Senin Pekan Biasa XXII, 31 Agt 2026
Bacaan I: 1Kor 2:1-5
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:97.98.99.100.101.102
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18
Bacaan Injil: Luk 4:16-30
Saya merenung sesaat, teringat singkatan kata SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), suatu istilah sikap keakraban seseorang yang merasa dekat walaupun baru dikenalnya. Tapi ada juga orang yang merasa "terlalu kenal" sama seseorang sampai tidak melihat kuasa "Allah" bisa kerja lewat dia.
*Seperti orang Nazareth yang merasa "terlalu kenal" Yesus.* Mereka lihat Yesus tumbuh dari bayi. Tahu bapaknya tukang kayu, tahu keluarganya. Jadi di kepala mereka: _“Dia cuma anak Yusuf, masa bisa jadi Mesias?”_ Mereka terjebak sama penampilan luar. Mereka tidak percaya Allah bisa pakai orang "biasa". Mereka mau Yesus jadi "tukang sulap" buat Nazareth. Kalau di Kapernaum bisa, kenapa tidak bisa di sini ? Jawaban Yesus menarik dengan memberikan 2 contoh: *Naaman* dan *janda di Sarfat*. Orang asing yang justru terima mukjizat, bukan orang Israel. - *(Lukas 4:25-27)* Mereka mau berkatnya, tapi nggak mau bertobat. Iman mereka bersyarat. Yesus bongkar kemunafikan mereka. Mereka mau Mesias yang mengalahkan Romawi, bukan Mesias yang mengasihi musuh.
Semua orang membenarkan Yesus dan heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.
Lalu kata mereka, "Bukankah Dia anak Yusuf?"
Yesus '(mendengar dan)' berkata,
"Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku,
'Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri.
Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini,
segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!"
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar,
'Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel
tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain Naaman, orang Siria itu."
Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu.
Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota,
dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.
*Ya Tuhan Allahku ..
Betapa besar cintaku kepada Hukum-Mu.
Betapa kucintai Taurat-Mu.
Aku merenungkannya selalu.
*Perintah-Mu membuatku lebih bijaksana dari pada musuhku.
Maka selamanya perintah-Mu ada padaku.
Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku.
Sebab peringatan-Mu kurenungkan selalu.
*Aku lebih mengerti daripada penatua itu.
Sebab aku memegang titah-Mu.
Terhadap kejahatan kutahan kakiku.
Karena aku berpegang firman-Mu.
*Aku tidak menyimpang dari hukum-Mu,
Sebab Engkaulah yang mengajarku.
Bacaan I: 1Kor 2:1-5
Mazmur Tanggapan: Mzm 119:97.98.99.100.101.102
Bait Pengantar Injil: Luk 4:18
Bacaan Injil: Luk 4:16-30
Saya merenung sesaat, teringat singkatan kata SKSD (Sok Kenal Sok Dekat), suatu istilah sikap keakraban seseorang yang merasa dekat walaupun baru dikenalnya. Tapi ada juga orang yang merasa "terlalu kenal" sama seseorang sampai tidak melihat kuasa "Allah" bisa kerja lewat dia.
*Seperti orang Nazareth yang merasa "terlalu kenal" Yesus.* Mereka lihat Yesus tumbuh dari bayi. Tahu bapaknya tukang kayu, tahu keluarganya. Jadi di kepala mereka: _“Dia cuma anak Yusuf, masa bisa jadi Mesias?”_ Mereka terjebak sama penampilan luar. Mereka tidak percaya Allah bisa pakai orang "biasa". Mereka mau Yesus jadi "tukang sulap" buat Nazareth. Kalau di Kapernaum bisa, kenapa tidak bisa di sini ? Jawaban Yesus menarik dengan memberikan 2 contoh: *Naaman* dan *janda di Sarfat*. Orang asing yang justru terima mukjizat, bukan orang Israel. - *(Lukas 4:25-27)* Mereka mau berkatnya, tapi nggak mau bertobat. Iman mereka bersyarat. Yesus bongkar kemunafikan mereka. Mereka mau Mesias yang mengalahkan Romawi, bukan Mesias yang mengasihi musuh.
Lalu bagaimana dengan saya? Ternyata ada sebagian sifat orang Nazareth, tidak/ kurang percaya pada seseorang sampai dengan dia bisa membuktikan kemampuan dirinya. Saya juga terjebak _(mungkinkah itu sifat masyarakat umumnya?)_ Kebenaran seringkali tidak nyaman. Lebih gampang menolak Nabi/ orang daripada berubah. Saya seperti mereka yang menolak bukan karena kurang bukti, tetapi karena *hati yang keras + kesombongan*.
Saya berharap ayat-ayat ini dapat mengingatkan saya.
*Lukas 4:30* _“Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.”_
Yesus tidak memaksa. Kalau saya menolak, Dia tetap jalan.
*Ibrani 3:15* _“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu”*
Saya dikuatkan melalui surat Rasul Paulus
kepada Jemaat di Korintus, yang menuliskan,
ketika aku datang kepadamu,
aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat
untuk mewartakan kesaksian Allah kepada kalian.
Sebab aku telah memutuskan
untuk tidak mengetahui apa pun di antaramu
selain Yesus Kristus, Dia yang disalibkan...
Baik ajaran maupun pemberitaanku
tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan,
tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia,
melainkan pada kekuatan Allah.
Saya membayangkan menjadi orang Nazareth, saat Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan.
Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat.
Yesus berdiri membacakan Kitab nabi Yesaya (yang diberikan) dan menemukan ayat-ayat berikut,
"Roh Tuhan ada pada-Ku.
Sebab Aku diurapi-Nya
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Dan Aku diutus-Nya
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
penglihatan kepada orang-orang buta,
serta membebaskan orang-orang yang tertindas;
Aku diutus-Nya memberitakan
bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang."
aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat
untuk mewartakan kesaksian Allah kepada kalian.
Sebab aku telah memutuskan
untuk tidak mengetahui apa pun di antaramu
selain Yesus Kristus, Dia yang disalibkan...
Baik ajaran maupun pemberitaanku
tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan,
tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
supaya imanmu jangan bergantung pada hikmat manusia,
melainkan pada kekuatan Allah.
Saya membayangkan menjadi orang Nazareth, saat Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan.
Seperti biasa, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat.
Yesus berdiri membacakan Kitab nabi Yesaya (yang diberikan) dan menemukan ayat-ayat berikut,
"Roh Tuhan ada pada-Ku.
Sebab Aku diurapi-Nya
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.
Dan Aku diutus-Nya
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan,
penglihatan kepada orang-orang buta,
serta membebaskan orang-orang yang tertindas;
Aku diutus-Nya memberitakan
bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang."
...
Lalu mata semua orang (termasuk saya) dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya,
"Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu
pada saat kalian mendengarnya."
Lalu mata semua orang (termasuk saya) dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
Kemudian Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya,
"Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu
pada saat kalian mendengarnya."
Semua orang membenarkan Yesus dan heran akan kata-kata indah yang diucapkan-Nya.
Lalu kata mereka, "Bukankah Dia anak Yusuf?"
(Lalu semua orang mulai bergosip/ berbisik kepada teman disebelahnya)
Yesus '(mendengar dan)' berkata,
"Tentu kalian akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku,
'Hai Tabib, sembuhkanlah dirimu sendiri.
Perbuatlah di sini, di tempat asal-Mu ini,
segala yang kami dengar telah terjadi di Kapernaum!"
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh, tiada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar,
'Pada zaman Elia terdapat banyak wanita janda di Israel
ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan
dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka,
melainkan kepada seorang wanita janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel
tetapi tiada seorang pun dari mereka yang ditahirkan,
selain Naaman, orang Siria itu."
Mendengar itu sangat marahlah semua orang di rumah ibadat itu.
Mereka bangkit lalu menghalau Yesus ke luar kota,
dan membawa Dia ke tebing gunung tempat kota itu terletak,
untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Tetapi Yesus berjalan lewat tengah-tengah mereka, lalu pergi.
*Ya Tuhan Allahku ..
Betapa besar cintaku kepada Hukum-Mu.
Betapa kucintai Taurat-Mu.
Aku merenungkannya selalu.
*Perintah-Mu membuatku lebih bijaksana dari pada musuhku.
Maka selamanya perintah-Mu ada padaku.
Aku lebih berakal budi daripada semua pengajarku.
Sebab peringatan-Mu kurenungkan selalu.
*Aku lebih mengerti daripada penatua itu.
Sebab aku memegang titah-Mu.
Terhadap kejahatan kutahan kakiku.
Karena aku berpegang firman-Mu.
*Aku tidak menyimpang dari hukum-Mu,
Sebab Engkaulah yang mengajarku.
Aku percaya kepada-Mu.
Engkaulah Tuhan dan Gembalaku.
Amin.
#
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.