Untuk membangkitkan semangat anak buahnya, mendiang Ibu Teresa sering melontarkan joke-joke ringan. Salah satunya begini:
Seorang pelancong mengalami nasib sial.
Mobilnya mogok di daerah yang amat tandus dan jauh dari pemukiman penduduk. Yang ada di dekat situ hanyalah sebuah biara, dan alat transportasi yang dapat ditawarkan para biarawan di sana cuma seekor keledai. Kita tahu, keledai dikenal "keras kepala" dan kurang cerdas.
Akan tetapi, karena ia harus tiba di suatu tempat malam itu juga, si pelancong menerima tawaran itu. Biarawan itu pun membisikkan "rahasia" menangani si keledai.
Seorang pelancong mengalami nasib sial.
Mobilnya mogok di daerah yang amat tandus dan jauh dari pemukiman penduduk. Yang ada di dekat situ hanyalah sebuah biara, dan alat transportasi yang dapat ditawarkan para biarawan di sana cuma seekor keledai. Kita tahu, keledai dikenal "keras kepala" dan kurang cerdas.
Akan tetapi, karena ia harus tiba di suatu tempat malam itu juga, si pelancong menerima tawaran itu. Biarawan itu pun membisikkan "rahasia" menangani si keledai.
