Wednesday, November 4, 2026

2611041. Berbahagialah yang dinista karena nama Kristus sebab Roh Allah ada padamu.

Rabu Pekan Biasa XXXI, 04 Nov 2026. (Putih). 
PW S. Karolus Borromues, Uskup
Bacaan I: Flp 2:12-18
Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1.4.13-14
Bait Pengantar Injil: 1Ptr 4:14
Bacaan Injil: Luk 14:25-33




*Setiap orang yang terikat kebendaannya.
Tidak melepaskan diri dari kepemilikannya.
Tidak mau memikul salibnya.
Tidak layak menjadi murid-Nya.



*Karolus Borromeus* lahir tahun 1538 dari keluarga terkaya di Milan, Italia. Pamannya, Paus Pius IV. Umur 22 tahun dia sudah jadi Kardinal, punya istana, punya uang, punya semua yang diinginkan anak muda. (Kalau dia mau, dia bisa hidup enak sampai mati).

Tahun 1576, wabah pes melanda Milan. Orang kaya, para pejabat, juga banyak pastor kabur dari kota. 

Karolus melakukan kebalikannya. Dia menjual semua perabot istananya, menjual harta warisannya untuk beli roti dan obat untuk orang miskin. Dia berjalan kaki dari rumah ke rumah, mengurusi orang yang terkena pes, memberi Sakramen Pengurapan, mengubur yang meninggal dengan tangannya sendiri.

Dia bilang kepada para pastor yang takut: "Kalau kita tidak mau memikul salib sekarang, kapan lagi?"

Dia melepaskan segala miliknya, karena itu dia dikenang sebagai Uskup Agung terbesar Milan. Orang yang kehilangan segalanya untuk Yesus, mendapatkan segalanya.


*Alkisah pada suatu ketika Yesus berkata kepada 
orang yang berduyun-duyun mengikuti perjalanan-Nya,
"Jika seorang datang kepada-Ku
dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya,
saudara-saudarinya, bahkan nyawanya sendiri,
ia tidak dapat menjadi murid-Ku.¹

Barangsiapa tidak memanggul salibnya dan mengikuti Aku,
ia tidak dapat menjadi murid-Ku.²


Siapakah di antaramu, yang mau membangun sebuah menara,
tidak duduk membuat anggaran belanja dahulu,
apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Jangan-jangan sesudah meletakkan dasar
ia tidak dapat menyelesaikannya.
Lalu semua orang yang melihat itu akan mengejek dengan berkata,
'Orang itu mulai membangun, tetapi tidak dapat menyelesaikannya.'


Atau raja manakah yang hendak berperang melawan raja lain,
tidak duduk mempertimbangkan dulu
apakah dengan sepuluh ribu orang ia dapat melawan musuh
yang datang menyerang dengan dua puluh ribu orang?
Jika tidak dapat, ia akan mengirim utusan selama musuh masih jauh
untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

Demikianlah setiap orang di antaramu
yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya,
tidak dapat menjadi murid-Ku.
"³




*Ya Tuhan Allahku...
Engkaulah terang dan keselamatanku.
Engkaulah terang dan keselamatanku.

Engkaulah benteng hidupku.

Aku tak gentar kepada yang memusuhiku.

*Satu hal kuminta kepada-Mu.
Diam di rumah Tuhan seumur hidupku.

Menyaksikan kemurahan-Mu.
Dan menikmati bait-Mu.

*Aku percaya akan melihat kebaikan-Mu.
Di negeri orang yang hidup bersama-Mu.

Maka kunantikan Tuhanku.
Kukuatkan dan kuteguhkan hatiku.


Amin.  



#


.

Uploaded Image

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.