Wednesday, September 16, 2026

2609151. Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Selasa Pekan Biasa XXIV, 15 Sep 2026. (Putih)
PW S.P. Maria Berdukacita

Bacaan I: Ibr 5:7-9
Mazmur Tanggapan: Mzm 31:2-3a.3b-4.5-6.15-16.20
Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Yoh 19:25-27




Seorang seniman kaligrafi terkenal diminta menuliskan kalimat bijaksana untuk satu keluarga besar. Seniman itu menuliskan, Kakek meninggal lalu Ayah kemudian Anak pada waktunya masing-masing. Keluarga besar marah karena tulisannya, lalu sang kakek menanyakan maksud dari kalimat seniman itu.
 Seniman menjelaskan dengan tenang, adalah suatu kesedihan besar bila Ayah meninggal terlebih dahulu dari Kakek, apalagi Anak meninggal terlebih dahulu dari Kakek dan Ayahnya. Keluarga besar pun menjadi tenang.


Menurut saya, suatu kesedihan besar, saat Yesus meninggal dahulu daripada Maria, ibu-Nya. Kebiasaan orang Yahudi, Ibu tinggal bersama Anak kandungnya yang hidup baik. Maka saat Yesus menitipkan Maria kepada Yohanes, murid-Nya terkasih, kemungkinan anak Maria hanya Yesus. Dan kedukaan Maria mungkin mirip dengan Janda di Nain yang sempat Anaknya meninggal _(kisah lanjutannya, Anaknya yang masih muda itu dibangkitkan Yesus)_


Waktu Yesus bergantung di salib,
didekat-Nya berdirilah ibu Yesus
dan saudara ibu Yesus,
Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya
dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya,
berkatalah Ia kepada ibu-Nya,
"Ibu, inilah, anakmu!"
Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya,
"Inilah ibumu!"
Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.



Banyak orang kuatir akan hidupnya. Dan banyak juga yang memikirkan bagaimana hidupnya setelah mati, maka ada yang berusaha hidup abadi (dengan berbagai cara) atau berusaha agar kematiannya membuat suatu kenangan abadi.

Surat (Paulus/ Barnabas/ Apolos/ Priskila) kepada Orang Ibrani, menuliskan dalam hidup-Nya sebagai manusia,
Kristus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan
kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut.
Dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan.
Akan tetapi, sekalipun Anak Allah,
Yesus telah belajar menjadi taat,
dan ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya.
Dan sesudah mencapai kesempurnaan,
Ia menjadi pokok keselamatan abadi
bagi semua orang yang taat kepada-Nya.


Kesimpulan saya, ikutilah Yesus, belajar taat, dari setiap jalan 'penderitaan' dalam peziarahan di dunia ini, untuk mencapai kesempurnaan, hingga mendapat keselamatan abadi (bersama Allah di Surga melalui Yesus Kristus).



*Ya Tuhan Allahku ...
Selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu.
Aku berlindung pada-Mu.
Janganlah sekalipun aku mendapat malu.

*Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu.
Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku.

Bersegeralah melepaskan daku.

Jadilah bagiku gunung batu.

*Engkaulah perlindunganku  dan keselamatanku.
Engkaulah bukit batu dan pertahananku.
Engkau menuntun dan membimbingku.
Engkau mengeluarkanku dari jaring itu.

*Dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku.
Sudilah Engkau membebaskan aku.
Aku percaya bahwa Engkaulah Allahku.
Masa hidupku ada dalam tangan-Mu.

*Lepaskanlah aku dari tangan musuhku.
Bebaskanlah aku dari pengejarku.

Alangkah limpahnya kebaikan-Mu kepadaku.

Kaulakukan bagi yang berlindung pada-Mu.

Amin.


#





Uploaded Image

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.