Kalender Liturgi 15 Jun 2026
Senin Pekan Biasa XI
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Raj 21:1-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:2-3.5-6.7
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:105
Bacaan Injil: Mat 5:38-42
*Bagi saya, saat hukum didasarkan kata 'siapa', maka hukum menjadi perpanjangan tangan atas nama 'siapa'. Berbagai kasus pengalaman hidup saya yang dialami adalah 'adu kuasa'. Dan kuasa yang paling luar biasa adalah kuasa Allah yang Maha Kuasa.
*Jika sudah memiliki harta.
Senin Pekan Biasa XI
Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Raj 21:1-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:2-3.5-6.7
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:105
Bacaan Injil: Mat 5:38-42
*Bagi saya, saat hukum didasarkan kata 'siapa', maka hukum menjadi perpanjangan tangan atas nama 'siapa'. Berbagai kasus pengalaman hidup saya yang dialami adalah 'adu kuasa'. Dan kuasa yang paling luar biasa adalah kuasa Allah yang Maha Kuasa.
*Jika sudah memiliki harta.
Apalagi ditambah memiliki kuasa.
Bisa merasa memiliki dunia.
Bisa mengikuti kemauan sesukanya.
Tolakan bisa berarti menghina.
Pikiran menjadikan dendam membara.
Lalu dicari daya upaya.
Mengambil harta dan nyawa.
Harta warisan sudah punya.
Kaya sudah pasti dirasa.
Tapi kalah melawan dusta.
Bila berhadapan dengan penguasa.
Nyawa hilang lenyaplah harta.
Mati tanpa membawa apa-apa.
Kuasa dusta berdasarkan agama.
Seringkali mampu membuat perkara.
*Kisah sejarah yang berulang selalu terjadi seperti Kitab Pertama Raja-Raja tentang 3 tokoh utama yaitu
1. Nabot, orang Yizreel, pemilik kebun anggur di Yizreel.
2. Ahab, raja Israel yang ingin memiliki tanah Nabot.
3. Izebel, isteri raja yang licik dan berkuasa berbuat apa saja demi diri suami/ rajanya.
Saat hartawan dihadapkan dengan kuasa maka kekuasaan mampu mengambil hartanya. Ini terjadi dengan Nabot, orang Yizreel yang kaya karena memiliki warisan kebun anggur. Hidup Nabot pasti senang dan hidupnya penuh suka sehingga relatif namanya terkenal sebagai pencinta dunia. Nabot tidak menyangka penolakannya menjual tanahnya kepada raja Ahab, membawa malapetaka, hilang harta dan nyawanya karena dusta yang dirancang Izebel, isteri raja yang licik yang berkuasa atas nama raja memerintahkan tua-tua dan pemuka-pemuka kotanya untuk naik saksi terhadap Nabot, dengan mengatakan,
'Nabot telah mengutuk Allah dan raja.' Maka dilemparilah dia dengan batu sampai mati di luar kotanya. Walaupun Nabot kenal para tua-tua dan pemuka-pemuka kotanya, namun bila hukum bisa diatur sesuai kata kuasa, maka terjadilah malapetaka bagi dirinya. Nabot yang kaya, mati meninggalkan harta dengan tak berdaya serta nama yang ternoda.
Orang miskin kalah dengan orang kaya.
Orang kaya kalah dengan penguasa.
Penguasa kalah dengan raja.
Bila hukum sesuai kata siapa.
Saat ini, saya masih belajar menghayati perkataan Yesus dalam kotbah di bukit,
"Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.
Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu,
berilah pipi kirimu.
Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,
serahkanlah juga jubahmu.
Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan
sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya,
dan jangan menolak orang
yang mau meminjam sesuatu dari padamu."
Sungguh ajaran-Nya yang berbeda dangan hukum/ ajaran dunia (Mata ganti mata, gigi ganti ganti, darah ganti darah, nyawa ganti nyawa, dsb).
"Janganlah kalian melawan orang yang berbuat jahat kepadamu.
Sebaliknya, bila orang menampar pipi kananmu,
berilah pipi kirimu.
Bila orang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu,
serahkanlah juga jubahmu.
Bila engkau dipaksa mengantarkan seseorang berjalan
sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
Berikanlah kepada orang apa yang dimintanya,
dan jangan menolak orang
yang mau meminjam sesuatu dari padamu."
Sungguh ajaran-Nya yang berbeda dangan hukum/ ajaran dunia (Mata ganti mata, gigi ganti ganti, darah ganti darah, nyawa ganti nyawa, dsb).
Yang saya ingat saat sadar adalah pembalasan adalah bagian-Nya.
*Ya Tuhan Allahku ...
Berilah telinga kepada perkataanku.
Dan indahkanlah keluh kesahku.
Perhatikanlah suara hati teriakanku.
Saat aku berdoa kepada-Mu.
*Engkau tidak berkenan akan kefasikanku.
Kutahu orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Pembual tidak tahan di depan mata-Mu.
Engkau benci terhadap kejahatanku.
*Engkau membinasakan yang berbohong kepada-Mu.
Engkau jijik melihat penumpah darah dan penipu.
Perhatikanlah suara hati teriakanku.
Saat aku berdoa kepada-Mu.
*Engkau tidak berkenan akan kefasikanku.
Kutahu orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Pembual tidak tahan di depan mata-Mu.
Engkau benci terhadap kejahatanku.
*Engkau membinasakan yang berbohong kepada-Mu.
Engkau jijik melihat penumpah darah dan penipu.
Hilangkanlah amarah dalam hatiku.
Kupercayakan pembalasan di dalam tangan-Mu.
Amin.
#
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.