*Senin Biasa XXIX, 19 Oktober 2026.*
Menarik bagi saya, kisah *Lukas 12:13-21 - Orang kaya yang bodoh*, seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus, _"Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."_
Tetapi Yesus berkata kepadanya: _"Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"_
_"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."_
Kemudian Yesus mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya,
_"Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku._
_Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!_
Tetapi firman Allah kepadanya, _"Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."_
@
Harta selalu dicari manusia.
Berpikir pentingnya harta benda.
Tiada harta tidak bahagia.
Tiada harta jiwa sengsara.
*Saya jadi teringat kisah Rockefeller, orang terkaya dalam sejarah modern Amerika, diperkirakan kekayaannya setara Rp 6.000 Triliun. Artinya dia punya segalanya/ harta bendanya.
Alkisah, saat berumur 53 tahun, dia sakit parah, rambut rontok, dokter bilang hidupnya tinggal 1 tahun karena dia stres menjaga hartanya, makan tidak bisa, hanya bisa minum susu. Dia mengalami Metanoia, terttulis dalam diary-nya, "Uangku telah menjadi tuhanku."
Kesadarannya mulai, dia membagikan hartanya, mendirikan Rockefeller Foundation yang sampai hari ini membiayai vaksin, rumah sakit, universitas di seluruh dunia. Mukjizat terjadi setelah dia mulai memberi, kesehatannya pulih dan dia hidup sampai umur 97 tahun. Kemudian Rockefeller berprinsip,
_"Aku belajar bahwa kekayaan bukanlah berapa banyak yang kau simpan di lumbungmu, tapi berapa banyak yang kau alirkan keluar dari lumbungmu."_
Mungkin Rockefeller yang tadinya "bodoh" menjadi "kaya di hadapan Allah".
Sesaat saya merenung, teringat nasihat seorang tua kepada saya, di parkiran gereja, "Selama kamu masih muda, sibuklah mencari uang, carilah harta untuk kamu pakai di masa depan saat kamu berusia lanjut."
Seorang teman mengikuti nasihat itu, dia mulai kaya dan berkuasa, sibuk bisnis hingga jarang ikut misa gereja dan kemudian tahun lalu, meninggal tanpa membawa harta nya itu. Lalu keluarganya saling memperebutkan harta sehingga anak-anaknya stress.
Seandainya saya mengikuti nasihatnya, mungkin saya bisa jadi 'orang kaya' tapi tidak dikenal sebagai aktifis gereja seperti saat ini dimana teman gereja berkenan memberi saat saya tidak punya kupon makanan dan romo gereja berkenan mengajak saya hadir dan menikmati hidangan dalam acara ulang tahunnya.
*Ya Tuhan Allahu...
Terimakasih untuk kebebasan dari-Mu.
Engkau membebaskanku menentukan pilihanku.
Kebebasan yang menentukan jalan hidupku.
Kebebasan yang kupilih di saat itu.
Waktu tanpa terasa terus berlalu.
Masa muda sudah berlalu.
Semua hanya kenangan masa lalu.
Ada rasa sesal dan haru.
Merasa sesal saat menyadari kesalahanku.
Rasa haru saat merasakan kasih -Mu.
Kasih-Mu menjadi nyata saatku serahkan hidupku.
Saat kusabar menanti dan mengikuti kehendak-Mu.
Terima kasih ya Tuhanku.
Engkaulah Gembalaku.
Engkaulah Andalanku.
Kupercayakan hidupku dalam kasih kerahiman-Mu.
Amin.
#
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.