
"I came from the Father into the world, but I am leaving the world and returning to the Father."
Sr.Nancy M. Malone, O.S.U. told that the Word has been born through the womb of Mother Mary, Jesus. Jesus used His body to the glory of God. His hand is healing, His feet are walking in the hills looking for 'lost sheep', His lips words of forgiveness and love. Jesus do His work in total, in good condition, at the time of His passion (His back whipped, pierced His heart, the humiliation of His people, His disciples unbelief, until His body was crucified), and Resurrection (with His appearance to His disciples and give order the mission), until His ascension (give a promise to the disciples to wait until they receive the Holy Spirit).
Sr.Nancy M. Malone, O.S.U. saying that it is good, we have faith, hope and love, let stated in more concrete form than good intentions, good thoughts, prayer with sincere, but also in deeds by using our limbs, hands, mouths and our feet. Thus, our bodies become a channel for others and glorify the blessing of God's love with our soul.
Padre Pio, during his life doing the routine duties as a priest. His great love to Jesus, so he was given the blessing 'wounds' of Jesus (the hands and feet that bleed like has never crucified). Padre Pio's love his people, many people heal the wounds of body and mind, through his hands and mouth. Many stories will be miracles performed by Padre Pio, the pullback of attack, until the spirits Padre Pio could 'go' to help people who believe in a place far from his monastery. A miracle has happened, Padre Pio's body remains intact and in good condition, although he has long passed away.
[Story from Living Faith book]
Bible References:
Acts.18:23-28 + Psalms.47:2-3,8-10 + John.16:23-28
Kis.18:23-28 + Mzm.47:2-3,8-10 + Yoh.16:23-28

"Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."
Sr.Nancy M.Malone, O.S.U. menceritakan bahwa Sang Sabda telah lahir melalui rahim bunda Maria yaitu Yesus. Yesus menggunakan anggota tubuhnya untuk kemuliaan Allah. Tangan-Nya yang menyembuhkan, kaki-Nya yang berjalan di bukit-bukit mencari 'domba yang hilang', bibir-Nya yang mengucapkan kata-kata pengampunan dan kasih. Yesus melakukan pekerjaan-Nya secara total, baik dalam keadaan baik, di saat sengsara-Nya (punggung-Nya yang dicambuk, hati-Nya yang ditusuk, penghinaan dari bangsa-Nya, ketidakpercayaan para murid-Nya, hingga tubuh-Nya disalibkan), dan kebangkitan-Nya (dengan penampakan-Nya kepada para murid dan tugas perutusan-Nya), hingga kenaikan-Nya (memberikan janji agar para murid menunggu untuk menerima karunia Roh Kudus).
Sr.Nancy M.Malone, O.S.U. mengatakan bahwa kepercayaan kita, iman, harapan dan kasih kita, hendaklah dinyatakan dalam bentuk yang lebih konkrit selain maksud baik, pikiran baik, doa yang tulus, namun juga dalam perbuatan dengan menggunakan anggota tubuh kita, tangan, mulut dan kaki kita. Dengan demikian tubuh kita menjadi saluran berkat bagi sesama dan memuliakan kasih Allah dengan jiwa kita.
Padre Pio, selama hidupnya melakukan tugas rutin sebagai seorang imam. Kasihnya yang besar kepada Yesus, sehingga dia diberi berkat 'luka-luka' Yesus (tangan dan kaki yang berdarah seperti telah pernah disalib). Kasih Padre Pio yang besar kepada umatnya membuat Allah menyembuhkan banyak orang dari luka-luka jasmani dan batin, melalui tangan dan mulutnya. Banyak kisah akan mukjizat yang dilakukan oleh Padre Pio, dari mundurnya penyerangan, hingga roh Padre Pio bisa 'pergi' untuk menolong orang-orang yang percaya di tempat yang jauh dari biaranya. Suatu mukjizat telah terjadi, tubuh Padre Pio tetap utuh dan dalam keadaan baik, walaupun dia telah lama wafat.
[Dikutip dari buku Sabda Kehidupan]