after the birth of Lin to testify again, that the baby boy was not a child of monk, but the son of a village official. And village official rose to admit that baby boy is his son. Lin also said that Hans, the monk, has been very helpful in her pregnancy and she was thankful that Hans would take care of herself and the baby.
Sisca, an actress who began her career is going up. Preoccupations to various cities and even late into the night and often had to stay in the destination cities. Free life, finance more than adequate, making Sisca doze, until at some point Sisca knew she was pregnant. Sisca knew that she was pregnant with a married man. Sisca knew when she revealed the fact, careers and lives of men will be complicated. Sisca also know that this error is not the fault had been exclusively male. So Sisca quiet, caring for her pregnancy, gave birth to a beautiful daughter, and vowed to raise the children herself. Sisca was determined to be a 'single parent', although she hopes the father of her daughter wanted to admit this.
Shortly after birth, the good news, the man with the courage (after talking with his wife and family) that the baby girl was his daughter and is allowed to use a surname. This was done by men to show responsibility and promised to give to her daughter's living expenses.
A wise man once said, "The Truth (and a secret life) always will be revealed in time. People only have to fight (with peace)."
Note: This is a story, not tell about history of someone.
Bible References:
Acts.16:11-15 + Psalms.149:1-6,9 + John.15:26-16:4
Kis.16:11-15 + Mzm.149:1-6,9 + Yoh.15:26-16:4

"... Roh Kebenaran ..., Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
Hans, seorang rahib yang dituduh telah menghamili seorang wanita. Sejak saat itu Hans dan Lin (wanita yang bersaksi itu), diusir dari desa itu. Hans menerima Lin yang sedang hamil itu, untuk hidup bersama dalam rumahnya dalam kamar yang terpisah. Setiap hari, Hans harus bekerja mengolah sawah dan ladangnya untuk dapat menghidupkan mereka berdua hari demi hari, hingga Lin melahirkan seorang anak laki-laki. Sesaat setelah melahirkan Lin memberikan kesaksian lagi, bahwa sesungguhnya bayi laki-laki itu bukanlah anak sang rahib, tetapi anak seorang pejabat desa. Dan pejabat desa itupun mengakui bahwa bayi laki-laki itu adalah anaknya. Lin juga mengatakan bahwa Hans, sang rahib, telah sangat membantu dalam kehamilannya dan dia bersyukur bahwa Hans mau merawat dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Sisca, seorang aktris yang mulai menanjak kariernya. Kesibukannya ke berbagai kota bahkan hingga larut malam dan sering kali harus menginap di kota-kota tujuan. Kehidupan yang bebas, keuangan yang lebih dari cukup, membuat Sisca terlena, hingga pada suatu ketika Sisca tahu dia telah hamil. Sisca tahu bahwa dia mengandung anak seorang laki-laki yang berkeluarga. Sisca tahu bilamana dia mengungkapkan kenyataannya, karier dan kehidupan laki-laki yang menghamilinya akan kacau. Sisca juga tahu bahwa kesalahan ini bukanlah kesalahan laki-laki itu semata. Maka Sisca diam saja, merawat kehamilannya, melahirkan seorang anak perempuan yang cantik, dan bertekad membesarkan anak itu sendiri. Sisca bertekad menjadi seorang 'single parent' walaupun dia berharap sang ayah dari puterinya mau mengakui anaknya ini.
Sesaat setelah melahirkan, kabar baiknya, sang laki-laki itu dengan berani (setelah berbicara dengan isteri dan keluarganya) bahwa bayi perempuan itu adalah anaknya dan boleh memakai nama marganya. Hal itu dilakukan laki-laki itu untuk menunjukkan tanggung jawabnya dan berjanji akan memberikan biaya hidup untuk puterinya itu.
Seorang bijak pernah berkata, "Kebenaran (dan rahasia kehidupan) selalu akan terungkap pada waktunya. Manusia hanya perlu memperjuangkannya (dengan damai)."
Catatan: Kisah diatas adalah cerita, tidak bermaksud mengungkap kisah hidup pihak manapun. Bila terjadi kemiripan itu hanya kebetulan.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.